The Hunchback of Notre Dame

The Hunchback of Notre Dame

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Hunchback of Notre Dame 1939 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
1080
Published on: 2020-11-13
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DENGAN BERAKHIRNYA ABAD KE-15,

ABAD PERTENGAHAN MENCAPAI MASA AKHIR.

EROPA MULAI MELIHAT PERUBAHAN BESAR.

PRANCIS, PORAK-PORANDA KARENA 100 TAHUN PERANG,

AKHIRNYA MERASAKAN KEDAMAIAN.

RAKYAT DI BAWAH LOUIS XI MERASA BEBAS UNTUK BERHARAP LAGI ~

UNTUK BERMIMPI AKAN KEMAJUAN.

TAPI TAKHAYUL DAN PRASANGKA SERING KALI MENGHALANGINYA,

BERUSAHA MEMBENAMKAN SEMANGAT PETUALANG MANUSIA.

Aku belum pernah dengar bunyi lonceng Angelus yang lebih indah.

Siapa pemukul lonceng Notre Dame?

Quasimodo, Paduka.

Orang-orang hanya panggil dia Si Bungkuk.

Quasimodo?

Sungguh nama yang aneh.

Dan sekarang, Master Fisher, mari cari tahu apa alasannya...

...Hakim Agungku memintaku untuk datang ke tokomu.

Bagaimana kau menyebut alat ini?

Penemu Jerman Gutenberg menyebut ini sebuah mesin cetak, Paduka.

- Ini buat apa? - Mencetak buku, Paduka.

- Buat siapa? - Buat rakyat.

Mereka bakal belajar baca begitu bisa dapat bukunya.

Aku bisa cetak banyaknya seperti ini dalam waktu beberapa minggu...

...dan sangat tidak mahal.

Bayangkan, Frollo, beberapa minggu.

Waktu aku pesan buku doaku...

...mereka butuh bertahun-tahun untuk menyalinnya...

...dan membuatku mengeluarkan banyak duit.

Ini lebih bagus dari buku cetak.

Meski begitu, mesin cetak ini sebuah keajaiban.

Keajaiban mengerikan.

Mengerikan? Mesin cetak kecil ini?

Hal-hal kecil punya cara untuk mengalahkan yang besar.

"Tikus Nil membunuh buaya."

Mesin cetak kecil ini bisa menghancurkan kerajaan.

Oh, yang benar saja, Hakim Agungku, jangan melebih-lebihkan.

Itu apa?

Ini halaman pertama buku baru, Paduka.

Mana kulihat.

Tentang Kebebasan Berpikir.

- Siapa yang menulisnya? - Pierre Gringoire.

Gringoire? Dia siapa?

Penyair Prancis, Paduka.

Orang sesat, Baginda.

Menyebarkan tentang dia itu untuk menularkan penyakit.

Kau tahu dari mana?

Ini bisa jadi berkah besar buat Prancis bila rakyat bisa dapat buku dan belajar untuk membaca.

Menurutku, ini bentuk baru dari kebebasan berpikir.

Di luar sana itu bentuk lama.

Seluruh Prancis, di setiap kota...

...berdiri katedral-katedral seperti ini...

...monumen-monumen kemenangan masa lalu.

Katedral-katedral ini lebih tinggi dari rumah rakyat kita seperti penjaga yang amat berkuasa...

...terus menghidupkan keyakinan tak terbantahkan agama Kristen.

Setiap lengkungan, setiap kolom, setiap patung...

...adalah lembaran ukiran dari sejarah kita.

Buku dalam bentuk batu...

...mengagungkan prinsip hidup Prancis.

Katedral adalah tulisan tangan masa lalu.

Mesin cetak adalah untuk masa kita...

...dan aku takkan berbuat sesuatu untuk menghentikannya, Frollo.

Baginda, kita harus hancurkan mesin cetak ini lalu gantung pencetaknya, karena ini

bisa hancurkan perintah lama dan suci kita.

