Release info

여름아 부탁해 Home for Summer E24 NEXT VIU
여름아 부탁해 Home for Summer E25 NEXT VIU
여름아 부탁해 Home for Summer E26 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-06-05
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 24"

Ibu membuatku terkejut.

Sedang apa Ibu di sini?

Kamu dari mana?

Aku bukan anak kecil.

Kenapa aku harus bilang tujuanku tiap aku pergi?

Kamu berpacaran dengan pria beristri?

- Apa? - Kamu memacari Dokter Han, bukan?

Dokter Han siapa?

Maksud Ibu, Dokter Han Jun Ho di klinik?

Ya.

Tidak.

- Kamu tidak berpacaran dengannya? - Tidak.

Kenapa Ibu berpikir begitu?

Bukankah kamu baru pulang dari Hotel K?

- Ya, lalu? - Dokter Han juga ada di sana.

Ibu, hotel itu besar.

Kamu sungguh tidak memacarinya?

Sudah kubilang tidak.

Awas jika kamu memacari pria beristri dan mempermalukan keluarga.

Kenapa kamu diam saja?

Aku lelah. Berhenti menggangguku. Turunlah.

Aku mengerti, jadi, tidurlah.

- Ayo. - Ibu akan mengawasimu.

Baiklah. Selamat malam.

Sikapnya mencurigakan.

Kamu menikmati makan malamnya?

Ya, semua hidangannya lezat dan unik.

Siapa orang yang mengundang kita?

Pria yang menemukan Yeo Reum di toko buku.

Dia sebenarnya mengelola blog memasak yang sering kubaca.

Itu sebabnya dia mengundang kita?

Tidak, plang restorannya dibuat dari tulisan tangan Yeo Reum.

Jadi, dia ingin berterima kasih.

- Sungguh? - Ya.

- Kamu mau membaca lagi? - Tidak, matikan saja lampunya.

Aku baru ingat.

Apa pasienmu baik-baik saja sekarang?

Ya.

Syukurlah. Aku cemas.

Jangan cemas.

Jadi, kamu dan temanmu sudah menjelaskan kesalahpahamannya?

Kurasa waktu memulihkan segalanya. Itu bahkan tidak perlu.

Lalu, apa yang kalian berdua bicarakan?

Kamu tahu.

Kurasa kamu meninggalkan kesan yang baik padanya.

Dia bilang aku memilih suami yang baik.

Kalian membicarakanku?

Wanita biasanya membicarakan suami dan anak-anak mereka.

Apa pendapatmu tentang dia?

Dia cantik, bukan?

Aku tidak begitu memperhatikannya. Jadi, aku tidak yakin.

Jujur, aku merasa terintimidasi saat melihatnya.

Kupikir mungkin aku seharusnya berdandan seperti kata ibumu.

Apa aku tidak terlihat lusuh di sampingnya tadi?

Jangan temui dia lagi.

- Kenapa? - Kenapa menurutmu?

Karena dia membuatmu memikirkan hal yang tidak perlu.

Lagi pula, aku tidak akan menemuinya lagi.

Ayo tidur sekarang.

Sang Mi, kenapa kamu pergi ke hotel kemarin?

Aku menemui teman-temanku.

Teman-teman?

Teman-teman kuliahku.

Omong-omong, bagaimana kalian tahu aku pergi ke sana?

Aku memberi tahu mereka.

Aku melihat mobilmu di tempat parkir hotel.

Begitu rupanya.

Sayang, undang Dokter Han ke rumah kita kapan-kapan.

Kenapa kamu tiba-tiba ingin mengundangnya?

Dia dokter yang andal. Jadi, perlakukan dia dengan baik.

Minta dia datang bersama istrinya akhir pekan ini jika memungkinkan.

Apa istimewanya dia? Kenapa harus mengundang istrinya juga?

Ibu mencoba menjadi istri yang baik.

Ya, Sayang?

Akan kutanya apa dia senggang akhir pekan ini.

Kenapa kamu harus menanyakan itu?

Dia seharusnya datang jika pemilik klinik mengundangnya.

Orang menganggap itu penyalahgunaan kekuasaan. Dia akan dalam masalah.

Apa salahnya menggunakan kekuasaan yang kita punya?

Kenapa orang menyebutnya begitu dan membesar-besarkannya?

Jangan menindas siapa pun hanya karena kita lebih berkuasa.

Bukan salah ibu mereka tidak berkuasa.

Jika mereka pikir tidak adil, mereka bisa menjadi orang berkuasa juga.

Semua orang memiliki kompetensi berbeda.

Jadi, tidak semua orang bisa berkuasa.

Itu juga tidak perlu.

- Apa? - Kita terlahir kaya

atau sukses sendiri karena kita cerdas,

kita seharusnya bersyukur atas apa yang kita miliki.

Jangan menyalahgunakan kekuasaan seolah-olah itu hak istimewa kita.

Apa salahnya itu?

Itu yang membuat hidup menyenangkan. Jika tidak menyenangkan seperti itu,

untuk apa semua orang berusaha keras menjadi sukses?

Ibu sungguh percaya

orang mencoba sukses agar bisa menyalahgunakan kekuasaan?

