The first 200 lines.
sebelumnya dalam "Conviction"...
hari ini, kota kita memulai era baru dalam keadilan.
Wallace si anak emas. Aku mengambil pekerjaanmu.
Ya, benar.
- panggil aku Frankie. - Aku bekerja di bidang forensik.
Tess... paralegal kita.
Maxine Bohen... pimpinan investigator.
Aku lupa betapa kamu sungguh penari yang baik.
Aku tak pernah lupa menendang bokongmu di pengadilan.
Kamu tak tahu yang situasi itu perbuat padaku.
Aku berada tepat disana.
George menodongkan pistol dua kaki dari wajahku.
sudah kubilang kamu bagus soal ini.
dan sudah kubilang aku berbahaya.
Aku mengikuti kasusmu , juga.
Aku tak rugi apapun.
Dia keras kepala, melawan kebiasaan, pemberani.
Aku tak pernah bertemu yang sama sepertinya.
lain kali kamu ingin memeriksaku,
temukan mata-mata yang lain.
Maxine: Pria yang kamu penjarakan... Dia kerja di kota ini.
Dia punya truk kopi.
Hayes: Kamu belum menemuinya sejak dia bebas?
Mencari pengampunan dalam waktumu.
Hey, Kopi gelas kecil, Maple Scone.
Hai.
Oh, aku jadi suka forensik saat aku dalam penjara.
cukup keren, kamu tahulah, memakai sains untuk mengungkap kebenaran.
bukan penggemar scotch?
- Aku pecandu. - Menarik.
Wallace: Aku mempekerjakan konsul luar... Naomi Golden.
Hayes: Dia mantanku.
Mantanku, juga.
belakangan kamu tampak agak kacau, datang telat.
- sudah kubilang aku ada pertemuan. - Okay.
Aku tak membereskan kekacauanmu lagi.
apa itu membuatmu panik? percaya pada seseorang?
Aku tahu itu dulu, tapi bagaimana dengan sekarang?
tergantung orangnya, kurasa.
terdengar seperti situasi jadi serius antara kamu dan Naomi.
Yeah. Langkah besar, kepindahannya ke New York.
Wallace: Earl Slavitt... menembak mati
seorang asisten jaksa US, pria bernama Tom Simon.
Kamu ingin seseorang menderita untuk yang terjadi pada temanmu.
- Ya. Dia dibunuh. - Tidak olehku.
Hayes: Wallace, kamu harus menghentikan eksekusi itu.
Dia memanfaatkan Harold untuk mengarahkan segala bukti kepada Earl.
Wallace: Hayes?
Buka pintunya.
Aku tahu tak bisa lakukan pekerjaan ini. Sudah kubilang.
Kamu ingin kebenaran, dan aku menemukannya.
Earl tak bersalah.
dan dia... pada akhirnya dia mati juga.
Aku tak bisa menyelamatkan dia.
Buka pintunya.
Apa?
Hanya menatapmu.
hentikan itu.
Permisi, Nona.
Nona.
- Kamu kembali. - Selamat.
- kembali kemana? - pemilihan ibumu.
Makasih. Dia sudah di DC.
bagaimana dengan kamu? kamu okay?
Kenapa bisa aku tidak okay?
kasus kita selanjutnya... Sophie Hausen.
karena Earl Slavitt sudah dieksekusi.
setelah kita membuktikan dia tak bersalah.
apa ini tempat aku meneliti kalian dengan seksama
dan bertanya jika kalian baik saja?
Kami tak menemui Earl atau menghabiskan waktu dengannya.
Dia pria yang menyenangkan.
Sophie Hausen, menjalani hukuman seumur hidup atas pembunuhan
bintang basket kampus Travis Carter.
Aku tahu kasusnya.
Dia punya motif, tak ada alibi, DNA nya ada di senjata pembunuhan.
kenapa kamu kira ini hukuman yang salah?
Bukan gitu... aku hanya tak merasa seorang siswa kampus
yang kehilangan keperawanannya selagi pingsan
seharusnya dipenjara karena membunuh pemerkosanya.
jadi kini kamu pro hakim jalanan?
biasanya itu bidang Sam, aku tahu,
tapi jika negara bisa mengeksekusi pria tak bersalah,
kenapa korban perkosaan tak mengambil keadilan di tangannya?
sistem membiarkan Sophie tak berdaya.
bagaimana kita tahu juga kalau Travis Carter memperkosanya?
penyelidikan NYPD. tak ada laporan gugatan.
tak ada laporan gugatan tak berarti tak ada kejahatan terjadi.
Ya, tapi tuduhan perkosaan bukan bukti dari pemerkosaan.
Aku benci katakan ini, tapi lima tahun mengerjakan kejahatan seksual
mengajariku kebohongan antara pria dan wanita.
Universitas juga menyelidikinya.
menemukan tak ada bukti yang mendukung...
mereka punya kesaksian Sophie.
dimana dia tak punya ingatan
apapun yang terjadi di kamar tidur.
yang tampak menyarankan bahwa dia diperkosa.
