Release info

아버님 제가 모실게요 Father I'll Take Care of You E34-170311
A Commentary by anyhow
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. Saya hanya menyelaraskannya dengan semua versi dari episode 34 dan mengunggahnya. Selamat menonton 😊

Tags

other
Published on: 2017-03-12
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Benarkah

Ayah yang mengakibatkan ayah kandungku meninggal?

Seong Joon.

Apa maksudmu?

Bisa-bisanya kamu menuduh seperti itu.

Atas dasar apa kamu menuduh seperti itu?

Tolong jawab aku.

Kumohon.

Sudah saatnya Ayah menjawabnya. / - Anak kurang ajar.

Kamu tidak memercayai ayahmu sendiri? Begitu?

Kamu tidak sepantasnya menanyakan itu.

Itu menyakiti perasaan ayah.

Ayah merawatmu selama hidup ayah, ini melukai hati ayah.

Ayah!

Aku ingin tahu kebenarannya.

Kebenaran apa?

Kebenaran macam apa?

Ayah merawatmu dan selama itu,

ayah membesarkan dan hanya mencemaskan dirimu.

Kebenaran apa lagi yang kamu ingin ayah katakan?

Siapa aku?

Siapa aku sebenarnya?

Kamu anak ayah!

Anak yang ayah besarkan selama 23 tahun terakhir.

Kamu tidak punya ayah yang sudah meninggal. Aku ayahmu.

Ayah!

Beraninya kamu membentak!

Anak tidak tahu terima kasih!

Ayah berjuang membesarkanmu dan ini balasanmu?

Jika kamu ingin seperti ini, keluar. Jalani hidupmu.

Kini ayah juga tidak ingin melihatmu.

Anak kurang ajar. Minggir.

Ibu. Apa Ibu akan pergi lagi?

Ya.

"Episode 34"

Ini pakaian Ye Bin.

Tolong masukkan ke lemari.

Kamu mau pergi? / - Ya.

Ke mana? / - Ibu tidak perlu tahu.

Kamu mau pergi ke mana lagi?

Aku ada pertemuan penting.

Pertemuan penting apa?

Pertemuanmu selalu penting.

Kamu tidak pernah seharian di rumah

sejak kembali ke Korea.

Apa ibu harus menjaga Ye Bin lagi hari ini? Seharian?

Sudahlah.

Ibu tidak tahu harus bagaimana denganmu.

Begitu gugatan selesai, aku pindah. Sampai saat itu, jangan ganggu aku.

Tidak bisakah Ibu melakukan itu?

Jangan melanjutkan gugatan itu.

Selingkuh hanya masalah sementara.

Jika sudah tua nanti, mereka akan sadar.

Mereka tidak akan bisa selingkuh atau keluar walaupun kamu minta.

Kamu tidak tahu ini karena kamu masih muda.

Ibu, biar aku tanya.

Apa Ibu senang Ayah membawa Seong Joon usai berselingkuh?

Hei.

Ye Bin mendengar. / - Ibu tidak senang.

Ibu juga sempat ribut, menangis, dan berkata akan mati.

Hei. / - Bukan itu saja.

Ibu menerima dia demi Nenek dan kami.

Ibu kesulitan membesarkan Seong Joon.

Hentikan.

Kita semua tahu bahwa baru-baru ini saja

Ibu menerima Seong Joon sebagai anak Ibu.

Seong Joon juga tahu. Setelah mengalami itu,

bagaimana Ibu bisa memintaku mengikuti jejak Ibu?

Jeong Hwa. / - Ya.

Benar, aku Han Jeong Hwa.

Aku masih mudah dan kompeten.

Kenapa aku harus hidup bersama suami yang berselingkuh?

Dahulu, itu mungkin. Zaman sekarang, itu mustahil.

Lalu apa? Kamu akan menceraikannya?

Ya. Sudah berulang kali aku mengatakan itu kepada Ibu.

Aku pergi.

Bawa pakaian itu ke penatu.

Apa katamu? / - Ye Bin. Ibu akan kembali.

Hei.

Hei, Jeong Hwa.

Jangan pergi dahulu. Kita masih harus bicara.

Syukurlah kamu datang.

Bisakah kamu menasihati Jeong Hwa? Dia akan menceraikan suaminya.

Apa lagi yang harus dibicarakan?

Ada apa dengannya?

Seong Joon, ayahmu kenapa?

Apa terjadi sesuatu saat kalian mendaki?

Lihat dia. / - Hei! Ibu menanyaimu.

Ada apa dengan anak itu?

Ya ampun. Ada apa dengan mereka?

Apa yang terjadi? Biasanya, mereka sangat dekat.

Ini konyol.

Astaga. Kenapa kamu selalu memintaku untuk membuangnya?

Sial. Bagaimana ini? Sampahnya berantakan.

Aku tidak sanggup lagi untuk hidup.

Seharusnya jangan memasukkan terlalu banyak dalam satu kantong.

Lihat ini, berantakan. Ini hanya agar kamu bisa berhemat.

