Specials

Release info

이번 생은 처음이라ㅡtvN's This Life is Our First E05 171023 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
TLIOF E05 <3333

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-10-24
Downloads: 50
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ya, Ji Ho.

Aku baru sampai.

Ya, santai saja.

Selamat datang.

Kalian tadi datang samaan?

Kau sudah datang.

Apaan ini? Kukira cuma kita berdua saja yang ketemuan.

Siapa kau bilang begitu? Kau tak bilang ke aku, kalau dia datang.

Kalau aku bilang, kau pasti tak datang.

Tapi kenapa kalian duduk bersebelahan.

Aku malas saja lihat mukanya.

Apa katamu?

Kalian tahu sendiri, aku...

...ada yang ingin kukatakan ke kalian.

Apaan?

Pokoknya harus kukatakan ke kalian.

Jadi begini.

Kita minum dulu.

Apaan? Apa ada masalah?

Apaan? Aku jadi gelisah.

Ada apa?

Begini...

Aku...

Setelah kita mengaplikasikan SEO (pengoptimalan...

...situs), barulah kita bahas pemasukan.

Ada lagi yang mau ditambahkan?

Ya?

Sewaktu makan malam tim terakhir itu...,

...berapa dari kalian yang main taruhan soal keseksualitasku?

Taruhan apa?

Kenapa pula kami main begituan?

Kita mana main taruhan seperti itu.

Memangnya kami tak punya kerjaan, apa?

Dasar, tak masuk akal sekali.

Siapa yang taruhan kalau aku homo?

Yang taruhan kalau aku normal?

Kalau aseksual?

Selamat, Bo Mi-nim.

Aku mau menikah.

Apa?

Tn. Nam?

Dia mau apa?

Menikah./ Menikah?

Bayar taruhannya. 50 ribu.

Tn. Nam, bisa kita bicara sebentar?

Apa mungkin kau marah...

...karena kami taruhan?

Apa karena itu?

Apa kau sudah bayar 50 ribu?

Hei. Kau mau menikah? Menikah sungguhan?

Marriage? Wedding? Pemberkatan nikah?

Ya.

Sama wanita?

Ya.

Jangan buat aku tertawa! Mana bisa kau menikah?

Seorang aseksual mana bisa menikah.

Pikirmu aku percaya? Pasti pernikahan pura-pura, 'kan?

Kau boleh saja bohongi orang, tapi aku tidak.

Dia cantik.

Cantik?/ Ya.

Sangat.

Se Hee memang jatuh cinta.

Se Hee akhirnya jatuh cinta!

Kau mau.../ Menikah?

Sama majikan rumah?

Kalian kaget, ya?

Kalian kapan pacarannya?

Pacaran?

Kami cuma pacaran kurang lebih sebulan atau 2 bulan.

Jadi maksudnya sejak kau pindah ke rumah itu, kalian pacaran?

Begitulah.

Sejak darisitu kalian pacaran?

Ya.

Tapi kenapa kau tak cerita?

Katamu, tak ada apa-apa di antara kalian berdua.

Ya, 'kan?

Ya. Awalnya aneh, waktu kau menyangkal.

Itu karena kami baru pacaran.

Malu mau cerita-cerita sama kalian.

Tapi kalian mau menikah secepat ini?

Ya.

Banyak orang menikah cepat-cepat.

Itu 'kan orang lain.

Kau bukan kebanyakan orang. Kau itu Ji Ho.

Memang aku kenapa?

Kau itu butuh berbulan-bulan buat dekat sama orang.

Aneh kau menikah secepat ini.

Aneh, 'kan?

Suatu hubungan cinta...

...tak melulu mengandalkan waktu mereka saling mengenal.

Jadi...

Walaupun kami baru kenal...,

...kurasa dia orang yang kubutuhkan dalam hidupku...

Butuh?

Mungkin kedengarannya aneh kalau kubilang aku butuh dia...

...padahal 'kan dia orang ...

Jadi maksudku...

Aku paham. Kenapa kau menikah.

Apa?

Ji Ho, kau...

Kau jatuh cinta pada pandangan pertama, ya?

Sewaktu pertama bertemu dia, kau langsung jatuh cinta, 'kan?

Kenapa, di film sama drama juga banyak seperti itu. Seperti ada percikan, 'kan?

Ya. Betul.

Sungguh?

Yah, terjadi begitu saja.

