Butchers Book Two: Raghorn

Butchers Book Two: Raghorn

Download Indonesian Subtitle

Release info

Butchers Book Two Raghorn 2024 720p WEBRip x264 AAC-[YTS MX]
A Commentary by BndrST

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Published on: 2024-03-12
Downloads: 176
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa yang terjadi?

Apa dia kabur?

Bawa dia ke belakang.

Kau harus melambat.

- Sial. - Ada apa?

Aku kehabisan bensin.

Hei, ingatkan aku, aku harus membeli kentang.

Kentang akan sangat bagus.

Hei.

Hei, kau sebaiknya cuci tangan sebelum sarapan.

Pergilah.

Besi panas ini cukup berguna untuk hati dan bawang ini.

Cepat.

$10.

Pergilah membayar itu.

Kau mau ke mana?

Aku mau kencing.

Toilet di belakang.

Wilbur, bagaimana kabarmu?

Sherif.

Cukup panas untukmu?

Ya, dia cukup panas.

Sepertinya Ibu Pertiwi sedang labil hari ini.

Jangkrik banyak bermunculan.

Aristotle menyebut mereka sebagai simbol kebangkitan.

- Benarkah? - Ya.

Katanya akan terus seperti ini sepanjang bulan.

Ya, itu yang mereka katakan.

Sampaikan salamku kepada istrimu.

Maksudmu ke kuburan dia?

Dia sudah meninggal?

Ya, dia sudah meninggal.

Kanker akhirnya mendapatkan dia.

Aku turut prihatin, Wilbur.

Tak apa, sherif. Kita semua memang akan mati.

Tidakkah itu faktanya?

Bagaimana kabar kalian, anak-anak?

Apa?

Apa yang mereka lakukan?

Aku tidak tahu.

Apa yang dia inginkan?

- Dia hanya tanyakan aku... - Diam.

Apa yang dia inginkan?

Dia hanya melakukan percakapan.

Melakukan percakapan?

Ya. Dia polisi.

Mereka bicara dengan semua orang.

Ayo pergi.

Brian, ayo pergi.

Jangan sebutkan namaku.

Ayo pergi.

Apa tepatnya yang dia inginkan?

Dia tanyakan kabar kami dan kita dari mana.

Dan ke mana tujuan kita.

Apa yang kau katakan?

Spencerville.

Itu di mana?

Sekitar dua mil perjalanan lagi.

Bagaimana kau tahu?

Ada rambu jalan.

Ke mana sebenarnya kita pergi?

Kau akan tahu saat kita sampai di sana.

Kau bersikap sangat ekstrem, bung.

Ya, jangan khawatir soal itu.

Dan semuanya harus berhenti tanyakan itu padaku,

Dan tutup mulutmu.

Khususnya kau.

Dasar sok tahu.

Aku tahu itu.

Apa sebenarnya masalahmu?

Kau hampir kacaukan semua ini!

Kau beruntung kita tak di penjara sekarang.

Itu terlalu kebetulan polisi muncul di tempat tadi.

Apa maksudnya itu? Kau pikir aku memanggil mereka?

Dari semua momen,

Di semua tempat untuk polisi berada,

Mereka kebetulan berada di sini?

Sarah, bisa kau tolong bicara dengan pacarmu yang paranoid ini?

- Aku bilang jangan sebut nama! - Lihat jalan!

Bajingan!

- Bajingan! - Brian!

Tidak. Tidak, tidak, tidak.

Brian? Ya Tuhan.

Demi Tuhan.

Tolong aku!

Lepaskan itu!

Kalian berdua, tarik kakinya.

Aku akan tarik kepalanya.

Semuanya siap?

Oke, tarik.

Tarik!

- Tarik! - Kita melukai dia!

- Cepat tarik saja! - Tidak!

Cabut itu!

Astaga!

Berengsek!

Baiklah, ke mana kita pergi?

Ke mana kita pergi?

Lepaskan ini dariku.

Beritahu aku ke mana kita pergi, lalu aku akan melepasnya!

Persetan denganmu.

Aku tahu tentang kalian.

Terserahlah.

Kau akan mati di mobil ini...

...jika tidak beritahu aku ke mana kita pergi!

Selamat tinggal, berengsek!

Ricky!

- Jangan sebutkan nama! - Kenapa kau melakukan itu?

