The first 200 lines.
Mr. Queen: The Bamboo Forest Episode 2 Takarir Indonesia
Diterjemahkan Oleh No Touch Team
Selamat menonton :D
MR. QUEEN THE BAMBOO FOREST
SEMUA TOKOH, KELUARGA, DINASTI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI HANYALAH ISENG BELAKA
Kalo ente kagak paham gak usah dipikir, kita aja yang terjemahinnya kagak paham.
Aku, Dayang Choi,
sudah tinggal di istana selama 30 tahun.
Aku melihat semua hal di istana ini.
Bukan hanya rahasia orang-orang di istana,
bahkan cerita sampingan dari semua kehebohan yang terjadi.
Aku bisa meyakinkanmu bahwa tak ada yang tidak kutahu di istana ini.
AKU INGIN KEMBALI~~~!!!
Tapi aku sungguh tak mengerti...
kenapa Yang Mulia bertingkah seperti itu.
Yang Mulia.
Di dalam istana, setiap orang punya rahasia.
Kalau diungkapkan, itu terlalu sepele.
Tapi kalau ditutupi, malah bikin penasaran.
Rahasia sepele itu ... kini...
...akan terungkap.
RAHASIA TEMAN PRIA
ANTI-FAN, GOOD MORNING, MISSION, SEXY, CUTE DAN INNOCENT, PAMERAN
REPUBLIK KOREA - MASA DEPAN JOSEON, SENDOK EMAS / KOTOR - PEMBAGIAN KELAS, PEMILU - 18 TAHUN KEATAS
Masih banyak kata yang artinya aku gak tahu.
Tidak ada pilihan lain...
...selain menemui Ratu dan bertanya langsung.
Baginda.
Kenapa kamu keluar dari ruangan itu?
Aku abis ngobrol sama Yang Mulia Ratu.
Apa kamu segabut itu?
Apa pekerjaanmu?
- Aku kerja di departemen delegasi. - Kalau begitu, cepat pergi.
Asyiap, Baginda.
Lari!
Aku pasti akan menemuinya hari ini—
Kenapa Kepala Departemen Kehakiman ke sini lagi?
Lantas, kenapa Baginda Raja ke sini?
Apa aku butuh alasan untuk mengunjungi istrinya sendiri?
Aku juga hanya datang untuk memeriksa apa Yang Mulia baik-baik saja.
Sampai jumpa.
Ratu baik-baik saja.
Aduh, pria menyedihkan.
Mereka bilang yang pertama datang yang akan sukses.
Hari ini, aku pasti akan—
Oh, B-B-Baginda...
- Koki Kerajaan juga? - Ah, Ya.
Ah, gini, ada apa Baginda kemari sepagi ini?
Apa kamu gak butuh tidur?
Yah, seiring bertambahnya usia, waktu tidurku makin berkurang.
Siapkan makananku.
Sudah?
Hari ini, aku ingin mengadakan pesta besar.
Meja pesta besar untuk sarapanmu?
Cepatlah, ini hukumanmu!
Hong Byeolgam!
- Baginda Raja ada di sini! - Okeh! Sekali lagi!
- Ayo main satu ronde lagi. - Oke, ayo main lagi.
Dimulai i-eung(ㅇ) dan ji-eut(ㅈ).
- Yeong-jeong. (naksir) - Benar, ada Yeong-jeong.
U-jeong. (persahabatan)
- Oh, benar! - Aku punya satu!
Yeol-jeong! (gairah)
Ah, kamu kalah! Kamu kalah lagi
- Oh, O-jum. (air pipis) - Ayolah!
- Ini hukumanmu! Yeah! - Itu salah!
Mana ada orang yang gak pipis? Argh!
- O-jum! - Hukuman!
- Yeah! - Astaga!
Elu di sini?
Elu di sini?
Kau di sini, Baginda.
Aku mau ke Cheonjeongjeon, tapi salah belok.
Ae-Jeong! (cinta)
Hei, siniin punggungnya, kamu harus dipukul lagi
Kenapa pukulanmu sakit banget, sih?
Di sisi ratu, selalu ada pria di sekitarnya.
- Yes, yes! - Aduh, satu ronde lagi!
Jangan di situ! Plis, jangan di situ!
Bukankah kita baru kenalan? Aduh, plis atuh lah...
Sudah kuduga, daripada makanan untuk pikiran, mending makanan untuk hormon.
Tapi, novel romantis ini baru di level anak SMP.
Yang Mulia,
kau tidak boleh terus-terusan membaca buku-buku seperti itu.
Aku berlatih membaca sembari aku belajar Eon-mun. (Hangeul)
Oh, belum, oh, ow yeah.
Oh! Wow.
- Hmmm~ - Hmmm~
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, aku mau baca sekali lagi.
GOKIL!!!
Yang Mulia, Baginda Raja datang.
Kamu baca apa sampe serius gitu?
Oh? Mau baca juga?
-AH~ -Aduh, ngagetin aja.
