The first 199 lines.
Follow my IG @ MaulanaZxZ
Follow my IG @M aulanaZxZ
Follow my IG @Ma ulanaZxZ
Follow my IG @Mau lanaZxZ
Follow my IG @Maul anaZxZ
Follow my IG @Maula naZxZ
Follow my IG @Maulan aZxZ
Follow my IG @Maulana ZxZ
Follow my IG @MaulanaZ xZ
Follow my IG @MaulanaZx Z
Follow my IG @MaulanaZxZ
Drama ini adalah fiktif belaka. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan
Perwakilan, rumah Anda sudah ada pembelinya.
Sekretaris Wang
Jika bisa segera ditinggali,
dia bersedia beli dengan harga lebih tinggi dari harga pasar.
Kamu mau pindah rumah?
Kali ini mau pindah ke mana?
Tidak, aku tidak akan pindah.
Kenapa?
Aku tidak ingin menjual rumah ini.
Aku ingin terus tinggal di sini.
Bukankah kamu bilang ini tempat tinggal sementara, demi keuntungan?
Benar, aku pernah berkata begitu.
Rumah adalah cara menambah kekayaan.
Tapi sekarang tidak lagi.
Bagiku, tempat ini adalah rumah,
dan juga keluarga.
Jadi, apa besok kita boleh pergi ke suatu tempat bersama?
Pendaftaran pemindahan kependudukan
Kamu tahu?
Sudah 10 tahun aku tidak mengurus pemindahan kependudukan.
Lalu selama ini bagaimana?
Aku terus tinggal di rumah kosong atas nama perusahaan.
Tidak pernah tinggal lebih dari seminggu di rumah yang sama.
Aku baru tahu kamu begitu sering pindah tempat tinggal.
Setelah bertemu kamu, ini pertama kalinya aku tahu.
Ternyata aku siput tanpa cangkang yang tidak punya rumah.
Bukankah kamu bilang rumah adalah wadah penampung kehidupan?
Meski aku punya rumah, tapi aku tidak punya keluarga.
Aku akan terus tinggal di rumah yang menampung memori kita ini.
Kumpulkan lebih banyak memori indah lagi.
- Sudah selesai mengisi? - Iya.
Pendaftaran pemindahan kependudukan
Monthly Magazine Episode 16 Pria yang Beli Rumah, Wanita yang Tinggali Rumah
Monthly Magazine Episode 16 Pria yang Beli Rumah, Wanita yang Tinggali Rumah
Editor Na.
Bagaimana penyatuan perencanaan laporan dengan Editor Nam?
Aku akan bereskan sedikit, lalu segera serahkan pada Editor Na.
Jika diganti sedikit temanya,
dibuat jadi "apa yang disebut rumah yang bagus" bagaimana?
Baik, bagus, sangat bagus.
Lakukanlah seperti itu. Apa tema laporan liburan kali ini?
Bagaimana jika buat laporan wisata kelulusan?
Agar pembaca bisa bernostalgia waktu wisata kelulusan yang dimiliki setiap orang.
Bagus.
Waktu itu aku ke Gyeongju.
- Aku juga. - Senior juga? Aku juga.
Iya, bicara soal wisata kelulusan, tentu Gyeongju destinasinya.
Wisata kelulusan Perwakilan di tempat lain?
- Iya. - Di mana?
Toko serba ada.
Apa?
Karena malam hari sibuk bekerja, jadi tidak ikut wisata kelulusan.
Tapi sekarang sudah punya kemampuan ekonomi itu.
Seharusnya sudah wisata ke mana-mana 'kan?
Tidak, aku mengunjungi seluruh negeri untuk melihat rumah,
tapi tidak pernah berwisata.
Maaf, aku keluar angkat telepon.
Iya, Sekretaris Wang.
Bagaimana dengan rencana investasi bangunan gunung?
Sungguh? Sejak kapan?
Kelihatannya Perwakilan Yoo sungguh kasihan.
Dia orang yang tidak menikmati hidup.
Apa? Wisata?
Bukankah kamu bilang tidak pernah wisata kelulusan?
Ayo wisata kelulusan ke Gyeongju bersamaku akhir pekan ini.
Ada apa?
Ada yang sakit?
Bukan.
Begitu memikirkan akan wisata bersamamu,
hatiku berdebar tak henti.
- Baik, ayo kita berwisata. - Baik.
Kamu sering berwisata tidak?
Kapan terakhir kali berwisata?
Wisata kelulusan.
Apa?
