Release info

언니는 살아있다--Sister is Alive--E 37 VIU
언니는 살아있다--Sister is Alive--E 38 VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[VIU Version] Perfectly synced for all versions.|| Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-08-20
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 37"

Jika Anda tidak menyukaiku, katakan saja.

Jangan menghina keluargaku.

Kamu tidak menyukainya?

Buang saja.

Kenapa membawa barang-barang yang kotor ini kemari?

Apa?

Kenapa Anda melakukan ini?

Mustahil Anda membeli tas imitasi karena miskin.

Kamu bisa mengetahui semuanya palsu?

Lantas, kenapa kamu tidak bisa mengenalinya?

Apa maksud Anda? Aku tidak mengerti.

Sera Park, istrimu.

Dia juga palsu, seperti tas-tas itu.

Apa?

Ini putriku yang asli.

Kamu menikahi wanita bernama Yang Dal Hee.

Maafkan aku, tapi kamu menikahi wanita

yang dahulu mencucikan kaki anakku.

Maksud Anda,

ini Sera Park yang sebenarnya?

Ya.

Dia lulus summa cum laude dari Universitas George Washington.

Dia juga ahli waris tunggal di keluarga kami, tapi kini,

dia di rumah sakit.

Terlebih lagi, dia terbaring di IGD.

Semua itu karena Yang Dal Hee, si Jalang yang kamu nikahi itu.

Yang Dal Hee?

Ini seperti kartu memori. Kenapa dia memilikinya?

Sebentar.

Di mana pembaca kartu memorinya?

Siapa? - Paket.

Sebentar.

Kamu butuh pertolongan, Dal Hee. - Tidak ada waktu untuk itu.

Hidupku tamat jika aku kehilangan kesempatan ini.

Ini kesempatan terakhir yang mendiang ibuku berikan.

Terima kasih.

Bagaimana ini?

Astaga, Hong Si. Hati-hati.

Ponselnya kebasahan.

Jangan khawatir. Tidak apa-apa.

Belakangan ini, ponsel tahan air.

Jadi, tidak apa-apa walaupun kebasahan.

Ayah harus mematikannya.

Hampir lupa. Ayah menemukan ini di dalam tasmu.

Mungkin ayah harus mengeringkan ini dengan pengering rambut.

Sebentar, Hong Si.

Ayo kita mengeringkan ini.

Tolong berikan ini kepada Dal Hee ketika dia datang.

Jangan berikan ini kepada orang lain selain Dal Hee.

Kamu harus memberikan ini kepada Dal Hee, ya?

Kakak!

Kakak!

Hong Si, kakak di sini.

Kamu pasti sudah lama menunggu kakak menjemputmu.

Kakak tahu kamu bersembunyi di sana.

Kakak berjanji tidak akan memarahimu.

Jadi, jawablah!

Aku tidak punya kakak lagi.

Ayahku adalah Kepsek Na Dae In.

Ibuku adalah Ibu Ko Sang Mi.

Siapa kamu?

Kamu mengenal pria ini?

Kamu masih hidup?

Kamu Min Deul Lae?

Seharusnya kamu sudah mati. Aku melihatmu di rumah sakit.

Tapi bagaimana...

Siapa kamu?

Aku?

Aku kembaran mendiang kakakku.

Apa? Kamu kembarannya?

Jadi, enyahlah.

Kamu mimpi terburuk keluarga kami. Beraninya kamu datang kemari.

Namamu saja membuatku merinding.

Tunggu.

Adakah semacam catatan tertulis atau catatan di ponsel

yang ditinggalkan kakakmu sebelum meninggal?

Aku perlu menemukannya. Kumohon.

Dia tidak meninggalkan apa pun.

Walaupun ada, untuk apa kuberikan itu kepadamu?

Tunggu.

Permisi, tunggu. Bisakah kita bicara sebentar?

Tunggu!

Hei. Tunggu sebentar!

"Ibu"

Hai, ada apa?

Kapan kamu selesai bekerja? Mau berkencan dengan ibu?

Kencan?

Kita bertemu di sana? Baiklah, sampai jumpa.

Kencan?

Ki Chan, boleh aku pulang lebih awal hari ini?

Kamu akan mengencani siapa? - Seseorang yang sangat baik.

Kalau begitu, aku pergi sekarang. Sampai jumpa di rumah.

Seseorang yang sangat baik?

Kak Ha Ri sungguh punya pacar?

Sebenarnya dia pergi kencan buta hari ini.

Apa? Kencan buta?

Aku mendengar wanita itu membahasnya kemarin.

Prianya seorang dokter hewan dan kudengar dia sangat tampan.

Dia sangat tampan?

Ya! - Begitu, ya.

Kencan buta? Kukira aku hanya makan malam dengan Ibu.

