The first 200 lines.
Layanan Kendara Lewat Big Ol' BURGERS
Halo. Selamat… di Big Ol'…
Ya, halo.
Bisakah aku pesan hamburger bakon ranch dengan bola kentang…
Belikan aku ayam pedas.
Ayam pedas. Apa keputusanmu, Sayang?
Kurasa ini hari nuget ayam.
Sembilan atau 12 potong?
Aku merasa ingin berdosa, yang 12 saja.
Serta nuget ayam 12 potong, terima kasih.
Hamburger… Ayam pedas… Serta nuget.
- Ada lagi? - Entah. Bisakah kau ulangi lagi?
Sudah kucatat, Pak. Silakan maju ke jendela.
Totalnya 38,90 dolar.
Ini 38,90 dolar? Astaga, inflasi bukan lelucon, ya?
Semua ada di situ, Pak.
Jangan tersinggung, kami baru saja dibuat jera.
Percayai, tapi pastikan.
Sepertinya kami hanya menerima nuget yang sembilan potong.
- Ya. - Ya. Aku pesan yang 12 potong.
Tidak, katamu sembilan.
Tidak, aku yakin aku mengatakan 12.
Tapi dengan kotak pelantang bobrok milik kalian…
Aku sudah masukkan harga sembilan potong.
Lagi pula, kami kehabisan nuget.
Kalian kehabisan nuget?
Maksudmu di seluruh restoran ini, ini sembilan nuget terakhir?
- Al, Sayang, ini bukan masalah. - Ya, Ayah, sungguh. Tenanglah.
Ayah tenang, Brian. Ini masalah besar.
Kau pesan 12 nuget, kau layak menerima 12 nuget.
Kami tak akan pergi sebelum istriku mendapatkan tiga nuget lagi.
Sayang, ini tak sepadan. Lagi pula aku tak butuh itu.
Dia sungguh tidak, Teman.
Apa… Apa katamu?
- Bukan apa-apa. - Bisakah kita pergi, Al?
Tidak… Katamu dia sungguh tidak…
Dia sungguh tidak apa?
Dia tidak butuh nuget lagi.
- Al! Al. - Ayah!
Apa yang terjadi?
Orang gila ini menerjang karyawanku.
Berusaha menerobos jendela. Kini dia tersangkut, menghalangi jalan.
Nancy, suruh mereka berhenti menarik dia. Tulang rusuknya bisa patah.
Hei, Semuanya, serahkan hal ini kepada yang profesional.
Paul, Marjan, pasang penyangga di bawah kakinya.
- Siapa nama suamimu? - Al.
Permisi.
Permisi.
Hei.
Al, apa kabar? Owen. Ini Tommy. Kami akan mengeluarkanmu.
Kumohon, terima kasih.
Hei, Al. Ini temanku T.K., dia akan periksa tanda vitalmu.
Tolong katakan, apa kau kesakitan? Apa menurutmu ada yang patah?
Selain kehilangan martabat, kurasa aku baik-baik saja.
Tapi aku akan dimarahi oleh istriku soal ini sampai lama.
Katanya aku punya masalah kemarahan.
Hei! Itu nuget!
Sudah kuduga, Pendusta!
- Al… Tenanglah. - Tidak! Kau lihat nuget-nuget itu?
Katanya mereka kehabisan nuget, itulah akar masalah ini.
- Kau pendusta! - Al, jaga laju detak jantungmu.
- Pendusta! - Hei… Itu bukan nuget emas.
- Marjan, ambil silikon. - Ya.
- Suruh Judd dan Paul juga. - Mengerti.
Hei. Dengar, Teman.
Istrimu mungkin benar juga tentang kemarahanmu.
Kau pernah pertimbangkan untuk minta bantuan profesional?
Kau terdengar seperti dia.
Mungkin kau harus dengarkan dia. Tak perlu malu minta bantuan. Aku juga.
Kau ikut terapi?
- Aku tak percaya. - Percayalah.
Beberapa saat, dia meninju lebih banyak orang daripada Russell Crowe.
Kalian fokus bekerja saja.
Teman, celananya menyerap pelumas.
Hei, jangan kau habiskan. Setengah pantatnya saja belum dilumasi.
Baiklah. Mundur, tolong. Mundur.
Mundur. Terima kasih. Ke belakang. Terima kasih…
Astaga, dia akan viral lagi.
Ini hampir seburuk Six Flags.
Ada apa di Six Flags?
Kami tak membicarakan Six Flags.
Kita akan goyangkan dia maju dan mundur perlahan, lalu tarik.
Kita akan keluarkan dia. Pada hitunganku. Satu, dua, tiga.
- Aduh! Stop! - Baiklah. Stop!
- Baiklah. - Stop. Kita kekurangan pelumas.
Malam ini sudah tak bisa lebih buruk.
Baiklah. Marjan, ambil gergaji. Kita harus potong untuk mengeluarkannya.
- Ya. - Tunggu… Sebentar.
Siapa yang akan bayar?
- Asuransi. - Jika mereka tak mau?
- Tuntut dia atas kerusakan. Terserah. - Tuntut?
Tuntut siapa?
Aku tak bisa bayar itu. Anakku akan masuk kuliah musim gugur ini.
Kumohon, pasti ada cara lain.
Itu lemak hewan?
- Ini dia. - Lumuri dia dengan lemak.
