The first 200 lines.
- Halo, sayang, - Halo, cinta.
- Pagimu menyenangkan, sayang? - Baik-baik saja. Terima kasih.
Malah seolah tak terjadi-apa-apa.
Hidupku tidak melaju cepat atau bergerak.
Kau kan sudah pensiun, James.
Kau nampak muram, sayang.
Ya. Aku membaca koran di perpustakaan kota sepanjang bagi.
Aduh, koran! Isinya sampah. Aku tak pernah membacanya. Kecuali kalau membahas bintang film.
Kita harus terus memperhatikan situasi internasional, sayang.
Keputusan yang dibuat oleh mereka yang berkuasa pada akhirnya akan berdampak juga pada kita.
Politik dan olahraga. Itu saja isinya koran.
Bisa berdampak pada kita semua. Apapun itu istilahnya.
Mereka bilang akan ada serangan (=Strike) pre-emptive, sayang.
Aduh, jangan sampai ada mogok kerja lagi (=dalam bahasa Inggris juga Strike)!
Mengerikan! Kalau terserah aku, sudah kupenjarakan semuanya. Dasar komunis!
Nampaknya apapun bisa terjadi.
Bukan mogok kerja seperti yang kau pikirkan, sayang.
- Mau sosis atau burger, sayang? - Sosis, terima kasih.
Keadaan nampaknya bisa semakin parah sewaktu-waktu. (=James menggunakan kiasan balon)
Balon apa?
- Kentang tumbuk atau keripik? - Keripik, terima kasih.
Ah, entahlah.
Balon...
Atau maroon? Aku tak bisa ingat.
Bicara apa kau, James?
Sepertinya seolah akan terjadi perang, sayang.
Ya, mereka bilang bisa meletus dalam waktu dekat.
Yah, setidaknya kau tidak akan dipanggil, James. Kau sudah terlalu tua.
Terima kasih, cintaku. Aku masih 2 tahun lebih muda darimu.
Baik, jika yang terburuk terjadi,
kita singsingkan lengan baju, kencangkan ikat pinggang,
dan kenakan topi timah kita sampai VE Day lagi (-Victory over Europe Day. Peringatan kemenangan melawan Nazi).
Kali ini tidak akan seperti itu, cinta.
Kali ini namanya "Teori ledakan besar". Sudah dipikirkan oleh para ilmuwan cemerlang.
Kita selamat dari perang terakhir, kita bisa selamat lagi.
- Butuh lebih dari beberapa bom untuk membunuhku. - Ya, ya, kita...
Kita harus melihat sisi terangnya, sayang.
- Sebaiknya kuputar Radio 4. - Aku suka Radio 2.
Radio 4 lebih baik untuk mempelajari situasi internasional.
Selamat sore. Disini Radio 4 dengan berita jam 6 Kamis sore ini.
Perdana Menteri, berpidato beberapa menit yang lalu di hadapan Majelis Rendah,
memperingatkan bahwa situasi internasional memburuk dengan sangat cepat,
dan perang bisa meletus kapanpun dalam 2 atau 3 hari kedepan.
Sial!
Ada apa, sayang? Lidahmu terbakar?
- Ini dia, sayang! Ini benar-benar terjadi! - Mau tambah sosisnya, sayang?
Aku tak perlu terlalu khawatir. Mungkin semuanya akan berlalu.
- 3 hari! Bajingan! 3 hari! - Bahasamu, James! Bahasamu!
Sial! Untung saja aku dapat banyak selebaran dari perpustakaan pagi ini.
Ini dia. Lihat?
"Lindungi Dan Bertahan" dan "Panduan Keselamatan Rumah Tangga".
Yang ini pasti jelas siapa yang mengeluarkan.
Pemerintah Daerah yang mencetaknya.
Sebaiknya kita segera memulai pembangunan tempat perlindungan serangan nuklir.
Kita harus melakukan hal yang tepat.
Ada treacle tart dan custard atau roti dingin dan puding mentega.
- Tolong Treacle tart ya. - Rontokan nuklir (=Fallout)?
