High Maintenance

High Maintenance

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

High Maintenance - Fourth Season (2020) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

other
Published on: 2021-05-31
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tidak semuanya sampah dapur. Ini sepertiga sampah dapur.

Dua per tiga pupuk.

Yang merupakan daun, jerami, rumput kering, dan serbuk gergaji.

Tapi kami kekurangan pupuk karena orang tidak membawakan pupuk.

Siapa penyalur pupuknya?

Kami dapat sumbangan dari toko kayu.

Tapi kami selalu membutuhkan pupuk.

Baiklah, mari lihat yang bisa kita lakukan.

Dahulu kami punya ahli kompos.

- Ernie. - Benarkah?

Dia mengatur seluruh operasi ini.

Dia mendidik semua tukang kebun.

Tanaman, rasio pupuk. Semua itu.

Lalu, pada suatu Minggu...

Dia masuk dan membawa biji kopi...

Dari kafe di seberang jalan...

Dan berhenti di sana.

Di sana.

Kami semua bilang, "Ada apa, Ernie?"

Dia tidak mengatakan apa pun.

Dia hanya menatap kami dengan mata mirip serangganya...

Lalu tiba-tiba jatuh dan mati.

Astaga, menyedihkan sekali.

Ya, tapi kau tahu?

Dia sangat antusias soal menjadi kompos saat mati.

Dia mendapatkan keinginannya.

- Itu bagus. - Ya, itu bagus.

Aku tidak tahu kita bisa melakukannya dengan jasad kita.

Ya.

Tapi dia tidak ada dalam kompos ini, bukan?

Dia ada di seluruh taman.

Kau bercanda, bukan?

Ya. Aku bercanda.

- Baiklah. - Aku bercanda.

Lucu.

Dimulai.

Baiklah, Chick.

Aku ada janji untuk mengurus...

Kuda?

Menjual ganja padanya.

- Terima kasih, Chick. - Sama-sama.

Ini anjingmu?

Astaga, kau anjing yang sangat manis.

Kau salah satu anjing itu.

Aku tahu tipemu.

Baiklah, aku akan pergi, ya?

Sampai jumpa!

Hei! Bung!

Hei, apa yang kau lakukan? Itu tidak aman.

Kenapa mengikutiku?

Kawan! Kenapa kau mengikutiku?

Apa yang kau lakukan?

Baiklah.

Kau anjing paling mengejar yang ada.

Ayo pergi dari jalanan!

Kau sungguh gila.

Dia siap untuk merekam semuanya.

- Bagaimana rencananya? - Termasuk pengomposan...

Suara apa pun yang dihasilkan.

Entah apa kita mau melihatnya mati...

Tapi konflik dengan keluarganya, itu kisah bagus.

Bukankah kita melakukan sesuatu, seperti mendaur ulang...

Tapi dalam arti luas.

- Daur ulang sebagai metafora. - Sebagai pertunjukan.

Tapi bagaimana dengan daur ulang sungguhan?

Kalian tahu soal daur ulang di gedung ini?

- Kenapa tidak ada daur ulang? - Kukira daur ulangnya?

Tidak. Kupikir itu benar.

- Tidak ada daur ulang. - Tapi disortir di bawah.

- Benarkah? - Tidak.

Kita pikir kita mendaur ulang, dan tidak mendaur ulang.

Kita menjalani kebohongan.

Kurasa hanya kau yang masih berpikir ada daur ulang.

- Aku tidak tahu. - Aku sudah cukup lama tahu.

- Kukira kita semua tahu. - Aku tidak tahu.

Kukira kita semua tahu, tapi aku suka bahwa sebagian orang tidak tahu.

Rasanya seperti memberi tahu mereka bahwa Sinterklas tidak nyata.

Kau tidak bisa mengatakannya di radio.

Kau tidak bisa bilang Sinterklas tidak nyata di radio.

NPR pernah memberi peringatan bahwa Sinterklas tidak nyata.

Kalau begitu, lupakan.

Bagaimana jika kita lakukan acara "tidak nyata"?

Baiklah, ada tes yang disebut tes BDSM.

Tes kegemaran seksual.

Aku mengikutinya. Dan mengetahui aku kelinci tambang.

- Astaga. Apa itu? - Kau bilang seolah-olah itu nyata.

Apa itu? Apa itu kelinci tambang?

Seseorang yang suka diikat saat bercinta.

Aku merasa itu seperti banyak wanita.

- Seperti preferensi pribadi. - Benarkah?

Tapi ternyata tidak ada yang nyata.

Seperti komunitas BDSM...

Tunggu, aku hanya ingin memahami.

Kau bilang mengikuti tes yang menunjukkan kau kelinci tambang.

Sekarang kau tahu tesnya tidak nyata.

Jadi, kau bukan kelinci tambang?

Aku tidak tahu kenapa mengatakan ini.

Aku akan kembali ke daur ulang.

Baik, bisakah kuajukan daur ulang?

Bagaimana dengan mendaur ulang hubungan?

Seperti seseorang yang kembali ke suatu hubungan.

Aku tidak tahu seperti apa rasanya.

