Log Horizon 2nd Season

Log Horizon 2nd Season

Download Indonesian Subtitle

Release info

[Hikanti] Log Horizon 2 - 16 [A4767516] Track02
A Commentary by undeathx
http://antifs.eu/log-horizon-2-16/

Tags

other
Published on: 2015-11-21
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tak tahan matahari ....

Penetralan meningkat.

Ya, kita siap untuk bagian lucunya.

Tipu muslihatmu sia-sia. MAKA COBALAH INI!

Login dengan karaktermu. Hancurkan hal yang tak kausukai.

Kebisingan datang namun kita siap menunduk. Bagaimana dengan penawar untuk yang tersesak dan terhipnotis?

Robek kebohongan yang menutupinya. Sekarang siapa yang pengecut?

Mendekap perihnya gemerlap bagai warna-warni bunga bermekaran.

sakimidareta hana no youni azayaka na itami daki

Keluar dari kota yang masih berdiri, buang ucapanmu yang membingungkan.

tatazumu machi wo nukete mayoi no serifu wa sute

Jeritkan suara yang tak kembali.

kaeranai koe yo hibike

Ucapkan Wow Wow Wow Wow.

Database Database. Hanya hidup di Database Wow Wow.

Dinding fiksi meretak di dalam kepalaku dan candu duniaku masih terus meluas.

Di dalam Database Database. Berjuang di dalam Database Wow Wow.

Tak peduli meski tak ada harapan, selama kegilaan sistem ini masih tumbuh.

Database Database. Hanya hidup di Database.

Database Database. Ucapkan Wow Wow Wow Wow.

Sepertinya kita sudah memasuki Dataran Zuland.

Itu ... harusnya akan terlihat.

Ah, itu!

Wah! Keren! Gunung Fuji!

Eh? Mana? Mana?

Oh, Gunung Sakral Fuji!

Ukurannya memang besar, ya!

Lihat, lihat!

Di sana ada yang mirip sapi!

Eh? Benarkah? Di mana?

Ah, kurasa nama mereka lembu green elk.

Berbahayakah?

Tenang saja.

Jarak kita cukup jauh dan katanya mereka juga jinak, kok.

Imut sekali.

Benar-benar seperti sapi, ya.

Katanya sih rasanya lezat banget.

Vampir di Siang Bolong

Vampir di Siang Bolong.

Jalanannya agak berkelok, ya.

Soalnya berparalel dengan pesisir pantai sih.

Eh? Mana pantainya kalau penuh rerumputan begini?

Tapi dari udaranya tercium bau garam, bukan?

Kalau dibilang begitu, aku sendiri tidak yakin.

Oh, iya. Kalau tak salah Kak Shiroe bilang jalur ini ....

Jalur Laut Timur.

Dulunya jalur ini disebut begitu.

Salah satu dari Lima Jalur.

Jalur perdagangan yang dimulai dari Nihonbashi, Tokyo, ini menjadi sangat penting.

Sekarang ini, Jalur Laut Timur tersebut disebut "Jalur Nasional 1,"

dan banyak jalan bercabang darinya.

Bila terus diikuti, kalian akan tiba di Osaka.

Osaka!

Ah, maksudmu Minami, ya.

Jalanan di dunia ini juga terhubung, ya.

Ya.

Mungkin akan lebih cepat ke Pegunungan Redstone bila mengambil jalur ini.

Selama ini aku tak pernah memikirkan jalur seperti itu.

Aku juga sama sekali tidak tahu.

Kak Shiroe memang hebat, ya ....

Bisa tahu banyak seperti itu.

Baiklah!

Selagi di perjalanan dan bertualang ini, aku akan mempelajari berbagai hal baru!

Kurasa sudah waktunya kita makan siang.

Setuju!

Lezat!

Roti isi daging buatan Ketua memang enak banget!

Sama sekali tidak terbantahkan!

Hei, kalian berdua!

Sisakan untuk kami juga!

Iya, nih!

Hei!

Sebentar lagi kita akan tiba di Kalbe.

Bagaimana?

Mampir dulu?

Sebaiknya dilanjut saja.

Lagian cuacanya juga bagus.

Biarkan Danish dan Croissant berusaha sedikit lagi.

Anak-anak ini juga bersemangat, lo.

Masih bisa lanjut!

Ayo berusaha!

Iya.

Jalurnya akan terbuka di depan Rundel Haus Code ini!

Oke, ayo lanjutkan sebelum gelap!

Oh!

Ke-Kenapa?

Batas waktunya sudah habis!

Dari Peluit Kuda Kembar Lyman!

Oh, benar juga ....

Kalau tidak salah, enam jam per hari ....

Kenapa tidak ada yang menyadarinya, ya?

Iya, nih.

Padahal meskipun waktunya habis,

mereka tidak perlu kabur secepat itu.

Iya.

Mereka sudah makan wortel dari tanganku, lo.

Begitu pula kubis dariku.

