The first 156 lines.
Pesanan datang.
Tolong bawa ke sini.
Eunbin, cepat ke sini. Ayo makan dulu.
Baik.
Seo Eunbin?
Kamu...
Ini bukan masalah besar.
Ini akan memakan waktu 2 hari, kamu setuju?
Setuju
Jika kita semua fokus, kita bisa membuatnya dalam sehari.
Bagaimana dengan tema pahlawan?
Ini mengganggu.
Hmm~
Kamu jangan berpikir seperti itu.
Foto kelulusan itu akan teringat selamanya.
Kita perlu mengambil foto yang terbaik.
Aku akan membawa make up dan pelurus rambut jadi jangan khawatirkan tentang itu.
Luar biasa!
Kalau begitu, apa yang harus kita pakai?
Haruskah kita memakai kaos yang sama?
Bukankah itu terlalu payah?
Hei, lihat SMA Uijeongbu.
Kita harus menyerah dengan wajah kita untuk tingkat kesempurnaan.
Ini seru, tapi aku tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu.
Kita kan kelas 12.
Belum ada seminggu kita selesai ujian tengah semester.
Memangnya kita bukan orang juga?
Kita pakai jas saja.
Itu terlalu biasa.
Tidak, kita bisa pakai jas ayah.
Itu akan terlihat seperti foto lama.
Bukankah itu akan lucu?
Aku suka idenya.
Jika kita semua memakainya itu akan terlihat bagus.
Konsep analog. Kedengarannya menyenangkan.
Aku akan memberitahu ayahku.
Sudah selesai, kan? Kalau begitu, aku pergi.
Sampai kapan kita akan membicarakan ini? Sudah waktunya aku untuk les privat.
Oh, kalau begitu mari kita mengakhirinya.
Aku akan membuat group chat melalui Facebook.
Aku tidak main Facebook.
Kalau begitu, aku akan membuat group chat di KakaoTalk.
Aku tidak main KakaoTalk juga. Karena ponselku 2G.
Aku harus pergi. Aku sudah terlambat.
Kalian tentukan saja dan beritahu aku besok.
Eunbin, kamu sedang les privat matematika, kan?
Apakah kamu melakukannya 1:1? Bagaimana gurumu?
Aku ingin mencari guru les privat.
Aku harus pergi duluan.
Apakah aku seharusnya tidak bertanya?
Mungkin dia les privat dengan guru yang sangat mahal.
Dia siswa nomor 1 terpandai di sekolah. Mana mungkin gurunya sembarangan.
Itu benar.
Aku dengar ada guru dari tempat kursus bekerja sebagai guru privat juga.
Wow, itu pembicaraan yang berbeda dengan duniaku.
Ngomong-ngomong,
bagaimana dengan piyama hewan?
Coba lihat.
Orang yang mengetahui kesulitan orang lain, adalah orang yang hidupnya lebih sulit.
Kenapa kamu seperti itu?
Apa?
Tidak ada. Sudahlah.
Kamu mau ke mana?
Ke tempat guru les privat.
Kamu?
Aku mau pulang. Sampai besok.
Orang yang pernah sakit, pasti bisa melihat bekas luka pada orang lain.
[ Setelan slim-fit pria mewah Harga terendah 254,000 KRW ]
[ Setelah pria premium warna navy Harga terendah 325,000 KRW ]
Aduh.
Kenapa mahal sekali?
Halo.
Maafkan aku, Eunbin. Aku selalu meminta bantuanmu di hari biasa.
Dongjun bilang kalau dia sakit.
Aku tidak tahu dia benar sakit, atau sedang berpacaran.
Tidak masalah.
[ Tiket premium 270,000 KRW Tiket pra 190,000 KRW ]
Wah... Mahal.
Belajar membutuhkan uang.
Selamat datang.
Halo.
Hmm...
Kami ingin, satu milk-tea...
Kamu mau makan apa?
Hmm~aku mau lemonade.
Hei, ayo kita makan tiramisu bersama.
Oke.
Hei, bagaimana dengan kue keju dan kue lemon?
Makan saja semuanya. Untuk apa bingung.
Wah, memang luar biasa!
Totalnya 28,500 KRW.
28,500 KRW.
Uang yang bisa aku dapatkan setelah bekerja selama 3 jam 30 menit.
Ini.
Terima kasih.
Persahabatan pun membutuhkan uang.
Apa kamu mau makan bersama setelah selesai kelas?
Bersama dengan Yuri dan Chansol.
Lain kali. Aku ada les privat.
Wah, siswa terbaik memang selalu sibuk.
Lain kali kita harus makan bersama.
Oke.
Sampai kapan aku harus menjadikan kebahagiaan sebagai jaminan masa depanku?
Ibu, aku butuh baju setelan untuk foto kelulusan.
Ibu, konsep foto kelulusan kami adalah ayah...
Selamat menikmati.
Selamat datang.
Chansol rupanya!
Jinah masih belum datang.
Aku sudah biasa melihatnya di sekolah setiap hari.
Aku datang ke sini untuk menemui Tante.
Wah~ Tante makin lama semakin cantik.
Bicaramu manis sekali.
Ibumu apa kabar?
Aku belum pernah bertemu dengannya lagi setelah minum bersama bulan lalu karena sibuk.
Kabar ibu baik.
Untung dia punya anak laki-laki yang hebat.
Anak baik, tampan dan sehat sepertimu.
Kamu adalah berkat untuknya.
Paman ada di mana?
Dia sedang mengirim pesanan.
Sebentar lagi kembali.
Baik.
Apakah... Apa aku boleh meminjam...
Permisi, tolong beri kami satu kaleng cola.
Baik.
- Silakan. - Terima kasih.
Ya, selamat menikmati.
Chansol, apa katamu tadi?
Baju setelan punya paman...
Sebentar, ya.
Halo?
Yeomri-dong?
Tentu saja bisa kami kirim.
Akan segera kami kirimkan. Baik.
Baik, tidak terlalu pedas.
Baik.
Terima kasih.
Aduh, sudah waktu makan malam jadi sibuk.
Kenapa dia belum datang juga?
Padahal ada banyak yang harus dikirim.
Biar saya bantu.
Ini dekat rupanya.
Aku akan pergi mengantar ini.
Aduh, tidak. Aku tidak enak menyuruhmu.
Tidak apa-apa. Ini searah dengan jalan pulang.
Terima kasih.
Aduh, aku lapar sekali.
Pesanan datang.
Tolong bawa ke sini.
Eunbin, cepat ke sini. Ayo makan dulu.
Baik.
Kamu...
Seo Eunbin?
tvN D X V Original E06 'The Temperature Of Language: Our Nineteen' "Belajar & Persahabatan Membutuhkan Biaya" -♥ Ruo Xi ♥-
Ibu, aku pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.