Kamu pernah lihat karanganku dalam Grup Hemat untuk Beli Rumah, seharusnya tahu,
keluargaku mendadak kesulitan ekonomi.
Setelah itu, aku tidak berani berpikir untuk wisata lagi.
Tahun 2007 Selamat menempati rumah baru
Sungguh di sini?
Iya, kelak ini adalah rumah kita.
Hebat sekali.
Atas rekomendasi teman Ayahku,
kami membeli rumah dengan harga murah.
Dengan begitu, mimpi orang tuaku untuk beli rumah terwujud.
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Aku pemilik rumah.
Kami orang yang akan menempati rumah ini.
Apa katamu? Ini rumahku.
Sekelompok orang aneh.
Lalu kami baru tahu, ini penipuan kontrak ganda.
Uang tabungan sebelumnya
dan uang pinjaman hilang semua.
Dasar.
Ibu.
Ibu Young-won,
Young-won,
aku pergi mencari uang.
Sungguh maaf.
Ayah mendadak menghilang seperti itu, aku dan Ibuku melewati hari dengan sulit.
Makanya kamu terus pindah rumah?
Iya.
Bertahan hidup saja sudah sulit,
tidak berani berpikir untuk wisata.
Ayo kita berwisata.
Baik.
Ayo kita melupakan saat-saat yang sulit,
setelah melewati waktu yang membahagiakan baru kembali.
Baik.
Sebentar.
Hatiku berdetak tak henti.
Reuni?
Bagaimana ini? Aku tidak bisa hadir.
Akhir pekan aku akan berwisata.
Apa?
Iya, bersama pacar.
Maaf.
Iya.
Mau berwisata dengan Kak Ja-seong?
Iya.
Terima kasih.
Astaga, Kak Ja-seong bisa berwisata juga.
Dia selalu bilang, lebih baik gunakan waktu itu untuk cari uang.
Kekuatan cinta sungguh menakutkan.
Setelah pacaran dengan Editor Na,
Kak Ja-seong sepertinya banyak berubah.
Sekarang dia bisa baik-baik berinteraksi dengan orang lain.
Dia bukan orang yang bisa mengeluarkan wajah aslinya dengan mudah.
Karena masalah itu?
Dengar-dengar, dia pernah dikhianati orang yang dipercayainya.
Kelihatannya kamu sudah tahu.
Sejak masalah itu,
dia membentuk dinding tinggi pada orang lain, hidup menyendiri,
berusaha keras mencari uang.
Kak Ja-seong bisa tertawa seperti itu, semua karenamu.
Tidak.
Saat berwisata, harus menciptakan banyak memori indah ya.
Baik.
- Eui-ju ju. - Apa?
Aku bisa tidur di sini hari ini?
Tidur di sini lagi? Apa orang tuamu tidak berkomentar?
Aku katakan mau lembur.
Benar-benar.
Aku sangat suka berinteraksi bersamamu sepanjang hari.
Jadi,
ayo kita menikah.
Tidak mau.
Sudah kukatakan sangat jelas, aku tidak mungkin menikah.
Tapi, kamu jangan begitu keras kepala.
Benar-benar.
Sudah kubilang, ingin menikah, cari saja wanita lain.
Aku lebih memilih putus!
Baik, aku tarik kembali perkataanku.
Mulai hari ini aku adalah penganut paham tidak menikah, sangat benci pernikahan.
Ayo kita pacaran dengan bahagia seumur hidup.
Eui-ju ju.
Cepat kembali ke posisi.
Jangan yoga lagi, ganti olahraga lain.
Olahraga lain?
Mari.
Bagus, Eui-ju ju.
Lalu mau melakukan apa?
Apa yang seharusnya dilakukan saat wisata?
Aku tidak pernah berwisata.
Aku akan berwisata dengan Ja-seong.
Astaga.
Editor Nam Sang-soon
Bukankah kita mau menyatukan perencanaan?
Ini adalah data penduduk yang kukumpulkan, lihatlah.
Editor Nam Sang-soon
Halo, Editor Nam.
Di mana orang ini sekarang?
Sungguh itu Ayahmu?
Ibu juga melihatnya 'kan?
Pasti dia.
Iya, kuharap itu dia.
Sepertinya di sana.
Sudah hampir tiba.
Sungguh Ayah?
Ayah.
Young-won.
Suamiku.
Dasar kamu ini, kenapa tidak mati saja?
- Istriku, maaf, aku sudah tahu salah. - Kenapa tidak mati saja?
Hentikan, kenapa begini?
Karenamu, aku dan Young-won
No comments yet. Be the first to leave one.