The first 200 lines.
Shen Yue sebagai Dong Shan-cai
Dylan Wang sebagai Dao Ming-si
Darren Chen sebagai Hua Ze-lei
Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo
Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan
Selanjutnya mari kita tepuk tangan menyambut 10 orang peserta.
Shan-cai, semangat.
Para peserta pertama-tama menampilkan keahlian menumis mereka.
Sekarang para juri mencicipi setiap masakan yang disajikan peserta.
Kita bisa melihat ekspresi mereka berbeda-beda.
Bagaimana hasil masakan peserta kita?
Apakah sesuai dengan selera para juri?
Seharusnya Shan-cai aman./ Tentu saja Shan-cai aman.
Bila dia tak lolos, siapa yang bisa lolos?
Selanjutnya juri akan mencicipi masakan rebusan yang disiapkan peserta.
Pertandingan sesi ini akan berakhir. Siapa yang akan lolos…
…dan siapa yang akan gugur?
Mari kita persilakan Juri Xiao Wen mengumumkan hasilnya.
Aku akan mengumumkan hasilnya.
Dai Jing-jing, Gao Xin-ting, Zhao Xiao-yang dan Lin Wen-jiao.
Sangat disayangkan, keempat peserta ini gugur,
…tidak masuk dalam 10 peringkat besar.
Shan-cai lolos. Untung saja.
Sungguh tidak percaya gadis yang dulu menendangmu di koridor…
...bisa menjadi koki yang ahli memasak.
Matamu yang jeli atau latihan ketat dari Kakakmu yang berguna?
Bagaimanapun juga Shan-cai mempunyai tekad yang sangat istimewa…
…untuk melakukan hal yang tidak mungkin.
Lewat pertandingan sesi pertama, masih ada 6 peserta yang tersisa.
Keenam peserta ini lolos ke sesi selanjutnya, yaitu sesi membuat camilan.
Selanjutnya kita minta Juri Tang Jing-mei menjelaskan peraturannya.
Di zaman dulu, camilan digunakan untuk menghibur tentara di medan perang.
Ini juga merupakan inti sari dari budaya makanan Tiongkok.
Di sesi ini, peserta harus memilih sejenis bunga sebagai unsur utama masakan.
Menggunakan bunga untuk menampilkan keindahan dan cita rasa makanan serta…
…membuat camilan khas Tiongkok yang sempurna.
Semuanya harus bersemangat.
Baik, apa lagi yang ditunggu para peserta?
Mohon segera masuk ke arena masak.
Selanjutnya mari kita lihat proses para peserta memasak di dapur.
Sesi kedua, menyajikan makanan ringan. Batas waktunya 1 jam.
2 peserta di antara 6 peserta akan gugur dan menyisakan 4 peserta.
Shan-cai mau apa?/ Aku juga tidak mengerti.
Baguslah jika kamu tidak mengerti, ini yang namanya hebat sekali.
Masih sisa 1 menit. Waktu tinggal sedikit.
Baik, waktunya sudah habis.
Sekarang 6 peserta sudah menyiapkan karya masing-masing.
Menu siapa yang bisa menarik hati semua orang?
Masakan enak disajikan. Juri sekalian, silakan.
Baik. Selanjutnya kita minta peserta memperlihatkan karya sendiri.
Sekarang para juri sedang mencicipi makanan ringan yang dibuat peserta.
Bagaimana komentar juri dengan makanan ringan ini?
Biskuit teratai ini sangat menarik.
Dilihat dari luar, ia seperti teratai, peri bunga di antara semua bunga.
Begitu dimakan, sangat gurih, wangi dan manis. Rasanya sangat berlimpah.
Lumayan./ Terima kasih, Juri.
Sangat indah. Sangat wangi, sangat menggoda hati orang.
Aku masih mau makan 1 lagi./ Ini adalah wangi asli bunga teratai.
Aku hanya mempertahankan wujudnya semula.
Aku suka kakak ini.
Astaga, benar-benar terpikat oleh Kak Cai-na.
Sekarang yang ada ada di tangan Juri adalah gula yang dibuat Dong Shan-cai.
Rasanya sangat enak.
Aku harus katakan makanan ringanmu ini warnanya sangat tidak menarik…
...atau warnanya terlalu kuning?
