Release info

Mushoku Tensei - S2 - E06 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-08-15
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 158 lines.

Aktivitasku dalam bersekolah selalu sama setiap harinya.

Setelah bangun pagi, aku melakukan latihan rutin.

Begitu kembali ke kamar, aku berlatih ilmu sihir.

Karena Zanoba terus memaksaku untuk mengajarinya membuat patung figur.

Anggap saja rehabilitasi untuknya.

Tapi hampir tidak ada kemajuan.

Aku sarapan dan makan siang bersama Zanoba.

Kantin akademi ini punya banyak masakan yang rasanya cocok dengan lidahku.

Meski belum setingkat dengan lezatnya masakan Jepang modern,

aku merasa puas karena ada beberapa hidangan mirip.

Kalau soal Elinalise, sih...

Siang ke akademi,

malam keluyuran di jalan mencari mangsa.

Stamina jalang tak boleh diremehkan, bisa cari mangsa siang dan malam.

Pada jam siang, aku belajar sihir penyembuhan dan serangan dewa.

Aku juga belajar dasar sihir penghalang.

Dulu aku memang belajar sihir penghalang dari Roxy,

tapi saat itu aku merasa sudah bisa dan melewatkan beberapa hal yang diajarkan.

Jadi, aku akan mendapatkan hal baru jika belajar dasarnya lagi.

Ketika tidak ada KBM, aku melanjutkan untuk mencari tahu bencana teleportasi.

Aku membaca banyak literatur,

tapi karena teknik teleportasi dianggap sebagai teknik yang dilarang,

tidak ada yang membahasnya secara terperinci.

Mungkin jurnal Investigasi Teleportasi Labirin

yang direkomendasikan Kak Fitz punya penjelasan paling rinci.

Setelah terbiasa dengan jadwal keseharian, akhirnya bisa mencari waktu luang.

Namun, Jagoan-Beringas-Malam-Hari-ku

hanya bersikap siaga tanpa menunjukkan tanda-tanda pulih.

Peta yang kugambar telah terkoyak

Dunia masih sama dan belum berubah

Lagi-lagi menyalahkan orang lain

Muak rasanya

Aku akan tetap berpura-pura sambil menunggu sesuatu terjadi

Apa aku boleh mengulang dari titik ini?

Dahulu aku merasa bisa pergi ke mana pun

Di mana diriku waktu itu?

Pasti diriku waktu itu sudah menjadi dewasa

Tapi rasanya tidak demikian

Dengan sedikit keberanian,

mungkin ada hari esok yang bisa diubah

Aku pun tidak menyadarinya

Karena aku muak dengan hari-hari itu

Tidak ada hal yang abadi

Sebelum semuanya berakhir,

akan kucoba melangkah ke depan

Sembari menerima fakta, kupanjatkan doa

Rudeus.

Apa aku boleh duduk di sampingmu?

Tidak perlu sungkan begitu.

Sudah saya hangatkan kursinya.

Silakan duduk sebelum dingin.

Terima kasih, ya.

Orang ini tahu cara bercanda.

Apa penelitianmu ada kemajuan?

Entahlah.

Apa itu buku tentang teleportasi?

Iya, sebenarnya kenalanku juga hilang karena bencana teleportasi itu.

Saya turut berduka.

Tak perlu khawatir. Baru-baru ini aku tahu dia masih hidup.

Oh, begitu, ya?

Iya, tapi pada akhirnya, aku tidak bisa ikut mencarinya.

Oh, iya...

Rudeus.

Aku ingin meminta pendapatmu.

Soal apa?

Biarkan aku membantumu mencari tahu tentang bencana teleportasi.

Apa mungkin kamu tidak suka ada orang yang tiba-tiba ikut campur?

Tidak, kok. Justru saya senang.

Mohon bantuannya.

Iya, sama-sama.

Kalau begitu, langsung saja.

Jika tahu kecenderungan lokasi teleportasi akan terjadi yang tercantum pada sumber ini,

mungkin akan membantu penelitian kita.

Kalau dengan sesama jenis...

Misalnya, pada halaman ini...

Mana mungkin.

Mungkin aku agak gila.

