The first 200 lines.
Sayang...
Sayang.
Malam ini, akan kuperlihatkan kepadamu
sejauh apa aku bisa bertindak.
Sayang.
Hei, Sayang!
Apa yang kamu lakukan?
Sayang. Astaga.
Astaga. Sayang.
Astaga.
Dal Sook.
Kamu sudah bangun?
Jangan tanya.
Astaga.
Apa tidurmu nyenyak?
Ya, ini dia.
Mendekapku erat
dan menanyakan apakah tidurku nyenyak.
Aku merasa sangat bahagia.
Kamu menungguku.
Terima kasih banyak.
Aku lebih berterima kasih kepadamu karena sudah berusaha.
Kurasa
kita tidak mendapatkan yang kita inginkan dengan menunggu.
Kita harus mengusahakannya selagi menunggu.
Pikirkanlah.
Seberapa keras kita berusaha?
Benar. Kita memakai kaus kembar siam itu
dan melakukan berbagai hal yang bisa menjadi acara komedi.
Hal yang kusadari adalah selagi kita ke klinik pasangan itu
dan melakukan semua hal menggelikan itu,
kita juga sering berbicara kepada satu sama lain.
Kita juga sering bertengkar.
Namun, kita tidak bertengkar seperti musuh yang tidak akan bertemu lagi.
Semua pembicaraan dan komunikasi itu.
Kurasa itu berhasil.
Komunikasi. Ya, berbicara.
Itu penting di antara pasangan.
Yang kusadari adalah
kita harus saling bicara untuk mengobarkan lagi cinta kita.
Baguslah.
Karena kita sedang membahasnya,
ada topik yang harus dibicarakan dengan serius.
Apakah itu?
Kamu mengalahkan Il Lan
dan lulus dalam audisinya.
Aku merasa sangat prihatin terhadap gadis itu.
Itu bukan kali pertama dia gagal audisi.
Bukan itu masalahnya. Apa yang akan kamu lakukan?
- Apa? - Kamu akan dijadikan penyanyi trot.
Kamu akan melakukannya atau tidak?
Menurutmu aku akan menerima tawarannya atau tidak?
Entahlah.
Kamu mau aku menerimanya atau tidak?
Entahlah.
Kalau begitu, pikirkanlah hari ini
dan berikan jawabanmu malam ini.
Aku akan mendengar jawabanmu dahulu, baru memutuskannya.
- Sayang. - Apa?
Terima kasih untuk semalam.
Tidak apa-apa. Aku yang seharusnya berterima kasih.
Sudahlah.
Bawa jawabanmu malam ini.
Baiklah.
"Episode 45"
Kenapa mereka lama sekali?
- Anak-anak. - Ibu.
- Kakak tidak akan ke sekolah. - Apa?
- Anak nakal itu... - Sayang.
Astaga.
Jangan hanya memarahinya, tapi hiburlah dia.
Dia pasti sangat sedih.
Bahkan aku pun akan bolos sekolah.
Kalau begitu, kamu saja yang menjemputnya.
Baiklah.
Astaga.
Astaga.
Ibu akan menjadi penyanyi trot?
Apakah menurutmu ibu akan menjadi penyanyi atau tidak?
Entahlah.
Apakah kamu mau ibu menjadi penyanyi atau tidak?
Entahlah. Aku tidak yakin mana yang lebih baik.
Kalau begitu, bawakan jawaban untuk kedua pertanyaan itu malam ini.
Il Lan.
Ayah sangat mengerti tentang perasaanmu.
Bagaimana kamu bisa gagal,
tapi ibumu yang naik panggung untuk membantu malah lolos?
Kamu seharusnya tampil di acara TV yang menceritakan kisah luar biasa.
Benar, bukan? Bukan begitu, Ayah?
Ya.
Ayah mengerti bagaimana perasaanmu.
Sudah kuduga.
Hanya Ayah yang mengerti.
Benar, bukan?
Liburlah hari ini dan beristirahat.
Kamu juga bisa membolos besok. Kembalilah saat kamu mau.
- Aku sungguh boleh melakukannya? - Tentu saja.
Ayah akan menelepon gurumu. Jangan khawatir dan beristirahatlah.
Ini luar biasa. Ayah yang terbaik.
Terima kasih. Jadi...
Kamu akan apa kalau ibumu memutuskan lakukan debut sebagai penyanyi trot?
Tidak boleh.
Kalau begitu, kamu tidak akan ikut audisi lagi?
Aku akan ikut.
Namun, kalau kamu terus membolos seperti ini,
apa ibumu akan memperbolehkanmu?
Aku akan sekolah.
Benar, bukan? Bersiaplah dan turunlah.
