The first 159 lines.
SETELAH INVASI, ASRAMA SKUAD 4, RUANG MEDIS SEMENTARA
Hidungmu berdarah. Apa kamu menabrak sesuatu?
Aku tidak tahu.
Benar. Kamu bingung, kan?
Salam kenal. Aku Sternritter V.
Aku Gwenael Lee, Vanishing Point.
Menurut kalian, keberadaanku ini!
Kok aneh, ya? Padahal aku sudah memukulnya.
Benar.
Letnan Kusajishi.
Kekuatanku punya tiga versi.
Sosokku yang menghilang adalah versi pertamaku.
Versi kedua adalah menghapus sosokku sepenuhnya.
Oh, tampaknya reaksimu jadi lebih cepat.
Kalau begitu...
Aku akan gunakan versi ketigaku untuk menghilang dari kesadaranmu.
Apa barusan ada orang?
Eng...
Nah, sepertinya aku akan bilang "salam kenal" lagi.
Eh? Aku kira pukulanku mengenainya.
A-Ada apa dengannya?
Dia refleks memukul lagi.
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa menyerang kalau tak tahu itu teman atau musuh?
Tapi kurasa dia itu musuh.
Aku merasa tak nyaman saat melihat orang itu.
Hah? Dia memukulku karena insting?
Dasar binatang buas.
Banyak yang bilang perasaan tak nyaman itu penting.
Perasaan tak nyaman itu termasuk merasa agak kedinginan, agak kepanasan,
dan merasa agak senang.
Kenny juga bilang, aku ingin sekali melenyapkan orang seperti itu tiap kali aku menemukannya.
Sekarang Kenny tidak ada di sini,
jadi kalau aku melenyapkan orang itu, aku tak akan mengganggu Kenny.
Mati!
A-Apa?
Mustahil! Sudah jelas aku menghindari tebasan itu barusan.
Mustahil serangannya mengenaiku. Mustahil!
Benar.
Mau kamu menghindar atau tidak, pedangku tetap akan mengenaimu.
Apa maksudmu?
Pedangku adalah pedang peniru.
Di dalam pedangku ada binatang buas peniru, dari depan dan belakang.
Jadi saat mengincar momen yang tepat, kemungkinanmu meleset dan terkena akan naik.
Ayo, keluarlah.
Sanpo Kenju.
A-Apa itu?
Tu, wa!
Jadi itu Shikai-nya?
Pedangnya tidak berubah.
Bentuknya pun bukan bentuk Zanpakuto asli hasil dari latihan Bankai-nya.
Ternyata ada Shikai seperti itu.
Eh? Kok aneh.
Padahal niatku itu membelahmu menjadi dua.
Mustahil! Kamu sudah yakin akan kena sebelum menebasku?
Kamu pikir aku tak bisa menghindarinya?
Tidak mungkin.
Tentu saja mungkin.
Kapan kamu masuk ke dalam pelindung?
Tidak mungkin... Aku sudah berusaha keras, kan?
Sebagai ciptaan imajinasiku,
kamu sudah berusaha sangat keras.
Tunggu, dengan kemampuanku, mereka...
Kemampuanmu sangat hebat, ya?
Kamu bisa menghilang dari pandangan, kesadaran, dan ingatan orang lain.
Itu sebabnya, lihatlah...
Sekarang, kamu pun akan menghilang dari ingatanku.
Gremmy!
Maaf, aku tak bisa lagi mengimajinasikan masa depanmu.
Siapa kamu sebenarnya?
Menyingkir dari sana.
Kamu cemas pada para kapten ini?
Cepat!
Tidak usah cemas.
Aku sudah membunuh mereka.
Tidak mungkin.
Eh, tanganku...
Imajinasikanlah.
Kalau tulang lenganmu itu sepotong kue,
sekarang kamu pasti akan berpikir kalau tulangmu itu patah, kan?
Lalu kamu akan berpikir lagi,
kalau tulang lenganmu itu sepotong kue,
maka semua tulangmu juga sepotong kue.
Kekuatan terkuat di dunia ini adalah imajinasi.
Semua hal yang kuimajinasikan...
bisa menjadi kenyataan.
Apa?
Aku datang karena Reiatsu-nya Yachiru...
menjadi sangat tidak stabil.
Ternyata tadi itu cuma anak kecil yang membuat masalah.
Kenny.
Ka-Kapten Zaraki, begini...
Di mana... Kapten Unohana?
Dia mati.
Begitu...
Aku membunuhnya.
Kalau kamu membenciku karena itu, kamu boleh membunuhku.
Syukurlah.
Karena kamulah yang membunuhnya,
berarti kamu mewarisinya, kan?
Nama Kapten Unohana.
Benar.
Jadi ini Zaraki Kenpachi, ya?
Kamu terlihat kuat.
Sesuai yang kuimajinasikan.
Awas!
SETELAH INVASI, DI DALAM SEIREITEI, BENTENG BATU
Nah, panggungnya sudah kusiapkan.
Lagi pula, kamu adalah Zaraki Kenpachi yang terkenal.
Kurang sopan kalau aku tak menyiapkan panggung yang layak untukmu.
Apaan ini? Apa ini semacam kutukan?
Ini bukan kutukan ataupun ilusi.
Ini adalah kenyataan.
Aku adalah seorang visioner yang bisa mewujudkan fantasi, Gremmy.
Kurasa kamu seharusnya beruntung bisa bertarung denganku.
Karena orang terkuat di Sternritter itu mungkin saja aku.
Benarkah?
Biar kukatakan sekali lagi.
Aku bisa membuat fantasi menjadi nyata.
Bahkan sekarang pun,
kalau aku mengimajinasikan tubuhku lebih kuat dari baja...
Kukira apa...
Kalau kamu sekuat baja, seharusnya bilang dari awal.
Dengan begitu aku akan langsung menyerangmu dengan kekuatan membelah bajaku.
Ada apa dengan tatapanmu itu?
Kamu mengimajinasikan kalau aku tak bisa menebasmu?
Biar kuberi tahu.
Dengan level imajinasimu itu,
kamu tak bisa membuat sesuatu yang tak bisa kutebas.
Karena aku... adalah Kenpachi.
Apa itu?
Apa yang terjadi?
Oi, Reiatsu ini...
Kapten Zaraki!
Orang-orang di bawah heboh sekali.
Itu Kapten Zaraki!
Kapten Zaraki ada di sini! Kita akan menang!
Biarkan saja.
Karena kamu di sini, mereka berpikir akan memenangkan pertarungan ini.
Mereka bebas berpikir begitu.
Kamu bisa memulihkan lukamu?
Benar juga. Mungkin bisa.
Aku hanya mengimajinasikan kalau luka yang kuterima sudah sembuh.
Kamu pasti berpikir kalau kemampuan ini sangat konyol, kan?
Orang sepertimu pasti tak akan memahami kemampuanku sampai kamu dikalahkan.
Itu sebabnya,
maju dan serang aku, Zaraki Kenpachi.
Aku tak akan bilang hal tak imajinatif seperti, "Aku akan mengalahkanmu dengan satu jari."
Bahkan aku tak perlu menggunakan satu jari.
Aku bisa membunuhmu hanya dengan imajinasi dalam kepalaku.
Kamu itu konyol, ya.
Tapi aku tak benci hal yang tak logis.
Sedang apa kamu di sini, Yachiru? Minggir sana!
Jangan membuat dia kesulitan.
Semua tulang-belulangnya menjadi kue karena efek dari kemampuanku.
Apa itu kue?
Kamu tidak tahu?
Kalau aku tahu, aku akan membuatnya jadi rakugan.
Rakugan, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.