The first 171 lines.
Subtitle ini dari translate AKB48, dan tidak sesuai dengan lagu JKT48
AKB48 Team A 1st Stage "PARTY ga Hajimaru yo"
PARTY ga Hajimaru yo ~Pesta Ini Dimulai~
Pesta!
Pesta!
Pesta! Lupakan semuanya! Pesta! Gerakkan tubuhmu!
Pesta! Mari kita bersenang-senang! Pesta! Malam ini, pada keluar dari sini!
Ketika kelinci bulan mata air keluar, Dan bel berbunyi dari bintang,
Paus putih dari masa lalu bumi Akan menyemprotkan air keluar dari laut
Tutuplah matamu diam-diam
Diamlah
Dapatkah kamu melihat Pintu masuk ke mimpi itu?
Pesta! Lupakan semuanya! Pesta! Gerakkan tubuhmu!
Pesta! Mari kita bersenang-senang! Pesta! Malam ini, pada keluar dari sini!
Ketika semua tentara mainan Membawamu ke suatu tempat,
Cinderella yang ada digerobak Semakin dekat karna ditarik tikus
Buket Cinta, Seperti tiket Ke surga
Datanglah kepadaku Marilah kita bermain!
Pesta! Dengan musik yang nyaring Pesta! Dengan tarian sesukanya
Pesta! Lakukan seperti kau menyukainya! Pesta! Untuk negara abadi
Apakah kamu malu?
Berdiri!
Jika kamu tidak akur, Kamu akan menjadi bodoh!
Pesta! Jangan gugup! Pesta! Dengan gayamu sendiri
Pesta! Bertepuk tangan keras-keras! Pesta! Malam ini, pada keluar dari sini!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Pesta!
Dear My Teacher ~Guruku Tersayang~
Janganlah~ lihat aku seperti itu, Apa se~suatu akan dimulai, ya kan?
Itu mo~dus untuk membujuk diriku, Tanpa ber~bicara sedikitpun
Mengapa~ kamu sangat begitu tenang? Kamu me~lipat lengan seperti itu
Dirimu~ harus khawatir sesuatu, Bagaimana bisa menanganimu
Hei, mari kita~ santai Berpikir~ tentang kita berdua
Hei, di dunia ini~ ada laki-laki, Perempuan dan juga gay
Aku kan segera mengerti yang kau bilang, Meskipun jawabannya sederhana
Kiss me baby! Kiss me baby! Rangkul diriku yang~ sangat lemah ini
Mau kau me~ngajariku, Lebih baik dari buku-buku
Kiss me baby! Kiss me baby! Tak lama, ku kan me~ngetahuinya
Partner baik~ ku adalah, Dear dear my~ tea teacher!
Mengapa~ ku merasa dirimu ragu? Dirimu~ memiliki moral, iya kan?
Emosi~ manusia tak akan pernah, Berhenti untuk alasan apapun.
Mungkin i~ni beda dengan arti cinta, Tetapi~ apa ini begitu buruk?
Aku me~miliki sebuah tujuan, Ada hal-hal yang kau ingin mencoba?
Hei, aku pasti, pasti tak akan, Memberita~hu siapapun.
Hei, rahasia kita, ku tak beritahu, Bahkan ke orang tuaku
Hal itu bisa ter~jadi di mana-mana, Yang nantinya segera terlupakan
Do it baby! Do it baby! Apa kau~ ajariku pelajaran?
Aku hanya~ ingin minta, Sedikit pelajaran tambahan.
Do it baby! Do it baby! Kamu hanya memu~tar kunci di pintu
Ku kan jadi~ gadis baik. Dear dear my~ tea teacher!
Shake it baby! Shake it baby! Kita akan memulai darimana?
Jika kau tak~ ingin bicara, Diriku akan memejamkan mata.
Shake it baby! Shake it baby! Pelaja~ran itu keahlianmu
Ajari a~ku sekarang, Dear dear my~ tea teacher!
Doku Ringo wo Tabesasete ~Biarkan Aku Memakan Apel Beracun~
Karena aku wanita, ku sela~lu berdebar (ku berdebar!) Diriku meram~pas pa~nah dari~ malaikat, “Whuush”
Diriku menembakkannya ke se~gala arah, (arah!) Energi ku penasaran, menjadi~ bersemangat
Berdirilah dan~ wink! wink! wink! Ku tlah lulus ja~tuh cinta
Ku ingin mema~kan apel beracun Run! Run! Run!
