The first 200 lines.
Jelaskan padaku,
apa yang kau lakukan pada istriku?
Aku juga sedang mencari senior.
Senior
Senior
Song Youmin
Sebulan yang lalu,
sejak saat itu, beberapa kali kami...
Kau keluar masuk rumahku?
Dasar bajingan, kamu sudah menculik orang tapi masih berani tertawa!
Karena kamu bajingan,
lalu kamu merasa semua orang di dunia ini juga bajingan?
Senior tahu,
bahkan orang yang kamu selingkuhi.
[Episode 2, Istri yang Memohon untuk Hidup Sekali Lagi]
Walaupun pada awalnya aku benar-benar terpukul,
tapi aku pikir aku juga ikut bertanggung jawab.
Mungkin suamiku yang terlalu mengebu-gebu.
Seorang wanita yang mengejar pria beristri,
bukankah sudah jelas apa niatnya?
Orang itu pasti memiliki tujuan lain.
Apa istrimu setuju memberimu uang?
Apa yang terjadi kemarin malam?
Apa yang kau lakukan di depan pintu gerbang rumahku?
Aku mengikutimu.
Yang aku maksud mengapa kau mengikutiku? Bajingan!
Apa semuanya di limpahkan kepadaku?
Kau pasti memiliki motif tersembunyi
saat mendekati wanita bersuami.
Bukankah begitu?
Istriku mungkin mudah dibodohi, tapi aku tidak.
Aku tidak mudah termakan umpan.
Aku mengawasimu karena khawatir dengan kondisi seniorku.
Lagipula kau lebih mencurigakan dibanding aku.
Kau benar-benar melampaui ekspetasi semua orang.
Sudah begini dan kau masih berani menemui selingkuhanmu?
Saat ini hidup dan mati istrimu masih belum di ketahui.
Katakan, apa yang kau lakukan saat bertemu dengan kekasihmu itu?
Tidak mungkin mendiskusikan cara menyelamatkan orang kan?
Kau benar-benar bajingan di antara pria brengsek!
Sudah begini, tapi kau hanya mencari jalan hidupmu sendiri.
Istrimu,
kau lah yang membunuhnya.
Senior berkata meskipun dia masih hidup, dia tidak lagi merasa hidup.
Jadi pelaku sebenarnya adalah kau.
Jangan mengarang cerita lagi, sialan!
Kamu jadikan curhatan istriku
sebagai alasan dan rencanamu.
Dengan begini, kamu bisa berjasa besar.
Dari awal kamu pasti sudah memikirkan semuanya
agar membuatku kelihatan bersalah.
Kau hanya harus mengingat ini,
kamu sama sekali
tidak pantas bersama senior.
Ah!
Orang yang mengikutimu hari itu,
bukan hanya aku.
Dia pasti merasa bersalah baru melarikan diri bukan?
Masih tidak mengangkat teleponnya?
Langsung mematikan ponselnya.
Sebenarnya di mana Kim Yoon-Cheol Apa yang direncanakannya?
Selesaikan secepat mungkin lalu pergi.
Baik.
Lalu Kim Yoon-Cheol?
Ah, ya.
Aku pernah mencari tahu ke rumah orangtuanya, katanya tidak ke sana.
Restoran itu juga mengatakan mereka tidak pernah ke sana.
Dia seharusnya kembali sendiri.
Akun bank maupun warisannya,
harus menjaga posisi sebagai pemilik rumah ini, baru bisa mendapatkan uang.
Jangan-jangan dia lari dengan selingkuhannya?
Halo.
Ya, halo.
Apakah kalian mendengar kabar dari Bos kalian?
Seharian ini kami tidak bertemu dengannya.
Apa dia tidak bekerja hari ini?
Semuanya sudah bekerja keras.
Semuanya hati-hati di jalan.
- Iya. - Terima kasih.
- Terima Kasih. - Terima kasih.
Hati-hati.
Harus mengetahui sesuatu.
Apakah kamu tidak menutupinya?
Bagaimana jika orang lain melihatnya? Kamu masih berani datang ke sini?
Apakah kita akan baik-baik saja?
Masih perlu mengatakannya?
Selama masalah istri anda berjalan sesuai rencana kami.
Lanjutkan sesuai rencana.
Sun-Mi,
kenapa kamu....
ingin mengikutiku?
Bisa karena apalagi?
Tentu saja karena aku mengkhawatirkanmu.
Apa kau takut aku tidak bisa menyelesaikannya dengan baik?
