The first 181 lines.
TOMODACHI GAME
TUNGGU PERMAINAN MENUNGGU
Masih ada waktu.
Kita harus mencari tempat rahasia untuk bersembunyi.
Ya.
Banyak aturan detail di permainan ini.
SEBELUM PERMAINAN KETIGA DIMULAI
Kalau begitu, akan kujelaskan aturannya.
Yang pertama adalah larangan yang jelas.
Satu, kekerasan.
Dilarang menyerang tim lawan
dan menanyakan lokasi yang sembunyi.
Ini jelas-jelas dilarang.
Dua, yang sembunyi mengubah persembunyian
setelah memutuskan tempatnya.
Dengan begitu, tak diizinkan lagi untuk bergerak hingga akhir permainan.
Jangan bergerak setelah diputuskan ingin sembunyi di mana. Aturan ini cukup ketat.
Kamera dipasang di mana-mana.
Bergerak sedikit saja, kau akan ketahuan.
Sekali melanggar aturan,
utang semua anggota tim akan digandakan.
Selain itu, kalian akan dinyatakan kalah di tempat.
Berhati-hatilah.
Tak mudah untuk sampai di permainan ketiga.
Awalnya aku ingin menanyakan banyak informasi internal pada penyelenggara.
Seharusnya mustahil dalam permainan ini.
Aku hanya bisa pakai ini untuk menghubungimu.
Yang berikutnya adalah hal yang diizinkan.
Tiap orang punya satu ponsel.
Satu, menghubungi.
Terlepas dari musuh, yang ikut permainan ini
bisa saling berkomunikasi.
Jika menemui kesulitan, kalian bisa menelepon dan meminta bantuan.
Meski boleh menghubungi kapan saja,
tapi kau harus ingat, aku takkan menghubungi lebih dahulu kecuali darurat.
Tenji!
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Aku hanya agak pusing.
Benar juga. Kita sudah tiga hari belum makan.
Sial, setidaknya beri kita makanan sebelum permainan dimulai.
Dua, makan.
Di dalam hutan ini ada banyak makanan.
Begitu permainan mulai, kalian bisa makan apa pun, kapan pun, sebanyak apa pun.
Ya, grup C sudah tiga hari belum makan.
Adapun makanan yang sembunyi,
karena tak bisa bergerak,
maka pencari perlu membawakan makanan.
Maaf, aku sudah tak apa-apa.
Kau baik-baik saja? Bagaimana kalau kau istirahat sebentar lagi?
Tidak usah, tak apa-apa.
Jika jatuh di level ini, kita tak bisa bertarung sampai akhir.
Berikutnya adalah hak istimewa untuk yang sembunyi.
Yaitu tiga, menyerah.
Yang sembunyi dalam permainan ini sangat menderita.
Pasti. Bosan dan kesepian.
Tetap diam dan membosankan sampai mati rasanya.
Jadi, tak peduli berapa lama menunggu,
pencari tidak dapat menemukan persembunyian musuh.
Saat sudah tidak tahan lagi,
tombol menyerah.
Secara harfiah, asal menekan tombol ini,
maka grup langsung kalah dalam permainan.
Tapi itu tidak mungkin, bukan?
Bagaimanapun, teman seperti itu tak berguna dan kejam.
Omong-omong, tombol ini tak berguna jika ditekan orang lain selain pemiliknya.
Yang terakhir adalah empat, membelot.
Ini sudah dijelaskan sebelumnya, lewati saja.
Kalau begitu, silakan masing-masing tim menentukan yang sembunyi.
Aku tak terlalu mengkhawatirkan Yuichi.
Masalahnya adalah anak itu.
Orang asing yang baru sekali bertemu cenderung mengkhianati
dan menang sendiri.
Lupakan saja, dia pasti gelisah sendirian.
Baiklah, kalau bersembunyi di sini seharusnya tak ditemukan, 'kan?
Di dalam ada lubang untuk bersembunyi.
Bagaimana dengan anak itu?
Tak usah khawatir.
Kalau-kalau aku membuatnya menunggu cukup jauh dari kita,
dia tak akan tahu di mana kau bersembunyi.
Yuichi.
Saat itu kau pernah mengatakannya, 'kan?
Tapi permainan ini
hampir mustahil dimenangkan hanya dengan dua orang.
Bisakah menang dengan tiga orang?
Lawan memakai dua kali lipat jumlah orang untuk mencariku.
Meskipun ada tiga orang,
menggunakan cara yang benar, itu tak akan berhasil.
Itu artinya,
apakah akan berhasil jika menggunakan cara yang tidak benar?
