Release info

IDFL me Someone Like You E10 720p Webrip
A Commentary by kurniawaty
Visit us @idfl.me

Tags

webrip
web
720p
720
BRip
Published on: 2015-04-15
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sekian lama telah berlalu, aku masih merindukanmu.

Aku juga tak ingin memanfaatkan wanita yang kucintai.

Aku juga terluka. Tapi aku harus melakukannya.

Aku tak tahu bagaimana menghadapimu.

Aku juga tak tahu bagaimana menghadapi hubungan kita.

Kau tak menginginkanku lagi?

Aku akan menunggumu, tak peduli berapa lama.

Aku tak bisa hidup tanpamu...

Berjanjilah padaku, kau akan hidup bahagia. Kau tahu...

Kami ingin mengundangmu sebagai model sampul majalah kami.

Ada apa?

Matamu sakit?

Aku tak tahu kenapa kalung berbentuk hati itu begitu akrab.

Pelan-pelan buka matamu.

Tidak apa. Pelan-pelan. Santai saja.

Tidak apa, santai saja.

Apa kau sedang melihatku?

Kau serius?

Benar kau bisa melihatku?

Biar kubawa kau kembali ke kamar.

Ini, pakai kaca matamu kembali.

Ikut aku.

Hati-hati, pelan-pelan.

Kau bisa melihatku?

Bos, matamu masih tidak nyaman?

- Haruskah aku membawamu ke rumah sakit? - Aku tidak apa, terima kasih.

Kau yakin?

Aku tidak apa.

Baguslah.

Sebenarnya...

...sesaat tadi aku sangat senang.

Kenapa?

Karena kau melihatku tepat di mata.

Jadi, kukira matamu sudah pulih.

Apa demikian berartinya bagimu...

...aku bisa melihat lagi atau tidak?

Tentu saja ada.

Itu menandakan bab baru dalam hidupmu.

Kau bisa melakukan hal yang ingin kau lakukan...

...dan pergi kemanapun yang kau inginkan.

Kau tak membutuhkan perawat lagi.

Kau bahkan bisa...

Apa?

Kau bahkan bisa mengejar kebahagiaanmu sendiri.

Bos, maafkan aku.

Aku bukan bermaksud membuatmu sedih.

Aku tahu kebahagiaan tak bisa dibuat ulang.

Tapi bisa diciptakan kembali.

- Jadi... - Aku mengerti.

Terima kasih.

- Bos... - Bisakah kau ambilkan air untukku?

Apa yang terjadi?

Masuklah.

Ada apa?

Komputerku mati.

Aku bahkan belum menyimpan anggaran tahunanku.

Coba kulihat.

Ketemu, ini dia.

Terima kasih banyak.

Aku memang bodoh soal komputer.

- Ini dia. - Terima kasih.

Jadi, ada apa kau datang menemuiku?

Selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun...

Selamat ulang tahun Vanessa.

Selamat ulang tahun.

Terima kasih, semuanya.

- Buat permohonan... - Baik...

Selamat ulang tahun...

Baik, terima kasih.

Terima kasih semuanya.

GM, Xiao Li ingin tahu berapa umurmu.

Boleh, akan kuberitahu bila kau berani mengejarku.

Ayo.

Lebih baik kau berhati-hati, GM.

Indah sekali disini.

Kau yakin kau mau datang ke rumahku?

Bagaimanapun, aku tak punya hal lain untuk dilakukan.

Aku juga ingin melihat keluarga seperti apa...

...yang membesarkan rohaniawan aneh sepertimu.

Siapa yang mau menjadi pastur di umur yang begitu muda?

Keluargaku hanya keluarga biasa.

Tak ada yang spesial.

Tapi memang Lembah Bersayap layak dikunjungi.

Itu mobil kabelnya sudah datang, ayo cepat.

Lembah Bersayap berada di atas Sungai Xin Dian.

Karena kondisi geografisnya yang unik...

...daerah ini biasanya ditutupi oleh kabut.

Karena menyerupai surga di muka bumi...

...orang menamainya Lembah Bersayap.

Benar-benar terlihat seperti yang kau katakan.

Benar, disini serasa di surga.

Aku mendapat semuanya.

Semuanya?

Lalu, kenapa kau membawa semua itu pulang ke rumah?

Tidak, sini, akan kutunjukkan padamu.