Rasanya aku makin akrab dengan Kak Fitz.

Tapi dia punya banyak misteri.

Kenapa Kakak memakai kacamata hitam?

Kacamata hitam?

Oh, benda ini?

Aku tak bisa beri tahu alasannya. Maaf.

Tidak apa-apa.

Kakak tinggal di lantai berapa?

Uhm...

Aku bermalam di asrama perempuan karena aku pengawal Putri Ariel.

Apa itu tidak akan menimbulkan masalah?

Tidak akan. Aku sudah mendapatkan izin.

Lagi pula, aku juga tidak akan merepotkan Putri Ariel.

Jadi, selama mendapatkan izin,

tinggal bersama pengawal atau budak diperbolehkan.

Mendapatkan pengecualian meski sebagai murid lelaki,

karena pengurus asrama percaya pada Putri Ariel dan Kak Fitz sendiri.

Kakak bisa bicara normal dengan saya, ya.

Eh? Apa maksudmu?

Saya dengar Kakak orangnya pendiam.

Sebenarnya, aku...

orang yang pemalu.

Dibilang pemalu, tapi dia yang mengobrol lebih dulu denganku.

Apa Kak Fitz bisa menggunakan sihir tanpa merapal sejak kecil?

Hari ini kamu banyak bertanya, ya.

Iya, dulu aku diselamatkan guruku.

Oleh karena itu, aku meminta beliau untuk mengajariku.

Dia orang yang hebat.

Sampai sekarang pun aku menghormatinya.

Wah, begitu, ya.

Saya ingin bertemu dengan beliau.

Rasanya akan mustahil.

Eh? Kenapa?

Kenapa saat melihat senyumannya, hatiku berdebar begitu kencang?

Padahal aku yakin sekali kalau aku tidak belok.

Aku duluan karena ada urusan dengan Putri Ariel.

Baiklah. Mohon bantuannya lain waktu.

Kak Fitz itu pria yang penuh misteri.

Kenapa dia membantuku juga salah satu misterinya.

Namun, dengan bergerak menuruti nasihat Dewa Manusia dan berinteraksi dengannya,

suatu saat aku akan mendapat petunjuk untuk menyembuhkan jagoanku.

Guru!

Tolong ajari saya cara membuat patung figur!

Dia ini orang aneh.

Mungkin bisa dibilang sebagai maniak figur gila.

Aku merasakannya. Aku sudah diberi tahu.

Dia mencintai patung.

Pilih kasih pula.

Tapi bukan berarti aku tidak memahaminya.

Di kehidupan sebelumnya pun aku pernah memanfaatkan figur sebagai "bahan".

Bukankah Anda sudah berjanji?

Kenapa sampai sekarang Anda belum mengajari saya?

Aku selalu bilang untuk menunda pada Zanoba yang menggebu-gebu.

Berhubung dia makin melenceng dari tujuan utama,

aku jadi sulit untuk memulai.

Wahai Zanoba.

Ajaran dariku akan sangat brutal.

Tentu saya siap, Guru.

Bagus, aku suka kebulatan tekadmu.

Baiklah, akan kuajari teknik rahasiaku.

Siap, Guru!

Dimulailah pengembangan patung figur kami.

Maaf.

Tidak. Andai saya lebih berbakat...

Oke, kita ganti metode saja.

Memangnya ada cara lain?

Iya, ayo coba membuatnya tanpa menggunakan sihir.

Bagaimana caranya?

Dengan memahatnya.

Metode paling lawas dan paling pasti.

Namun, sangat sulit dilakukan.

Seharusnya orang yang tidak memiliki daya sihir juga bisa melakukannya.

Saya paham sekarang!

Guru, saya rasa saya bisa melakukannya!

Aduh, harapannya hancur lebur dalam sekejap.

Zanoba tidak terlalu terampil menggunakan jemarinya.

Daya cengkeramnya menyulitkan dia untuk mengerjakan keterampilan yang mendetail.

Tidak bisa! Saya...

Saya tidak bisa melakukannya seperti Guru!

Begitulah cerita bersama Zanoba kemarin.

Kamu membuat patung figur menggunakan ilmu sihir?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left