The first 200 lines.
Dasar sialan! Kenapa kau mencurangi teman sendiri dalam game Hwatoo??
Apa? Aku tidak curang!!
Sepertinya ibuku adalah hal yang kusesalkan saat aku masih kecil.
Berjudi Hwatoo, mengunjungi tempat dansa gelap, bertemu dengan laki-laki lain...
Tapi dia bisa menjaga image nya yang sempurna sebagai istri yang baik dan ibu yang bijaksana di depan ayahku.
Waktu itu, keinginan terbesarku adalah meninggalkan ibuku.
Dan untunglah mimpi itu menjadi kenyataan saat aku kuliah.
Joon-Young, mau kemana? Kau belum menghabiskan buahmu.
Dan..
Tahun-tahunku sebagai asisten sutradara, yang dulu kusebut sebagai "masa-masa gelap" dalam hidupku.
Juga menjadi titik kelemahanku di saat aku dewasa.
Saat itu, segalanya tentang rasa iri pada semua orang yang kupikir lebih baik dariku.
Dan dunia terus menerus memberikan masalah padaku di setiap hal.
Hey, hey! Tunggu, tunggu!
Kau mau pergi kemana?
Kau masih harus melakukan 3 adegan lagi. Tolong keluar dari mobil.
Aku bertanya padamu, tadi aku datang dari jam berapa?
Kalian membuat seorang wanita tua menunggu sejak subuh.
Dan apa yang kudapatkan? Cuma 2 adegan dalam 18 jam!
Bukannya kami sengaja...
Kau tahu, kami juga lelah sekali.
Itu urusanmu! Aku tidak akan syuting lagi hari ini!
Ayo pergi!
Hey! Kau tak dapat pergi begitu saja! Kita harus menyelesaikan semua yang terjadwal hari ini. Tolonglah!
"Hey"?
Susah banget ya manggil "bu"? Selalu manggil "Hey" kesemua orang...
Ayo pergi!
Hey, hey!
Hey, dia bilang mau pergi, dan kau membiarkannya?
Kau harus memohon, menahan kakinya.
Meminta dia menyelamatkan hidupmu. Kau harus melakukan apapun untuk membuatnya tinggal!
Tapi apa yang malah kau lakukan? Kau datang kesini cuma untuk main2?
Kau membuat keseluruhan produksi tertunda, membuang 10 juta Won begitu saja!
Kau berani memelototiku?! Pergi! Apa yang akan kau lakukan? Apa?!
Sialan!
Baiklah! Ayo! Pukul aku dan keluar dari pekerjaan ini!
Mau gak? Ayo!
Aku takkan memukulmu. Aku akan tetap disini dan bekerja!
Ingin memberontak ya?
Mulai sekarang, kau jadi supirku!
Tugas utama seorang asisten sutradara adalah membantu sutradara.
Sekarang bawa mobilku!
Iya pak!
Dia bisa juga melawan.
Larilah!
Dan setelah aku menjadi seorang sutradara, kelemahanku adalah.. seperti sutradara lainnya, rating!
Sepertinya episode terakhir akan mendapatkan sekitar 30%
Disini Ju Joon-Young.
Apakah ini sutradara Ju Joon-Young?
Hai, ini Yun-Young.
Siapa?
Tumit Achilles (titik lemah)
Beberapa saran untuk mereka yang baru memulai cinta.
Nada bicaramu terdengar serius.
Merasa sedih setiap saat tidaklah menarik.
Harus lebih ceria seperti dirimu.
Kau harus benar-benar menghayati adegan! Yang ini sangat penting untuk akhir yang emosional.
Jangan menekannya. Pergilah.
Aku memberi tekanan, dan kau harus menerimanya.
Tunggu.
Syuting mulai 5 menit lagi?
Tidak, tunggu 10 menit!
Hey, ada garis dibawah rel! Singkirkan itu!
Ya, bicaralah.
Kenapa sangat sulit menghubungimu?
Aku sibuk syuting, ada apa?
Dimana Ju Joon-Young? Akan kubunuh orang itu!
Memangnya dimana dia?
Memangnya siapa aku? Suaminya? Kenapa bertanya padaku?
Kan sudah diputuskan bahwa pertunjukkan itu produksi bagian dalam.
