The first 200 lines.
Terjemah Indonesia oleh: Iyey
[Menghabiskan sisa hidup mendengarkan bunyi bel diatas air]
Longge Zhenhuang.
Tindakanmu memprotes konferensi Culig adalah dosa yang tak terlupakan.
Menurut aturan di Caoyuan,
seluruh sukumu harus dimusnahkan.
Tapi Kaisar Qingyang dermawan dan murah hati.
Jika kau menyerah, kau boleh tetap hidup.
Kau ingin aku menjadi budakmu?
Ini kesempatan terakhirmu.
Kami prajurit sejati Zhenyan,
tak akan pernah berlutut.
Apalagi menjadi budak.
Bunuh mereka!
Bunuh mereka!
Ikuti terus dan jangan tertinggal.
Suma.
Suma, apa pisaumu kau bawa?
Suma.
Jika kau bertemu orang Qingyang, akhiri hidupmu.
Kita adalah keturunan Suku Zhenyan,
tidak boleh dinistakan oleh musuh yang kejam dan jahat.
Kita akan berpisah nanti.
Kau menuju ke utara sendirian.
Jika kau bertemu prajurit Qingyang, berikan ini.
Katakan kau ingin bertemu Jiu Wang.
Mereka bisa mendapat hadiah dengan mengantarmu menemui Jiu Wang.
Tapi jangan takut.
Jiu Wang akan memperlakukanmu dengan baik.
Mengapa Raja Qingyang yang kejam bersikap baik pada anak dari Zhenyan sepertiku?
Tak perlu tahu alasannya.
Kau akan tahu setelah sampai di sana.
Aku tidak mau pergi.
Aku ingin bersamamu.
Aku ingin melindungimu.
Ibu.
Ibu.
Kau lihat itu? Asule.
Tetaplah hidup.
Karena terlalu banyak orang yang mati demi dirimu.
Ayo.
Ayo.
Ayo.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayo pergi.
Cepat, pergi.
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Iblis.
(Sebelum langit dan bumi terbelah Para pahlawan sedang tidur di ayunan besi)
Berhenti.
Berhenti.
Putra Mahkota.
Jangan takut, Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Kita sedang dalam perjalanan kembali ke Ibu kota Utara.
Putra Mahkota.
Darimana asalmu yang sebenarnya,
aku kira Khan Zhenyan tidak memberitahumu.
Aku..
Aku anak yatim yang dia temukan di Caoyuan.
Putra angkat Khan Zhenyan.
Apa yang dia katakan padamu adalah karena niat baik.
Karena kebenaran itu terlalu kejam untuk anak kecil.
Dengarkan aku.
Kau adalah putra Lu Song, Kaisar Qingyang.
Ibumu adalah putri Khan Louyan Mengleihuoe dari Suku Shuobei.
Dia Putri Qingyang yang terhormat.
Sesuatu yang mengejutkan terjadi saat kau dilahirkan.
Bintang Taiyin muncul.
Bayi Sang Putri adalah malapetaka bagi dunia.
Jika malapetaka ini tidak pergi,
badai salju tak akan berhenti.
Yang Mulia, korbankan malapetaka ini pada langit,
untuk menenangkan amarah langit.
Korbankan malapetaka ini pada langit,
untuk menenangkan amarah langit.
Korbankan malapetaka ini pada langit,
untuk menenangkan amarah langit.
Masuklah.
Putri.
Dorong.
Dorong lebih kuat.
Putri, dorong lebih kuat.
Putri, dorong lebih kuat.
Lebih kuat.
Lebih kuat lagi.
Sepupu.
Jika kau mau, aku dan pasukanku bersedia berbicara pada mereka.
Longge Zhenhuang.
Golokmu adalah yang paling tajam di Caoyuan.
Tapi tidak semuanya seperti simpul
yang bisa dipotong menjadi dua bagian.
Kau juga mendengarkan ucapan orang bodoh?
Kau percaya anakmu sendiri adalah iblis?
Aku tidak percaya ucapan siapa pun.
Dengarkan aku.
Bantulah aku.
Yang Mulia.
Bagaimana?
Anak itu lahir tanpa detak jantung.
Lemo.
Dewa tidak memberkati kita dengan anak ini.
Dewa ingin membawanya pergi.
Tidak.
Kau akan membunuhnya.
Kalian semua ingin membunuhnya.
Lemo.
Lemo.
Apa kau gila?
Dia anakku.
Bukan iblis.
Selama aku masih hidup.
Tidak ada yang bisa mengambilnya dari dekapanku.
Lemo.
Saat kau melahirkannya,
dia sudah mati.
Aku ingin menyusui anakku.
Semoga kau tidak terlahir dalam keluarga Kaisar jika memiliki kehidupan kedua.
Kita akan bertemu di surga.
Lemo.
Putri.
Lemo.
Putri.
Lemo.
Lemo.
Lemo.
Kaisar kemudian mengirimmu ke suku Zhenyan.
Tapi tidak ada yang bisa mengubah darimana kau berasal.
Menurut aturan Caoyuan, putra bungsu akan mewarisi mahkota.
Kau adalah Putra Mahkota Qingyang.
Kau orang yang akan memerintah seluruh Caoyuan di masa depan.
Mustahil.
Suku Qingyang adalah serigala di Caoyuan.
Mereka mengirim tentara untuk menghancurkan suku kami.
Kakak Qin dan Suma.
Dimana mereka?
Putra Mahkota.
Kau berbeda dari mereka.
Longge Qin sudah mati.
Suma seorang budak sekarang.
Putra Mahkota.
- Putra Mahkota. - Menepi!
Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Suma.
Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Mereka hanyalah sekawanan budak, yang sukunya sudah musnah.
Bawa Putra Mahkota kembali ke kereta.
Ya!
Yang Mulia.
Mereka adalah teman masa kecil,
yang tumbuh dan bermain dengan Putra Mahkota.
Putra Mahkota,
ingatlah.
Suku Zhenyan sudah musnah.
Qingyang adalah rumahmu.
Suma.
Jangan khawatir.
Aku akan melindungimu.
Yang Mulia.
Dengan restu dan kepercayaanmu.
Aku kembali dengan kemenangan.
Ini golok pemberontak Longge.
Kau pahlawan yang kembali dari kemenangan.
Kau menjadi sorotan hari ini.
Dimana Asule?
Putra Mahkota, silahkan.
Yang Mulia.
Dia mungkin trauma di medan perang
dan sekarang belum pulih.
Seorang anak lelaki yang trauma oleh medan perang
adalah seorang pengecut.
Apa kau mengenaliku?
Aku ayahmu.
Kaisar Qingyang.
Kau bukan ayahku.
Aku Asule dari Zhenyan.
Putra dari Longge Zhenhuang.
Kau benar-benar trauma.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Ini hari yang baik, Jiu Wang kembali dengan kemenangan mutlak.
Dan kita memiliki banyak budak.
Setiap keluarga berkontribusi untuk menghancurkan Zhenyan
dan juga menderita karena kehilangan mereka.
Apa menurutmu kita harus mendistribusikan
para budak ini untuk setiap keluarga sekarang?
Kami ingin merayakan merayakan ini dengan sukacita.
No comments yet. Be the first to leave one.