Tidak, tidak, tidak. Aku tak sebodoh seperti itu.

Aku akan lindungi Prancis dari buku-buku ini...

...seperti aku melindunginya dari penyihir, peramal, Gipsi...

...bangsa asing yang lagi membanjiri seluruh Eropa.

Balik!

Kenapa kalian hentikan kami?

Karena tak ada Gipsi yang boleh masuk Paris lagi tanpa surat izin.

- Itu hukum baru. - Bila yang lainnya boleh masuk, kenapa kami tak boleh?

Mereka orang Prancis. Kalian Gipsi. Orang asing.

Orang asing.

Kalian datang kemarin, kami datang hari ini.

Hey! Hey! Hey!

Biarkan mereka lewat. Ini Hari Kaum Dungu.

Hari Kaum Dungu atau tidak, kami tak ingin orang asing. Hentikan dia. Tangkap dia.

Ada apa, Helene?

Nenek, Si Bungkuk dari Notre Dame baru saja berpapasan denganku.

Pulanglah cepat lalu nyalakan lilin.

Itu tak ada gunanya terhadap Quasimodo. Dia telah menghantuinya.

Yvonne, kau tak mau ke festival untuk melihat raja?

Aku tak bisa. Ibu bilang ada terlalu banyak maling dan pengemis di keramaian.

Mereka akan membawamu pulang sisi positifnya. Kau akan tahu.

Dia hendak berusaha melakukan apa?

Dia dengar rumor bumi itu bulat dan berusaha jalan ke Hindia. Dasar idiot.

- Bukan bulat, itu datar. - Si idiot?

Sejumlah ahli geografi dan matematika terkenal juga meyakini bumi itu bulat.

- Itu bukan bulat, itu datar. - Kau ingat surat yang kita dapat dari...

Siapa namanya? Christopher Co... Oh, Christopher Columbus...

...yang tulisannya mengatakan dia bisa menaiki kapal ke arah barat...

- ...sampai ke Hindia? - Itu datar.

Aku sangat tergoda untuk berikan bantuan dana untuk upaya itu.

Negara kita tak boleh ambil resiko atas usaha seperti itu.

Columbus.

Orang yang jadi bahan tertawaan pengadilan Spanyol.

Siapa tahu?

Masa depan akan buktikan pengadilan Ferdinand itu yang jadi bahan tertawaan.

- Itu bukan bulat. - Kau bergumam soal apa, dokter?

- Bumi bukan bulat. Itu datar. - Kau tahu dari mana?

Aku sudah amati di semua perjalananku mengelilingi Eropa. Itu datar. Di mana-mana, itu datar.

Oh, mari dengarkan drama ini.

Yang lama tak pernah bisa berlangsung selamanya.

Yang baru mengklaim ini gilirannya.

Itu kebodohan untuk berpedoman pada masa lalu.

Percaya akan wajah masa depan.

Menyakitkan mengatakan bahwa kematian itu takdir mulia dan orang tak berpendidikan itu sama.

Kalian lahir di rahim...

Dan berakhir di kuburan.

Clopin datang.

Duit!

Duit!

Duit!

- Bagaimana usahanya? - Buruk.

Bah!

- Bagaimana usahanya? - Jauh lebih baik bila mereka tak saksikan drama itu.

- Aku akan perhatikan itu. - Sebaiknya begitu.

Kalian mati lalu hidup lalu mati lagi.

Berhati-hatilah kalian, jangan hidup dengan kesombongan.

Dan bila kau makan terlalu banyak, kau akan memuntahkannya kembali.

Dasar bodoh, pemabuk dungu, kau.

Aku sampaikan ke kalian kebenaran.

- Kami tak butuh kebenaranmu. - Tidak, kami tak membutuhkannya.

Kita sekarang akan memilih Raja Kaum Dungu.

Kandidat maju ke depan. Laki, perempuan.

Wajah terburuk memenangkan mahkotanya.

Wajah buruk!

Wajah buruk!

Bagaimana menurut kalian wajah ini?

