Release info

Zom100 Eps 02
A Commentary by P1rate_K1ng

Tags

other
Published on: 2023-07-16
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 155 lines.

Suhu tubuhmu 38 derajat sejak pagi?

Memangnya kenapa?

Apa pengirimannya bisa tepat waktu dengan alasan macam itu?

Mati karena kerja berlebihan?

Coba katakan itu lagi pas kamu sudah mati!

Tidak ada yang boleh pulang sebelum orang terakhir pulang.

Kenapa kamu malah tidur?

Cepat bangun, sialan!

Ah, maaf, Kepala!

Eh?

Oh, iya...

Aku tidak perlu berangkat ke kantor lagi.

Selamat pagi!

Jatah liburan selama tiga tahun ini...

akan kuhabiskan untuk bersenang-senang sepuasnya!

Oke, tugas bersih-bersih selama tiga tahun sudah selesai!

Dengan kamar yang tertata...

pikiran pun ikut tertata.

Sudah lama sekali...

aku tidak merasa selega ini.

Nah...

Inilah yang ditunggu-tunggu...

Enak! Terlalu enak!

Ternyata minum bir di pagi hari tanpa harus ke kantor itu seenak ini!

Seperti air keajaiban!

Bukan, ini air dewa...

Biasanya aku minum untuk melepas penat di hari kerja.

Tapi sekarang aku merasa dibebaskan dari semua tanggung jawab.

Kalau ini tidak bisa disebut kebahagiaan,

lalu disebut apa, dong?

Berikut adalah pemandangan dari langit Tokyo!

Banyak kobaran api di mana-mana!

Saat ini pun masih sulit dipercaya bahwa ini adalah kenyataan!

Di studio ini pun mayat hidup beserta para staf yang tertular...

masih terus berusaha menerobos ke sini...

Internet dan saluran telepon sudah dimatikan...

dan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah!

Mungkin saja sudah tidak ada yang memerintah negara...

*Harap tunggu sebentar

Tapi harus kuakui...

Ternyata dunia sedang berada dalam situasi yang gawat...

Apa yang harus kulakukan...

Tapi, pokoknya hari ini aku mau minum bir.

Memegang bir seharian tanpa keluar kamar sedikit pun.

Aku mau mengabdikan tubuhku untuk rebahan seharian.

Akan kudapatkan kembali semangat yang telah hilang selama tiga tahun!

Tidak ada!

Eh? Serius?

Tidak ada... Kok tidak ada?

Jangan bilang tadi itu yang terakhir?

Tidak ada...

Kenapa harus di saat seperti ini?

Padahal aku sudah bertekad tidak melakukan apa-apa,

tapi sekarang aku harus memasok bir?

Duh, merepotkan saja.

Tapi...

Mana bisa aku rebahan...

kalau tidak ada dirimu.

Apa boleh buat.

Polisi dan Pasukan Bela Diri Jepang tidak akan menyelamatkan kita.

Apa yang harus kita lakukan?

Kita tidak boleh menyerah!

Kita harus fokus bertahan hidup...

Bagaimana aku bisa hidup...

di situasi seperti ini?

Ini sudah berakhir. Dunia sudah berakhir.

Sial!

Apa yang harus kami lakukan...

Siapa saja boleh...

Tolong selamatkan...

A-Ada apa, Sayang? Jangan-jangan ada zom—

Si-Siapa?

Apa yang kamu lakukan?

Ma-Maaf, ini karena tangga gedungku isinya zombi semua.

Sebaiknya kamu masuk dulu.

Tempat ini masih aman.

Eh? Ah, maaf.

Aku berencana pergi ke luar.

Hah?

Oh.

Aku Tendo Akira yang tinggal di gedung sebelah.

Pertemuan kita pasti sebuah takdir.

Mohon bantuannya.

Eh?

Ah, iya.

Aku Kosaka.

Oh, iya, aku mau ke minimarket,

apa kalian mau menitip sesuatu?

Mi gelas atau senter?

Eng, mohon bantuanmu.

Kalau bisa sekalian tisu toilet dua.

Oke!

Bukankah mereka lebih banyak dari kemarin?

Meski naik sepeda, kalau dikepung, mana bisa kabur.

Tapi daripada harus puasa minum bir,

lebih baik aku dimakan oleh zombi!

Bir, bir~

Minum berbagai macam bir sepuasnya~

Bir, bir~ Pokoknya minum bir sebanyak mungkin~

Eh?

Pe-Pelanggan lain?

Barusan aku menyanyikan lagu aneh!

Malu banget!

Apa dia berpikir aku aneh? Pasti dikira aneh, sih.

Gawat, tadi pun aku membuat Pak Kosaka takut.

Aku tidak boleh membuatnya ketakutan juga.

Se-Selamat siang.

Kakak juga lagi memasok barang?

Karena di luar banyak zombi, kita jadi susah bepergian, ya?

Eng...

Oh, rencananya aku mau rebahan seharian di rumah sambil minum bir,

tapi birnya habis.

Eng, permisi!

Eng, mumpung kita bertemu di situasi yang seperti ini,

kalau tidak keberatan...

Boleh minta kontakmu?

Eng, baiklah.

Mungkin ini memang bukan urusanku,

tapi kalau kamu pergi keluar hanya demi itu,

kurasa kamu harus pertimbangkan prioritasmu lagi.

Priori...

Tidak ada manfaatnya bagiku untuk beraliansi...

dengan orang yang tidak bisa menganalisis risiko.

Apa?

Kesempatan bertahan hidupku akan menurun kalau aku bersamamu...

Tunggu...

...jadi aku menolak untuk memberikan kontakku.

Kakak, bahaya!

Eh?

Ah, terima kasih, Kak...

Waduh, sepedaku!

Oh.

Begitu rupanya.

Menganalisis risiko, ya?

Adegan yang biasanya ada di film zombi itu,

ternyata bisa betulan terjadi.

Dia kakak yang keren dan cantik.

Apa kami akan bertemu lagi?

Eh, ini bukan waktunya bengong!

Lari sampai ke rumah? Tunggu, mana mungkin!

Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?

Apa ada sesuatu?

Oh.

Sepedaku berevolusi!

Soalnya ini jam sibuk di hari kerja.

Jadi ada banyak sepeda dan skuter yang kuncinya masih tercantol.

Dengan ini aku jadi lebih mudah bepergian daripada pakai sepeda.

Eh, tunggu. Jangan bilang ini...

masih bisa berevolusi lagi?

Asyik!

Evolusi tertinggi!

Hore!

Wah...

Aku dapat banyak bir dan bertemu kakak cantik.

Bahkan bisa dapat motor gede impianku.

More Indonesian subtitles for Zom 100: Bucket List of the Dead

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left