- Kau punya cerita itu. - Tidak, aku tidak mau membahas itu.

Orang tuaku berbohong soal akan bercerai.

- Tunggu, serius? - Ya.

Saat usiaku 17 tahun, ibu dan ayahku bercerai secara legal...

Tapi mereka tidak mau memberitahuku sampai aku lulus SMA.

Jadi, mereka berpura-pura tetap menikah.

Tunggu, mereka masih tinggal bersama?

Ya, mereka masih tinggal bersama dan pura-pura tetap bersama.

Intinya, saat wisuda...

Saat aku sudah mendapat ijazah dan kembali ke kursiku...

Aku melihat orang tuaku dan mereka duduk di bangku berundak.

Mereka tidak menatapku, dan sedang bertengkar.

Aku bahkan tidak tahu apakah mereka melihatku lulus.

Lalu tiba-tiba aku melihat ayahku pergi menjauh dari ibuku.

Dia pergi ke undakan paling atas.

Dia bilang sepertinya dia bersandar pada susuran yang longgar.

Karena dia akhirnya jatuh ke lantai.

- Dia sungguh jatuh? - Tingginya sembilan meter.

Dan dia masih hidup.

- Astaga. - Lalu ibuku...

Yang kurasa telah sepenuhnya merelakan ayahku...

Memutuskan merawatnya sampai sembuh.

Kemudian...

Mereka menikah lagi.

Tunggu, itu membuat mereka jatuh cinta lagi?

- Kau pasti bercanda! - Tidak.

Berakhir bahagia.

- Aku suka akhir bahagia. - Mendaur ulang?

Mereka mau menceritakannya sambil direkam?

Menurutmu mereka mau menceritakannya?

Ya! Tentu, ya.

Setuju! Lanjut.

Ya, Ayah, ini sangat menarik. Ini hal besar bagiku.

- Ini kisah pertamaku di radio. - Apa itu?

Aku ingin menceritakan saat Ayah terjatuh dari bangku berundak.

Ayah rasa itu bukan ide bagus.

Ayah tidak mau bicara.

Dia memintaku bicara dengan Ibu sebelum bicara dengannya.

Itu membuatku yakin Ibu tahu sesuatu yang tidak kutahu.

Mungkin ada...

- Kita harus pergi! - Tapi Sayang, itu pergi begitu saja.

- Kenapa kita tidak bisa... - Aku tidak bisa. Hentikan!

Aku sangat suka akhir bahagia.

Apakah ini kisah tentang bagaimana kerapuhan...

Membuka diri kita terhadap cinta?

Atau soal menerima orang apa adanya?

Ibu, ceritanya sangat indah.

Itu masa yang sangat menyakitkan dalam hidup ibu, Nak.

Ibu tidak mau membahasnya.

Dengar, ibu turut bahagia untukmu, tapi ibu ingin menjaga privasi.

Hormati itu. Paham?

Bisakah Ibu memikirkannya?

Jawabannya tidak. Maafkan ibu.

Baiklah, aku harus pergi, dia sudah datang.

Baiklah, cium Owen untuk ibu. Bersenang-senanglah.

Sampai jumpa.

- Hai, Smoothie! - Hai, Smoothie!

- Bagaimana penerbanganmu? - Menyenangkan.

Terima kasih untuk ini.

- Harganya lima dolar di sini. - Astaga.

Tempatmu mulai rapi.

Terima kasih, Smoothie.

Harus kuceritakan hal terkeren yang terjadi di kantor hari ini.

Hei! Selamat hari jadi.

Selamat hari jadi, Smoothie.

Baiklah.

Kurasa ibuku menyesal sudah menikahi ayahku lagi.

Kenapa kau berkata begitu?

Karena ucapannya di telepon.

- Kau butuh sesuatu, Smoothie? - Tidak usah, Smoothie.

Bagaimana kita akan merayakan malam ini? Makan malam?

Tentu, tapi aku tidak mau berdandan.

Aku tidak keberatan dengan apa pun yang kau inginkan.

Mau teler dan memesan makanan?

Terdengar sangat romantis.

Bagus. Aku akan mengirimi dia pesan.

Sejujurnya, aku bahkan tidak menyukai prekuelnya.

Tapi menurutku, jika akan kerjakan rangkaian itu...

Sebaiknya ditingkatkan.

Kau agak berat, tahu?

Bagaimana perasaanmu di situ? Nyaman?

Ini Bushwick.

Kau sudah selesai?

Ada banyak pertanyaan.

"Aku senang merasa seperti mangsa yang diburu oleh predator?"

Apa-apaan itu?

- Aku tidak mengerti. - Itu nyata, jangan dikritik.

Kurasa aku sudah selesai.

- Aku... - Aku tidak sabar.

99 persen vanila.

95 persen daddy-mommy .

Baiklah.

Dan 95 persen kelinci tambang.

Elna juga dapat kelinci tambang.

Bagaimana denganmu?

Seratus persen mangsa dan pemburu.

Benarkah?

- Halo? - Hai! Aku membawa anjing.

More Indonesian subtitles for High Maintenance

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left