Space Brothers

Space Brothers (宇宙兄弟)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

77 Putri Seorang Astronaut
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2014-04-08
Downloads: 20
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 144 lines.

Sebelumnya di

Space Brothers

Mutta sang kakak terkena sial.

Karena berhasil melewati dua rintangan sekaligus, langkahnya ke bulan semakin dekat.

Sementara itu, Hibito sang adik menjadi moonwalker Jepang pertama, tapi dia mengalami kecelakaan dan hampir mati.

Setelah kembali ke bumi, dia menyadari kalau kecelakaan itu membuatnya trauma.

Karena dia tak bisa ikut dalam kegiatan luar pesawat, dia dilarang ikut misi bulan.

Hibito merahasiakan hal ini dari kakaknya dan pergi ke Rusia yang dingin untuk menyembuhkan diri.

Lamunan yang memberiku karangan bunga

membuatku goyah dalam kesedihan yang dalam

ZainuddinAri mempersembahkan

Space Brothers

Ku berdiri di puncak dunia yang baru

Apakah ku bisa menangkap apa saja yang jatuh dari keajaiban yang baru ini?

Semuanya belum sampai di sini lagi

Hari-hari yang kuhabiskan untuk tumbuh jauh darimu

Masih panjang jalan yang harus ditempuh sebelum tidur dalam damai

Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu

bercampur dalam darahmu di suatu hari dan belum melepasmu

Hanya itu

Tubuhku tumbuh semakin cepat hari ke hari

Hatiku pun menumpahkan air mata karena tak kuat menahannya

Tapi ku kehilangan sesuatu saat dewasa

Tidurku yang tak lama

Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu

bercampur dalam darahmu, jadi takkan pernah kubiarkan kau pergi

Hanya itu

Tubuhku berdiri di puncak pentas yang takkan lari meski terguyur hujan

Membuatku langsung berlari, jadi selamat tinggal

Tidurku di tengah malam

#77 Putri Seorang Astronaut

#77 Putri Seorang Astronaut

Dingin.

Hari ini mendung lagi.

Nak, mau naik, tidak?

Itu 'kan...

Maaf, ada yang kelupaan.

Aku naik bus yang selanjutnya saja.

Oke.

Kau lihat dia?

Ya.

Dia pakai topi bisbol, jadi aku tak begitu yakin.

Tapi mungkin saja itu Hibichov.

Dia bolos dua hari berturut-turut, dasar.

Tapi kalau memang dia ada di halte itu, berarti dia sempat mau datang.

Apa tak ditelepon saja, Pak Ivan?

Aku mana mau menelepon dia.

Dia harus usaha sendiri.

Aku tak mau menyemangati orang yang tak bisa cari jawabannya sendiri.

Aku ini bukan orang yang sebaik itu!

Penyakit panik ini hanya masalah mental saja, 'kan?

"Aku tak apa-apa. Ini bukan di bulan."

Kalau aku yakinkan pada diriku sendiri, pasti sembuh.

Tidak, aku sudah coba yakinkan diri sendiri.

Tapi aku tetap tak bisa berjalan 10 meter saja dalam seragam bertekanan standar itu.

Ini buruk.

Kalau begini, aku harus bagaimana?

Orang lain akan beranggapan aku sudah tak pantas lagi sebagai astronaut.

You've got mail.

Dari Ivan ternyata.

Wajar saja.

"Malam ini kita minum-minum."

Apaan ini?

Aku ini orang yang baik, jadi aku tak bakal mengomel karena kau bolos dua hari.

Tapi kalau kau tolak minum denganku, baru aku bakal mengomel sampai kau mati.

Pokoknya, Hibichov...

Kau itu tak sendiri!

Selamat datang.

Oh, datang juga.

Baltika #0, ya.

Hmm? Oke.

Hoi, hoi.

Itu 'kan bukan miras.

Kalau minum-minum itu, kita harus cari tahu siapa yang paling kuat sama miras.

'Kan aku sudah bilang dua hari yang lalu, aku sedang tak ingin minum-minum.

Kalau begitu, kapan kau inginnya?

Entah.

Ini #0-nya.

Lebih baik kau dengarkan permintaanku ini.

Kecuali kalau kau mau aku bilang ke NASA soal bolos dua harimu itu.

Kenapa? Kau yang bilang tak akan membahas itu.

Kau bilang apa, dasar gembel?

Aku ini bukan orang yang baik sampai mau menepati janji di surel.

Ini Olga waktu 8 tahun.

Waktu 5 tahun, dia masuk sekolah balet.

Umur 12, dia pindah ke tari modern.

Olga, matamu ke mana-mana!

Habisnya ayahku ada di situ.

Aku yang ada di belakang kameranya.

Cup, cup, cup.

Lihat, dia menangis hanya karena salah.

Mau berhenti?

Tidak!

Salin, ah.

Ini "Perkembangan Olga: Umur 5-10 tahun" volume 1.

Tontonlah kalau sudah di rumah.

Kenapa kau kasih padaku?

Besok ada kompetisi tarian Moskow.

Aku selalu ke sana dan merekam putriku.

Tapi aku ada latihan di Soyuz, jadi tak bisa tepat waktu.

Lagian hari Sabtu.

Makanya, kau bisa tidak bantu aku merekam putriku?

Itu dia permintaanku.

Satu lagi, Hibichov.

Selain masalah tadi...

Berapa jam jarak antara kecelakaan itu dengan kegiatan luar pesawatmu selanjutnya?

Tidak, habis kecelakaan, aku tak pernah keluar.

Untuk jaga-jaga.

Sudah kuduga.

Itulah perbedaannya Rusia dengan Amerika.

Kalau orang Rusia diselamatkan dari kecelakaan sepertimu,

kami mengirim mereka kembali secepat mungkin.

Pasti ada ketakutan karena ingatan dari kecelakaan itu masih baru,

tapi tak akan ada serangan panik.

Semakin cepat kau kembali ke luar, semakin mudah kau ikut kegiatan luar pesawat selanjutnya.

Tapi setelah kecelakaanmu, kau tak pernah kembali ke luar.

Terlalu banyak waktu berlalu.

Jadi sekarang, pilihanmu hanya menyembuhkan diri pelan-pelan, Hibichov.

Aku tahu rasanya.

"Aku tak apa-apa. Aku bisa ikut kegiatan itu."

Bisa kubayangkan betapa seringnya kau mencuci otakmu itu.

Tapi kau harus mulai lakukan yang kaubisa.

Kau takkan mendapatkan pengalaman yang kaubutuhkan

hanya dengan berkata begitu pada dirimu.

Kalau begitu, aku

harus bagaimana?

Pertama, minum-minumlah denganku.

Kau masih bisa lakukan itu, 'kan?

Eh, master.

Aku pesan yang dia pesan.

Oke.

Nah, begitu, dong.

Lihat, lihat, Ayah!

Aku bisa lakukan itu sekarang.

Sip, kalau sudah pulang, kita beri tahu ibu!

Mulai dari yang kubisa.

Aku terkesan.

Harus kuulangi berapa kali?

Lutut kananmu teruskan berputar.

Tapi wajahmu harus ditahan!

Aku fokus memerhatikan tanganku karena disuruh melihat sikap tubuhku.

Aku tak bisa perhatikan lututku sekaligus.

Jangan mengeluh terus!

Salah. Turunkan pundakmu.

Space Brothers subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Space Brothers

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left