Primbon

Primbon

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡPrimbon NF-RT-01:28:02
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-01-18
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Janu masih belum siap.

Kita tunggu.

- Rana? - Janu!

Sedang apa kau?

Ayo, antar aku ke hutan.

Untuk apa ke hutan?

Membuat hadiah untuk Ibu.

Aku sudah izin Bapak untuk pergi dengan Mas Janu.

Mengapa kau tidak memberitahuku?

Ayo, cepat antar aku.

Benarkah kau sudah izin Bapak?

Sudah. Sudah, ayo cepat, Mas.

Aduh, Rana…

Tunggu sebentar, ya.

- Jangan lama-lama ya, Mas. - Ya.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Saudara-Saudara,

aku ingin menyampaikan berita duka.

Anak kami, Rana,

hilang di hutan sejak kemarin sore.

- Rana! - Rana!

Aku minta tolong

kita gotong royong

mencari anak kami, Rana, di hutan.

Rana!

Rana!

Rana!

Mbak!

Rana!

Rana!

Rana!

Rana!

Rana!

Mbak!

- Rana! - Rana!

Semoga Rana bisa ditemukan dalam keadaan selamat dan hidup.

Amin.

Atas keikhlasan

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Saudara-Saudara,

aku mengucapkan terima kasih banyak.

Ini, Pak.

- Terima kasih. - Pak, pamit dulu.

- Aku pulang ya, Pak. - Terima kasih.

Ya.

Terima kasih.

- Hei, Pak. - Ya?

Padahal jenazahnya belum ditemukan, tapi mengapa sudah tahlilan?

Biasalah.

Menurut Mbak Nur, dari perhitungan weton, ya memang sudah waktunya. Ya, 'kan?

Padahal baru tujuh hari hilang, tapi sudah tahlilan ya?

Terima kasih.

Sungguh, Mbak? Yakin mau berangkat?

Mengapa Ibu terus bertanya?

Mbak, masa Ibu tidak bertanya?

Ibu, Rana harus membuat sesuatu yang sangat amat penting.

Ini sepenting apa?

- Sangat amat penting, Ibu. - Mengapa seperti tidak ada hari lain?

Ulang tahun Ibu bagaimana?

Ibu, sebelum Ibu tiup lilin, Rana sudah di rumah, oke?

- Sungguh? - Ya.

- Sudah bawa makanan kecil? - Sudah.

- Minum? - Sudah. Ya?

Dah.

- Tumben romantis. - Ya sudah, kita panco.

Jangan. Seram seperti laki-laki.

- Dah, Ibu. - Dah, Mbak.

- Hati-hati ya. - Baiklah. Dah.

Sudah selesai?

Sudah semua?

Mbak.

Ini Yasin Ibu waktu meninggal.

Ya, nanti aku bilang Mbak Nur.

- Mbak Nur… - Itu buatnya sudah lama.

Waktu itu kalau tidak salah…

Memahami keluarga besar memang tidak mudah, Din.

Aku saja yang orang Jawa terasa sulit.

Apalagi kau yang bukan orang Jawa.

- Repot. - Aku tidak cerita apa-apa.

- Sabar ya. - Modelnya persis seperti Yasinnya Ibu.

- Terima kasih, Mas. - Jadi?

Ya, tidak apa-apa.

Yang penting kita sepakat dulu.

Ini tanggal kematiannya mau ditulis kapan?

Benar juga.

Jadi, bagaimana?

Ini mau dianggap pas hari hilangnya,

atau setelah pencariannya ditutup, Mbak?

Jangan hari hilangnya.

Itu hari sial.

"Hari Senin Pon

adalah hari menuju kematian

dan hari nahas.

Artinya, kemalangan bagi manusia dan berkalang tanah.

Dapat diartikan juga terpendam dalam Bumi.

Memang waktu itu sudah saatnya.

Waktu akhir kehidupan di muka Bumi."

Artinya,

mati.

Ya kalau begitu, jangan.

Nanti 40 harinya kena masalah lagi.

Ya sudah.

Kalau begitu, kita sepakati saja ya.

Kita taruh tanggalnya setelah pencarian ditutup.

Setuju?

