The first 200 lines.
Sebelumnya di "Why Women Kill"...
Kau boleh menyelingkuhi istrimu...
...tapi kau tak boleh menjamah istriku.
Aku jatuh cinta padamu.
Kau tahu peraturannya. Aku takkan pernah meninggalkan istriku.
Aku tahu Rob masih marah soal tempo malam.
Sudah beberapa hari dia tak menelepon.
Kenapa dia mendekatiku jika memang dia bahagia dengan istrinya?
Mungkin istrinya menyakitinya dan ia perlu waktu untuk memaafkannya.
Suatu proyek di mana aku terlibat sudah hampir selesai.
Aku akan selalu pulang sebelum makan malam, setiap malamnya.
Itu Hector.
Dia adalah penata rambut terbaik yang pernah kumiliki.
Sudah lumayan lama aku tahu gerak gerik Karl.
Kulihat mobilnya terparkir di sebuah motel yang kumuh.
Apa-apaan?
Sudah bertahun-tahun kami belum berjumpa.
Hector adalah satu-satunya orang yang melihat jati diriku yang sebenarnya.
Berhentilah meromantiskan hubungan kotor kalian.
Apa kau mencintainya?
Ya.
Hei.
Kau tertidur.
Minumlah.
Sepertinya tak usah.
Selama aku pergi, apa kalian berhubungan seks?
Tentu saja kami berhubungan seks.
Baiklah. Ini memang sudah ditakdirkan untuk terjadi, bukan?
Karena kita bertiga sudah bersama.
Baiklah, mari kita bahas skripku.
Aku mengharapkan tawaran dalam jumlah enam digit.
Jangan kecewakan Jade. Dia dewi inspirasimu.
Dewi inspirasinya?
Akulah yang menghabiskan waktu selama dua tahun terakhir...
...dengan membersihkan kekacauan yang dia buat dalam kehidupan kami.
Apa yang dia perbuat?/ Apa yang tak dia perbuat?
Mengonsumsi amfetamin, kokaina...
Dia itu pecandu.
Salah satu produser yang tertarik meminta untuk menulis ceritanya kembali.
Jika aku berhasil menyelesaikannya tepat waktu, maka... Aku telah kembali.
Kemudian uang pun akan mengalir, Jade. Aku dapat merawatmu.
Gadis bernama April itu ada di saluran satu.
Katakan aku sedang rapat.
Semalam kau ke luar.
Kau pergi dengan siapa?
Beberapa teman dari tim lari.
Eli, apa yang kau lakukan di luar pagi-pagi?
Hanya ingin joging.
Kau jaga!/ Tidak, kau jaga!
Jadi, bisa kenakan cincinku, Nyonya?
Bethany.
Terima kasih telah menemuiku.
Ya. Aku agak terkejut saat menerima pesanmu.
Rasanya sudah sementara waktu.
Ya, maaf soal itu.
Aku tahu aku menghilang begitu saja.
Ya. Kukira mungkin kau menemukan orang lain.
Tidak begitu. Hanya saja, kau tahu...
Aku menempuh jalan yang berbeda selama beberapa saat.
Ya./ Ya.
Baiklah, Tanya, dengarkan Ibu.
Bermainlah dengan teman-temanmu sementara Ibu bicara dengan teman Ibu, ya?
Baiklah./ Gadis baik.
Ibu lihat mereka ada di taman bermain.
Pergilah.
Ya Tuhan.
Dia sudah besar.
Aku tahu.
Dalam pikiranku, kubayangkan dia masih seorang bayi.
Ya, 24 bulan sudah seperti seumur hidup bagi anak-anak.
Ya.
Baiklah, aku punya barang dari Meksiko.
Ini sudah sedikit dimatangkan, tapi kualitasnya bagus.
Menggunakan sekitar 15% obat pencahar bayi.
Ini pasti akan membuatmu teler.
Tapi barang yang ini...
...terjatuh dari belakang perahu dari Kolombia.
Aku pun mencincangnya dan mengemasnya...
...dan aku bersumpah, Eli...
...tepat saat kau buka kemasannya, seluruh wajahmu akan mati rasa.
Baiklah, berapa harganya?
Delapan butir seharga 300 dolar?
Atau bisa saja 200 dolar untuk lima butir.
Itu sudah mentok.
Aku berusaha menabung untuk biaya kuliah Tanya.
Kau memang ibu yang baik.
Baik, aku beli dua kemasan.
Senang kau kembali.
Karl.
Kita perlu bicara.
Astaga, masih pukul 7 pagi.
Aku sangat marah kepadamu tadi malam.
Caramu berbicara kepadaku.
Dengar, Simone...
...aku begadang semalaman sambil berpikir...
