The first 200 lines.
"Episode 29"
Soal Manajer Umum Kang Mi Ri.
Terimalah pengunduran dirinya.
Apa?
Tapi kita harus mendapatkan
persetujuan Pimpinan dahulu.
Katanya dia mau bicara dengan Bu Kang secara pribadi.
Aku yang akan bicara dengan Pimpinan.
Yang harus kamu lakukan hanyalah
menerima pengunduran dirinya sesuai protokol.
Baiklah.
Bu Jeon.
Apa putri Anda yang Anda tinggalkan
28 tahun lalu baik-baik saja?
Kalian pasti menghirup banyak debu halus.
Masuklah dan minum secangkir teh hangat.
Ada bonus masker debu gratis
bagi pelanggan yang membeli barang-barang kami.
Kami punya produk untuk musim semi.
Silakan lihat-lihat selagi minum secangkir teh.
- Silakan masuk. - Ini terbuat
- dari bahan yang sejuk. - Tunjukkan sisi itu juga.
Baik, terima kasih. Silakan lewat sini.
Jika Anda lihat di sini...
Anda akan merasa agak sejuk dengan pakaian ini.
- Halo, Bu. - Astaga.
Bagaimana jika kita minum teh hangat di dalam?
Udaranya sudah hangat.
Kamu tidak punya yang dingin?
- Kami hanya punya teh hangat. - Kalau begitu tidak, terima kasih.
Halo.
Teh bunga bellflower atau dandelion bagus
ketika ada banyak debu halus seperti hari ini.
Masuklah untuk minum teh.
Astaga. Jika orang tampan seperti kamu bilang begitu,
kurasa aku harus meminumnya.
- Ayo masuk. - Astaga.
Ayo.
Halo.
Silakan melihat-lihat toko kami
sambil meminum secangkir teh hangat.
Apa ada jaket juga?
- Tentu saja. - Sungguh?
Halo, apa Anda mencari pakaian?
- Aku mencari gaun. - Begitu rupanya.
Pegawai lain akan membantu Anda di dalam.
Halo, Bu.
Mereka punya pegawai yang amat tampan.
Pegawai lain akan membantu kalian di dalam.
Bagaimana dengan yang ini?
Bu, bagaimana jika...
Tae Ju amat andal.
Kenapa berandal itu...
Ada apa, Pak Park? Apa terjadi sesuatu?
Siapa yang menurut Anda lebih tampan
di antara aku dan Han Tae Ju?
Selamat datang. Han Tae Ju.
Baik.
Selain penampilan, menurut Anda siapa
yang lebih berkarisma di antara kami?
Selamat datang.
Han Tae Ju.
Apa? Sial.
Anda masih mengagumiku, bukan?
Karena aku lebih lama bekerja dengan Anda.
Selamat datang.
Untuk apa?
Aku lebih menyukainya karena dia tidak bermalas-malasan.
Apa?
Apa yang bisa dikagumi darimu?
Selamat datang.
Bu Kang, kenapa pilih kasih terhadapnya?
Lihat dirimu.
"Sup Tulang Sapi Han Cheon"
- Hei, Min Ho. - Ya?
Lakukan itu nanti dan kupas lobak.
Baik.
Astaga.
- Kakak sudah tiba. - Hai.
Kakak baik-baik saja?
Kita kehabisan kimchi dan kimchi lobak, bukan?
Ya.
Halo, Bu.
- Hai. - Halo.
Bukan begitu cara memotong kubis napa.
Kita bukannya membuat kimchi untuk musim dingin.
Jangan membuat kimchi dengan seluruh kubis napa.
Berikan kepada kakak.
Baik.
Kakak baik-baik saja?
Kita masih punya sedikit untuk disajikan sampai besok,
jadi, bagaimana jika Kakak beristirahat sejenak?
Ini restoran. Sejumlah ini tidak akan cukup.
Itu benar, tapi tetap saja.
Ada apa denganmu? Kamu penguntit?
Sudah kubilang jangan muncul dahulu.
Kamu harus menjauh
agar aku bisa berfokus menulis.