Gigit s'keliling, Kulit dan tengahnya
Walaupun aku jadi sakit perut, Tak~ masa~lah!~
Aku pasti tak a~kan berhenti
Hantu dan juga~ mahkluk alien itu~ memang ada, (memang ada!) Tidak masalah walaupun itu~ cuma bohong (bohong!)
Bayangkanlah sesuatu yang berhar~ga bagimu (berharga!) Jika tak bisa, maka hidup tak a~da artinya (tak ada)
Ku tutup mata, kiss! kiss! kiss! Ku mencari har~ta karun
Ku ingin mema~kan apel beracun Cup! cup! cup!
Dan sekarangpun~ diriku berubah, Henshin!
Diriku tak ingin menyesalinya Se~la~lu!
Diriku tak akan~ berprasangka
Ku ingin mema~kan apel beracun Run! run! run!
Gigit s'keliling Kulit dan tengahnya
Walaupun aku jadi sakit perut, Tak~ masa~lah!~
Aku pasti tak a~kan berhenti
Skirt, Hirari ~Rok Berkibar~
Dengan trik kebetulan, Aku~ melintas didepan dirimu
Kau membuat jantungku berhenti, Tapi aku mengabaikanmu dan terus berjalan
Mengapa ku begitu bodoh? Walaupun aku menyukaimu
Ku terjebak sosok yang ku benci, Sendiri di~ stasiun kereta api
Kejadian sesa~at itu, Menyisakan rasa sakit penye~salan
Wahai~ Tuhan,~ seka~li lagi saja Tolong ulang wak~tu terjadi itu
Sebagai perempuan,~ Ada~ saat ia ingin berlari, Dan rok~ dia berkibar dengan ringan
Segala dia~ buang, Dan pergi menuju cinta
Setiap jatuh cinta,~ Rok di~rinya berkibar dengan ringan, Se~perti api menyala di hati
Tidak peduli~ yang kita lakukan, Dimaafkan selama puber
Jika hanya memandang~ mimpi, Tidak akan ada kemajuan
Jika kau mengulurkan tanganmu~ Buah yang ada disana kan matang
Tangga menuju kedewa~saan, Ku melompat dua langkah seka~ligus
Hey, tolong~ beri~tahu aku, Bahwa~ kau menyukai aku
Sebagai perempuan,~ Ada ketika ia bersemangat, Dan roknya mengembang dengan lembutnya
Masa muda i~tu se~lalu Menatap ke depan
Karna ku jatuh cinta,~ Aku berlari mengejar dirimu, Dan rok diriku mengembang dengan lembut
Kita harus me~lakukan sesuatu, Agar tak menyiakan umur
Dengan nafas ber~semangat Keringat yang jatuh
Dan kekuatan~ Kita~ lari~ s'panjang jalan
Jika p'ra~saan ini terbawa angin, Ia pasti~ kan sampai padamu
Ku tak~ lagi~ takut~ apa hasilnya, Kau orang yang ku sukai di dunia
Sebagai perempuan,~ Ada~ saat ia ingin berlari, Dan rok~ dia berkibar dengan ringan
Segala dia~ buang, Dan pergi menuju cinta
Setiap jatuh cinta,~ Rok di~rinya berkibar dengan ringan, Se~perti api menyala di hati
Tidak peduli~ yang kita lakukan, Dimaafkan selama puber
Classmate ~Teman Sekelas~
Di waktu senja~ pulang se~kolah, Kau mendorong se~pedamu
Jalan de~nganmu di bukit ini, Bayang kami~ membesar
Aku pergi ke~ jalan yang~ jauh, Karna ku menyu~kaimu,
Aku ha~nya bersamamu saja, Ber~senang-senang, Dan ku melupakan waktu
Aku ingin tahu~ apakah kita, Bisa jalan seper~ti ini?