Kamu tahu untuk mementingkan pertandingan ini, apa yang paling penting?
Intuisi... Kamu tahu?
Nama makanan ringanku ini adalah zaman keemasan masa muda Dong Xiao-wan...
...yang lembut, wangi, enak dan gurih.
Kamu sedang membelit lidah?/ Aku ingin tahu alasan diberi nama ini.
Dong Xiao-wan adalah koki terkenal di zaman dulu.
Dia sangat suka menjadikan bunga sebagai bahan masakan…
...maka menciptakan makanan ringan ini.
Dahulu kala, suaminya Mao Pi-jiang sakit terbaring di ranjang.
Supaya suaminya bisa cepat sembuh, dia mulai memasak sendiri…
…dan membuat masakan ini yang diberi nama gula Dong.
Meski ini hanya makanan ringan yang sederhana,
…tapi mengandung kisah cinta yang sangat indah di baliknya.
Sekarang hanya sedikit orang yang bisa membuat makanan ringan ini,
…apalagi gadis semuda ini. Sungguh luar biasa./ Benar.
Gadis kecil ini tahu banyak hal.
Baik. Terima kasih Dong Shan-cai membuat gula Dong untuk kita.
Selanjutnya kita masuk ke sesi berikutnya.
Siapa yang bisa terus bertahan di kompetisi ini?
Seusai iklan, kita akan tahu hasilnya.
Dari lemon, dari kelapa dipisahkan.
Melalui diskusi sengit para juri, hasil pertandingan sesi kedua sudah keluar.
Akan ada 4 peserta yang masuk ke sesi pertandingan masakan barat dan timur.
Mari kita persilakan Juri Tang Jing-mei mengumumkan siapa keempat peserta ini.
Lewat diskusi serius oleh para juri, peserta yang lolos ke sesi…
…kompetisi masak selanjutnya adalah Nona Zhou Cai-na,
…Nona Lou Xi-ni, Nona Ling Chen-xi.
Dan yang terakhir adalah…
Mungkin di luar dugaan semua orang.
Selamat, Nona Dong San-cai.
Shan-cai, hebat./ A Si…/ Shan-cai, hebat.
Shan-cai./ Aku tidak salah dengar?
Silakan maju ke depan.
Hore./ Hore.
Bagus sekali. Masa muda Dong Xiao-wan. Bukan…
Lembut dan wangi./ Bukan… Lidahmu terlilit.
Pokoknya Dong Xiao-wan yang dibuat Dong Shan-cai paling hebat.
Ayo.
Cepat… Cepat lihat.
Lelah sekali. Mengapa kompetisi memasak ini…
…lebih lelah dan tegang dibandingkan waktuku dulu?
Bagus…/ Baik, terima kasih kepada juri.
Salah satu dari keempat peserta ini akan menjadi…
...juara memasak masakan Tiongkok tahun ini.
Selamat sekali lagi kepada 4 peserta yang lolos.
Kalian berempat silakan istirahat sebentar di belakang panggung…
…baru menentukan menang dan kalah. Mari kita nantikan bersama.
Aku kesal sekali.
Tidak apa-apa kalah dari Cai-na,
…bahkan juga kalah dari Dong Shan-cai. Aku kesal sekali.
Kamu menyuap juri?/ Benar./ Aku…
Kalian dikalahkan dia itu fakta.
Merendahkan orang lain tidak bisa meninggikan diri sendiri,
…malah hanya akan membuat diri kalian sendiri malu.
Shan-cai, ini minuman panas untuk merilekskan pikiran./ Terima kasih.
Kak Zhou Cai-na, ini untukmu./ Tegang sekali.
Tidak tahu tema sulit seperti apa yang akan muncul di sesi berikutnya.
Kamu pasti bisa./ Terima kasih.
Ini untukmu.
Namaku Mei-zuo. Senang sekali mengenalmu.
Aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku ada urusan.
A Si, kamu tidak menyemangati dia?
Benar, A Si. Tadi kamu begitu senang,
...mengapa sekarang malah tidak menyemangati dia?
Cepat. Sebentar lagi pertandingan sudah mau mulai./ Itu…
Kamu…
Yang mana?/ Apa?/ Bagus.
Bagus apa?
Performamu tadi bagus, lebih berusaha lagi.
Raih prestasi bagus sekali lagi.
