The first 200 lines.
Sebelumnya di "Legend of the Seeker..."
Ini retakan bumi yang mengoyak tudung pemisah antara Neraka...
...dan Alam Kehidupan. / Ini terjadi saat aku membunuh Rahl.
Satu-satunya cara menutup retakan ini adalah cara Sang Pencipta mengunci Neraka.
Batu Airmata./ Kita harus menemukannya.
Dia Listener Sejati.
Bisa menerawang pikiran orang?
Perkamen kuno memberi instruksi kepada pembawa...
...Batu Airmata bagaimana cara menggunakannya.
Kahlan, dia merampas Perkamen!
Jika kau turuti permintaanku,
akan kuberikan Perkamennya langsung.
Tiba-tiba kau mau menggulingkan Sang Penjaga?
Aku ingin hidup lagi.
Akan kau temukan hal mengejutkan.
Aku tahu.
Penulisan instruksi...
...hanya akan muncul dalam pendar cahaya Night Wisp.
Nah, kalau begitu kita tahu ke mana langkah selanjutnya.
Rahl juga.
Richard Cypher, kau adalah Seeker sejati.
Legend of the Seeker Extinction
Kenapa kau lari dariku, Darken Rahl?
Bukan lari darimu, Tuan.
Tapi untukmu.
Harusnya kau mendampingiku di Neraka.
Tuan, alasanku kembali ke Alam Kehidupan...
...untuk mempelajari sesuatu yang teramat penting.
Sesuatu yang bisa mengalahkan Seeker.
Lantas apa yang kau pelajari?
Perkamen Valdaire, saat ini ada di tangan Seeker,
hanya bisa terbaca dengan bantuan cahaya Night Wisp.
Sebab itu aku selalu mengingatkan.
Untuk membasmi makhluk itu.
Jika aku sudah membasmi seluruh Night Wisp,
Richard Cypher takkan bisa membaca perkamen.
Jika dia tidak tahu apa isi Perkamen itu,
meskipun dia berhasil menemukan Batu Airmata,
dia takkan bisa menutup retakan tudung.
Alam Kehidupan akan binasa...
...dan Kau akan menang seutuhnya.
Bagus sekali, Darken Rahl,
tapi, begitu Night Wisp sudah dibasmi semua,
kau harus membunuh dirimu dan kembali padaku.
Sesuai permintaanmu, Tuan.
Jika kau langgar, aku akan tahu kau menghianatiku.
Akan kuburu dan kurenggut nyawamu...
...dengan azab yang luar biasa pedih...
...di dasar Neraka yang terdalam.
Mimpi buruk, Tuanku?
Tidak.
Peringatan.
Fajar masih lama.
Mungkin kau bisa tidur lebih nyenyak kalau...
...aku mengurangi beban pikiranmu.
Kita sudah buang-buang banyak waktu.
Kita akan menuju ke mana, Tuanku?
Bukan "kita".
Jika rencanaku berjalan sesuai harapan,
aku ingin kau kerjakan tugasmu yang satunya.
Sebutkan namamu, supaya bisa kuukir di batu nisanmu.
Aku tuan kalian, Darken Rahl.
Permainan selesai.
Darken Rahl sudah mati.
Dibunuh oleh Seeker berbulan-bulan lalu.
Bukan kematianku yang harus kau cemaskan.
Kumpulkan pasukan yang tersisa.
Aku ada kerjaan untuk kalian.
Kita sudah dua hari di perjalanan...
...tanpa makanan.
Entah berapa lama lagi Zedd kuat berdiri.
Telingaku berfungsi lebih baik dari kakiku.
Terima kasih atas perhatian kalian, tapi aku akan baik-baik saja.
Kita hampir sampai. Hutan Night Wisp...
...ada di balik tanjakan itu.
Salju.
Ini bukan salju.
Ini abu.
Kahlan!
Night Wisp.
Punah semua.
Semoga ada yang berhasil lolos.
Kalau iya, mereka mau pergi ke mana?
Kahlan, jika ada Night Wisp yang masih hidup di dunia,
kita akan menemukannya.
Bagusnya kita tidak punya kerjaan apapun,
seperti mencari Batu Airmata.
Tanpa perkamen, kita tak tahu Batunya harus diapakan.
Sia-sia.
Shh.
Diam. Kalian dengar itu?
Pasti ada satu yang hidup.
Hati-hati.
Jangan buat dia takut.
Apa kalian mencari ini?
Serahkan Perkamen Valdaire padaku...
...atau Night Wisp terakhir ini akan mati.
Aku ragu kau bisa menyihir lebih cepat...
...daripada kumusnahkan teman kecil kita ini.
