The first 181 lines.
=Impian Chang An=
=Episode 1=
(Kaisar Wenzong dari Dinasti Xing berencana merebut kembali kekuasaan kaisar.)
Tuan Kanselir,
terjadi masalah besar di istana.
Kasim Qiu sedang membawa Pasukan Shencai
untuk menangkap orang.
Kau...
kau harus segera pergi.
Jalan rahasia ini mengarah langsung ke luar kota.
Tuan Wang.
Cepat.
Berhati-hatilah.
Buka pintu.
Buka pintu.
Cepat pergi.
You Ma.
Siap.
Berapa kali Wang Yang pernah
membantahku saat di pengadilan?
Enam kali.
Membayar seratus untuk sekali,
kalau begitu...
mutilasi dia sebanyak 600 kali.
Baik.
Qiu Ziliang.
Dari dinasti ke dinasti,
kekuasaan yang dipegang kasim,
mana ada yang berakhir baik?
Kakek!
Yang Mulia,
ada yang selamat di sini!
Baginda tiba!
Berlutut!
Ayah Angkat.
Kenapa?
Qi Yan menyukai yang warna hitam?
Tapi kurasa...
hanya warna ungulah
yang cocok denganmu.
Ayah Angkat benar.
Karena kau menyukai warna hitam,
kalau begitu hitam saja.
Bantu Baginda berpakaian!
Qi Yan.
Kau sudah dewasa.
Tapi aku...
malah sudah tua.
Mana mungkin Ayah Angkat tua.
Seluruh daratan di bawah langit adalah milik kaisar.
Semua yang berada di dalam daratan adalah abdi kaisar.
Mulai hari ini,
kau adalah....
Putra Langit Dinasti Xing!
Terima kasih, Ayah Angkat.
Hidup Kaisar!
Hidup Kaisar!
Hidup Kaisar!
Permainan bagus.
Wu!
Wu!
Dasar orang-orang ini.
Sudah janji bermain bersama,
dalam sekejap menghilang.
Mungkin setelah masuk istana,
tidak akan bisa lagi melihat bulan seterang ini.
Hormat pada Baginda.
Kau mengenaliku?
Benar.
Dapat menggerakkan garda kerajaan,
dan semua orang tahu bahwa
Baginda suka berburu rubah di malam hari.
Bunuh dia.
Baik!
Tunggu.
Aku bukan pembunuh.
Aku dari Biro Ziyi.
Baginda, lihatlah,
ini plakatku.
Nama?
Cheng Ruoyu.
Kau si Cheng Ruoyu?
Benar.
Akulah pemangku pedang baru Biro Ziyi.
Istana telah menyerahkan gambar diriku.
Kau memang tampak sebodoh dalam gambar.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku sedang menikmati musim semi.
Kabarnya pemandangan di sini sangat indah.
Lalu?
Sungguh.
Lagi pula,
aku tidak tahu Baginda akan berburu rubah di sini.
Aku juga datang duluan,
hanya tidak sempat pergi saja.
Mohon Baginda mengampuniku.
Enyahlah.
Memanggil Cheng Xi, Cheng Ruoyu,
dari Biro Ziyi untuk menghadap Kaisar.
Hamba, Cheng Xi, menghadap Baginda.
Hamba, Cheng Ruoyu, menghadap Baginda.
Cheng Ruoyu,
majulah untuk menerima dekret.
Baik!
Saya
menerima anugerah dari langit,
hanya menjaga kesejahteraan dengan kearifan
dan menekan pemberontakan dengan kekuatan,
sedangkan pemangku pedang adalah pilar pengukuh kekaisaran,
perwira kaisar.
Cheng Ruoyu dari Biro Ziyi,
memiliki kemampuan militer,
menggunakan pelatihannya untuk membantu kaisar,
dipilih dan diangkat.
Dengan ini dinobatkan sebagai pemangku pedang ke-23 Biro Ziyi.
Biro yang bersangkutan melakukan persiapan,
penobatan berlaku sesuai waktu yang ditentukan.
Demikian.
Terima kasih atas kemurahan hati Baginda.
Terima kasih atas kemurahan hati Baginda.
Bangkitlah.
Terima kasih, Baginda.
Terima kasih, Baginda.
Bawakan pedangnya.
Penerus pemangku pedang ke-23
Biro Ziyi, Cheng Ruoyu, dengarkan titah.
Hamba di sini.
Pedang Qingguang...
digunakan oleh Nyonya Gong Sun dulu.
Dianugerahkan padamu hari ini.
Kuharap kau menjalankan tugas dengan setia,
melindungi tuan dan menjaga negara,
mewarisi kehendak pendahulu.
Tidak mengecewakan...
kepercayaanku.
Baik.
Para dewa langit dan bumi,
roh pedang.
Hatiku bagai pedang,
menumpas kejahatan.
Pedangku bagai hati,
melindungi negara dan setia pada kaisar.
Selamat pada Pemangku Pedang.
Berhenti, berhenti.
Kakak kecil ini,
apakah kalian pergi ke kota?
Bisakah sekalian membawaku?
Bisa atau tidak bukan aku yang memutuskan.
Lalu siapa?
Nona.
Nona,
bolehkah mengantarku?
Naiklah.
Terima kasih.
Terima kasih, Nona telah mengantarku.
Oh iya,
Aku ada....
Aku ada manisan buah.
Nih,
cobalah satu.
Sangat manis, loh.
Tidak mau coba satu?
Aku juga pernah membacanya.
Buku yang bagus.
Wanita yang menyamar menjadi pria dan membunuh musuhnya sendiri.
Menanggung kesulitan untuk mewujudkan ambisinya,
gadis menakjubkan.
Kau... kau baru membacanya?
Itu...
akhir cerita itu memiliki misteri lain,
tidak pasti sama dengan yang kuceritakan.
Sudah sampai?
Sudah sampai.
Hanya bisa mengantarmu sampai di sini.
Bukankah ini Nona yang cantik dan baik hati?
Kenapa kau ada di sini?
Payung Tiangong...
Kau adalah pengurus bidak.
Qiu Yanzhi, Pengurus Bidak Kamp Jiangqi.
Cheng Ruoyu,
kita bertemu lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.