- Aku dukung Tess. - Tidak... apa... apa.
dengar, Hayes, Earl tak bersalah.
tak peduli betapa simpatinya kamu pada Sophie,
situasinya tidak sama.
diperkosa, tak memberimu kartu bebas masuk
untuk membunuh orang yang memperkosanya.
kecuali kita bisa membuktikan prasangka juri, judisial melampaui...
teknikal hukum apapun.
Kita akan lakukan apapun cara
untuk membebaskan wanita ini.
- Memilih kasus? - Sophie Hausen.
masih jauh dari kontroversi, aku paham.
- gimana kabarmu? - aku baik saja.
kenapa semua orang bertanya seperti itu padaku?
Karena mereka khawatir padamu.
mungkin liburan tak akan jadi ide terburuk.
Keadilan tak kenal istirahat. Kenapa aku harus istirahat?
Okay.
ini mudah.
apa aku sedang mengubah pikiranmu?
Tidak.
lalu kenapa berdebat?
Gimana kabar Naomi?
Dia baik saja.
Kami memutuskan untuk pisah.
terlalu sibuk saat ini.
Tunggu. ini bukan... karena... kita...
yang terjadi di Indiana tetaplah di Indiana.
pergilah melawan ketidak adilan.
berhati-hatilah saja.
Travis seperti bintang rock nya kampus.
Dia menawan, lucu, dan manis.
Aku tak menyangka saat dia mengajakku keluar.
dari semua gadis di kampus, Travis Carter memilih aku.
apa yang terjadi begitu kamu berada di pesta?
Dia membawakanku minuman, dan dia selalu menambahkanku minuman.
Aku tak sadar betapa kuatnya minuman itu.
Travis dan aku berdansa,
dan aku mulai merasa pusing, ngantuk.
hal selanjutnya yang kuingat adalah bangun di kamarnya...
Telanjang..
berdarah...
dalam kesakitan.
pertama-tama, aku tak beritahu siapapun.
Aku ingin pura-pura seperti itu tak terjadi.
kemudian aku sadar aku harus melaporkan kejadian itu.
tak ada yang percaya padaku.
dimanapun di kampus, orang-orang menyebutku pembohong.
teman sekamarku melecehkanku.
Universitas membiarkan dia tetap bermain basket.
Aku sampah masyarakat.
jadi kamu membalas dendam.
Tidak, aku tak membunuhnya.
- tak ada bedanya untukku. - kenapa?
karena Travis adalah kriminal, dan kriminal layak untuk dihukum.
Aku tak akan membantah jika Travis tak layak dengan yang terjadi padanya,
tapi aku tak menembaknya.
AKu butuh kamu percaya padaku.
baik, itu akan lebih mudah
jika DNA mu tak ada dalam senjata pembunuhan.
baik, aku ada di kamar Travis.
mungkin DNA berpindah dari sesuatu yang aku sentuh.
Pistol yang dipakai membunuh Travis model dan buatannya sama
seperti satu-satunya yang kamu bawa sebulan setelah perkosaanmu.
itu bukan senjataku di kamar Travis.
yang kita tak bisa buktikan, karena nomor serinya tak ada.
jika kamu ingin meyakinkanku, katakan gimana kamu temukan senjatamu.
pergilah ke dasar East River.
Aku membuangnya di jembatan Queensboro
beberapa minggu sebelum Travis ditembak.
kenapa kamu membeli senjata
hanya untuk dibuang jauh-jauh segera setelah itu?
Aku tak ingin membunuh dia.
Aku ingin membunuh diriku.
Syukurlah akhirnya aku pergi ke pusat korban krisis perkosaan.
Aku dapat bimbingan, dan itu membantuku sadar
bahwa yang Travis lakukan padaku bukan salahku,
tak peduli betapa mabuknya aku
atau apakah aku menganggap dia manis atau tidak.
tapi aku tak membunuhnya.
Okay.
Tidak, kumohon!
semua yang aku katakan itu kebenarannya.
katakan bahwa kamu percaya padaku.
Aku percaya tempatmu bukan disini.
dan aku akan mencari cara membebaskanmu.
harus dikerjakan nanti dari biasanya hari ini.
Kamu memeriksaku?
Yeah. Aku tak akan membiarkanmu dalam masalah lagi.
Aku harus sarapan dengan sponsorku.
Aku pergi ke pertemuan, aku mengerjakan program.
jadi kamu bersih?
haruskah aku pipis di gelas?
Max, aku mencoba membantumu.
Aku khawatir.
Aku sangat menghargai itu, tapi ini adalah masalahku,
dan aku akan mengatasinya, okay?
Okay.
Hey. ini dia.
Thanks.
Sophie Hausen membunuh Travis Carter. Aku yakin itu.
Kenapa? tak ada yang melihatnya di asrama malam itu.
Kami tahu dia disana. DNA nya ada di senjata pembunuhan,
No comments yet. Be the first to leave one.