The first 160 lines.
Kue di tempat ini enak.
- Apa ini? - Yang ini rasanya enak.
Jangan makan apa pun yang kau lihat.
Aku akan mengangkat telepon ini.
Hei, ada apa?
Kenapa?
Kau bilang akan ke warnet bersama teman-temanmu.
Aku sudah ke sana.
Aku ingin menemuimu setelah beberapa babak.
Sesuai dugaan, aku ingin bermain simulasi kencan dengan Ja-rim.
Kau mau akhir yang buruk?
Kita sepakat bertemu dengan teman-teman kita hari ini.
Kau bisa main dengan teman-temanmu. Aku datang karena ingin menemuimu.
Dia luar biasa. Sudah berbulan-bulan sejak mereka bersama,
tapi perasaannya belum berubah.
Tidak, itu sudah berubah.
Aku lebih menyukainya daripada sebelumnya.
Seperti ini,
dengan kue manis...
Kue
dan hubungan kami yang manis.
Ja-rim tampak masam.
Hei. Pergilah.
Aku tidak bisa bergaul dengan pasangan. Menyebalkan melihatnya.
Ada pasangan lain juga di sini.
Benar. Tapi tidak seperti orang lain,
dia tidak selalu mengatakan, "Aku merindukanmu".
Hei. Kau tidak akan menemui Jung Sang-hoon?
Kau benar. Kau sudah menemuinya sejak mulai berkencan?
Aku belum pernah melihat kalian bersama.
Kami berdua ada ujian. Kami akan segera bertemu.
Kau benar. Kenapa rasanya kita tidak ada ujian?
Mungkin aku hanya ingin memercayai itu.
Kenapa? Nilaimu jelek?
Entahlah. Aku terlalu malas mencari tahu nilai rata-rataku.
Nilai Ja-rim naik banyak.
Kurasa kalian belajar dengan giat.
Nilainya turun.
Aku belajar dengan Ja-rim, kenapa nilai-nilaiku turun?
Karena kalian belajar bersama.
Kau pikir bisa fokus belajar dengannya?
Kau benar.
Kau benar apanya?
Hai, Ibu.
[Episode 26, Pindah, Pesta, Permainan Kejujuran]
Kenapa ekspresimu begitu? Apa terjadi sesuatu?
Benar. Sayang.
Kita mungkin tidak bisa bertemu seperti ini lagi.
Jika tidak bertemu seperti ini, bagaimana kita bisa bertemu?
Bukan begitu.
Aku
harus pindah.
Apa?
Cham, cham, cham.
Cham, cham, cham.
[Apa kegiatanmu sepulang sekolah? Jika senggang, mau bertemu?]
[Ujian sudah selesai, jadi, kurasa kami harus bertemu.]
[Kurasa aku melakukannya dengan baik. Mau bertemu akhir pekan ini?]
[Maafkan aku. Aku sudah punya rencana untuk akhir pekan ini.]
[Ya, aku setuju untuk pergi dengan mereka setelah ujian.]
[Maafkan aku. Aku setuju makan sesuatu dengan teman-temanku selagi belajar.]
[Sang-hoon. Aku akan dapat masalah jika nilaiku buruk,]
[jadi, bisa kuhubungi setelah ujianku selesai?]
[Begitu rupanya. Tentu. Semoga ujianmu berhasil!]
[Anak-anak bilang kau sudah selesai. Aku terlambat mengetahuinya.]
Apa? Benarkah?
Ya.
Ibuku bilang aku harus pindah karena nilaiku turun.
Dia bilang aku hanya bermain karena tinggal sendirian.
Ibumu juga tipe orang yang melakukan perkataannya.
Dia persis sama dengan Bu Shin.
Astaga, aku sedih.
Jika Gong Ju-young pergi seperti ini,
di mana kita akan berkumpul mulai sekarang?
Katakan saja kau akan pindah dan tinggalkan kamar itu.
Hei. Kau juga akan pindah sekolah?
Aku tidak akan pindah apa pun yang terjadi.
Jangan khawatir. Aku pasti akan mengurusnya.
Jika aku naik bus dari rumah orang tuaku, butuh satu jam.