Kamu pergi bertahun-tahun
saat naskahmu terpilih untuk dijadikan drama.
Kenapa tidak bisa menjauh selagi aku menulis?
Bagaimana kabar Kak Mi Ri?
Jangan bertanya.
Kami harus melewati ini bersama sebagai keluarga.
Tapi akan butuh waktu.
Kamu benar.
Jangan berani-berani menulis soal riwayat keluarga kami.
Kamu menganggapku apa?
Membayangkan dia saja membuat hatiku hancur.
Intinya, aku sudah bertekad menulis,
tapi kenapa keluargaku tidak pernah damai?
Mustahil menetapkan privasimu.
Itu tidak mungkin
kecuali kamu menghilang.
Kamu benar.
Mungkin aku harus mencoba itu.
Jangan seperti ini dan menulislah dengan giat.
Aku sudah selesai dengan naskahku,
jadi, akan memberimu tumpangan hanya di pagi hari.
Aku tidak akan menghubungimu di luar itu.
Betapa menyenangkannya itu.
Aku bisa melihatmu setiap pagi.
Serta kamu bisa bekerja dengan tenang.
Bukankah itu bagus?
M, A, N, I, S. Tebak apa.
- Apa? - Manis.
Kenapa kamu amat manis hari ini? Kamu sungguh manis.
Astaga.
Jangan konyol dan berfokuslah menyetir.
Baik.
Aku menghubungi mereka
karena kamu menyuruhku.
Bagus. Akan kuhubungi kamu setelah aku sampai di sana.
Apa kamu yakin
tidak akan memberi tahu Mi Hye?
Dia mungkin membuat keributan.
Dia akan lebih heboh jika kuberi tahu.
Woo Jin.
Woo Jin.
Aku tetap merasa ini tidak benar.
Hentikan.
Kamu harus punya tangan yang cantik
untuk menulis kisah indah.
- Cukup. - Aku tidak percaya ini.
Biar kuoleskan di tangan satunya juga.
Kamu mau ke mana?
Lokakarya.
Lokakarya?
Apa yang kamu lakukan?
Jangan ikut campur, Pak Bang.
- Tunggu. - Masuk.
Kamu kira apa yang kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan terhadap Mi Hye?
Lokakarya apa?
Bukankah harus menginap?
Hei, Pak Kim!
Pak Kim.
Pak Kim. Mi Hye!
Pak Kim. Mi Hye.
Mi Hye!
Kamu mau aku mengompensasi karena tidak menulis, bukan?
Kamu tahu aku tidak punya uang untuk membayarmu,
jadi, kamu mau menjualku ke suatu tempat, bukan?
Kurasa kamu memang penulis.
Kamu bisa mengarang cerita saat mendesak.
Tapi itu ide bagus.
Serahkan ponselmu.
Apa?
Serahkan ponselmu.
Mulai sekarang,
aku tidak akan memberimu privasi.
Hubungi ibumu dengan ini.
Jika tahu nomor ponselku,
dia akan tenang.
Sekarang.
"Jembatan Hannam"
Tapi kita akan ke mana?
"Keluar kantor"
Mi Sun, ayo makan siang.
Kawan-kawan, kami makan siang lebih dahulu hari ini, ya.
- Baik. - Baik.
Apa yang kamu tunggu?
Bisakah kamu makan siang sendiri hari ini?
Aku mau menemui seseorang pada jam makan siang.
Siapa?
Astaga.
Dia tampak kesal.
Mungkin seharusnya aku tidak menaiki sepedaku.
Berjaga-jaga jika dia mau menjualnya lagi.
Aku sebaiknya memarkirkannya di sini sebentar.
Kenapa lama sekali?
Ayolah.
Aku dari kantor.
Aku tidak bisa keluar
terburu-buru saat jam makan siang.
Kamu akan bagaimana sekarang?
Ibu mau kita membayar untuk mengasuh Da Bin.
Ibuku tidak bisa dipercaya.
Apa menurutmu dia sungguh-sungguh?
Kamu serius?
No comments yet. Be the first to leave one.