Release info

사이코지만괜찮아-It's-Okay-to-Not-Be-Okay E11 WEB-DL NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-07-26
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sub bY NETFLIX

Resynced == ANANG KASWANDI ==

Ada yang belum sempat kuberikan.

Bagiku Sang-tae saja sudah cukup merepotkan.

Dia lebih dari cukup, jadi, kumohon...

Kumohon berhenti mengguncang hidupku

dan pergilah.

BAB 11 ITIK BURUK RUPA

Lantas Bu Ok-ran? Di mana dia?

Bagaimana ini? Sepertinya dia melarikan diri.

Hubungi kantor polisi setempat. Cepat.

- Kemari. - Ya.

Selamat ulang tahun

GANG-TAE

Kau tak mungkin berdandan,

dan kemari saat malam hari hanya untuk minum teh.

Apa yang kau inginkan?

Sial.

Enak sekali.

Aroma buku-buku lama.

Bunganya sudah mati.

Seharusnya dibuang saja.

Jangan sembarang menyentuh.

Kenapa kau ke sini?

Aku khawatir

kau kesepian.

Ko Mun-yeong.

Mun-yeong.

Hari ini,

ayahmu mencoba membunuhku.

Kata ayahmu

aku monster.

Dia bilang semua monster harus dibunuh.

Dia menyesal tak membunuhmu waktu itu

dan membuat keributan.

Kau tak tahu, 'kan?

- Lantas? - Itu sangat keterlaluan.

Tak seharusnya seorang ayah mengatakan itu...

Sial.

...di hari ulang tahun putrinya.

Jadi, aku datang untuk menghiburmu

dan mengucapkan selamat ulang tahun.

Di hari ulang tahunmu, kau akan merasa kesepian

jika sendirian.

- Kenapa kau peduli? - Karena aku

penggemar ibumu.

Penggemar.

Cantik sekali.

Sudah kubilang,

jangan sentuh barangku.

Mirip sekali.

Aku juga

membenci orang yang menyentuh barangku.

Ko Mun-yeong!

Ko Mun-yeong!

Ko...

Ko Mun-yeong.

Moon Gang-tae?

Syukurlah.

Kau aman.

Syukurlah.

Kau baik-baik saja?

Apa kau terluka?

- Bu Ok-ran... - Di mana dia?

Di mana pasien itu?

- Dia pergi. - Kapan? Ke mana?

Kapan perginya?

Baru saja.

Kau kemari

hanya untuk menangkap pasien yang kabur?

Bukan karena aku

atau merindukanku?

Kau jelas lebih mementingkan Sang-tae.

Bahkan para pasien lebih penting daripada aku.

Ko Mun-yeong.

Dia hanya mengejar pasien kemari.

Kenapa harus memelukku? Sial.

Kumohon.

Setidaknya hitung sampai tiga sebelum bertindak impulsif.

- Satu. - Astaga.

Tanganmu tak apa-apa?

- Dua. - Tanganmu berdarah.

- Bagaimana ini? - Tiga!

Aku kembalikan.

Keluar dari sini.

Haruskah kutusuk saja dan menyimpan mayatnya di sini?

Aku mau bicara.

Kenapa membalut tanganku? Apa aku kesakitan?

Hanya luka kecil di telapak tanganku. Tidak terasa sakit.

"Kita tak seharusnya bersama.

Berhenti mengguncang hidupku dan pergilah."

Omong kosong yang kau katakan itu

jauh

lebih menyakitkan.

Katamu aku bukan tong kosong.

Kenapa memperlakukanku seperti tong kosong?

Ini adalah hari penting bagiku!

Aku tak mau sendirian!

Saat kau tak bisa menahan diri,

berhitunglah sampai tiga.

Satu.

Dua.

- Tiga. - Tiga.

Selamat ulang tahun.

Aku merindukanmu.

Wajahmu merah.

Karena kepanasan.

Panas sekali, 'kan?

Wajahmu juga merah.

Aku sakit.

Kau demam!

Perawat Moon menghubungiku.

Katanya Bu Ok-ran mendatangi rumah Penulis Ko.

Kenapa dia ke sana?

Kita harus mencari tahu.

Laporkan polisi mengenai keberadaan terakhirnya.

Ya. Aku akan langsung memberitahumu

usai periksa kamera pengawas.

Dia mungkin kembali dini hari.

Tetaplah berjaga.

Gantian patroli malam ini.

- Ya. - Baiklah.

Kepalamu sehat?

Aku dipukul dengan batu. Kepalaku sakit sekali.

Aku mau klaim asuransi.

Baiklah.

Saat mengurus klaim asuransi itu,

pikirkan juga pengunduran dirimu.

- Tunggu. - Selamat jalan.

Hati-hati di jalan.

Panas.

Hati-hati masih panas.

Panas sekali. Hati-hati masih panas.

Sang-tae.

Ya, Jae-su.

Apa itu? Kenapa baru makan sekarang?

Itu camilan malam?

Aku menunggu Gang-tae untuk makan bersama,

tapi rumah sakit ada keadaan darurat.

Dia harus menangkap pasien kabur, tak bisa pulang.

Dia pergi menangkap pasien.

Itu sebabnya aku kemari untuk menemanimu.

Terlihat enak.

- Boleh minta sesuap? - Tidak boleh. Ini milikku.

Sesuap akan menjadi dua tiga suap.

"Diberi hati minta jantung."

Tidak boleh. Ini milikku.

Aku baru ingat.

Aku menemukan boneka di depan.

Mang-tae.

- Mang-tae? - Ya.

Maksudmu Kakek Mang-tae di buku dongeng?

Bukan kakek, tapi adiknya Gang-tae.

Sang-tae, Gang-tae, Mang-tae.

Kami

tiga bersaudara.

Apa?

Konyol sekali.

Kenapa kain jelek ini bisa dianggap adikmu?

Aku yang terus mengikuti kalian selama sepuluh tahun.

Jika kau ingin punya adik lagi,

masukkan aku saja.

Sang-tae, Gang-tae, dan Jae-su.

- Masukkan Jae-su juga. - Tidak bisa.

Jae-su adalah orang asing.

Marga kita berbeda, tidak sedarah,

dan tak terdaftar di KK, jadi, kau orang asing.

Kau bukan keluarga. Beraninya mengaku saudara.

Beraninya...

- Masukkan Jae-su juga! - Jangan begitu.

Aku sedang menyantap makanan panas.

- Masukkan Jae-su juga! - Tidak, Jae-su...

- Awas Mang-tae! Panas! - Astaga!

Bangun. Aku sudah isi bak dengan air dingin.

Kenapa air dingin?

Harus didinginkan karena demam.

Aku melihatnya di film. Buka bajumu dan berendamlah.

Kau perlu bunga mawar juga?

Tidak perlu. Berikan aku handuk basah.

Wanita itu...

Dia kabur dari rumah sakit?

Apakah dia

mengatakan sesuatu?

Dia mengucapkan selamat ulang tahun karena cemas aku kesepian.

Dia penggemar ibuku.

Apa lagi?

Dia hampir mati di rumah sakit hari ini.

Kenapa bisa begitu?

Terkadang para pasien saling bertengkar.

Kau tak perlu memikirkannya.

Enak sekali.

Apa?

Ini pertama kalinya

ada yang merawatku

saat aku sakit.

Ju-ri!

Selamat pagi.

Mau berangkat kerja?

Maafkan aku.

Aku belum minta maaf setelah banyak merepotkanmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left