Kamu tidak akan datang jika ibu bilang ini kencan buta.

Kamu harus menikah sekarang.

Tidak, aku tidak mau melakukan kencan buta.

Ibu melakukan ini karena merasa tidak nyaman tinggal bersamaku?

Jika seperti itu, ibu tidak akan memintamu menjadi putri ibu.

Ibu sungguh menganggap kamu, Ha Se, dan Hong Si

sebagai putri ibu sekarang.

Orang tua macam apa yang akan merasa tenang

melihat putri mereka bertambah tua?

Ibu.

Seharusnya dia sudah datang.

Ibu akan ke toilet.

Kenapa dia tiba-tiba menyuruhku melakukan kencan buta?

Apa?

Ayo pergi.

Ki Chan, bagaimana kamu tahu aku di sini?

Kubilang, ayo pergi. Kenapa kamu melakukan kencan buta?

Aku tidak suka melihatmu melakukan kencan buta.

Jadi, ayo pergi saja.

Tapi...

Ada apa denganmu? Aku bahkan tidak memberi tahu Ibu akan pergi.

Aku menyukaimu.

Apa?

Kubilang, aku menyukaimu.

Ki Chan.

Aku tahu ini terdengar gila.

Aku juga tahu ini tidak masuk akal.

Kamu pasti merasa tertekan dan terkejut.

Tapi begitulah perasaanku.

Terima kasih sudah memikirkanku seperti itu.

Tapi aku takut akan menyakiti Ibu dan Ayah.

Kita tidak bisa melakukan itu kepada mereka.

Mereka sudah banyak menderita karena kita sampai sekarang.

Mana bisa kita melakukan itu?

Astaga, bodoh sekali.

Kenapa dia sangat baik, tapi begitu bodoh?

Kamu sungguh berpikir mereka saling menyukai?

Kami sudah lama memperhatikan dan kami yakin 100 persen.

Kami yakin.

Kenapa harus Ki Chan dan Ha Ri?

Bagaimana dengan putra kami yang malang, Jae Il?

Kalian pikir orang mati tidak punya perasaan?

Kamu bilang Ha Ri sudah seperti putrimu sendiri.

Lantas, kamu harus berharap dia menikahi orang seperti Ki Chan.

Tapi kenapa dia harus mendapatkan orang dari rumah tangga ini?

Ki Chan adalah putraku.

Ha Ri adalah putriku.

Se Joon, sedang apa kamu sendirian di sini?

Kenapa lama sekali? Kami sudah menunggumu.

Apa yang kalian berdua bicarakan?

Yang Dal Hee?

Namamu sebenarnya Yang Dal Hee?

Apa?

Apa yang kamu bicarakan?

Kamu dahulu bekerja di spa pijat di Amerika

dan kembali ke Korea setelah melukai Sera Park yang sebenarnya.

Kamu benar-benar Yang Dal Hee?

Kamu memberitahukan semuanya?

Aku memohon kepadamu.

Aku memohon agar kamu membiarkannya kali ini saja!

Aku akan membunuhmu.

Semua sudah berakhir, Yang Dal Hee. Lebih baik kamu menyerah sekarang.

Astaga.

Butuh waktu yang sangat lama untuk sampai di sini.

Aku akhirnya mencapai impianku untuk menjadi menantu Gongryong.

Kenapa kamu melakukan ini?

Kenapa kamu melakukannya?

Kamu seharusnya mendengarkan peringatanku

dan berhenti sebelum mengalami ini.

Lihatlah dirimu. Menyedihkan sekali.

Baiklah. Sekarang saatnya kamu dihukum atas perbuatanmu.

Se Joon. Bantulah aku kali ini.

Aku bisa menjelaskan semuanya.

Menjelaskan apa?

Kita sudah menikah.

Kamu suamiku.

Jadi, kamu harus memihakku.

Kamu tidak bisa membuangku begini.

Memihakmu? Kenapa harus begitu?

Aku tidak tertarik kepadamu baik kamu Sera Park, Yang Dal Hee,

manusia, ataupun hantu.

Tapi jika orang tuaku mengetahui hal ini,

segalanya akan berbeda.

Aku akan berpura-pura tidak tahu tentang perbuatanmu di Amerika.

Jadi, ayo akhiri pernikahan kita.

Selamat tinggal.

Tidak. Se Joon, tidak.

Jangan tinggalkan aku begini. Tidak boleh!

Siapkan jet pribadiku.

Aku akan meninggalkan negeri ini bersama dia.

Tidak!

Selamatkan aku. Lepaskan aku!

Sini! - Maafkan aku. Lepaskan!

Berkemaslah. - Lepaskan.

Lepaskan aku!

Jangan melawan. - Lepaskan!

Hei. - Ada apa dengannya?

Hei. Bangun!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left