Ini biskuit kesukaan ibuku.

Aku sengaja membelinya untuknya.

Dan juga, ini ada krim tangan.

Orang di gereja bilang krim ini sangat lembut.

Karena ibuku banyak melakukan pekerjaan rumah...

Seperti yang kau bilang...

...disini berkabut.

Benar, biasanya di atas gunung memang seperti ini.

Rumahku di depan.

Jadi, aku...

Jangan khawatirkan aku.

Aku bisa jalan sendirian.

Jangan khawatirkan aku tersesat.

Disini terlihat aman...

...bagi gadis yang sendirian.

Lagipula, apa yang bisa terjadi di siang hari bolong?

Di tempat indah seperti ini...

...kurasa takkan ada orang...

...yang menculik, melecehkan, atau menyerangku, kan?

Itu pasti konyol sekali.

Kira-kira aku jalan kemana dulu ya.

Kalau begitu, apa kau mau datang ke rumahku?

Baik.

Baiklah, begini saja.

Bu.

Akhirnya aku pulang.

- Jadi, dia... - Bibi, aku Xie Fei Fei.

Kau bisa memanggilku Fei Fei.

Senang bertemu denganmu.

Ini biskuit kesukaanmu.

Wah, betapa perhatiannya dirimu hingga membelikanku biskuit ini.

Bukan, Yu An yang membelinya.

Dia begitu baik padamu.

Ayo, mari ngobrol sambil makan.

Ayo, duduklah.

Baik.

Ayo makan.

Maaf Fei Fei, aku tak tahu hari ini kau akan datang.

Jadi, aku hanya menyiapkan masakan yang sederhana.

Kuharap kau tidak keberatan.

Tentu tidak, masakan rumah adalah yang terbaik.

Aku suka rasa dari masakan ibu.

Kau begitu baik.

Tapi memang benar.

Karena kau begitu cantik,...

...jika kau punya putri, pasti putrimu secantik dirimu.

Memang benar.

Hanya satu kata untuk menggambarkan kakaknya Xiao An.

Cantik.

Biar kutunjukkan fotonya padamu.

Kau punya kakak?

Kenapa dia tidak makan bersama kita?

Dia seorang perawat pribadi jadi dia tak punya banyak libur.

Perawat pribadi?

Pasti pekerjaan yang berat.

Ini.

Lihatlah.

Tidakkah dia cantik?

Kau terlihat begitu imut saat masih kecil.

Aku tak tahu dimana kakaknya meletakkan foto mereka yang lebih tua.

Tidak apa, orang bilang perempuan tumbuh tidak begitu berbeda.

Kira-kira kau bisa menebak bagaimana wajahnya, yakan?

Lain kali, jika aku menemukannya...

...akan kutunjukkan padamu.

- Terima kasih, Bibi. - Ayo, makanannya sudah dingin.

Sudah berapa lama kalian saling kenal?

Setengah tahun.

Selama itu?

Bagaimana kalian bisa bertemu?

Saat aku pergi mengaku dosa.

Mengingat itu saja, membuatku marah.

Aku memberitahukan begitu banyak rahasiaku padanya.

Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu.

Aku hanya bercanda.

Seharusnya aku berterima kasih padamu...

...sudah menjadi pendengar yang baik.

Aku suka paha ayam.

Untukmu.

Sebagai ungkapan terima kasihku yang besar.

Terima kasih.

Xiao An, seorang pria seharusnya menyajikan makanan buat perempuan.

Kenapa malah sebaliknya?

Ayolah.

Bibi, tidak masalah.

Tidak apa.

Aku bisa ambil sendiri.

Aku suka ini.

Fei Fei.

Xiao An sangat pasif dan tak punya banyak teman.

Kau bisa sering mengunjunginya bila kau luang.

Ada.

Aku kesana kira-kira 3-4x seminggu.

Kami juga sama-sama kerja sukarela di panti asuhan.

Benarkah?

Fei Fei sangat berdedikasi menjadi tenaga sukarela.

Kurasa kalian berdua sangat cocok.

Aku sangat senang.

- Makan lagi. - Baik.

Baiklah, aku harus bekerja lagi.

Sebentar, Ayah.

Terimalah uang ini.

Memang tidak banyak.

Jangan memberiku uang, aku tidak membutuhkannya.

Terima sajalah, jangan setiap kali bilang tidak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left