Kontes keburukan ini sangat menarik buat orang-orang.

- Itu masalah selera. - Bukan, itu insting.

Orang yang terdepak dari kontes keburukan akan tetapi ingin melihatnya.

Ada daya tarik yang amat besar di dalamnya.

Kita mendapatkan kesenangan dari kengerian.

Hanya rakyat jelata, Baginda.

Berpikir begitu?

Perhatikan teman-teman kita.

Mereka benar-benar tak terlihat tak tertarik.

- Mengerikan. - Itu keburukan luar biasa yang pernah kusaksikan.

- Menakutkan. - Cantik.

- Apa? - Gadis itu. Sungguh cantik.

Aku belum pernah lihat dia sebelumnya. Kau sendiri?

Dia manis.

- Siapa dia? Siapa namanya? - Esmeralda.

Esmeralda.

Rakyat sepertinya menyukainya, dan juga aku.

- Dokter, pinjami aku 1/2 Iivre. - 1/2 Iivre?

- Takut aku tak kembalikan? - Dia seorang Gipsi, Baginda.

Siapa peduli soal bangsanya?

Dia manis.

Tidakkah dia buat jantungmu berdetak lebih kencang?

Bagaimana denganmu, dokter?

Aku duda empat kali, Baginda...

...tapi aku bisa mulai dari awal kembali.

Ada apa?

Itu mata, memandang padaku.

- Ada orang di dalam sana. - Itu binatang.

- Itu iblis. - Keluarlah bila kau Kristen yang baik.

- Masuklah ke sana, cari tahu apa itu. - Keluarkan dia dari sana.

Masuklah ke sana. Tangkap dia. Ayo.

Dia keluar lewat jalan lain.

Itu Quasimodo. Si Bungkuk dari Notre Dame.

Jalan!

Tidak, tidak, tidak.

Jangan rusak kesenangan mereka, Frollo.

Tetap di sini.

- Jadikan dia raja! - Ya!

Quasimodo, kami tahu kau buruk tapi tak tahu kau begitu buruk.

Kami belum pernah sangat dekat denganmu sebelumnya.

Kau biasanya ada di menara loncengmu.

Dan sekarang kami ingin jadikanmu Raja Kaum Dungu.

Bagaimana menurutmu?

Ada apa? Kau tuli?

Sialan kau. Aku tawarimu mahkota kaum dungu dan kau malah menggigitku.

Dia tuli. Bunyi lonceng yang jadikan dia begitu.

Tuli. Mungkin dia bodoh juga.

- Itu jadikan dia raja yang sempurna. - Tidak, dia bisa bicara.

Tapi dia tak menyukainya.

- Apa yang harus kita lakukan akan hal ini? - Perlihatkan dia mahkotanya.

Berdasarkan kesepakatan suara, kami sekarang proklamirkan kau Raja Kaum Dungu.

Raja Quasimodo, Quasi-Quasimodo

Quasimodo, pemimpin kaum Dungu, kami memberi salam

Seluruh gembel, bangsat, Dan pemulung Prancis

Menandaimu kaum dungu dengan Mahkota di atas kepala buruknya

Salam pada raja kaum idiot Serukan dan nyanyikan

Quasimodo, Quasimodo

Raja Kaum Dungu Adalah Quasimodo

Salam pada raja

Raja Kaum Dungu

Cock-a-doodle-doo, Cock-a-doodle-doo

Quasimodo, Cock-a-doodle-doo

Akulah Raja Kaum Dungu yang sebenarnya.

Aku berjuang demi keindahan, dan si buruk yang dimahkotai.

Seberapa lebih dungunya kira-kira dibanding diriku?

Seluruh gembel, bangsat, Dan pemulung Prancis

Menandaimu kaum dungu dengan Mahkota di atas kepala buruknya

Salam pada raja kaum idiot Serukan dan nyanyikan

Quasimodo, Quasimodo

Raja Kaum Dungu Adalah Quasimodo

Berhenti!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left