Mudah sekali untuk kalian membicarakan kematian.

Dari dulu kalian selalu mengarahkan kapan hidup dan matinya seseorang.

Padahal kalian semua juga tahu.

Ini jenazahnya belum ketemu.

Din…

Coba yang sabar.

Kalau memang sudah waktunya, sudah takdirnya, mau bagaimana lagi?

Mbak,

takdir menurut siapa yang harus aku percayai?

Kita di sini cuma mau yang terbaik untuk Mendiang.

Itu sebabnya harus cepat dipilih tanggal baiknya.

Rana namanya.

Bukan "Mendiang".

Aku ibunya.

Aku tahu apa yang terbaik untuk anakku.

Yang kalian lakukan ini apa?

Mengadakan tahlilan, menentukan tanggal kematian,

menyerah…

Apa itu lebih baik?

Kau tahu dari mana yang lebih baik?

Sudah aku peringatkan.

Kalau Rana pergi hari itu, dia akan celaka, tapi kau membiarkan.

Kau tidak pernah mau percaya omongan keluarga kami.

Padahal kau juga tahu

itu bukan baru yang terjadi.

Sekarang anakmu celaka,

tapi masih tidak percaya juga?

Aku hanya ingin percaya

kalau anakku masih hidup.

Apa itu salah?

Rana?

Rana…

Rana!

Sri, bicaralah kepada Banyu.

Mengapa aku? Mbak saja yang bicara.

Kau yang lebih dekat dengannya.

Atau Mbak Nur saja yang bicara sama Banyu.

Itu memang yang paling benar. Mbak Nur yang tahu perhitungannya.

- Tapi segera, takutnya… - Mbak!

Sedang bicarakan apa?

Bagaimana keadaan Rana?

Bilang apa?

Apa dia terluka?

Keponakanmu sudah pulang, Mbak.

Mengapa berpikir seperti itu?

Banyu, kalau dia memang bertahan, mengapa baru hari ketujuh dia pulang?

Aku tidak mengerti, Mbak.

Rana terlihat sehat.

- Apa kalian bisa berpikir? - Hei, tapi apa ada yang aneh?

Apa kakinya menapak?

Coba periksakan anakmu.

Pikiranmu itu, Mbak… Pikiranmu.

- Mas, bagaimana ini? - Sabar, Banyu.

Mengapa kedua kakakku makin tua makin tidak bisa berpikir?

- Mengapa kau menjadi marah? - Hitungannya tidak mungkin salah.

Dengarkan mbakmu. Dia sudah benar.

Aku membutuhkan dukungan.

Hilang, pulang, malah direcoki begini, jadinya bagaimana?

Lagu apa ini?

Rindu ya, Mbak?

Semua orang bilang

katanya kau sudah pergi.

Ibu harus kuat dan ikhlas.

Tapi, Rana, Ibu tahu dan yakin…

Mbak masih hidup.

Kau sudah berjanji. Ya, 'kan?

Janji mau pulang, 'kan?

Ternyata kau sungguh pulang.

Maaf ya, Bu.

Mengapa minta maaf?

Tidak boleh minta maaf.

Kau sudah pulang, Mbak.

Kau pulang, Mbak.

Dek,

Mbak sudah mandi?

Baru masuk.

Ini, tolong. Handuknya simpan di kamar mandi.

Tadi Ibu sepertinya lupa belum simpan.

Ya.

Tari,

doamu juga terkabul.

Bantu Ibu dan Bapak, ya? Kita jaga Mbak bersama.

Bantu, ya?

Mbak?

Mbak?

Mandinya sudah, Mbak?

Mbak, tidak lucu.

Minya masih ada kemarin.

Mas, sepertinya sudah lama tidak membeli mi instan, ya?

Nanti beli, ya.

Mbak takutnya terbangun tengah malam, lalu kelaparan, dan tidak ada makanan.

Aku ingin memanggil dokter, Din.

Sepertinya tidak perlu, Mas.

Tadi aku sudah memeriksa semuanya, tidak ada luka.

Mbak Nur bilang kita harus hati-hati.

Tidak ada salahnya, 'kan?

Kita berjaga-jaga.

More Indonesian subtitles for Primbon

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left