The first 200 lines.
Hadirin sekalian,
inilah dia...
Amy...
Winehouse!
Aku ingin orang mendengarkan suaraku dan lupakan masalah mereka sebentar saja.
Aku ingin diingat sebagai seorang penyanyi.
Konser yang terjual habis dan pertunjukan di West End dan Broadway yang ramai.
Diingat sebagai aku.
Astaga, tak heran aku masuk sekolah drama. "Diingat sebagai aku."
Aku tak percaya masih ada salinannya, Nan. Saat itu usiaku 13 tahun, ya?
Ya, kurang lebih.
Sylvia bilang suaramu seperti Judy Garland.
Ya, itu sebelum atau setelah dia keluarkan aku?
Kau tak pernah mengerjakan tugas sekolah, Amy.
Aku suka kau di foto ini, Nan.
Seperti gadis poster tercantik tahun 50-an.
Kau seperti Audrey Hepburn.
- Menurutmu begitu? - Aku yakin begitu.
Kau adalah ikon gayaku.
Maksudku, sudah sejak lama, tapi sekarang resmi. Bagaimana perasaanmu?
- Aku, "ikon gaya"? - Ya.
Lihatlah. Kau menyanyi di Ronnie Scott's.
Aku bertemu mereka semua di sana. Ella Fitzgerald.
- Matt Monro. - Tony Bennett.
Anthony Benedetto. "Yang Diberkati."
Suaranya...
- dan juga celananya. - Nan!
Lucu.
Dari Sekolah Dasar Osidge
ke konser yang terjual habis.
Aku yakin, suatu hari nanti, ini akan terjadi, sungguh.
Suara seperti suaramu? Itu harus.
Biar aku bawa itu.
Boleh aku pinjam kotak kenangan ini, Nan?
Ya, asal kau janji akan merawatnya.
- Siapa yang mau tambah? - Aku takkan menolak.
Kau menyanyi lebih indah dari mereka, Ava.
Terbangkan aku ke bulan
Biarkan aku bermain di antara bintang
Ini baru hebat.
Biarkanku melihat musim semi
Di planet Jupiter dan Mars
Suara malaikat.
Dengan kata lain
Genggamlah tanganku
Dengan kata lain
Sayang, ciumlah aku
Ini dia.
Penuhi hatiku dengan lagu-lagu
Mitchell Winehouse!
Dan biarkan aku menyanyi selamanya
Karena, Renee, kau Adalah yang aku dambakan
Yang aku puja dan kagumi
Dengan kata lain
Jujurlah
Dengan kata lain
Aku cinta
Padamu
Kalian berdua.
Keraskan suaranya, Pak Sopir.
Kenapa ada orang yang tak suka ini? Ini genius.
Pak Sopir!
Ya, Nyonya.
Kenapa ada orang yang tak suka musik jazz?
- Mereka gila. - Pernah bertemu penggemar jazz waras?
Belum.
Kalau begitu, mungkin kita yang gila.
Benar sekali.
Bagaimana kabar kakakmu di Universitas?
Entahlah.
Kenapa tak tanya dia?
Mungkin dia sedang merokok dan tidur,
makan mi instan. Kegiatan biasa para pelajar.
Aku khawatir soal narkoba.
Para pelajar suka narkoba.
Mungkin seharusnya kau khawatirkan soal ibu.
Dia sedang tak sehat.
Apa harus kau buat sesulit itu?
- Aku tak bilang apa-apa. - Tak perlu. Wajahmu mengungkap semuanya.
Sampaikan salamku pada ibumu.
Dan minta kakakmu meneleponku. Dia tak pernah jawab saat kutelepon.
Ayah.
Masuklah sebentar. Sapa ibu.
Aku merindukan Ayah.
Aku tahu.
Aku ada konser di hari Minggu.
Di sebuah pub di Hanger Lane. Ayah mau datang?
Aku janji antar Jane ke rumah ibunya.
Baiklah.
Tapi aku akan datang yang berikutnya.
Terserah.
Kau berlebihan!
Aku tak bicara kepadamu.
Sial.
Kau melupakan ini.
Kau baru saja mendapatkannya.
Jaga baik-baik.
Aku juga sayang Ayah.
Ibu!