Benar-benar orang tidak bersyukur!

Soalnya mereka kuda sih.

Kuda pun ....

Kuda?

Berarti bukan "orang tidak bersyukur", tapi "kuda tidak bersyukur"?

Kudanya memang sudah kabur, tapi kurasa ini tidak buruk.

Ya.

Eh, ini di mana?

Kurasa ini di antara Penginapan Kalbe dan Desa Wilistoria.

Tanpa mereka, kita tak bisa lanjutin perjalanan ....

Tak ada pilihan selain berkemah, ya!

Iya, kita harus bersiap!

Serahkan urusan memasak padaku.

Di sinilah Petualang memakai kemampuannya.

Tak ada hubungannya dengan Petualang.

Ayo berkemah!

Oh!

Mari makan!

Hem, enak, ya.

Ya, enak.

Hanya saja ....

Garamnya ...

... lalu ...

Rudy!

Maaf! Maaf! Maaf!

Padahal saat bersama Nyanta-san, aku bisa memasak dengan benar ....

Cuma kurang latihan saja, kok.

Tidak perlu dicemaskan.

Ketua pasti akan bilang, "Kamu hanya perlu memperbaikinya sedikit demi sedikit."

Pasti begitu.

Benar katanya, Serara-san.

Andai saja kami memiliki kemampuan memasak ....

Maafkan kami hanya bisa mengandalkan Serara terus!

Itu benar!

Aku harus bersikap tegar, ya!

Lagi pula aku sudah mendapatkan Apron Dress Pengantin Baru!

Demi Nyanta-san dan kalian, aku harus berjuang!

Tempat pemberhentian kita berikutnya di Kota Sazan.

Kira-kira perlu berapa lama?

Bila dalam sehari kita pakai kuda selama 6 jam,

mungkin kita akan sampai dalam 3 hari.

Kenapa jalanannya berkelok-kelok begini sih?

Padahal lebih enak kalau lurus terus.

Iya sih. Tapi, asalkan kita bisa bepergian seperti ini bersama-sama,

aku tak peduli berapa pun waktunya termakan.

Kurasa Shiroe-san dan yang lainnya mengirim kita dalam perjalanan ini untuk mengajari hal-hal ini.

Kamu itu hebat, Minori.

Rasanya kamu lebih dewasa dari sebelumnya.

Benarkah?

Kukira aku akan tumbuh dewasa bersamamu, tapi sepertinya aku masih butuh waktu.

Itu tidak benar.

Waktu itu aku juga ditolong oleh Touya.

Aku bisa berusaha sebaik mungkin karena selalu bersamamu sejak tiba ke dunia ini.

Yah, soalnya aku ini kakakmu.

Akulah kakakmu!

Tidak, aku lebih tua!

Aku!

Aku dong!

Aku lebih tinggi!

Tak ada hubungannya!

Sudah tiga hari berlalu sejak keberangkatan Serara dkk.

Kuharap mereka tidak kangen akan rumahnya.

Wah ....

Aku yakin mereka sedang asyik seperti sedang darmawisata.

Malah sepertinya mereka akan bilang tidak mau pulang.

Bisa jadi masalah kalau seperti itu.

Wajahmu terlihat pucat lagi.

Benarkah begitu?

Ya.

Tatapanmu terlihat resah, Rieze.

Sama seperti Tuanku.

Jangan terlalu mengeraskan hatimu.

Iya.

Apakah berat tanpa keberadaan si kacamata seram?

Ya, benar sekali.

Aku sadar betapa bergantungnya diriku pada milord.

Untuk saat ini, D.D.D. masih stabil,

tapi tak ada yang tahu akan masalah yang datang nantinya.

Aku yakin banyak orang telah direpotkan olehku,

dan tampaknya akan lebih direpotkan lagi.

Tidak perlu dicemaskan.

Semuanya tahu kalau ini sangat berat.

Tuan Shiroe pasti akan berbuat sesuatu.

Tuanku tidak akan menganggapnya repot.

Lagi pula ia menolongnya karena kehendaknya sendiri.

Tentunya aku juga sama.

Itu benar.

Saat ini kamu tidak perlu mencemaskan kami!

Soalnya kita ini teman!

Kenapa tertawa sampai begitunya?

Bukankah ini yang dinamakan teman?

Rasanya aneh, ya ....

Kalau di dunia asal kita, aku yakin kita tak akan berteman begini.

Mungkin itu ada benarnya.

Tidak,

itu sama sekali tidak benar.

Orang bilang kalau mahluk imut selalu tarik-menarik satu sama lain!

Apa pun yang terjadi, Akatsuki-chan dan Rieze-san akan kutemukan!

Henrietta-san, jangan gosok pipimu padaku!

Peringatan seperti itu tak mempan padanya!

Akatsuki-chan!

Ah, tidak!

Apakah itu Ajian yang mirip teknik pengganti tubuh?

Log Horizon 2nd Season subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Log Horizon 2nd Season

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left