Lurus hingga masa depan, Bahkan sete~lah kita~ lulus tinggal~ di dekat aku
Teman sekelas, Kamu tidak terkenal, Tetapi kamu isti~mewa bagiku
Yang paling penting keha~diranmu di~ dunia, Kaulah sa~tu-satunya
Teman sekelas, Kamu orang biasa, Tapi membuat jantungku~ berdebar
Perasa~an ini, Tak bisa~ katakan Hanya suara~ daun berjatuhan
Persimpangan ja~lan yang ke~dua, Aku berbelok~ ke kanan
Cinta se~lalu meninggalkannya, Dari masa i~ni, yang tidak bisa maju
Ku ingin tau, a~pa besok cerah? Langit biru tidak berawan
Sepanjang jalan~ sekolah, Aku suka bertemu~ ka~mu seca~ra kebetulan
Teman sekelas, Sekarang kita teman, Tapi aku selalu~ ingat padamu
Terbaik di~ sekolah,~ Wajahmu yang~ tersenyum, Kaulah sa~tu-satunya
Teman sekelas, Cinta yang tak terbalas, Namun dirimu tidak~ sadari
Suatu ha~ri pasti,~ kau akan~ menjadi, Hanya milikku~ ya teman sekelas
Suatu ha~ri pasti Ku memilikimu~ ya teman sekelas
Ku memilikimu~ ya teman sekelas
Anata to Christmas Eve ~Malam Natal Bersamamu~
Da~ripa~da hadiah ini, Diriku ingin bera~da di~ dalam lengan dirimu
Man~tel bi~ru yang di dadamu, Ku sela~lu bersandar di~ dahimu
Meski bu~tiran~ salju tu~run di sekitar, Dan lampu~ jalan yang menyala terang
Ku tak ingin meninggalkan, dari tempat ini, Satu detik lebih dari selamanya
Dirimu yang~ paling indah di dunia, Terima kasih ku untuk~ malam Natal
Ku akan me~ngingat~ hari ini s'lalu, S'lamat Natal~ dan I Love You
Ji~ka tak~ ada yang mengatakan, Cinta ter~sampaikan de~ngan berlalunya waktu
Ma~lam i~tu adalah makna yang, Satu-satunya yang diperlukan
Butiran~ salju~ meskipun belum berhenti, Seperti~ jatuh pada kami berdua
Akan lebik baik untuk~ tetap dalam hal ini, Dirimu se~limut yang begitu hangat
Suatu tempat~ di dunia, kau berbisik, Tentang janji cinta suci sang kekasih
Tentu kita~ mulai~ dari hari ini, S'lamat Natal~ dan I Love You
Dirimu yang~ paling indah di dunia, Terima kasih ku untuk~ malam Natal
Ku akan me~ngingat~ hari ini s'lalu, S'lamat Natal~ dan I Love You
Suatu tempat~ di dunia, kau berbisik, Tentang janji cinta suci sang kekasih
Tentu kita~ mulai~ dari hari ini, S'lamat Natal~ dan I Love You
"S'lamat Natal"~ dan I Love You
Kiss wa Dame yo ~Ciuman Tidak Akan Pernah~
Cium tak~ kan pernah, Jangan kau~ merangkul diriku
Sementara ku me~ngenakan s'ragam, Kamu nakal?
Cium tak~ kan pernah, Seseo~rang mengawasi!
Di tengah-tengah kerumunan ini, Bukan~kah di~rimu berani?
Cinta dari wak~tu ke waktu, Bukan sesuatu~ yang dipak~sakan, Itulah yang ku percaya
Hanya suasana hati yang~ bisa, Dan meskipun~ itu baik tuk~ memulai, Tapi~ kau salah
Bukankah~ itu sa~ngat memberatkan?
Cukup tuk menolak, Tak~ ada istimewa
Itu tak~ kan pernah, Janganlah~ terburu-buru
Tangan yang kau bentang~kan, Di~ tariklah~ kem~bali
Itu tak~ kan pernah, Seorang~ gadis yang tahu,
Menyeberang jalan raya besar, Dengan~ mata prasaan jahat
Aku mengerti bahwa, Tidak~ adanya aturan~ untuk mencintai, Ku ingin melakukan~ semua
Ini menjadi membosankan, Aku juga sama, Aku ingin~ tahu kenapa kau ra~gu-ragu
Tidak dapat dijelas~kan dengan akal,
Membuat kita menunggu, Suasana hati bingung
Cium tak~ kan pernah, Jangan kau~ merangkul diriku
Sementara ku me~ngenakan s'ragam, Kamu nakal?
Cium tak~ kan pernah, Seseo~rang mengawasi!
Di tengah-tengah kerumunan ini, Bukan~kah di~rimu berani?
Itu tak~ kan pernah, Janganlah~ terburu-buru
Tangan yang kau bentang~kan, Di~ tariklah~ kem~bali
Itu tak~ kan pernah, Seorang~ gadis yang tahu,
Menyeberang jalan raya besar, Dengan~ mata prasaan jahat
No comments yet. Be the first to leave one.