Ibu di atas, Sayang.
Seorang pria menelepon terus sore ini. Jack.
Siapa dia?
Kekasih Karen.
Kekasih Karen.
Dan kekasihmu, Chris, juga terus mencarimu.
Baik.
Sampai nanti.
Meniru.
Semua hal yang dibenci ibuku.
Meniru
Semua hal yang dibenci ibuku
Aku tak bisa tak menunjuk...
Aku tak bisa...
Aku tak bisa...
tak menunjukkan takdir malangku
Mengertilah
Dulu dia adalah pria berkeluarga
Jadi tentunya aku tak akan pernah
Mengalaminya secara langsung
Meniru
Semua hal yang dibenci ibuku
Aku tak bisa tak menunjukkan takdir malangku
Alibiku
Untuk mengambil lelakimu
Sejarah terulang kembali
Gagal untuk mati
Dan perilaku
Agresif adalah kehancuranku
Aku tak peduli apa yang kau punya
Aku mau semuanya
Tertanam di kepalaku
Kusembunyikan dan kurahasiakan
Dan aku bertanya pada diriku kembali
Ada apa dengan lelaki?
Sisi destruktifku
Telah tumbuh dengan luas
Dan aku...
Dan aku bertanya pada diriku kembali
Ada apa dengan lelaki?
Ada apa dengan lelaki?
- Hai. - Hai.
Aku coba telepon beberapa kali sore tadi, entah apa Janis sudah beri tahu.
Kupikir kau akan pulang cepat. Jadi, aku coba datang saja.
Aku bawakan ini untukmu.
Amy...
Amy, bisa kita...
Kupikir kita bisa bersantai dulu sebentar.
Lalu kita dengarkan Massive Attack, dan mungkin, entah apa saja.
ART-mu pergi saat hari raya lagi?
Ibu!
Astaga, ada apa? Halo?
Amy, ini aku, Tyler.
Tyler, dasar gila, pukul berapa sekarang?
Baru lewat pukul 12:00.
Aku sedang bersama manajerku, Nick. Orang yang kuberi demo milikmu.
Aku masuk pengeras suara?
Ya. Hai, Amy, aku Nick Shymansky dari 19. Maaf sudah membangunkanmu.
Tak masalah.
Aku sudah dengarkan demomu dan... Bisa kita berbincang?
Akan bagus jika melihatmu menyanyi langsung.
Dari 19 Management. Itu berarti Simon Fuller, bukan?
Benar.
Simon Fuller "Girl Power"?
Ya.
Kau tahu apa arti "Girl Power" bagiku, Nick?
Sarah Vaughan.
Dinah Washington, Lauryn Hill.
Itulah kekuatan wanita sejati.
- Aku paham. - Apa yang kau pahami?
Sekarang, kau harus tahu ini.
Aku bukan Spice Girl.
Tapi, semoga harimu menyenangkan, Nick Shymansky, dan akan kupikirkan
soal perbincangan itu.
Sayang kau, Tyler. Sampai nanti.
Dulu kucing berharmonisasi seperti...
Sudah tiga minggu Sejak kau mencari temanmu
Yang kau tiduri Tak pernah meneleponmu lagi
Bagaimana cara Kau akan berpura-pura
STASIUN KOTA CAMDEN
PAI & KENTANG TUMBUK TRADISIONAL CASTLE'S
Aku suka sekali.
KASTEL DUBLIN
Terima kasih.
Halo.
Halo.
Kau harus lebih kuat dari aku
Kau di sini tujuh tahun Lebih lama dari aku
Tahukah kau seharusnya Menjadi seorang lelaki
Tak seberapa dibandingkan Dengan diriku
Kau selalu ingin membahasnya
Aku baik-baik saja
Aku selalu harus menghiburmu Setiap hari
Tapi itulah yang aku inginkan darimu
Apakah kau gay?
Dengan EMI, tawaran Virgin uang mukanya bisa lebih dari 250.000.
Aku tak peduli soal uang.
Aku bersedia hidup susah asal bisa bertemu Ray Charles.
Amy, suaramu luar biasa.
Suara terbaik yang pernah kudengar.
Entahlah. Ingat, aku mendengarnya tiap hari.
No comments yet. Be the first to leave one.