- Kukira yang melakukan itu tentara. - Bukan sayang. Di tentara mereka berbaris (=Fall in). Berbaris.
Syukurlah aku dapat semua selebaran resmi itu hari ini.
Kuberikan yang lain ke Ron.
Coba jika aku tidak ambil?
Kita akan tidak siap. Coba pikir!
Apa kau harus menggali lubang, sama seperti tempat perlindungan Anderson saat perang?
Tidak sayang. Itu semua sudah ketinggalan zaman.
Dengan metode ilmiah modern, kau cukup gunakan pintu yang atasnya ditaruh bantal dan buku.
Mau ambil pintu darimana, James?
Yah, tinggal lepas saja engselnya, sayang.
Jangan bilang mau ambil pintu rumah kita sendiri!
Ya, iya, sayang.
- Jangan sampai catnya rusak, James! - Tak usah khawatir.
Akan kucat setelah tidak ada bom lagi.
Jangan sampai lupa.
Hati-hati, James!
Awas catnya, James!
Semoga kau paham kau melakukan apa.
Sekrupnya kumasukkan ke kantung plastik. Kau pasti akan lupa dan menghilangkannya.
Ingat ya, sekrupnya ada di kendi sebelah kanan di lemari.
Kalau tidak ada pintu, didalam jadi berangin.
Kurasa itu semacam upaya keamanan.
Supaya ledakannya keluar.
Ditulis disini...
"Inti dalam atau perlindungan harus ditempatkan pada sudut kemiringan 60 derajat untuk kekuatan maksimal".
Kalau aku dirimu, akan kuhadapkan dinding, sayang.
Ya, tapi bagaimana cara mengukur sudutnya?
Kita tak punya busur.
Kurasa kita melakukannya di sekolah. Kau menggunakan busur derajat.
Hanya saja aku lupa. Akan kutelepon Ron. Ia pasti tahu.
Halo, nak. Kabarmu baik? Bagaimana kabar Beryl dan bayinya?
Baik. Begini, ayah sedang membangun tempat perlindungan seperti yang disuruh pemerintah,
dan katanya, "harus ditempatkan pada sudut kemiringan 60 derajat."
Itu artinya apa ya?
Ini bukan omong kosong, nak.
Ini ada dalam arahan pemerintah.
Jadi kau tak membangun tempat perlindungan?
Ayah sudah memberikan selebarannya kepadamu!
Bagaimana dengan Jim?
Tak usah menyanyi!
Maksudmu apa "Kita semua akan mati bersama"? Tak lucu.
Tidak, tapi ini tugas kita untuk menjalankan instruksi pemerintah disaat perang, nak.
Berhenti tertawa. Ayah terkejut padamu.
Harusnya sekarang kau sudah jadi ayah yang bertanggung jawab.
Busur derajat? Sudut dibawah?
Ya, ya. Ayah paham.
Baik nak. Terima kasih.
Sekarang dengar.
Segera mulai membangun tempat perlindungan. Itu tugasmu, nak.
Sampai jumpa, nak.
Sekarang, ingat apa yang ayah bilang.
Ayah adalah ayahmu. Ayah tahu sedikit tentang perang.
Salam untuk Beryl dan Jim. Dadah.
Ya. Ron bilang aku butuh busur derajat. Katanya aku bisa beli di tokonya Willis.
Ia malah tertawa dan menyanyi pula!
Aku tak paham. Kurasa masalah syaraf.
Ia histeris.
- Tak mungkin jam segini ia sudah minum-minum. - Ron tidak minum-minum.
Tentu tidak, sayang.
Ron tidak mau membuat tempat perlindungan.
Aku sudah bicara padanya tapi ia keras hati.
Ia bilang kalau London baik-baik saja, ia juga akan baik-baik saja. Dan tak perlu khawatir, ayah.
Sikapnya tak bertanggung jawab.
Aku agak kecewa dengan sikapnya itu.
Ia selalu jadi anak yang bertanggungjawab ketika ia masih sekolah.
