Release info

TEARS IN HEAVEN EP 01 - EP 16 TENCENT VIDEO
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Tangisan di Surga=

=Episode 1=

Kak.

Kau setiap hari bangun sepagi ini?

Apa kau pernah melihat matahari terbit pada jam 4 pagi di Waitan?

Belum.

Aku pernah.

Setiap hari.

Aku bekerja bukan demi uang.

Tapi untuk membuktikan bahwa aku adalah Lei Yuzheng.

Direktur Mo?

Direktur Mo.

Selamat pagi.

Berikan teleponnya pada Du Xiaosu.

Xiaosu?

Iya, ada apa?

Aku akan mencarinya, tunggu sebentar.

Masih tidur.

Cepat bangun!

Du Xiaosu!

Cepat bangun.

Du Xiaosu!

Direktur Mo meneleponmu.

Cepat bangun.

Direktur Mo.

Halo, Direktur Mo.

Ayolah, Du Xiaosu.

Coba kau lihat sekarang sudah jam berapa?

Jam berapa?

Coba kau gerakkan lagi otakmu dan pikirkan dengan baik.

Apakah hari ini ada urusan yang belum diselesaikan?

Wawancara.

Yan Jingjing.

Kau masih ingat ya?

Zou Siqi sungguh berlebihan tentangmu.

Selalu menjadi yang terbelakang di perusahaan sepanjang tahun.

Satu berita pun tidak ditemukan.

Kuberitahu ya, Du Xiaosu.

20 menit lagi pesawat Yan Jingjing akan sampai.

Jika sebelum pukul 9:45

kau belum sampai bandara,

kau jangan kembali lagi.

Akan kubantu menuliskan surat pengunduran diri untukmu.

Bagaimana?

Baik, Direktur Mo.

Aku berangkat sekarang.

Anda tunggu kabar baik dariku.

Cepat, ganti baju.

Antar aku ke bandara.

Sudahlah.

Kau tidak ingat yang kuajarkan dulu?

Menyerang seperti api.

Diam seperti gunung.

Kau terlalu buru-buru menyerang.

Pertahananmu terlalu lemah.

Pantas saja kalah.

Bibi Shao memaksamu pergi kencan buta lagi, 'kan?

Aku sudah bertemu wanita itu.

Dia tidak bilang apa-apa.

Kalimat pertama darinya adalah

kapan kita pergi ke KUA?

Kapan kita menikah?

Sungguh mengejutkan.

Memangnya wanita sekarang sudah begitu agresif ya?

Itu karena Dokter Shao adalah sosok idaman wanita.

Sayang sekali.

Selera Dokter Shao terlalu tinggi.

Siapa yang bisa membuat hatinya luluh?

Kak, jangan membicarakanku lagi.

Lebih baik aku sendiri saja.

Sedangkan kau?

Lebih baik ada daripada tidak.

Ini untukmu.

Lagi-lagi memberikan kaos untukku?

Yang waktu itu saja belum kupakai.

Yang kutemui setiap hari adalah pasien.

Tidak bisa memakainya.

Bukankah Dokter Shao sedang menunggu jodoh?

Kau harus punya beberapa cadangan pakaian.

Kenapa tidak langsung bilang saja ke Direktur Mo

kalau kau sudah sampai?

Kau ini selalu harus jujur.

Aku juga terkena sial.

Karena menjadi teman sekamarmu.

Di akhir pekan saja aku tidak bisa tidur santai.

Malah harus menjadi supirmu.

Kau jangan mengeluh.

Jika dia tidak memanggilku,

maka kau akan membiayaiku.

Kau pilih saja sendiri.

Mau membiayaiku,

atau mengantarku?

Lihatlah, dirimu ini.

Sama sekali tidak seperti wanita,

masih harus kubiayai?

Aku tidak akan mau membiayaimu.

Aku tidak akan menikah seumur hidup.

Aku akan melayanimu dengan sepenuh hati.

Terima kasih, aku tidak memerlukannya.

Aku akan menikah, aku akan mencari pacar.

Jangan bercermin lagi.

Masih minum yogurt.

Cepatlah.

Itu adalah sarapanku.

Aku sudah tahu.

Kau cepatlah menyetir, dasar.

Aku tahu.

Putar musik, ya.

Berangkat!

Pukul 9:33.

Seharusnya masih sempat.

Kak.

Sebentar lagi kau akan terbang ke mana?

Beijing.

Baik, hati-hati di jalan ya.

Aku duluan ya.

Sampaikan salamku ke Bibi Shao.

Sudah sampai?

Baru saja sampai.

Baik.

Aku sudah menyiapkan mobilnya.

Kalian pergilah ke hotel dulu untuk istirahat.

Setelah acara peluncurannya dimulai,

kita akan baik-baik saja.

Baik, aku mengerti.

Oh iya.

Kudengar Lei Yuzheng juga ada di bandara?

Benarkah?

Lei Yuzheng akan terbang ke Beijing.

Dia akan segera sampai.

Apa kita perlu menemuinya?

Lei Yuzheng ini,

setiap ingin menemuinya, dia selalu beralasan.

Akhirnya baru kutangkapnya.

Bukankah itu asisten Lei Yuzheng?

Ambil ini,

dan berikan ke Asisten He.

Jangan banyak bicara.

Hal ini,

jika kau beritahu siapa pun,

akibatnya

kau pasti sudah tahu.

Baik, Direktur Lei.

Aku mengerti.

Jangan buru-buru, pelan-pelan saja.

Sampai jumpa.

Permisi, permisi.

Permisi, biarkan aku lewat.

Permisi.

Sini, sini.

Kemarilah.

Kau boleh juga, Bi.

Kau selalu menempati tempat yang bagus.

Apa aku boleh berdiri di sampingmu?

Boleh.

Tapi kuberitahu ya.

Reporter sepertimu ini,

sangat tenang dan tidak cekatan.

Kau bukannya memegang tajuk berita,

selalu menangis di bawah selimut setiap hari.

Aku ketiduran.

Jika Direktur Mo sampai tahu hal ini,

kau akan habis dimarahi olehnya.

Anda memang benar.

Aku dibangunkan dengan omelan darinya.

Telepon, ada telepon.

Sudah siap, apa kau melihatnya?

Sebentar lagi akan sampai, ambil gambar di sana dulu.

Benar, yang itu, yang itu.

Halo, Du Xiaosu.

Aku ingin tanya, apa Bi ada di sampingmu?

Ada.

Baik, usahakan jangan sampai dia tahu kau di sana.

Cepat sembunyi.

Cepat, cepat.

Ambil fotonya.

Bersiaplah, dia akan segera muncul.

Direktur Mo, apa yang harus kulakukan?

Berdasarkan berita internal terbaru,

Yan Jingjing ini

keluar dari akses pegawai.

Untuk hal selanjutnya tidak perlu kuajari lagi, 'kan?

Jangan bilang aku tidak memperhatikanmu,

kau mengerti?

Lagi pula,

surat pengunduran dirimu sudah kusiapkan untukmu.

Jangan, jangan.

Direktur Mo, aku tahu kau paling perhatian padaku.

Aku juga tahu

Anda berhati lembut meski bermulut pedas.

Anda tenang saja.

Aku pasti akan mewawancarainya.

Baiklah.

Kau harus melakukannya dengan baik.

Bocah kecil.

Mohon maaf,

maafkan aku, maaf.

Aku tidak sengaja.

Kau baik-baik saja?

Tidak, tidak apa-apa.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left