Release info

출사표ㆍMemorials E13-14 NEXT-VIU
A Commentary by ParkMinYoung
Durasi 1j.03m.26d (27d)

Tags

other
Published on: 2020-07-23
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sub by ®VIU Memorials - KBS2

"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi"

- Apa ini? - Bukankah itu bola golf?

Apa-apaan...

Banyak sekali keluhan yang diajukan,

tetapi tidak ada yang bisa menghubungimu.

Jadi, aku menyiapkan acara agar kamu bisa mengalaminya sendiri.

Di belakang,

kamu mengabaikan keluhan dari lansia yang tinggal sendirian,

dan di depan umum,

kamu membawa lansia ke atas podium untuk mencuci kaki mereka.

Itukah layanan aktif bodoh

yang diadakan oleh Kantor Mawon-gu?

"Layanan Kepala Won So Jung, Mencuci Kaki Lansia"

"Mawon-gu, tempat yang menyenangkan dan luar biasa untuk dihuni"

- Astaga. - Apa yang dia lakukan?

Apa dia gila?

Astaga!

Astaga!

"Era Spesial Mawon, Masyarakat adalah kepala"

Tepat sasaran.

Targetku berikutnya

adalah kamu, Bu Kepala.

Astaga.

Sudah kubilang

ini acara sederhana yang memberi kalian banyak pengalaman.

Aku percaya bahwa kamu, Kepala Won, akan membuat keputusan bijaksana.

Aku menantikannya.

Aku takut sekali tadi.

Astaga...

"Into The Ring"

"Episode 7"

Bu Kepala.

Sudah kubilang dia orang gila yang terburuk.

Beberapa hari lalu, dia datang ke lapangan golf.

Aku memberinya pengertian, tetapi...

Jika kamu tahu dia menyebabkan masalah,

seharusnya kamu melapor kepadaku!

Meskipun aku melaporkannya kepadamu,

kita tidak akan bisa mencegah penghinaan hari ini.

Jangan sampai kejadian hari ini tersebar keluar dari gedung ini.

Suruh semuanya tutup mulut.

Baiklah.

Astaga.

Kepala Won.

Ada apa?

Nona Goo datang.

Rupanya seperti ini kantor Bu Kepala.

Kamu orangnya, bukan? Pasti kamu.

- Aku kenapa? - Kamu tahu maksudku.

Kemarin, kamu menemuiku...

Pukul 06.00.

Ya, letakkan di situ.

Di situ juga.

Apa maumu?

Begini...

Temanku sedang kesulitan menanggapi keluhan.

Kamu sudah lama bekerja di pusat layanan.

Menurutmu adakah yang bisa kami lakukan?

Aku bekerja di pusat layanan sejak hari pertamaku.

Selalu ada masalah dengan keluhan.

Daripada satu orang membuat 100 keluhan,

satu keluhan dari 100 orang jauh lebih efektif.

Petisi masyarakat

sering menjadi pemicu perkumpulan atau unjuk rasa.

Kepala kita

membayar mahal untuk mengabaikan unjuk rasa Sammart.

Sejak saat itu, Kepala Won sering memperhatikan.

Zaman sekarang, dengan internet, kita bisa ajukan 100 keluhan.

Kamu tidak berpikir

bahwa Se Ra akan menerapkan saranku?

Kurasa saat ini,

mereka sedang membicarakannya.

Apa?

Nona Goo. Kamu memiliki bakat luar biasa

dalam mengejutkan orang lain.

Memiliki bakat itu bagus.

Kamu sibuk sekali. Jadi, aku mengadakan acara...

Aku bisa melaporkanmu ke polisi sekarang juga.

Kalau begitu, dengarkan aku dahulu sebelum kamu melapor.

Bukan hanya nenek itu yang mengeluhkan

lapangan golf Jeongeui-dong.

"18 jam lalu"

"Lapangan golf"

"Lapangan golf Jeongeui-dong"

Aku menghubungkan petisi masyarakat ke situs web komunitas.

Mari lakukan ini secara sah dan adil.

Pokoknya, Gong Myung,

sampai jumpa besok pukul 06.00.

SMA Jeongeui, institusi, kompleks apartemen,

semua mengeluh soal aktivitas malam lapangan golf.

Lampu sorot yang terang dan kebisingan...

Lihatlah ini.

Ini petisi masyarakat di internet.

Aku bilang akan menyelesaikan ini,

dan orang tua para murid mendukungku secara penuh.

Sebenarnya apa yang kamu inginkan?

Satu, kompensasi keuangan dan bantuan

untuk korban yang mengalami cedera.