Jika ingin bersekolah dengan Ja-rim, aku harus bangun lebih awal.
Tidak apa-apa. Pergi ke sekolah bersama tidaklah penting.
Memikirkannya saja membuatku lelah.
Ini sama sekali tidak melelahkan.
Aku melakukannya karena ingin.
Tidur saja lebih lama dan langsung ke sekolah.
Aku sungguh tidak keberatan.
Ini karena aku merasa tidak nyaman.
Itu sebabnya aku menyuruhmu belajar.
Kau bilang kau harus menaikkan nilaimu.
Maafkan aku.
Apa dia juga mengendalikan nilai pacarnya sekarang?
Lucu sekali.
Jadi, dia hanya akan memacarinya jika kekasihnya juga pintar?
Dia pilih-pilih soal kualifikasinya.
Sejujurnya, menurutku dia tidak secantik itu.
Dia terlihat sangat kasar.
Kenapa? Aku menyukai Wang Ja-rim.
Dia cantik. Aku suka wajah seperti itu.
Hei. Orang-orang sepertimu
yang membuatnya berpikir bahwa dia sangat hebat.
Benar. Apa salah pacarnya?
Kasihan pacarnya.
Pria yang menyatakan perasaannya saat retret? Namanya Gong Ju-young?
Benar.
- Dia mendengar kita. - Ayo.
Apa yang akan dia lakukan?
[Apa kegiatanmu sepulang sekolah hari ini?]
- Hei, kalian juga mau ikut? - Ke mana?
Ada pesta kamar di tempat Gong Ju.
Apa itu pesta kamar?
Kami mengadakan pesta di tempat Gong Ju-young sebelum dia pindah.
Ibunya menyuruhnya pindah.
Astaga, apa itu berarti Gong Ju dan Wang Ja
akan menjadi Altair dan Vega?
Aku akan menemuinya setiap hari di sekolah.
Hei. Akan ada makanan enak di pesta, bukan?
- Ya. - Baiklah.
Aku juga. Aku belum pernah ke rumah pria.
Bagaimana denganmu?
Aku
akan bertemu dengan Sang-hoon.
Astaga, akhirnya kalian bertemu?
Baiklah. Kalau begitu, nikmati kencanmu.
Tidak, tapi kami akan makan saja.
Lupakan saja. Jangan datang. Kami tidak mau dimarahi Sang-hoon.
Pastikan kau membawa uang jika datang.
Hei, Gong Ju-young.
Kau harus membuang banyak barang saat pindah, bukan?
Ya. Aku melihat-lihat dan ada beberapa hal.
Lantas, kau mau memberikan ini kepadaku? Kelihatannya agak berat.
Hei, dasar bodoh.
Kenapa aku harus memberimu komputerku?
Bagaimana dengan ini?
Teman-teman.
Aku akan meninggalkan lingkungan ini, bukan dunia.
Aku hanya berpikir jika membawa Playstation,
kau akan mendapat masalah dengan ibumu.
Hei, tinggalkan ini juga.
Kau tidak akan sempat bermain saat pulang.
Sudah cukup.
Kalian kemari mau pesta perpisahan atau mengambil barangnya?
Benar. Ayo cepat makan.
Dia sudah makan.
Aku akan memotret!
- Hei, hati-hati minumannya! - Ayo!
[Mungkin seharusnya aku mengajaknya bertemu besok.]
[Tidak. Lagi pula, dia akan tahu aku pergi dengan mereka.]
Min-ji.
- Hei, kau di sini. - Sudah lama kita tidak bertemu.
Senang bertemu denganmu.
Aku juga. Maafkan aku.
Aku sangat sibuk.
Tidak apa-apa. Aku hanya bermaksud senang melihatmu setelah sekian lama.
Kau mau makan?
Baiklah.
Jika kau tak bermain-main dengannya, segera akhiri semuanya.
Kenapa kita berkumpul untuk ini?
Tak ada yang bisa kita lakukan?
Benar juga. Aku membawa sesuatu, tapi lupa.
Ini dia. Tebak apa ini.
No comments yet. Be the first to leave one.