Harus dikatakan bahwa cara yang tidak benar ini
tergantung pada seberapa banyak kau bisa mentolerirnya.
Tak peduli tindakan apa pun yang kuambil,
kau harus sabar dan menunggu.
Asal kau tidak menekan tombol menyerah,
pasti kita ada peluang untuk menang.
Tenang saja, Yuichi.
Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menyerah.
Tenji.
Kau pernah mengatakannya, 'kan?
Kau adalah harapan terakhirku untuk membalaskan dendam ayahku.
Aku bersedia melakukan apa saja
agar bisa mendapatkan kepercayaanmu lagi.
Benarkah? Kalau begitu, aku bisa tenang.
Kita akan memenangkan permainan ini!
Baiklah, sudah hampir dua jam.
Meski aku tak bisa menjelaskan detail pertempuran padamu,
tapi amat berbahaya jika aku tetap di sini. Aku pergi dahulu.
Aku mengerti. Kuserahkan padamu.
Akan kubereskan secepatnya dan kembali kepadamu.
Jadi, percayalah padaku. Tunggulah aku, Tenji.
Aku akan percaya padamu dan menunggumu, Yuichi!
Tapi setelah itu…
Setelah dua hari berturut-turut, Yuichi tidak kembali…
Kenapa Yuichi belum juga kembali?
Apa terlalu sulit baginya
menemukan satu demi satu di hutan yang seluas ini?
Tak ada tanda-tanda bahwa pihak musuh mencariku.
Apa permainan ini menjadi perang perlawanan yang berlarut-larut?
Tapi setidaknya
kirimkan aku air atau makanan.
Mungkinkah Yuichi mengkhianatiku?
Jangan-jangan Yuichi membelot ke pihak musuh.
Dan sedang dalam perjalanan membawa mereka kepadaku.
Tidak. Jika begitu, itu terlalu lama.
Apa yang terjadi?
Mengapa Yuichi belum juga kembali?
Apa dia hanya main-main denganku?
Mempermainkanku?
Apa Yuichi hanya mempermainkanku?
Untuk meyakinkanku yang berkhianat pada semuanya di permainan kedua.
Jadi, dia mengambil kesempatan untuk balas dendam di permainan ketiga.
Artinya, Yuichi saat ini
sedang makan dengan wanita itu!
Apa dia sedang membayangkan rasa sakitku, lalu menertawakanku?
Tidak, tenanglah.
Sekarang aku lapar dan itu memengaruhi akal sehatku.
Benar, masih ada ini.
Aku ragu menghubunginya di akhir hari pertama.
Tapi itu justru seperti meragukannya,
jadi, aku tak menghubunginya.
Tapi aku sudah menunggu dua hari penuh.
Jika khawatir apa yang terjadi pada Yuichi,
wajar kalau aku meneleponnya.
Kenapa tidak dijawab?
Yuichi...
Sial! Aku haus! Aku lapar!
Sial.
YUICHI GRUP C PANGGILAN MASUK
Halo, Yuichi?
Kau belum kembali, aku sangat khawatir.
-Bagaimana keadaanmu… -Itu, maaf.
Aku dari grup K.
Kau kenapa?
Begini, sulit mengatakannya.
Yuichi Katagiri
sepertinya ingin meninggalkanmu.
Mana mungkin?
Sekarang dia pasti putus asa mencari yang sembunyi di grup kalian.
Sayangnya, tak sekalipun dia mencari yang sembunyi.
Dan dia selalu bersama dengan gadis itu, makan dan tidur.
Yuichi berkata kepada kami,
"Tenji Mikasa mengkhianati kami habis-habisan di permainan kedua.
Jadi, aku tak akan pernah memaafkannya."
Kalau kau tidak percaya, kau mau dia menjawab teleponnya?
Sekarang dia ada di sebelahku.
Bicara dengan Yuichi.
Tidak usah.
Kalau ada perlu, Yuichi bisa menghubungiku sendiri nanti.
Tak peduli berapa lama aku harus menunggu, aku selalu percaya pada Yuichi.
Begitukah?
Tapi kalau kau benar-benar tak tahan lagi,
kau harus menekan tombol menyerah.
Kalau tidak, kau akan mati.
Cepat. Cepatlah kembali!
Yuichi!
Bagaimana? Bagaimana keadaan yang sembunyi di grup lawan?
Meski hanya menggertak, tapi kedengarannya dia sudah mencapai batas.
Sudah lima hari tidak makan, keadaannya pasti buruk.
Dan dia harus menahan napas agar tidak bisa ditemukan oleh kita,
dan memercayai temannya sambil terus menunggu.
No comments yet. Be the first to leave one.