Berhenti berpura-pura seolah kau peduli. Dia sudah mati!

Aku tak peduli soal itu!

Dia satu-satunya yang tahu ke mana kita pergi!

- Dia takkan beritahu kita. - Apa kau serius?

- Aku bisa buat dia bicara. - Dia tahu, oke?

Aku tak tahu bagaimana dia tahu, tapi dia tahu.

Dan aku kenal dia lebih lama darimu!

Dia takkan beritahu kita!

Kalian berdua...

- Ya, Josh, itu benar. - Aku bilang jangan sebut nama!

Apa bedanya?

Kita belum selesai. Ini belum berakhir!

Ini berakhir!

Karena kita tak tahu harus pergi ke mana!

Meski jika kita tahu, kita tak bisa pergi ke sana.

Menjauh dari sana. Mundur!

Jangan!

Kita di tengah jalan,

Dan di tengah hari.

Kau baru saja menembak seluruh rencana kita di wajahnya.

Aku rasa kau sebaiknya berhenti dan tenangkan dirimu.

Menjauh dari sana.

Ini takkan lama sebelum orang datang dan temukan ini.

Kita tak bisa hanya berdiri di sini menunggu.

Apa yang kau lakukan?

Dia pasti membawa sesuatu.

Alamat, nomor telepon, sesuatu.

Baiklah, aku takkan mengatakannya lagi.

Pergilah ke sana.

- Ini dia. - Apa itu?

- Nomor telepon. - Apa ada namanya?

Tidak.

Tentu saja. Itu mungkin kontakmu di ujung jalan.

Lalu apa?

Bagaimana kita hubungi itu?

Telepon umum di pom bensin?

Bajingan.

- Hei! Tolong! - Apa kau gila?

- Apa yang kau lakukan? - Kelihatannya apa?

- Hei, tolong! - Hei, tolong!

Sialan.

- Kalian baik saja? - Tidak.

Pacarku, dia...

Yesus, Maria, dikutuk ke Neraka.

Kami harus mencari telepon umum.

Tak masalah. Tapi aku hanya bisa bawa dua dari kalian.

Tidak masalah. Aku akan tunggu sini.

Tidak, aku yang tunggu sini. Kau pergilah dengan dia.

Apa dia tewas?

Ya. Rusa itu membunuh dia.

Tidakkah menurutmu kita sebaiknya panggil polisi?

Ya, itu benar.

Hei, seberapa jauh telepon umumnya?

Pom bensin sekitar dua mil ke arah sana.

Aku yakin kau melewatinya saat perjalanan ke sini.

Oke, aku akan ikut denganmu. Aku dan sepupuku.

- Pergilah dari sini! - Josh!

Apa kau serius?

Apa yang kau pikirkan?

Kita bilang tak ada pembunuhan!

Bajingan!

Aku akan membunuhmu, dasar berengsek bodoh!

- Jangan tembak dia. - Astaga! Jika kau biarkan aku...

...pergi ke pom bensin dengan dia,

Kau mungkin sudah jauh pergi sebelum orang lain datang ke sini!

Ya. Karena kau sudah mengadukan kami?

- Aku takkan adukan sepupuku sendiri! - Kau akan membawa dia denganmu!

Kau paranoid seperti dia! Aku takkan mengadukanmu!

Ya, benar!

Ini sangat bodoh. Kenapa kau melakukan itu?

Kita sepakat, tak ada pembunuhan.

Aku rasa rencananya sudah berubah.

Rencananya belum berubah!

Buka bagasinya.

Kami takkan melukaimu.

Keluar dari bagasi sebelum aku tembak kepalamu!

Tolong keluarlah dari bagasi.

Baiklah, kita harus menjauh dari jalan ini.

Ayo.

Aku serius. Ayo.

Cobalah untuk tenang.

Crusher?

Hei, Crusher?

Hei, ayo.

Kita menemukan perkembangan yang menarik.

- Bawa rantai belenggu. - Tidak.

Hei, ayolah.

Jangan meringkuk menangis di sini seperti kumbang busuk, oke?

Gadis itu takkan pernah menjadi temanmu.

Kita kedatangan tamu tak terduga...

...yang aku rasa akan membuatmu lebih bahagia...

...dibanding anjing dengan dua kemaluan.

Butchers Book Two: Raghorn subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Butchers Book Two: Raghorn

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left