- Baiklah. - Cepatlah.
- Cepat. - Cepat.
Apa maksud Ibu?
Salah satu pegawai laboratorium kita belum lama ini pindah ke sana.
Ibu rasa dia membawa semua informasinya.
Bagaimana lagi mereka bisa memiliki desain yang sama persis?
Seberapa banyak informasi yang diambilnya?
Dia mengundurkan diri tepat setelah pengarahan investormu.
Konsep yang diperbaruinya sudah keluar pada saat itu.
Jika begitu, dia tidak tahu komponen atau karakteristiknya mendetail.
Kita akan menuntut dia dahulu,
membuatnya ditahan, baru mencaritahunya.
Kita punya berkas yang dibutuhkan.
Temui Tim Legal dan bersiaplah untuk tuntutan hukum.
Ibu harus meminta maaf sebelum kita menuntut seseorang.
- Minta maaf untuk apa? - Ibu menyalahkan Jin Ok.
Kini ibu tahu bukan dia pelakunya. Kenapa ibu harus meminta maaf?
Dan keadaannya memang mencurigakan.
Kamu melindunginya dari kemungkinan kerugian,
jadi, kenapa ibu harus meminta maaf?
Astaga. Mawar kuning?
Apakah ini indah?
Benar. Di mana kamu mendapatkannya?
Seseorang memintaku memberikan ini kepadamu.
Kamu tidak percaya padaku? Itu memang benar.
Ada kartu di dalamnya. Bacalah.
Maka kamu akan tahu pengirimnya.
Maaf. Kami menemukan kebocorannya.
Pak Oh.
Laboratorium menelepon.
Komponen obat Tiongkok di produk Somi berbeda dengan kita.
Itu demi kebaikan kita.
Ayo membuat produk yang lebih baik
dan mendapatkan paten lebih dahulu.
Itu mudah untuk dikatakan. Bagaimana kita bisa membuat produk lebih baik?
Aku yakin kamu akan punya ide.
Kamu sulit dipercaya.
Rumput laut batu dari alam liar membuat
sup rumput laut terenak.
Dong Hyun pasti senang bisa memakan sup rumput lautmu.
Syukurlah dia bersamaku hari ini.
Dal Sook.
Itu terdengar seperti Jin Ok.
Astaga, ini indah.
Hei.
Kamu tidak mungkin membeli itu sendiri.
- Apakah itu pemberian? - Dari atasanku.
Atasanmu yang pria itu?
Orang gila itu?
Entah dia orang gila atau pria tua,
pria yang seharusnya membelikan bunga.
Kenapa dia membelikanmu bunga?
Dia mau meminta maaf kepadaku.
CEO-nya berbicara tanpa pertimbangan.
Dia bukan orang gila kalau peduli terhadap perasaan pegawainya.
Dia terdengar seperti pria baik.
Astaga. Itu tampak luar biasa.
Benar, bukan? Ini sebenarnya kali pertamaku mendapat bunga.
Aku tidak tahu bagaimana rasanya saat seseorang
membelikanmu bunga.
Kupikir, "Buket ini pasti seharga satu ton taoge",
tapi aku senang.
Jadi, beginilah rasanya mendapatkan bunga.
Itu kenyataan umum.
Selalu menyenangkan menerima bunga.
Membuatmu merasa seolah orang-orang peduli.
Benar. Sudah lama sejak terakhir aku mendapat bunga.
Heo Se sangat baik kepadamu. Dia tidak membelikanmu bunga?
Dia membelikanku daging, tapi bunga tidak.
Begitulah hidup.
Jin Ok, kamu akhirnya mendapatkan buket bunga,
tapi dari pria lain.
Bok Nam sebaiknya belajar.
Aku juga pantas mendapat buket.
- Kamu mendapatkan peran? - Ya.
Kamu berhenti minum-minum untuk fokus mendapatkan kembali suaramu
dan akhirnya kamu berhasil.
Baguslah. Aku sangat bangga padamu.
Selamat, Mi Rae. Simpan bunganya.
Kenapa harus kusimpan buket pertama yang kamu dapatkan seumur hidupmu?
Akulah yang sungguh pantas mendapat bunga.
Apa yang terjadi?
Kalau kamu pantas mendapat bunga, pastilah hal yang bagus.
Tunggu. Apakah terapi pasangannya berhasil?
Itu juga berhasil,
tapi ada kabar yang akan mengejutkan kalian.
Mengejutkan? Apakah itu?
Aku tahu.
Apakah kamu hamil lagi?
Hei. Terapinya baru saja berhasil.
Aku tidak mungkin langsung hamil.
Lalu apakah itu?
No comments yet. Be the first to leave one.