Release info

Nando Between Two Worlds A Sintonia Film 2026 PORTUGUESE NF WEB H264-9Minsus5in
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:49:25

Tags

webdl
Published on: 2026-08-12
Downloads: 2
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Naikkan volumenya!

Apa kabar, Semua?

Ini Paulo Brown, suara dari kawasan kumuh.

Membawa energi positif

karena setiap langkah dalam permainan adalah kemenangan.

Mari terus maju.

Ya, pemandangan ini tak pernah membosankan.

Kita yang menua.

Jika kau tahu apa yang kualami di kantor itu…

Hampir tak bisa bernapas.

Tunggu sampai kau punya kantor sendiri.

Tuhan, tolong aku.

Kau tahu itu rencananya, 'kan? Tapi selangkah demi selangkah.

Bagaimana label rekamanmu?

Aku lebih fokus pada tujuanku sekarang.

Urusan gereja, membesarkan Chiquinho.

Itu banyak untuk sehari.

Kehidupan dewasa, 'kan?

Sudah bicara dengannya?

Belum. Kau?

Aku juga belum.

Aku sudah dengar tentangnya dari Scheyla dan anak-anak.

Tapi dia sudah lama tak bertemu mereka.

Nando sedih.

Aku rindu kita bertiga bersama.

Aku juga.

Tapi dia di luar sana.

Lebih besar dari sebelumnya. Dengan lebih banyak tanggung jawab.

Dengan posisinya, kurasa dia takkan kembali ke Brasil.

BEOGRAD - SERBIA

Kita siap mendarat.

Akhirnya sampai.

- Apa kabar, Bung? Baik? - Semua baik, Bung?

Moicano.

Sama seperti sebelumnya.

Atur saja, ND.

Hei, tunggu di sini. Jika perlu masuk, kau akan mendengarnya.

ND, lama tak jumpa.

Sascha.

Bojan.

Ini Paulo.

Akuntan kami.

Dia yang mengurus angka.

Dan kau mengurus kami.

Benar.

Jadi, bagaimana?

Kami baru bilang kiriman terakhir yang kau kirim

berhasil.

Jepang, Tiongkok, Australia, semua sangat senang.

Sekarang kami ingin menggandakan pesanan.

Kesepakatan yang sama: 50% di muka dan 50% saat pengiriman.

Dibagi antara kripto, senjata, real estat, dan sepak bola,

yang disukai orang Brasil seperti kita.

Kesepakatan bagus.

Kami juga bisa menutupi selisih dari pengiriman terakhir.

Selisih?

Menambah…

uang tunai dan aset…

kita kekurangan dua juta dari pengiriman terakhir.

Mereka bilang kita tak membayar penuh.

Semua transfer dan setoran sudah dilakukan.

Angka tak pernah bohong.

Jadi, siapa yang bohong?

Kakakku?

Kita di sini bukan untuk bertengkar.

Kita di sini untuk menutup kesepakatan.

Dengan bunga.

Sekarang kau mau faktur, Kawan?

Katamu adalah fakturku, Bung.

Mungkin hitunganmu salah.

Atau kau membohongi kakakmu.

Antara kau dan kakakku,

aku percaya kakakku.

Di tempat kami berasal, kami semua bersaudara.

Tapi tidak di sini.

Di sini, saudara berarti darah.

Pertama, kita selesaikan pembayarannya.

Lalu kita bahas pengiriman berikutnya.

Mereka memeras kami.

Mereka mau lebih banyak uang atau menghentikan penjualan.

Tapi kita akan berbisnis dengan atau tanpa mereka.

Ini kesepakatannya.

Kau minta maaf.

Kau mengirim kiriman baru.

Atau kami cari mitra baru.

Kau tinggal dengan pamanmu di Brasil.

Petar Ilic.

Nama yang bagus.

Tiga tahun.

Jadi, biar kuberi tahu sesuatu yang tak kau mengerti.

Sebagian besar kokaina yang beredar di Eropa adalah milikku.

Tanpa kami, kau tak punya apa-apa.

Kau pikir ini rumahmu?

Tiarap!

Tiarap, sialan!

Kau pikir bisa membunuhku, Bung?

Aku pernah mati.

Aku takkan mati lagi.

Ayo pergi.

Kau lihat kekacauan ini?

Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?

Mereka akan membunuh kita, ND.

NANDO BETWEEN TWO WORLDS SEBUAH FILM SINTONIA

Selamat Hari Ayah!

SELAMAT HARI AYAH

Sayang!

Kau tertawa.

Aku melakukannya di rumah.

Apa?

Di rumah. Aku bisa melakukannya.

Sayang sekali aku tak melihatnya.

Kalau nanti?

Tidak bisa. Aku harus makan malam bersama keluargaku.

Untuk menghormati ayahmu?

Tidak, lebih untuk nenekku.

Kurasa hanya kita yang tak merayakan hari istimewa ini.

Ya. Mungkin lain kali.

Entah mana yang lebih buruk…

ayah yang meninggal…

atau menghilang, seperti ayahku.

Kau tahu sendiri, Kawan.

Mereka punya niat buruk.

Saat pria itu mengeluarkan senjata, Moicano juga.

Kemudian, kau tahu.

Begitu menodong, kau harus menembak.

Sialan, Bung.

Mereka mitra kita selama bertahun-tahun.

Kita harus menangani kekacauan ini, ND.

Aku pergi, Bung.

Menuju Bosnia,

lalu Italia.

Setelah aman, aku akan menyelesaikannya dengan mereka.

Kau tahu Petar Ilic bukan hanya bos, tapi juga paman mereka, 'kan?

Dia akan balas dendam.

Bung…

jaga keluargaku.

Sampai kubuktikan mereka yang salah.

Dan kau tahu bagi orang Serbia, darah hanya bisa dibayar dengan darah.

Jangan khawatir, ND.

Kami akan memperketat keamanan.

Jangan ada yang menyentuh keluargamu saat kau pergi, mengerti?

PANGGILAN VIDEO… SCHEYLA

Aku tahu. Aku akan pergi, Joel.

Kami menghargainya, Bung.

Baik. Damai.

Enzo, bicara dengan Ayah.

Selamat Hari Ayah.

Terima kasih, Nak.

Bagaimana presentasinya?

Keren.

Nenek dan Ibu suka. Sayang Ayah tak ada di sana.

Hati Ayah ada di sana bersamamu, ya?

Apa ibumu merekamnya? Suruh dia kirimkan ke Ayah, Ayah mau lihat.

Bagaimana kabarmu? Sekolah, karate…

Sama saja. Tak ada yang baru.

Sama saja? Hanya itu?

Kakakmu tak menelepon untuk mengucapkan Selamat Hari Ayah.

Di mana dia?

Di luar bersama Nenek.

Nenek, menurut Nenek, Ibu akan mengizinkanku?

Tidak akan.

Aku juga tidak.

Sayang, ibumu saja pacaran diam-diam.

Tapi aku tak seperti dia. Aku sudah cerita soal Murilo.

Aku tahu, Sayang.

Tapi kau masih muda, hidupmu masih panjang.

Tak bisakah kau menahan diri sedikit?

Begini saja.

Ajak Murilo ke alun-alun agar aku bisa bertemu dengannya.

Aku suka itu.

Lalu kita akan lihat.

Baiklah.

PANGGILAN MASUK… AYAH

Jawab ayahmu, Sayang.

Ya, Nenek, hanya saja…

Kami tak punya bahan pembicaraan.

Ceritakan soal Murilo.

Ceritakan soal hidupmu.

Lagi pula, sudah hampir dua tahun sejak kalian terakhir bertemu.

Aku tahu.

Hanya saja setiap kali bertemu, kami akhirnya bertengkar.

Omong-omong, kenapa Nenek membela Ayah?

Karena dia tetap ayahmu.

Ayahku sudah meninggal.

Kau baik-baik saja?

Ya. Semua baik-baik saja.

Kali pertama dan terakhir aku memprioritaskan matematika, ND.

Mereka hampir memotong tanganku.

Kau tak bisa meremehkan mereka, Bung.

Ya, tapi tanganmu bukan target lagi.

Mereka mengincar kepalaku.

Mereka di rumahku.

Sudah kuduga.

Aku harus melakukan sesuatu.

Atau mereka takkan berhenti.

Masalah lain?

Masalah keluarga.

Sialan…

Itu berat.

Itu sebabnya aku tak pernah menikah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left