Sewaktu aku bertemu dia, mataku langsung bersinar.

Makanya kau mau menikah secepat ini.

Ya.

Kurasa ini takdir.

Takdir?/ Bagaimana ini?

Kurasa ini takdir.

Aku pasti sudah gila.

Setelah menulis beberapa drama...,

...aku makin mahir saja berakting.

Ayo. Lewat situ.

Kau sudah kasih tahu rekan kerjamu?

Ya. Tadi kami rapat...,

...jadi aku sekalian kasih tahu mereka.

Kalau soal rekan kerjamu yang kelihatannya tak percaya?

Ternyata tanggapannya tak terlalu berlebihan.

Karena aku tadi memanfaatkan sifat alami psikologi pria.

Apa?

Kalau kau?

Mereka 'kan sahabatmu dari kecil, kau pasti khawatir.

Aku juga sudah kasih tahu mereka.

Kau pakai taktik macam apa?

Aku bilang ke mereka kalau ini tak...

Apa?

Aku bilang ke mereka... kalau aku beruntung.

Aku pakai metode storytelling.

Tak kusangka jadi penulis drama, ada untungnya juga seperti ini.

Begitu rupanya.

Jadi, kita masuk sekarang?

Kau tak apa?

Ya. Aku akan berusaha terbaik.

Ibumu pasti sudah menonton dramaku...,

...jadi kurasa takkan ada masalah.

Adapun, ayahmu...

Tak perlu hiraukan dia.

Ibunya si majikan rumah, Cho Myeong Ja.

Dia berasal dari Jongno, di Seoul.

Dia lahir tahun 1955.

Dia ingin dianggap sebagai istri baik dan ibu yang bijak.

Dia ibu-ibu rumah tangga.

Kau sudah sampai?

Kabar Ibu baik?/ Ya.

Dia ingin masalah pernikahan anaknya cepat teratasi...

...agar keluarganya bisa tenang.

Dia tipikal ibu yang selalu bertindak apa yang menurutnya aman.

Ini Ji Ho yang kuceritakan.

Selamat pagi./ Kau sudah datang.

Susah, ya, kesini?/ Tidak juga.

Aku tak yakin apa Ibu suka ini...

Ya, ampun.

Mana ada wanita yang benci bunga.

Baunya enak.

Sudah lama aku tak dapat karangan bunga.

Aku pakarnya menangani karakter orang seperti dia.

Untunglah aku pernah bekerja cukup lama menulis drama harian.

Ayahmu lagi liburan sama temannya.

Dia sebentar lagi pulang dari bandara.

Duduklah./ Ya.

Ayah si majikan rumah, Nam Hee Bong.

Dia guru kewarganegaraan selama 30 tahun...

...sebelum akhirnya dia pensiunan tahun lalu...

...setelah melayani menjadi kepala sekolah.

Dia karakter orang berpendidikan.

Aku pakarnya menangani orang-orang seperti ini.

Kurasa ini bakal semudah yang kubayangkan...

Kau sudah sampai?

Aku juga tak tahu. Kukira itu karena kau cuma penyewa.

Pasangan memang wajar...

...saling berkunjung ke rumah masing-masing.

Kau pikir kami akan salah paham?

Ya, 'kan, sayang?

Bukan begitu?

Terima kasih sudah memahami kami.

Aku waktu itu malu sekali.

Tak apa.

Bukankah lebih baik, si pria yang ambil tindakan dan menjelaskan duluan?

Laki-laki di keluargaku ini memang agak pemalu.

Tapi itu bukan hal buruk.

Lagipula pria seperti itu pria yang akan melindungimu tanpa perlu basa-basi.

Apa ya nama sebutannya?

Tsundere?

Benar, 'kan?

Ya. Keluargaku dari Propinsi Gyeongsang.

Oh, ya? Dimananya?

Namhae.

Omo. Jarang orang Namhae bisa kuliah di Univ. Nasional Seoul..

Tinggal di Seoul saja, susah masuk situ.

Ya, 'kan?

Kenapa kalian ingin menikah?

Ya kenapa lagi?

Anak muda ya menikah karena mereka saling menyukai.

Pertanyaan macam apa itu?

Kau itu 'kan lulusan universitas bagus.

Kalau kau penulis, kau pasti punya tekad akan karirmu.

Lantas kenapa mendadak kau ingin menikah?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left