The first 200 lines.
Sub bY NETFLIX
Resynced == ANANG KASWANDI ==
Ada yang belum sempat kuberikan.
Bagiku Sang-tae saja sudah cukup merepotkan.
Dia lebih dari cukup, jadi, kumohon...
Kumohon berhenti mengguncang hidupku
dan pergilah.
BAB 11 ITIK BURUK RUPA
Lantas Bu Ok-ran? Di mana dia?
Bagaimana ini? Sepertinya dia melarikan diri.
Hubungi kantor polisi setempat. Cepat.
- Kemari. - Ya.
Selamat ulang tahun
GANG-TAE
Kau tak mungkin berdandan,
dan kemari saat malam hari hanya untuk minum teh.
Apa yang kau inginkan?
Sial.
Enak sekali.
Aroma buku-buku lama.
Bunganya sudah mati.
Seharusnya dibuang saja.
Jangan sembarang menyentuh.
Kenapa kau ke sini?
Aku khawatir
kau kesepian.
Ko Mun-yeong.
Mun-yeong.
Hari ini,
ayahmu mencoba membunuhku.
Kata ayahmu
aku monster.
Dia bilang semua monster harus dibunuh.
Dia menyesal tak membunuhmu waktu itu
dan membuat keributan.
Kau tak tahu, 'kan?
- Lantas? - Itu sangat keterlaluan.
Tak seharusnya seorang ayah mengatakan itu...
Sial.
...di hari ulang tahun putrinya.
Jadi, aku datang untuk menghiburmu
dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Di hari ulang tahunmu, kau akan merasa kesepian
jika sendirian.
- Kenapa kau peduli? - Karena aku
penggemar ibumu.
Penggemar.
Cantik sekali.
Sudah kubilang,
jangan sentuh barangku.
Mirip sekali.
Aku juga
membenci orang yang menyentuh barangku.
Ko Mun-yeong!
Ko Mun-yeong!
Ko...
Ko Mun-yeong.
Moon Gang-tae?
Syukurlah.
Kau aman.
Syukurlah.
Kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
- Bu Ok-ran... - Di mana dia?
Di mana pasien itu?
- Dia pergi. - Kapan? Ke mana?
Kapan perginya?
Baru saja.
Kau kemari
hanya untuk menangkap pasien yang kabur?
Bukan karena aku
atau merindukanku?
Kau jelas lebih mementingkan Sang-tae.
Bahkan para pasien lebih penting daripada aku.
Ko Mun-yeong.
Dia hanya mengejar pasien kemari.
Kenapa harus memelukku? Sial.
Kumohon.
Setidaknya hitung sampai tiga sebelum bertindak impulsif.
- Satu. - Astaga.
Tanganmu tak apa-apa?
- Dua. - Tanganmu berdarah.
- Bagaimana ini? - Tiga!
Aku kembalikan.
Keluar dari sini.
Haruskah kutusuk saja dan menyimpan mayatnya di sini?
Aku mau bicara.
Kenapa membalut tanganku? Apa aku kesakitan?
Hanya luka kecil di telapak tanganku. Tidak terasa sakit.
"Kita tak seharusnya bersama.
Berhenti mengguncang hidupku dan pergilah."
Omong kosong yang kau katakan itu
jauh
lebih menyakitkan.
Katamu aku bukan tong kosong.
Kenapa memperlakukanku seperti tong kosong?
Ini adalah hari penting bagiku!
Aku tak mau sendirian!
Saat kau tak bisa menahan diri,
berhitunglah sampai tiga.
Satu.
Dua.
- Tiga. - Tiga.
Selamat ulang tahun.
Aku merindukanmu.
Wajahmu merah.
Karena kepanasan.
Panas sekali, 'kan?
Wajahmu juga merah.
Aku sakit.
Kau demam!
Perawat Moon menghubungiku.
Katanya Bu Ok-ran mendatangi rumah Penulis Ko.
Kenapa dia ke sana?
Kita harus mencari tahu.
Laporkan polisi mengenai keberadaan terakhirnya.
Ya. Aku akan langsung memberitahumu
usai periksa kamera pengawas.
Dia mungkin kembali dini hari.
Tetaplah berjaga.
Gantian patroli malam ini.
- Ya. - Baiklah.
Kepalamu sehat?
Aku dipukul dengan batu. Kepalaku sakit sekali.
Aku mau klaim asuransi.
Baiklah.
Saat mengurus klaim asuransi itu,
pikirkan juga pengunduran dirimu.
- Tunggu. - Selamat jalan.
Hati-hati di jalan.
Panas.
Hati-hati masih panas.
Panas sekali. Hati-hati masih panas.
Sang-tae.
Ya, Jae-su.
Apa itu? Kenapa baru makan sekarang?
Itu camilan malam?
Aku menunggu Gang-tae untuk makan bersama,
tapi rumah sakit ada keadaan darurat.
Dia harus menangkap pasien kabur, tak bisa pulang.
Dia pergi menangkap pasien.
Itu sebabnya aku kemari untuk menemanimu.
Terlihat enak.
- Boleh minta sesuap? - Tidak boleh. Ini milikku.
Sesuap akan menjadi dua tiga suap.
"Diberi hati minta jantung."
Tidak boleh. Ini milikku.
Aku baru ingat.
Aku menemukan boneka di depan.
Mang-tae.
- Mang-tae? - Ya.
Maksudmu Kakek Mang-tae di buku dongeng?
Bukan kakek, tapi adiknya Gang-tae.
Sang-tae, Gang-tae, Mang-tae.
Kami
tiga bersaudara.
Apa?
Konyol sekali.
Kenapa kain jelek ini bisa dianggap adikmu?
Aku yang terus mengikuti kalian selama sepuluh tahun.
Jika kau ingin punya adik lagi,
masukkan aku saja.
Sang-tae, Gang-tae, dan Jae-su.
- Masukkan Jae-su juga. - Tidak bisa.
Jae-su adalah orang asing.
Marga kita berbeda, tidak sedarah,
dan tak terdaftar di KK, jadi, kau orang asing.
Kau bukan keluarga. Beraninya mengaku saudara.
Beraninya...
- Masukkan Jae-su juga! - Jangan begitu.
Aku sedang menyantap makanan panas.
- Masukkan Jae-su juga! - Tidak, Jae-su...
- Awas Mang-tae! Panas! - Astaga!
Bangun. Aku sudah isi bak dengan air dingin.
Kenapa air dingin?
Harus didinginkan karena demam.
Aku melihatnya di film. Buka bajumu dan berendamlah.
Kau perlu bunga mawar juga?
Tidak perlu. Berikan aku handuk basah.
Wanita itu...
Dia kabur dari rumah sakit?
Apakah dia
mengatakan sesuatu?
Dia mengucapkan selamat ulang tahun karena cemas aku kesepian.
Dia penggemar ibuku.
Apa lagi?
Dia hampir mati di rumah sakit hari ini.
Kenapa bisa begitu?
Terkadang para pasien saling bertengkar.
Kau tak perlu memikirkannya.
Enak sekali.
Apa?
Ini pertama kalinya
ada yang merawatku
saat aku sakit.
Ju-ri!
Selamat pagi.
Mau berangkat kerja?
Maafkan aku.
Aku belum minta maaf setelah banyak merepotkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.