Kenapa tertawa? Bukankah kalian yang suruh aku menyemangati dia?
Apa kabar semuanya? Acara kompetisi final masakan Tiongkok ini disiarkan…
...atas nama merk lampu dapur ternama.
Kita persilakan Juri Zhang Jin-bao menjelaskan peraturan kompetisi.
Kata orang, air dan tanahlah yang menghidupi manusia.
Cita rasa kampung halaman tersimpan di hati kita selamanya.
Di sesi terakhir, para peserta akan mendapat ujian paling ketat.
Dengarkan baik-baik.
Syarat kompetisi adalah kalian harus menyajikan masakan kampung halaman…
…yang terkenal dalam waktu 45 menit.
Siapa pun bisa memasak masakan kampung halaman,
...tapi apakah bisa membuatnya dalam waktu 45 menit?
Memang benar. Masakan yang kita ajarkan kepada Shan-cai…
…setidaknya butuh 2 jam baru bisa menyajikannya.
Hanya ada 45 menit, waktunya sangat sedikit.
Apa yang kalian tunggu lagi? Masih tidak segera ke area masak?
Zhou Cai-na sangat pintar,
…bisa mengukir sekuntum bunga krisan dari sawi putih dalam waktu singkat…
…dengan sangat percaya diri.
Zhou Cai-na ini melukis bunga krisan dengan sangat cantik.
Bukan mau belajar tato, untuk apa mengukir bunga krisan?
A Shi./ Ada apa? Ini bukan kompetisi mengukir,
…tapi kompetisi memasak./ Aku rasa kali ini Shan-cai pasti kesulitan.
Kamu lihat.
Tema yang sangat sulit.
45 menit untuk memasak masakan kampung halaman.
Masakan Shanghai yang aku pelajari seperti kepiting goreng telur putih,
...sup seafood rebung, ikan rebus, dan bebek 8 rasa.
Semua ini butuh waktu. Kecuali udang tumis.
Tidak bisa…
Baik, sekarang kita bisa melihat 3 peserta sudah siap memilih…
…bahan masakan mereka dan kembali ke area memasak.
Hanya Dong Shan-cai yang sekarang keranjangnya masih kosong.
Bodoh. Mengapa termangu? Waktu sudah tidak cukup, cepat sedikit.
Kamu jangan bertindak impulsif. Shan-cai pasti sedang berpikir mau memasak apa.
Kamu seperti ini hanya akan membuatnya semakin panik.
Ada apa? Mau ke mana? Apa yang terjadi?
Ini… Apa yang terjadi?
Tuan, mohon meninggalkan ruang syuting.
Maaf, Tuan. Kami sedang syuting, tolong pergi dari sini.
Kamu… Kamu mau apa?
Shan-cai…
Maaf, semuanya. Terjadi sedikit masalah.
Mungkin pendukung Nona Shan-cai terlalu antusias…
…sehingga datang ke area memasak.
Shan-cai… Shan…/ Tolong pergi dari sini./ Shan-cai…
Aku tahu kamu sedang mengingatkanku harus memenangkan kompetisi.
Aku masih harus membayar 1 juta Yuan utang ayahku.
Aku tidak boleh menyerah begitu saja.
Tuan, cepat keluar./ Ayo.
Dao Ming-si, harus bagaimana? Otakku tidak bisa berpikir.
Bodoh, kamu cepat pergi pilih bahan masakan.
Bodoh. Aku harus pilih apa?
Bodoh, otakmu rusak? Cepat pikirkan jalan keluar.
Bodoh. Alangkah bagusnya jika aku tahu harus bagaimana.
Bodoh. Tidak apa-apa lupa semuanya.
Shan-cai, kamu harus membangkitkan tekadmu./ Benar, aku harus menang.
Aku harus punya tekad, aku bisa.
Maaf, Tuan. Mohon Anda pergi dari sini.
Nanas. Shan-cai ini sangat menarik.
Shan-cai, kamu harus percaya pada gen kuatmu sendiri.
Di dalam darahmu mengalir darah koki.
Ekspresi Shan-cai menutup mata sangat manis./ Manis?
Tadi aku sudah takut setengah mati./ Aku juga.
Aku tidak tahu Shan-cai mengambil nanas untuk memasak apa.
No comments yet. Be the first to leave one.