Jadi kenapa seseorang sepertinya yang hanya sutradara, berani bekerja dengan produksi lain?
Pergi ke kepala divisi untuk mendapatkan persetujuan?
Hey, apakah dia produsermu kali ini?
Lalu mengapa dia tidak mengerjakan programmu, dan malah membuat kekacauan ini?
Hey, pak Kim! Tahukah kau, Gyu-Ho terus meminta penundaan 2 minggu, dan kita telah memberikannya pada Joon.
Hey, Jung Ji-Oh! Senior macam apa kamu yang bahkan tidak bisa mengontrol juniormu?
Ya... Ji-Oh adalah target yang mudah untuk melepaskan frustasimu...
Yang kau dengar dari kepada divisi adalah idenya. Yang Joon-Young pikir adalah..
Joon Young tidak suka ke Yoo Young.
Joon-Young tidak menyukai Yun-Young.
Apa kau pikir bahwa aku mengarang semua ini?
Sudah dulu. Aku akan bicara padanya dan menelpon lagi.
Hey, bontot!
Ya!
Bilang Yun-Young aku mau bicara.
Oke.
Benarkah?
Ya.
Joon-Young benar-benar orang yang sulit.
Selalu menjauh, bilang sibuk dan segala macam.. tapi sekali bertemu.
Dia bilang OK begitu saja, tanpa perlu mendengar apapun juga. Tipe kesukaanku.
Ayo kembali kerja.
Kau sendiri yang bilang aku perlu bekerja dengannya.
Dan setelah aku melakukannya, kau tidak mau aku bekerja dengannya? Kenapa sih?
Kau selalu memandangnya rendah tentang caranya melakukan pekerjaan dengan benar.
Dan sekarang malah bekerja sama?
Kau yang bilang bahwa kita harus selalu memperhatikan keahlian akting pemain.
Sejak kapan kau mulai mendengar nasehatku?
Apa kau tidak tahu bahwa aku selalu mendengar nasehatmu?
Dia bersedia membawa Cho Seung-Won. Penulis dan aku juga menginginkan Cho.
Lagipula, dengan budget 300 juta per episode, aku dapat syuting di luar negeri.
Sebanyak yang aku mau. Jadi sangatlah aneh jika aku tidak mengerjakan proyek ini. Mengapa aku tidak boleh melakukannya?
Tanpa seijin kepala dept?
Dia yang berlaku tidak masuk akal dengan tidak memberi izin.
Dia melakukannya karena hubungan masa lalu dengan Yun-Young. Karena perasaan pribadi.
Kenapa dia tidak bisa mengenyampingkan perasaannya untuk bisnis?
Jika kau dalam posisiku, maukah kau menerima kesempatan seperti ini?
Wah, sepertinya kau lebih berbakat dalam bisnis dibanding yang kukira.
Kuanggap itu pujian. Terima kasih.
Jadi kau berhasil mendapatkan proyek besar, lalu mendapatkan tawaran untuk mini seri.
Dan kau menjadi lebih sukses dariku.. tidak.. aku bahkan tidak cukup bagus dalam bidang ini.
Jadi, lebih sukses daripada Gyu-Ho, dan menjadi pusat perhatian semua orang. Itukah yang kau mau?
Apa ada orang yang tidak mau hal seperti itu?
Ju Joon-Young. Aku masih ingat...
Ketika kau minum-minum denganku dan staf lainnya, dan mendiskusikan drama.
Kau pernah bilang, "bukankah integritas pekerjaan adalah yang terpenting di dunia?"
"Bagaimana seseorang bisa memegang kamera tanpa perasaan kuat dalam pekerjaannya?"
"Kekhawatiran dalam kehidupan nyata kita, harus direfleksikan dalam pekerjaan!"
"Sialan, ini bukan pasar jalanan. Harus ada kerja sama. Bukan bisnis yang seperti itu!"
Kukira kau bersungguh-sungguh dengan apa yang kau katakan.
Maaf mengecewakanmu.
Tapi bukankah kau melewati batas? Ini proyekku kan?
Ya, kau benar. Kau boleh melakukan apa yang kau pikir terbaik. Lagipula ini pekerjaanmu.
Ah, Jung Ji Ho, yang benar saja.
Jadilah produserku.