Judd, lumuri pantatnya banyak-banyak.
Kurasa malam ini masih bisa memburuk.
Baik. Coba lagi pada hitungan ketiga.
Satu, dua, tiga.
Hei!
Kami akan bawa kau ke rumah sakit.
Mereka akan melakukan tes untuk memastikan.
Terima kasih. Aku sangat malu.
Tak menghakimi. Pernah kualami.
Hei, tunggu.
Kau lupa nugetmu, Bokong Lemak.
Hei. Tak perlu mengatakan itu.
Selamat ulang tahun
- Ya. Ayo. - Hei.
Kalian punya bahaya kebakaran berlapis krim, ya?
Untung ada petugas damkar di sini
andai kalian tak mampu meniup.
- Tidak, mereka mampu. - Baiklah.
Baik. Sebelum ini meleleh, silakan.
Kuberi tahu, Tommy Vega.
Manikur di hari ulang tahun itu ide hebat.
Apa kabar? Kau juga berpesta?
Kau tahu, kupikir mereka terlalu tua untuk kuda poni,
terlalu muda untuk penari bugil.
Tapi mereka tampak bergembira, bukan?
Ya, mereka bersenang-senang. Apa maksudmu?
Ini ulang tahun pertama mereka tanpa ayah…
Di sinilah pestanya!
- Paman Julius! - Paman Julius!
Hei! Pasangan Pengacau!
Para keponakanku.
Kurang ajar.
Tidak, pria itu tidak baru saja memasuki rumahku.
Inikah Paman Julius yang terkenal itu?
- Ini adik Charles. - Aku heran aku belum bertemu dia.
Hari ini pun tidak.
- Tidak. Perhatikan. - T… Tunggu.
- Hanya… - Aku tak akan membuat keributan.
Baik.
Lihat!
- Paman Julius datang. - Ibu melihatnya.
Hai, Tom.
- Aku baru tahu kau ada di kota ini. - Tiba malam tadi.
Grup musikku sudah dipesan di sini sampai enam pekan ke depan.
- Kau harus hadir. - Kau seharusnya menelepon.
Aku… Sudah kucoba.
Tapi… Satu-satunya nomor yang kumiliki adalah nomor Charles.
Kami senang kau memutuskan untuk mampir.
Bagus sekali. Anak-anak, berpamitanlah kepada Paman Julius.
- Berpamitan? - Dia baru saja tiba.
Ibu tahu, tapi dia kemari untuk bekerja. Grup musiknya menunggunya.
Mereka harus berlatih, karena ada pekerjaan.
Dia bisa tinggal sebentar. Bisakah, Paman Julius?
Kumohon, ini ulang tahun kami.
Sebentar.
Ayolah, Tom.
Mari kita buat hari ini tentang kedua keponakanku.
Tak perlu mengutamakan perselisihan apa pun di antara kita.
Sayang, aku tak berselisih.
Tidak. Aku baik-baik saja. Semua beres.
Kau telah melepaskan semua hakmu sebagai paman
saat kau putuskan melewatkan pemakaman ayah mereka.
Berpamitanlah.
Ibu kalian benar.
Teman-teman Paman menunggu, tapi tak ada yang lebih penting daripada kalian.
Selamat ulang tahun. Dua kali.
Pasangan Pengacau.
DINAS DAMKAR AUSTIN KENDARAAN DAMKAR 126
- Hei, Juddy. - Hei, T.
Bagaimana perasaanmu hari ini?
Aku baik-baik saja. Ya.
Apa ada alasan kenapa aku tak merasa baik?
Tidak. Aku tahu kau cukup gusar saat Julius muncul di pesta.
Ya. Benar.
Selama sepuluh menit.
Lalu, aku tak memikirkan dia lagi.
Anak-anak jelas tampak senang.
Tentu saja.
Dia seorang musisi. Dia membawa kado-kado mahal, bukan?
Dia memiliki kapasitas emosi setara dengan anak kelas lima.
Dia teman bermain yang sempurna. Satu-satunya masalah,
dia hanya muncul untuk bermain sekitar empat kali dalam 11 tahun?
Hei, terkadang… Terkadang lebih baik begitu.
Tiap kali sepupu kami yang dari Georgia berkunjung, seperti itu.
Kami jarang bertemu, tapi saat bertemu amat menyenangkan.
Ya, tapi ini berbeda.
Aku harus melindungi anak-anakku.
Itu terdengar agak kejam.
Karena aku ingat Charles memberitahuku sekali, tahu,
bahwa adiknya tak bisa diandalkan, tapi hatinya baik.
Itu karena dia bisa memesona Charles
hampir semudah memesona orang tua mereka.
Kurasa itulah bakat sebagai anak kesayangan, bukan?
Tak ada salahnya dengan menjadi anak kesayangan.
Ayolah. Apa maksudmu?
Tidak… Kau… Kau salah satu anak yang baik.
Dengar, orang tua mereka melahirkan Julius di usia tua,
sampai mereka tak punya energi untuk mengimbanginya.
Dia tak diberi aturan atau jam malam.
Dia tak pernah harus membereskan masalahnya sendiri.
Hal itu diserahkan kepada kakaknya.
Yang tak pernah mengeluh soal itu.
Benar. Charles tak pernah mengeluh.
Charles selalu memaafkannya.
No comments yet. Be the first to leave one.