Gara-gara masuk kampus seni itu dia jadi manja.
Ia bertemu orang-orang tak beres disana.
Pecinta damai sialan!
Kurasa tak akan bedanya berapapun sudutnya.
Toh akan rubuh juga kalau dibom.
Kalau mau melakukan pekerjaan, sebaiknya lakukan dengan baik, James.
Iya, sayang. Tapi ini kan hanya sementara.
Lagipula semuanya akan segera selesai dalam sekejap.
Lucu saja kalau ingat mereka dulu berperang bersama kita.
- Siapa, sayang? - Rusia.
- Bersama Joe Stalin. - Ya, ia orang baik.
Aku suka dia.
Ia seperti seorang paman.
Aku suka kumis dan pipanya.
Ya. Roosevelt juga baik.
Mereka bertiga.
Churchill, Roosevelt dan Stalin.
Semuanya orang baik.
Dan Hitler, Goering dan Musso, dan entah siapa lagi, ada di sisi sana.
Entah bagaimana kau tahu kau memihak siapa saat itu.
Zaman sekarang aku tak kenal siapapun.
Kurasa semuanya dilakukan oleh komite, sayang.
Ya, dan rapat. Kurasa mereka sering sekali rapat,
dan kemudian membuat keputusan.
Komuter juga.
Zaman sekarang mereka menggunakan komuter.
Semuanya tidak membutuhkan manusia lagi.
Churchill punya cerutu, Stalin punya kumis -
kau tahu kau memihak siapa.
Apa menurutmu mereka akan menyerbu kemari?
Oh tidak, tidak. Tidak akan perlu.
Semuanya cuma perlu pakai rudal.
Jarak jauh.
Kemudian mereka akan memasang komuter untuk memimpin kita.
Lucu saja sekarang tak ada tempat perlindungan.
Kita dulu punya di kebun.
Aku jadi ingat sekarang.
Ada selada air tumbuh disitu.
Dan semuanya kita cat jadi hijau.
Dicat. Kelihatan sangat cantik.
Tetangga sebelah menanam kubis di tempat perlindungan mereka.
Ya. Kami punya Morrison.
Aku sering tidur disitu.
Aku menempel poster perempuan cantik didalamnya.
Betty Grable, Anne Shelton, Patricia Roc.
Atapnya berasap karena aku sering membaca di tempat tidur dengan lilin.
Ya. Sebenarnya perangnya menyenangkan.
Tempat perlindungan, pemadaman listrik, teh..
peringatan serangan udara, para pengungsi.
Anak-anak London pertama kali melihat sapi.
Churchill di radio.
Berita jam 9.
Vera Lynn menyanyi. Acara hiburan kaum pekerja.
Pesawat Spitfire dan Hurricane melesat di langit biru diatas ladang jagung.
Tebing Putih di Dover.
Jerman datang setiap malam.
Itulah zaman perang.
Jangan coba-coba mengambil bantal terbaikku dari kamar depan!
Akan kuambil yang lama dari lantai atas.
Akan kumasukkan kantung plastik.
Aku tak ingin ada bekas sidik jari.
Tak usah khawatir, cinta.
Pasti akan berdebu setelah rontokan nuklirnya turun.
Disini ditulis kita harus menampung makanan untuk 14 hari.
Kalau begitu sebaiknya aku memesan 28 botol susu.
Aku akan pesan 14 potong roti, sayang! Dan busur derajat.
Ada lagi?
Aku butuh kantung plastik, sayang!
Tak ada roti, sayang! Sudah habis.
Nampaknya orang-orang membeli dengan panik.
Mau bagaimana lagi, sayang.
Lagipula sedang ada perang.
Atau sebentar lagi.
Semoga tak kau biarkan jasmu menetes di lorong, James!
Oh, tidak, sayang.
Pak Willis kehabisan busur derajat. Kurasa semua orang ingin mengukur tepat 60 derajat.
Pak Willis orangnya baik.
Ia memotongkan kardus dengan angka 60 derajat untukku. Lihat.
No comments yet. Be the first to leave one.