Release info

The First Responders S02E06-NEXT-DSNP
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 59:17

Tags

other
Published on: 2023-08-19
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penafian

Karakter, tempat, organisasi, dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Adegan melibatkan aktor cilik direkam dalam situasi aman

Adegan hewan direkayasa

Dan direkam sesuai panduan kesejahteraan hewan

Hei, Seol,

jika tiba hari saat aku tak selamat dari kebakaran

dan kau membaca ini,

aku pasti lega sekali karena kau tidak terjebak api

bersamaku.

Bagi sebagian orang, momen kehidupan sehari-hari ini sangat berharga.

Kuharap usaha yang kita lakukan

untuk melindungi orang-orang yang hidup bersama kita

tidak menjadi

terlalu sulit bagimu

hanya karena aku sudah tidak di sana lagi.

Aku tahu saat melihatmu berseri-seri setelah menyelamatkan kucing.

Seol,

kau jauh lebih tulus tentang pekerjaan ini daripada aku.

Kurasa itu sebabnya kita terlalu lama di kantor damkar.

Bukankah begitu?

Sejujurnya, ada banyak hal yang ingin kulakukan bersamamu.

Mendaki gunung.

Yang tidak terlalu tinggi.

Kembali turun, mendirikan tenda,

dan menggiling biji kopi untuk menyeduh secangkir kopi hangat.

Makan bersama ibumu di restoran enak.

Bukan minum, hanya makanan lezat.

Kita bertiga berfoto keluarga.

Sama seperti orang-orang lainnya.

Jika sedang ingin,

keluarlah dan nikmati hari yang cerah.

Maka kau akan melanjutkan hidup.

Jangan takut tanpa aku.

Maaf aku tidak bisa menemanimu, tapi kau pasti bisa. Benar, Petugas Song?

Salami Tactics: Strategi negosiasi dengan menyelesaikan kecurigaan

selangkah demi selangkah

Taewon teraman, Kepolisian Taewon yang dihormati dan dicintai

Unit 202 punya alergi kucing.

Kim Youngju, Unit 202 Gedung 103.

Dia mengeluhkan Bibi Gapil sebagai ibu kucing.

Dia mengajukan 68 keluhan jahat

selama setahun terakhir melalui kantor manajemen.

Dia jelas mencurigakan.

Apa polisi datang lagi?

Penghuni Unit 404 adalah detektif di Kantor Polisi Taewon.

Sepertinya dia dekat dengan Bibi Gapil.

Benarkah?

Kenapa? Kau terintimidasi oleh perkataan BFN?

Atau kau juga berpikir kasus ini tidak serius?

Tunggu sebentar. BFN juga tidak salah.

Kau bilang kasus lebih menyenangkan saat menjadi rumit.

Jadi, kau pasti tahu.

Bibi...

mencoba memberitahuku sesuatu setelah kucing itu mati, tapi tidak bisa.

Bibi mencurigai seseorang?

Ada yang menyulut pertengkaran belakangan ini?

-Begini... -Ya?

Sudahlah.

Aku yakin ada seseorang yang terpikirkan.

Kau bilang kasus terpecahkan lebih lancar saat melampiaskan kemarahan.

Aku tidak bisa melepaskan kasus ini.

Kau bisa mundur jika mau.

Yang benar saja, berandal itu.

Kenapa aku ke sini?

Hei. Sedang apa kau di sini malam-malam begini? Pulanglah.

Jika mengumpulkan sembilan botol,

aku bisa menukarnya dengan sosis.

Kau lapar?

Ini sangat lezat.

Pak, kau pasti sangat kaya.

Ya. Makanlah.

Apa itu tadi?

Aku meniup lilinnya.

Hari ini terasa seperti ulang tahunku.

-Kau belum pernah makan ini? -Ini sangat lezat.

Ayahku bilang jika aku makan banyak dengan perut kosong,

ususku akan berputar dan aku akan mati. Tapi aku aman, 'kan?

Usus memang sudah terpelintir.

Makanlah.

Ini. Bawa ini pulang dan makanlah nanti.

Masukkan ke sakumu. Atau taruh di dekat botol.

Hore.

Kau tahu hal lain tentang wanita di Unit 202?

Kudengar dia tidak akur dengan Bibi Gapil karena alergi kucingnya.

-Kenapa? -Apa?

Kenapa kau sangat tertarik dengan orang-orang di kompleks kami?

Petugas pemeliharaan...

harus tahu apa yang terjadi.

Dengan begitu, kompleks akan menjadi damai.

Kau tidak akan mengerti filosofi kerjaku.

Bulu kucing bukan apa-apa.

Saat wanita di Unit 202 membuang sampah secara ilegal,

dia ketahuan.

Itu masalah besar.

-Kau bahkan tidak bisa -Apa yang kau lakukan?

melakukan hal buruk dengan benar dan malah meninggalkan alamatmu?

