The first 136 lines.
Api merah berkobar,
Jangan menyerah, berjuanglah,
KAMIS, 7 AGUSTUS 2003
Aku berjanji akan membuat air mata berhenti mengalir,
Wonder, Wonder, baik hatinya,
Merangkul dirimu,
Hati penuh kasihnya adalah senjatanya,
Pahlawan yang melindungi...
Ya, beginilah kalau hasil rekaman.
Selamat pagi, Satoru.
Kita harus menghindari resiko. Tapi kau tidak perlu takut akan hal itu.
Mampu bebas beroperasi tanpa takut resiko adalah keuntungan kita.
Itukah sebabnya kau tidak pernah berkeluarga?
Ya.
Tapi aku tidak menyesalinya.
Bahkan jika aku tidak bisa melakukan itu dalam waktu dekat.
SACHIKO DIA SUDAH SADAR.
Tidak.
Aku yakin kau akan segera bisa melakukannya.
Halo?
KAMIS, 21 AGUSTUS 2003
Bagaimana kalau kamu coba gerakkan tanganmu?
Pertama, mari mulai dengan mencoba menekuk kedua siku.
Bagus.
Selanjutnya, bisakah kamu palingkan kepalamu ke arahku?
Baik, coba ke arah lainnya.
Bagus.
Saya terkesan melihatmu bergerak banyak setelah hanya terbangun selama dua minggu.
Itu berkat Ibumu.
Dia menghabiskan empat jam setiap hari untuk merawatmu.
Itulah sebabnya ototmu tidak mengalami atrophi pada tingkat rendah.
Biasanya, ketika kamu telah tertidur selama 15 tahun...
Lima...
belas... tahun?
Lima...
belas...
tahun...
Tolong bawa hasilnya ke saya segera setelah kamu mendapatkannya.
Baik, dokter. / Haruskah saya membawa ini ke dokter?
SENIN, 25 AGUSTUS 2003
Bu, saya ingin mulai menanyainya.
Apa tidak apa-apa?
Silahkan.
Satoru...
sebelum kamu tertidur,
apa kenangan terbaru yang bisa kamu ingat?
Terbaru?
Biar saya ulangi. Apa hal terakhir yang kamu ingat?
Ibu.
Dimana serulingku?
Meskipun aku tahu ini bukan kenangan terakhirku.
Dan itulah saat
aku menyadari untuk pertama kalinya ada lubang
di dalam ingatanku.
Baiklah, saya rasa ini saatnya dia untuk menemui mereka.
Iya.
Satoru.
Kamu kedatangan tamu.
Terima kasih telah menunggu. Silahkan masuk.
Satoru.
Selamat pagi.
Aku teman kelasmu dulu, Kenya Kobayashi.
Aku Hiromi Sugita.
Kau terlihat baikan, Satoru.
Kalian berdua terlihat dewasa.
Apa kalian berdua datang jauh-jauh dari Hokkaido? / Tidak.
Kami pindah ke Tokyo juga.
Oh, begitu.
Jadi, kalian berdua sekarang bekerja di Tokyo?
Iya.
Aku menjadi pengacara seperti yang selalu kukatakan.
Aku seorang dokter.
Meskipun, aku masih magang.
Itu sangat menakjubkan.
Omong-omong, Satoru, aku ingin bertanya... / Kenya!
Kau ingin minum apa?
Tante yang traktir.
Tidak perlu.
Lagipula, kami akan pergi.
Kami tidak ingin Satoru kelelahan.
Oh, baik.
Baiklah, Satoru... Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Terima kasih telah datang sejauh ini untuk bertemu dengannya lagi.
Dengan senang hati.
Ini.
Aku telah mengumpulkan semua data yang telah terjadi pada Satoru.
Kalau suatu hari Satoru ingin tahu, kurasa itu akan berguna.
Terima kasih.
Itu bukan apa-apa.
Tapi... kalau tante ingin membuang itu untuk kebaikannya, aku akan mengerti.
Lagipula, tante lah yang sudah membuat Satoru terbangun.
Kami akan datang lagi.
Aku benar-benar merasa ada bagian dari diriku yang hilang.
Tapi...
jika ibuku berpikir itu harus tetap dilupakan,
maka kurasa aku bisa hidup tanpa pernah mengingatnya.
Satoru!
Kayo.
Selamat.
Aku sudah menikah, sekarang aku Kayo Sugita.
Sugita?
Tunggu, apa kau menikah dengan Hiromi?
Jadi, itu sebabnya Hiromi nampak seperti ingin memberitahuku sesuatu.
Siapa nama bayinya?
Mirai.
Mirai?
Itu nama yang indah.
Jujur saja, beberapa dari diriku merasa tidak enak dengan hal ini.
Seperti, apakah adil bagi kami untuk terus maju dan bahagia?
Bahkan kau koma bisa jadi itu karena diriku.
Rasanya seperti
kami meninggalkanmu.
Kayo.
Nasib ada di tangan Tuhan.
Tidak ada alasan bagimu untuk merasa bertanggung jawab atas hal ini.
Alasan aku sekarang seperti ini...
pasti hasil dari sesuatu yang kuinginkan.
Kau sungguh luar biasa, Satoru.
Kau sudah tertidur selama 15 tahun,
tapi kau masih bisa mengatakan sesuatu yang begitu indah.
Tidak juga.
Tapi tetap saja...
alasan gadis kecil yang selalu sendiri itu
bisa tumbuh untuk berkeluarga seperti ini...
itu berkat dirimu, Satoru.
Terima kasih.
Aku merasakan perasaan aneh di dalam diriku,
dan aku harus melihat ke dalamnya.
Ya?
Aku ingin mencoba menggambar sketsa untuk rehabilitasiku.
Boleh aku pinjam pensil dan kertas?
Tentu saja. Saya akan mengambilkannya.
Bagaimana aku bisa menggambar seperti ini?
Kamu sudah sampai volume berapa?
Aku sedang di volume tiga.
No comments yet. Be the first to leave one.