Tentu saja aku percaya padamu,
tapi aku sama sekali tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi kacau.
Kau masih bisa tertawa!
Jika terus begini, aku akan berubah menjadi penculik sesungguhnya.
Tenanglah,
sayangku.
Sekarang fokusnya bukan itu,
melainkan apakah kita akan mendapat
uang 5 miliar atau mendapat warisan.
Apa kau mau aku mengaturnya lagi?
Jika dia kembali hidup-hidup,
maka kita tidak akan mendapat warisan.
Bisa dibilang kita perlu rencana lain membuat
uang 5 miliar jatuh ke tangan kita.
Jika,
aku bilang jika,
jika dia sudah mati?
Jika dia mati,
maka warisan 5 miliar itu akan jatuh
ke tangan kita.
Kita berdua hanya perlu menunjukkan
tampang sedih.
Tapi,
mengapa pihak lain harus meminta 5 miliar?
Kebetulan merupakan jumlah uang yang aku butuhkan.
Mungkinkah penculiknya adalah si rentenir?
melihat istrimu sepertinya tidak ingin mengeluarkan uang,
aku berenca untuk bicara dengannya secara langsung.
Ini wajar,
yang tahu aku membutuhkan 5 miliar
selain aku dan rentenir itu,
ada satu lagi.
Jika aku penculiknya,
mengapa aku harus memberikan racun padamu?
Sepertinya mereka membutuhkan kambing hitam.
Karena kamu ingin membuatku menjadi penculiknya
dan mengambil pergi 5 miliar itu.
Kamu bilang, kamu itu pintar,
kenapa baru sekarang memikirkannya?
Sayang sekali,
katakan sejujurnya,
apa yang terjadi?
Kamu ingin kembali menjadi suami yang baik?
Percuma saja,
semua sudah terlambat.
Syukurlah, seseorang telah maju untuk menyelesaikannya.
Selain itu, kita adalah kaki tangan.
Kita tidak bisa menghindarinya.
Jika aku menjadi dirinya, aku pasti berpikir untuk mati.
Aku benar-benar malu menyebut diriku sebagai seorang istri.
[Jika pinjaman tidak dilunasi pada tanggal 10 juli akan dialihkan ke agen penagih.]
Mendapatkan uang 5 miliar
adalah kesempatan terbaik.
Apa jangan-jangan kamu berharap istrimu kembali hidup-hidup
dan menyerahkan 5 miliar itu kepada penculik?
Seseorang telah membuat identitas penculik itu sebagai diriku,
jadi aku harus tahu identitas orang itu.
Tidak,
prioritas utama kita adalah harus mendapatkan 5 miliar itu dulu.
Kamu hanya harus memikirkan tujuan awalmu saja.
Kamu butuh uang,
apakah sekarang kamu tidak membutuhkannya lagi?
Ya, aku butuh uang.
Jadi dengarkan aku.
Bagaimana kalau memasukkan racun ke dalam anggur ini?
Semua ini akan menjadi milikmu.
Suamiku.
Ada apa? Kenapa terus menghubungiku?
Paman,
aku Chae-Rim.
Bibi memberikanku barang yang sama,
Kim Yoon-Cheol datang ke rumah orangtuanya.
Menjijikkan!
Benar-benar.
Kau benar-benar,
Benar-benar menjijikkan!
Benar-benar sialan!
Ibu.
Sialan.
- Dasar gila! - Ada apa?
Dasar gila!
- Kenapa begini? - Ibu.
Dasar anak kurang ajar.
Kamu… apa ada anak sepertimu?!
Ibu, ibu.
Ibu, jangan. Jangan.
Tanganku sakit, berikan padaku.
Bu, sangat sakit, cepat kembali.
Kemari kamu!
Aish, dasar kamu ini.
Aku tidak sanggup lagi.
- Tunggu. - Kamu kemari.
- Dasar, kemari. - Tunggu.
Ada apa?
Aku benar-benar bisa gila.
Lupakan orang lain, beraninya kamu selingkuh?!
Bukan.
Bukan waktunya membahas ini.
Benar. Sekarang masih belum tahu apakah orangnya masih hidup atau tidak.
Bagaimana kondisinya?
Aku juga tidak tahu.
Dasar, kamu juga terlalu tidak berguna.
Setelah ibu kita melihat berita ini, dia tidak makan.
Bagaimana?
Hah… Di mana
bisa menemukan adik seperti ini?
No comments yet. Be the first to leave one.