"Kuharap aku tak pernah menikahinya."
"Dia merenggut waktuku selama sepuluh tahun silam."
Baiklah, maaf.
Ini, kenakan.
Kenapa?/ Kenakan saja.
Baiklah.
Kemudian aku mulai memikirkan saat-saat kita bersama.
Kau mengajariku cara main ski...
...cara menari tango.
Cara berbicara bahasa Prancis.
Minta tambah chardonnay tidak betul-betul bicara bahasa Prancis.
Yang terpenting...
...kau mengajariku cara menertawakan diri sendiri.
Sejujurnya, kau tak merenggut apa pun dariku.
Yang ada...
...kau telah memberiku lebih dari yang pantas kudapatkan.
Maaf, ketegangan ini agak membuatku tak enak.
Apa maksud semua ini?
Ikuti aku.
Supaya jelas, aku masih ingin bercerai.
Ya, seperti dugaanku.
Tapi, meski kau bukan jadi suamiku...
...bukan berarti aku tak boleh jadi temanmu.
Dan aku senang membuat teman-temanku bahagia.
Hector.
Halo, Karl.
Aku tak pernah merasa jatuh cinta padamu sedalam ini.
Kumohon, Karl, jangan ucapkan di depan pacar.
Halo.
Sheila.
Manajer apartemenmu bilang kau ada di bawah sini.
Aku ingin mengajakmu makan siang.
Maaf, aku baru dipanggil untuk bekerja.
Dua orang pelayan sedang sakit.
Aku harus mencuci seragamku dan cepat pergi ke Glendale.
Tak apa. Kita bicara lain kali saja.
Sebenarnya ada banyak yang harus kubicarakan.
Apa terjadi sesuatu?
Ny. Persky...
Aku ingin kau pergi.
Kenapa?
Aku ingin berbicara dengan temanku.
Mengenai apa?
Ini pribadi.
Tentang seks, ya?
Cepat pergi!
Tampaknya kau sensitif.
Rob mencampakkanku.
Benarkah?
Ya, dia mengirimkan bunga mawar bertuliskan...
"Aku tak bisa menemuimu lagi, kumohon maafkanlah aku."
Kau pasti sudah menyadari bahwa ini akan terjadi.
Ya. Aku hanya mengira Rob akan bersikap jantan...
...dan mengucapkannya langsung di hadapanku.
Kau tahu, aku menghubungi nomor kantornya 10 kali kemarin.
Sekretarisnya, Claire, tak kunjung menyambungkanku.
Sayang, saatnya melanjutkan hidup.
Kau pasti tak ingin mempermalukan diri sendiri.
Ya.
Sedang apa di sini?
Aku membawa suamiku.
Aku ingin dia lihat cara bicaramu terhadapku.
Aku harus pergi. Kuhubungi kau nanti.
Terima kasih./ Maaf...
Kenapa kau murung?
Kau dicampakkan kekasihmu?
Istrimu itu mengerikan. Kau tahu?
Ya, aku tahu.
Kukira kita sudah sepakat dengan penawarannya.
Tidak.
Dengar, tentu saja aku memercayaimu.
Ya. Maksudku, uruslah urusanmu. Baiklah.
Baiklah, sampai jumpa.
Sial.
Semuanya baik-baik saja?
Hei. Ya.
Ya, ada penawaran di depan mata untuk skrip itu.
Tapi Lamar ingin terus menaikkan harganya...
...dan itu membuatku gugup.
Apa yang kau konsumsi sekarang?
Apa? Tidak.
Benarkah? Kalau begitu, kenapa kau begini?
Tahun sekarang sedang musim serbuk bunga.
Astaga...
Sudah masuk berita.
Kita ini sepihak.
Aku tak dapat melindungimu jika kau bertindak bodoh.
Baiklah, maafkan aku.
Adderal itu sudah tak manjur lagi...
...jadi aku memerlukan barang yang lebih kuat.
Kenapa? Skripnya sudah selesai.
Semuanya?
Ya, kami di sini.
Singkirkan tanganmu dari wajahmu.
Baiklah./ Maaf.
Hei./ Hai.
Aku perlu bicara dengan kalian.
Ya, ada apa?/ Dengar.
Aku tahu aku sudah bilang tak keberatan dengan yang kalian lakukan...
...tapi terus terang, sebenarnya aku keberatan.
Aku merasa hanya pergi satu malam...
...dan kalian berdua tiba-tiba menjadi tim kecil yang kompak tanpaku.
Dan memang tak adil jika menyalahkan kalian...
...karena akulah yang membuat kita semua bersama sejak awal.
Aku merasa berbicara begini...
No comments yet. Be the first to leave one.