Mereka sangat rentan.
Zedd.
Mau kau apakan Perkamennya?
Sama sepertimu, Adik sayang.
Menyelamatka dunia.
Aku sudah terlanjur mengkhianati Sang Penjaga.
Dia ingin aku membasmi seluruh Night Wisp...
...dan kembali ke Neraka.
Tapi aku tak berniat kembali ke sana.
Aku akan bergabung dengan misi kecilmu...
...kau temukan Batu Airmata,
kau akan berikan padaku,
dan akan kuikuti instruksi dalam perkamen...
...untuk menutup retakan.
Supaya kau bisa menyombong sebagai penyelamat dunia.
Benar.
Sang Penjaga tak sabaran.
Dia ingin cepat-cepat memusnahkan Alam Kehidupan.
Maka dari itu kau harus berikan perkamennya padaku sekarang juga...
...supaya hal itu bisa kucegah.
Apa kau tidak sadar, kau sudah membinasakan dunia...
...dengan memusnahkan Night Wisp?
Kau kira aku berpikir sempit?
Night Wisp adalah rantai terpenting yang mengikat kehidupan.
Jika mereka mati, bisa membawa kepunahan...
...yang berujung pada kematian...
...seluruh makhluk bernyawa dan bernapas.
Sebab itu, kuselamatkan Wisp istimewa yang satu ini.
Dia sedang mengandung.
Dia akan melahirkan dan kehidupan akan berlanjut,
jika kau penuhi permintaan sederhanaku,
dan memberikan perkamennya padaku.
Biar saja dihancurkan. Kita cari yang lain.
Itu baru Mord-Sith ku.
Tak punya rasa belas kasih.
Tapi aku kenal adikku,
dia takkan ambil risiko besar...
...pada kesempatan kecil.
Bagaimana menurutmu?
Setelah kita berada di pihak sama,
sudah seharusnya kita bekerjasama.
Bagaimana aku bisa yakin kau takkan membunuh Night Wisp...
...setelah kuberikan perkamenya?
Aku akan membunuhnya jika kau tidak memberiku Perkamen.
Dia sangat pendiam.
Sekarang aku satu-satunya makhluk hidup...
...yang tahu cara penggunaan Batu Airmata.
Tidak!
Apakah begini cara memperlakukan...
...anggota baru geng ceriamu?
Santai, 'Dik.
Setahuku kau punya kompas.
Mari bersama-sama selamatkan dunia.
Sekarang, ayo kita temukan Batu.
Night Wisp hanya melahirkan...
...dalam gua di kaki bukit utara.
Kalau tidak kuantar ke sana, dia dan bayinya akan mati.
Kau akan melewati daerah penuh Gar.
Cara, ikut dengannya.
Kompas mengarah ke timurlaut.
Kita pergi bersama sampai Jalan Elmswood.
Lalu kau dan Kahlan antar Night Wisp ke dalam gua.
Kita lanjutkan pencarian Batu.
Ikat dia.
Aku mau "anggota baru geng ceria kita" diikat seperti binatang.
Bagaimana kalau Ramalannya benar?
Maksudmu?
"Seorang putra Brennidon akan mencari sebuah batu suci,
dia akan menemukannya, untuk diberikan kepada musuh penerangan."
Bagaimana kalau Rahl adalah musuh penerangan?
Aku takkan memberinya Batu.
Lalu bagaimana?
Aku ada ide.
Aku baru sadar si Penyihir menghilang.
Sangat mengecewakan.
Aku tak sabar melihat kecerdikannya yang terkenal itu.
Kau harus lihat punyaku dulu.
Aku tahu betapa frustasinya kau, 'Dik.
Aku penasaran apa rencanamu untuk melakukannya.
Lakukan apa?
Mengetahui instruksi perkamen.
Coba bayangkan, kalau aku jadi kau, apa yang akan kulakukan?
Kau tak bisa confess aku,
kau tau rohku kebal terhadap Confession.
dan jika menurutmu Cara bisa merusak aku,
dia sudah melakukannya dari tadi.
Tunggu, aku punya dugaan.
Mungkin kau mengutus Penyihir menjemput Listener...
...untuk membaca pikiranku.
Sudah sampai.
Ini Jalan Elmswood.
Kurasa kita berpisah di sini.
Bisa dipercepat?
Kahlan mencintaimu, kau mencintainya,
aku harus melindunginya seperti melindungimu.
Ada yang terlewat?
Harusnya kita sudah setengah jalan...
saat kalian selesai ucapkan selamat jalan.
Kita akan bertemu begitu Night Wisp sudah aman.
Hati-hati.
Kau juga.
No comments yet. Be the first to leave one.