Astaga, ini bau. Kapan aku akan membersihkannya?

Sial.

Celaka.

Aku menjadwalkan pertemuan ini karena kamu memintanya.

Kamu sungguh yakin ingin melakukan bisnis ini?

Kenapa kamu bertanya seperti itu?

Aku memutuskan setelah memeriksa dan menyiapkan secara matang.

Aku agak khawatir

karena kamu pernah gagal.

Pak Lee, tolong jangan mengungkit masa laluku.

Aku tidak akan gagal untuk kedua kalinya.

"Tersandung dapat mencegah kegagalan."

"Kegagalan mengajarkan keberhasilan."

Aku yakin itu karena pernah gagal sebelumnya.

Tapi aku tidak akan gagal lagi.

Tentu. Dimulai dengan kontrak properti,

bisnis kita akan sukses. Lokasi juga telah dipilih.

Investor telah berkumpul karena mereka memercayaimu, Pak Han.

Semuanya berjalan lancar. Ini sudah cukup bagus.

Kamu hanya memperkenalkan kami, Pak Lee.

Kami bisa mengurus sisanya sendiri.

Bukan begitu, Pak Han?

Ya, aku setuju.

Jangan terlalu khawatir.

Kunjungan lokasi taman tematik akan dilakukan dua hari lagi.

Di hari itu, mayoritas investor akan hadir.

Pak Han, kamu juga harus datang.

Saat kamu melihat lokasinya,

kamu akan melihat gambaran besarnya.

Kamu akan menyadari

bahwa kamu beruntung dan membuat investasi yang tepat.

Baik, kita pergi sekarang. / - Baik.

Aku khawatir jika keadaan berbalik, ayahmu akan mengusikku.

Astaga, seperti yang kukatakan,

kamu tidak terlibat dalam bisnis ini, Pak Lee.

Aku mengasihani keluargamu.

Aku merasa telah menipumu.

Aku tidak bisa menjelaskan kisahku setelah identitasku terungkap.

Dia tampak sangat menyukaiku. / - Jangan pedulikan dia.

Dia hanya kesal karena kamu tidak memberitahunya secara langsung.

Orang di usia itu cenderung mudah kesal dan marah karena hal sepele.

Begitu kamu datang, makan, dan bicara dengannya,

aku yakin dia tidak akan marah lagi.

Baiklah. Ayo. / - Ya.

Pak Lee, aku permisi.

Sampai nanti.

Bagaimana kabarmu? / - Halo.

Jaga dirimu. / - Kamu juga.

Astaga.

Ini bau. Sial.

Bagaimana jika kita ke kafe itu? / - Terdengar bagus.

Kak. Kakak sedang apa?

Kakak tidak membuka restoran?

Kamu yang harus jaga hari ini. / - Apa?

Jaga restoran hari ini, ya?

Kak. / - Ayo.

Baik. / - Kakak!

Kak! Apa yang terjadi? Ada apa?

Kakak adalah bos yang buruk. Hanya aku yang bekerja.

Kakak tidak pernah bekerja!

Aku akan melaporkan Kakak ke Dinas Ketenagakerjaan

karena mengeksploitasi karyawan. Dengar itu?

Kakak tahu siapa aku, bukan?

Dahulu, aku pengacara.

Mengajukan laporan seperti ini bukan hal sulit!

Benar itu.

Dahulu,

aku pengacara.

Sekarang,

aku karyawan restoran ayam.

Kehidupan yang menyedihkan.

Paman agak terkejut.

Kenapa?

Kamu telah melalui banyak hal belakangan ini.

Paman mengira kamu akan depresi.

Tapi kamu sudah mulai bekerja lagi.

Tentu, aku tetap harus bekerja. Jadi, aku segera memulai kembali.

Paman tidak sengaja melihat Seong Sik di jalan tadi.

Kantong sampahnya robek.

Jadi, dia memunguti sampahnya.

Kasihan sekali. Dahulu, dia pengacara terkenal.

Keluarganya pasti cukup menderita

karena Seong Sik terpuruk.

Haruskah kamu menghancurkan keluarga Seong Hoon...

Ada pepatah.

"Kita harus terus meminta maaf

hingga orang itu menerima maaf kita."

Jadi, pembalasan tidak akan berakhir sampai aku merasa lebih baik,

walaupun aku tidak yakin akan sepenuhnya merasa lebih baik.

Minggu ini, aku akan mulai memojokkan Seong Joon.

Apa?

Aku akan merebut kembali investasi yang kubuat untuk proyek FGC.

Itu artinya...

Presdir Bang akan mengurus sisanya.

Bagaimana dengan Jeong Hwa?

Kamu berencana menghancurkan dia juga?

Aku sudah melakukannya.

Pak.

Ini semua berawal karena Jeong Hwa.

Dia inti dari pembalasan dendamku.

Aku akan membuatnya kalah sidang agar tidak mendapat harta gana-gini.

Dia juga tidak akan mendapatkan hak asuh anak

ataupun bekerja sebagai pembawa acara lagi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left