Sampah ini milikmu, bukan?

Astaga, Bibi!

Kenapa kau mempermalukanku di depan semua orang?

Lepaskan aku!

Lepaskan!

Tapi wanita itu akan bercerai.

Kurasa unitnya sedang dipasarkan.

-Unitnya dipasarkan? -Ya.

Kau juga bisa makan semua ini. Masukkan ke sana.

Bagus.

Youngsoo, mau pekerjaan paruh waktu?

Chundong

Ya. Ayo.

-Kami datang untuk melihat rumah. -Kami sudah menelepon tadi.

Kudengar kalian pengantin baru. Kalian pasti terlambat menikah.

Astaga, aku makelarnya.

Istriku akan segera melahirkan,

jadi, dia tidak bisa ikut.

Rumah ini menghadap tenggara, jadi, sinar mataharinya bagus.

Bagus sekali.

Kertas dindingnya akan diganti saat pengantin baru pindah.

-Tidak ada yang perlu diperbaiki. -Begitu rupanya.

Omong-omong, tekanan air sangat penting bagiku.

-Boleh aku melihat kamar mandinya? -Ya, lewat sini.

Baiklah.

Baiklah. Waktuku sebagai satpam tidak sia-sia.

Itu bekas pengeras suara konduksi tulang. Ayo.

Ya. Ayo.

-Permisi sebentar. -Apa? Siapa kalian?

Apa hak kalian menerobos seperti ini?

Hukuman atas UU Pelanggaran Ringan. Pasal 2, Ayat 1, Butir 21,

Gangguan terhadap Tetangga.

Kami datang untuk memastikan fakta.

Ayo.

Permisi.

Ini dari rumahmu, bukan?

Nn. Kim Youngju, kau punya dendam yang mendalam terhadap Bu Yong Soonbok

yang baru-baru ini meninggal.

Kau mengeluhkan dia memberi makan kucing berkali-kali.

Saat kau dipermalukan karena membuang sampah secara ilegal,

kau juga menjambaknya.

Lalu kenapa?

Kami menemukan sidik jarimu di pengeras suara

dan bekas pemasangannya di kamar mandimu.

Sidik jari di barang bukti 99,9 persen cocok dengan sampel

Kau pasti tidak mengerti betapa seriusnya ini.

Kami sedang menyelidiki kasus pembunuhan.

Kau mengerti?

Myeongpil sudah banyak berkembang.

Dia bahkan tahu cara menggertak sekarang.

Dengar.

Aku hanya menyalakan pengeras suara.

-Kenapa kau melakukan itu? -Hei!

Pernikahanku berakhir karena wanita itu.

Menyebalkan sekali.

Setruk kartu kredit, Motel Hwangcheon

MOTEL HWANGCHEON

Kau bilang tanggal 5 November?

Ya, benar.

Hentikan di sana.

Sial!

Kenapa setruk motelnya harus ada di sana?

Suamiku memergokiku.

Aku harus menjual rumah yang kami miliki dengan harga murah,

membayar tunjangan cerai, dan diusir.

Jadi, tentu saja aku marah.

Bagaimana kau tahu Unit 301 akan marah?

Hal serupa pernah terjadi.

Para penghuni Unit 301 sangat sensitif.

Kau punya masalah denganku?

Kenapa terus melakukan itu?

-Apa lagi sekarang? -"Apa lagi"?

Aku tidak pernah melakukan itu. Kenapa menuduhku lagi?

Yang benar saja! Kau terus memalu semalaman!

Bukankah itu cukup untuk membuat anakku mengikuti ujian ulang?

Kenapa menuduhku?

Bisa-bisanya kau tidak tahu malu. Kau terus melakukannya setiap malam!

Aku hanya berniat memberinya pelajaran dan berhenti.

Tapi saat aku terus melakukannya...

Kenapa kau melakukannya lagi setelah dia meninggal?

Begini...

Kau tahu anak di Unit 301?

Dia sangat kurang ajar dan aku tidak tahan dengannya.

Berandal kurang ajar.

Aku berniat berhenti setelah ujian masuk universitasnya.

Lihat foto ini.

Apa ini?

-Kau salah. Bukan dia. -Apa?

Dia tidak menunjukkan reaksi pada ini. Itu artinya dia tidak tahu.

Kau satpam baru itu, bukan?

Kau akan dituntut atas pelanggaran ringan.

Jangan hidup seperti itu lagi.

Omong-omong,

jangan memberi tahu orang lain.

Ini operasi penyamaran.

Unit 202, Kim Youngju

Tentang orang-orang di kompleks itu...

Mereka mungkin tidak sopan,

tapi kurasa mereka tidak membunuh siapa pun.

Kau juga ingin menutup kasus ini?

Kita sudah selesai membereskan dendam semua orang.

Haruskah kita mulai dari awal dan mempersempit daftar tersangka?

Kita sudah memecahkan misteri keluhan kebisingan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left