Sudah kubilang iya kan? Gak ingat?
Seharusnya kamu tidak perlu mengatakan itu...
Tiba-tiba aku merasa sangat sedih.
Apa kau ingin aku juga melakukan syuting?
Tidak, biar aku yang melakukannya.
Jangan, aku memaksa! Sebelumnya kau telah melakukannya untuk proyekku. Kita ingin semuanya adil kan?
Kau benar-benar wanita bisnis!
Hasil kerja berkualitas adalah yang terpenting.
Kau bilang akan pergi ke Singapura lusa, buat mencari lokasi baru?
Apa yang kau pikirkan? Mau pergi ke kepala dept dan bilang "tolong ijinkan"?
Dari apa yang kudengar, sepertinya dia tidak akan memberi izin.
Apa yang akan kau lakukan, jika tidak berjalan dengan lancar?
Aduh! HP siapa sih?
HP punya siapa ini?
Siapa yang lupa mematikan hp? Kita lagi syuting nih!
Apa kalian gak punya sopan santun?
Semuanya, cek HP masing2!
Pak sutradara!
Apa?!
Sakumu...
Ayo mulai lagi.
Siapa ini?
Ini aku, Jang Hye-Jin.
Aku mengirim pesan bahwa aku menunggu di kafe dekat rumahmu.
Tahu nggak, kau seperti penguntit?
Kau. Diam disitu. Tunggu aku!
Akan kubunuh dia.
Ini karma!
Kau selalu terlalu lembut pada juniormu, dan sekarang Joon-Young bertingkah seperti itu.
Kau harus lebih tegas, dan lebih berwibawa sebagai kepala dept.
Jujur saja, jika aku jadi dia.. aku juga akan mengambilnya...
Apa?
Maksudku, walaupun caranya salah..
Tapi kau tidak akan menolaknya seperti ini jika Yun-Young tidak terlibat dalam proyek ini kan?
Apa?
Ayolah, kalian berdua. Berantem lagi? Sudahlah!
Minum saja.
Ingatkah saat kau memprotes di depan juniormu menolak peningkatan produksi bagian luar?
Kenapa waktu itu berbeda dengan sekarang?
Ini sama sekali berbeda.
Dulu kan tentang mini seri.. sekarang tentang 4 eps drama spesial.
Bisa saja, sialan!
Ayolah, cuma itu jawabanmu?
Iya! Jadi kau mau apa?
Kau. Pulanglah.
Kukira kau kemari untuk membujuknya, sekarang malah tambah parah.
Maksudku adalah...
Apa yang kau lakukan disini?
Hey, kan sudah diputuskan jadi proyek dalam.. kenapa kau...
Maaf.
Apa?
Kau! Berhenti bilang "apa" pada setiap kalimat!
Setiap kali kudengar kau bilang "apa", semua aktivitas otakku tiba2 berhenti.
Tanya "mengapa", seperti semua orang. "Mengapa"... seperti ini..
Jika kau bilang tidak... Aku...
Tapi.. apakah separah ini? Aku tidak mengerti..
Kau! Ikut denganku.
Kenapa?
Kubilang, ikut!
Kalian berdua.. Duduklah..
Duduk.
Hey, Ju Joon-Young. Lakukan apa yang kau mau.
Dibayar oleh PH luar, pergi ke luar negeri sebanyak yang kau mau, untuk mencari lokasi menarik.
Lakukan apa yang kau inginkan... Tapi.. Jika kudengar ada sutradara bagian dalam
Kehilangan pekerjaan karena..
Perush ini merekrut lebih banyak PH luar... Aku sendiri yang akan membunuhmu.
Tentu dia tidak bisa mengatakannya, dia tahu itu.
Maafkan aku..
Duh.. kuharap bisa menghajar kalian berdua.. tapi..
Aku tidak bisa karena aku tidak ingin disalah artikan.
Hyung (kakak).
Baiklah. Memang benar aku pernah berhubungan dengan Yun-Young.
Dan hal itu akan menghantuiku seumur hidupku.. seperti sekarang.
Itulah sebabnya aku tidak bisa berpendapat jika tentang Yun-Young, bahkan dalam masalah ini.
Kupikir ini saatnya kau pulang. Kau tidak mau cerita pada mereka. Ayo pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.