AH! TIKUS! TIKUS!
Ada tikus segede anak sapi.
Maafkan aku karena bikin jantungan semuanya, Baginda.
Yah, kalo segede anak sapi, pasti anak sapi lah, kok tikus?
Tunggu, kemana buku yang kubaca?
Yang Mulia, sudah waktunya kembali ke Aula Daejeojon.
- Benar, apa semuanya ngumpul di sana? - Semuanya?
- Kayaknya kamu punya janji. - Ya.
- Dengan siapa? - Ada, lah.
Jelas sekali.
Tapi maksudku kalau kamu cuma punya satu atau lebih.
Kamu mau nanya apa?
Tanya aja terus terang.
Aku orangnya gak peka sampe paham niat tersembunyimu.
Tidak ada niat tersembunyi.
- Ada! - Sudah kubilang, tidak ada.
Sekarang kamu lagi ngambek?
Ngambek apaan? Raja tidak pernah ngambek!
Aku ke sini hanya untuk mengambil buku yang kubutuhkan,
Jangan ganggu aku.
Oh, ini dia.
Buku yang aku cari.
"Saat Kasim Kim melepaskan tali mantelku, pikiranku juga—." Apa?
A-Apa ini?
Akhirnya, kita menemukan kesamaan.
Hobi kita sama.
"Kita"?
Kalau begitu, silahkan nikmati makanan untuk hormonmu. Sampai jumpa.
Tunggu,
aku ingin menanyakan sesuatu.
Apa?
Bukan apa-apa.
Tapi apa kau tahu, orang yang paling kau sayangi,
siapa itu?
Hong Yeon.
Dan Dayang Choi juga.
Bukan itu maksudku.
Semuanya, tinggalkan kami berdua. Keluar.
- Ya, Baginda. - Cepat!
Bukan mundur, tapi berbalik dan cepat keluar!
Soal apa ini sampe butuh banyak waktu?
Tolong jawab dengan jujur.
Tergantung pertanyaannya.
Kalo kamu gak jujur, maka aku gak akan ngomong.
Kalau begitu, jangan.
P-P-Pria! Di antara pria, siapa yang paling kau sayangi?
Jang Bong-hwan.
Siapa itu?
Siapa dia...?
Satu-satunya pria sempurna di dunia.
Dia adalah pria paling menawan yang aku kenal.
Aku serius, lho. Dia gak punya satu kekurangan pun.
Penampilan adalah penampilan, kepribadian adalah kepribadian
Dan skill pisau yang luar biasa...
Eksistensi tertinggi yang bahkan dibuku pun sempurna.
Sial, dia yang terbaik.
Dia selalu menyegarkan, sangat menawan!
Terus, kenapa kau tidak bersama pria yang kau sayangi?
Tepat sekali!
Karena aku tidak bisa bersamanya,
itu lebih bergairah, lebih disesalkan dan lebih menyayat hati.
Itu membuatku gila.
Apa kau menghela nafas karena pria itu, Jang Bong-hwan?
Karena kerinduanmu padanya,
apa kau sampai susah tidur dan merasa kesepian?
Tunggu,
apa kamu cemburu?
Lucu banget, deh.
Lucu?
Apa? Kenapa? Ada apa?
Kau benar, aku cemburu.
Kau bukan barang publik untuk semua orang.
Jadi, kedepannya...
jangan pakai kata 'kita' dengan sembarangan.
Itu perintah kerajaan.
Aku juga tak mau kamu dipanggil 'sepupuku' atau 'Ratu kami'.
Juga,
apa aku masih imut?
Kamu imut, sangat imut, walau masih imutan aku.
Apaan?
Momen deg-degan klise ini,
yang sudah dipakai 5 triliun dan 5 ratus kali di komik romantis?
Hatiku gak akan deg-degan sama yang kayak gini—
Atau deg-degan?
DEFCON Level 1!
Hah?
Gak bisa gini, aku harus mengkonfirmasinya.
Konfirmasi?
Entah ini pemikiran tubuhku atau pemikiran jiwaku.
Aku harus... konfimasi... itu...
Ayo lakukan, konfirmasi.
Kenapa aku menyukainya? Bikin marah saja.
Jangan lakukan itu, Kim So-yong. Jangan, jangan!
Jangan, jangan!
Apa ini bikin kamu marah?
Ah, tidak semestinya aku seperti ini, sial.
Aku juga tidak semestinya seperti ini.
Di perpustakaan, banyak sekali buku menarik seperti ini.
Tapi tidak ada yang lebih menarik...
dari kelakuan-kelakuan para tetua di istana.
Di dalam istana, setiap orang punya rahasia.
Kalau diungkapkan, itu terlalu sepele.
Tapi kalau ditutupi, malah bikin penasaran.
Rahasia sepele itu ... kini...
...akan terungkap.
RAHASIA SAUDARA DALAM KEHIDUPAN NYATA
No comments yet. Be the first to leave one.