Dua, rapat untuk membahas regulasi lampu sorot

dan tingkat kebisingan.

Tiga, dan ini yang terpenting.

Permintaan maaf serius dan tulus dari penanggung jawab

Kantor Mawon-gu.

Penanggung jawab?

Baiklah. Aku akan meminta kepala pusat layanan...

Tidak.

Kamulah penanggung jawab Kantor Mawon-gu.

Bos yang harus bertanggung jawab atas segala hal,

bukan anak buahnya.

Bagaimana?

Hei.

Dia akan membuat pengumuman sebelum makan siang besok.

Astaga, berjalan ke kantornya terasa seperti pergi ke rumah jagal.

Kamu memberitahunya dengan benar?

Kamu tidak lupa dialogmu dan bicara omong kosong?

Kamu memercayai otakmu dan mengingat semuanya?

Namun,

aku juga mencatat semuanya.

Adakah cara untuk memecat Goo Se Ra?

Astaga.

Melakukan itu saat orang meneken petisi akan menjadi bumerang.

Jangan membakar rumah untuk menyingkirkan kutu kasur.

Kutu sialan itu.

Aku sangat ingin membunuhnya, meski harus membakar rumahku.

Begitu rupanya.

Terima kasih.

Omong-omong, apa pendapatmu tentang ini, Pak Kim?

Bagaimana kalau kamu gunakan otoritasmu sebagai kepala

dan mencabut perizinan lapangan golf itu?

Itu bahkan bukan salah satu permintaan dari Goo Se Ra.

Kamu pikir si pemilik lapangan golf tidak akan keberatan?

Bagaimana jika kamu temui si pemilik dan membuat kesepakatan

sebelum mencabut perizinannya?

Jeongeui-dong ingin menjadi kota yang cerdas.

Jadi, jika kamu berjanji akan menunjuk area itu

sebagai area komersial melalui perencanaan kota,

aku yakin pemiliknya akan puas.

Kamu tidak akan kehilangan pendukung atau kepercayaan.

Aku yakin ini opsi terbaik.

Tentu saja, kamu bisa menekankan

kenyataan bahwa kamu menepati janjimu.

Kesetiaanmu pada rakyat akan terlihat.

Saya akan menggunakan wewenang sebagai kepala

dan berencana mencabut perizinan lapangan golf

di Jeongeui-dong.

Selain itu, saya pasti akan mengompensasi

para korban secara finansial dan mengikuti prinsip.

Saya akan berusaha untuk lebih memperhatikan masalah ini.

Aku senang Anda cepat sembuh.

Astaga. Kamu datang jauh-jauh kemari.

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Aku yakin Anda akan segera merasa lebih baik.

- Terima kasih. - Tentu.

- Bisa lihat kemari? - Terima kasih. Baiklah.

Satu, dua, tiga.

Biar kupotret satu lagi.

Satu, dua, tiga.

Terima kasih.

- Aku akan mengunjungimu lagi. - Tentu.

Astaga, kamu pantas menjadi presiden.

Sampai jumpa.

Hei.

Bawakan keranjang buah dan helmku.

- Ayo, Bu. - Ayo.

- Ayo ambil. - Dia ingin kita membawanya.

Pegang bahuku.

Hati-hati.

Sampai jumpa.

- Ambillah. - Aku tidak menolak gratisan.

Terima kasih.

Ini makan malam tim. Akhirnya ini makan malam tim!

Terima kasih.

Terima kasih banyak!

Seperti ini?

Astaga. Dia bisa menyebabkan banyak masalah.

Bukan itu yang kita lakukan belakangan ini.

Kamu mengenalku?

Jika Pak Kim melihat kita, dia akan salah paham.

Haruskah aku meneleponnya?

Hei, itu ponselku.

Dia tidak menjawab.

Dia bahkan tidak menjawab teleponku semasa kami berpacaran.

Mustahil dia menjawabnya setelah kami putus.

Kalian sudah putus?

Apa ponselnya rusak?

Astaga, ayolah.

Astaga, jangan.

- Permisi. - Silakan.

Omong-omong, apa pacarmu memintamu melakukan ini?

Apa dia memintamu membantu Pimpinan Cho

dengan mengalihkan orang-orang?

Astaga.

Aku tidak perlu minta maaf.

Aku tidak tahu karena dia tidak memberitahuku.

Kenapa mereka putus?

Keluarga harus makan bersama setidaknya sekali sehari.

Semua orang punya bioritme sendiri.

Ini bukan soal bioritmemu. Kamu hanya pengar.

Semalam, kami merayakan karena keluhan sudah diselesaikan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left