Kenapa orang menyebutnya penyalahgunaan kekuasaan?

Itu hak adil.

Kenapa Ibu menyebutnya hak adil?

Konon, semua orang diciptakan setara.

Konsep itu salah. Itu maksud ibu.

Masyarakat yang setara tempat semua orang hidup baik?

Ibu benci masyarakat seperti itu.

- Ibu. - Astaga. Hentikan.

Ini bukan acara debat. Kenapa kalian berdebat?

Maaf. Aku seharusnya tidak membahas penyalahgunaan kekuasaan.

Benar. Kenapa kamu membahasnya dan membuatku kesal?

Astaga. Sudah kubilang berhenti.

Sang Won, kamu akan membuka restoranmu hari ini, bukan?

Ya.

Ayah akan ke sana malam ini.

Sayang, kamu bisa pergi ke sana saat sore hari jika mau.

Aku tidak akan ke sana.

Jangan begitu. Datanglah.

Ibu bilang tidak akan pergi.

Omong-omong, kamu akan ikut audisi untuk peran apa hari ini?

Pengawal pemeran utama wanita.

Kalau begitu, ayah rasa kamu harus bisa melakukan bela diri.

Tentu. Itu karakter amat menarik yang bisa membuatku terkenal

jika kulakukan dengan baik.

Tapi kamu diberi tahu hanya satu hari sebelum audisi.

Kamu tidak punya waktu mempersiapkannya.

Seok Ho bilang tentang audisi itu. Jadi, aku berlatih saat ada waktu.

Dia baik sekali memberimu informasi itu.

Baik apanya?

Aku hampir dioperasi karena dia tidak bilang tanggal audisinya.

Aku bisa melewatkan audisinya jika Sutradara tidak meneleponku.

Intinya, pastikan kamu mendapatkan peran itu.

Agar kamu menyerah

untuk melakukan operasi plastik selamanya.

Sudah kubilang dia sudah menyerah.

Astaga.

Baiklah.

Datanglah ke salon ibu setelah audisi.

Untuk melihat pria yang Ibu katakan? Lupakan.

Jika mendapat peran itu, aku akan terlalu sibuk berpacaran.

Kamu terlalu percaya diri lagi.

Selain itu,

karena aku sudah memacari banyak pria tampan,

aku tidak suka pria tampan.

Lalu, pria seperti apa yang Kakak suka?

Entahlah.

Pria seperti Daddy Long Legs.

- Orang yang diam-diam membantumu? - Benar.

Tidak ada pria seperti itu di dunia ini.

Berhenti bermimpi dan turuti ibu. Mengerti?

Akan kupikirkan.

Seberapa tampan dia sampai Ibu bersikap seperti ini?

Aku setuju dia menjadi kakak iparku.

Karena kamu bersikap begitu, aku penasaran dengannya sekarang.

Omong-omong, apa Bu Byeon masih tidur?

Aku sudah selesai. Jadi, akan kuantarkan sarapannya.

- Baiklah. - Baik.

Aku akan memakai gaun kuning.

- Tunggu, tidak. - Bu Byeon, ini sarapan Anda.

Ya. Tunggu sebentar.

Anda tidak datang untuk menyarap.

Ada alasan aku tidak menyarap.

Ada yang mengundangku makan.

Omong-omong, Geum Dong,

kamu ingat

aku memakai gaun ini kemarin?

Ya.

- Sungguh? - Tentu saja. Kenapa?

Memakai baju yang sama tiap hari membuat wanita tidak menarik, bukan?

Jika dia memakainya tiap hari, ya.

Baiklah. Bawa kembali makanannya.

Baiklah.

Kenapa kamu membawanya kembali? Dia menolaknya?

Dia bilang seseorang mengundangnya makan.

- Siapa? - Aku tidak tahu.

- Dia sudah menata rambutnya? - Tidak.

Apa yang dia coba lakukan dengan membuatnya 10 tahun lebih muda?

Siapa? Maksudmu Bu Byeon?

Siapa lagi yang akan mengatakan hal konyol itu?

Dia menemukan orang yang dia suka?

Dia terlalu tua untuk berpacaran. Itu menjijikkan. Astaga.

Dia belum terlalu tua.

Omong-omong, bagaimana jika kuperkenalkan dia

kepada temanku yang duda?

Lupakan, kecuali kamu ingin ditampar oleh temanmu.

Tapi kurasa dia akan menyukainya.

Terbuka.

Selamat datang.

Aku ingin menukar gaun ini dengan yang lain.

Kamu tidak bisa melakukan ini pagi-pagi seperti ini.

Coba kulihat.

Apa?

Kamu sudah memakai gaun ini.

Belum.

Jangan bohong. Bisa kulihat ini kusut akibat pemakaian.

Seperti itu saat aku membelinya.

Itu tidak mungkin.

Itu sebabnya aku ingin menukarnya.

Aku menemukan gaunnya kusut begitu seperti sudah dipakai seseorang.

Kapan kamu membeli gaun ini? Tunjukkan resinya.

Ini.

Astaga. Kamu membelinya 15 hari lalu.

Bu, kamu tidak bisa menukar gaun ini.

Biarkan aku menukarnya selagi kuminta dengan baik.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left