The first 150 lines.
THE RABBIT HORROR
Dan yang satu ini juga, Kiriko.
Dengan setetes darah pangeran, Little Mermaid menjadi putri duyung kembali.
Dia mendekat ke Pangeran, yang tidur di kasurnya...
dan mengangkat pisaunya.
Lalu Pangeran bicara dalam tidurnya.
Membisikkan nama pengantin...
Pisau gemetar di tangannya.
"Tidak, Aku tidak bisa melakukan ini..."
Little Mermaid melemparkan pisaunya jauh ke laut.
Dan melompat ke dalam ombak besar.
Tubuhnya mulai menghilang dalam gelembung lautan.
Hey kalian!
Hey, tunggu aku!
PEMBUNUH KELINCI!
Kejadiannya sepulang sekolah.
Daigo menemukan Kelinci yang sekarat dan...
membantunya keluar dari penderitaan itu.
Tidak seorangpun mengerti niat baiknya.
Sejak hari itu, dia berhenti pergi ke sekolah.
Aku heran kalau aku mampu untuk berbicara,
Daigo tidak mungkin begitu tenang dan pemalu.
Kau tidak pernah memaksaku untuk pergi ke sekolah atau semacam itu, kan?
"Ada sesuatu yang jauh lebih penting dibanding hanya pergi sekolah?"
Apakah itu tidak apa-apa untuk seorang penjaga pustaka bilang seperti itu?
Sedikit lagi. Okay, kau berhasil.
Selamat!!
Terima kasih!
Lihatlah!
Sangat manis! Terima kasih, Ayah!
Adikku dan aku memiliki ibu yang berbeda.
Ibunya meninggal ketika dia melahirkannya.
Dia tidak pernah melihat wajahnya ataupun merasakan kasih sayangnya.
"Apa yang kau inginkan untuk ulang tahunmu tahun ini?"
Tidak ada, aku tidak apa2 dengan "Oshibana" yang biasanya. (Seni merangkai/menghias dg bunga atau dedaunan yang dikeringkan dg cara ditekan)
Ayahku adalah seorang seniman buku bergambar.
Dia bekerja membuat buku bergambar tentang putri duyung.
Setelah dia kehilangan dua wanita yang dicintainya,
dia kabur ke dalam dunia buku bergambar.
Tahun ini juga,
dia tidak mengingat ulang tahun Daigo.
Setiap tahun, Aku memberinya Oshibana.
Kelihatannya Daigo menantikan nya.
Biarkan aku keluar, Biarkan aku keluar.
Tidak. Tidakkkkkkkk!
Semua orang mengetahuinya, kan?
Rumah berhantu itu dimana kita berada sebelumnya?
Apa yang sedang terjadi?
Apakah kau tidur, Kak?
Kemana dia pergi...
Daigo!
Apakah itu... kau, Kak?
Hey, tunggu!
Tunggu sebentar.
Hey, apa ini?
Sebuah Rumah Sakit?
Daigo, lari!
Tolong! Siapapun!
Please!
Tolong!
Berhenti, jangan kesini!
Itu Kelinci!
Ah, Kak... Aku melihat...
Lupakan. Tidak apa-apa.
Percaya padaku, Aku baik-baik saja.
Kiriko, kau ingin minum kopi?
"Dia berada di lemari tadi malam!"
"Ada sesuatu yang salah."
"Ada sesuatu yang salah dengan Daigo."
Aku harus kembali bekerja.
Ayah selalu menghindar.
Tak ada bedanya kalau dia ada ataupun tidak.
Ayah membacakan ku Cerita tentang Little Mermaid.
Suaranya diambil demi untuk menemui Pangeran.
Aku kehilangan suaraku ketika aku masih kecil.
Jadi aku melihat diriku sendiri padanya.
Aku berharap suaraku bisa terhubung dengan Daigo.
"Penamaan Bayi Kami - Daigo? Kiyomi?"
Kakak!
Bangun, Kak!
Berhenti!
Tunggu.
Tunggu...
Kemana kau pergi?
Berhenti! Berhenti!
Hey, hentikan itu!
Kakak! Kakak...
Kakak ku!
Kak!
Kak!
Daigo...
Daigo...
Kembalikan kakak ku...
Daigo...
Daigo!!
Kita harus pergi, Kiriko.
Tolong, Kak! Kak!!
Tolong aku, Kak!
Tolong, Kak!
Tolong aku, Kak!! Tolong!
Kak, Kakak ku...
Kak! Kak!!
Kau melihatnya lagi?
Kostum Kelinci itu?
Kupikir aku mendengar suara kakak ku.
Kakak?
Sekarang,
Aku menggambar cerita tentang Putri Duyung.
Dia menyerahkan suaranya...
demi pertukaran untuk kaki manusia.
Aku penasaran apa pertukaran yang kau dapat...
untuk suaramu?
Bagaimana dia?
Dia melihatnya lagi?
Ya, dia bilang... itu Daigo.
Mungkin...
kondisi yang sama seperti yang dia alami sebelumnya.
Apakah kau merasa lebih baik sekarang?
Bagaimana tentang mengunjungi makam Kyoko?
Kenapa kita tidak pergi bersama pada hari jadinya?
"Kyoko akan datang."
"Aku melihatnya!"
"Daigo juga..."
Cukup dengan Delusi mu.
Apa kau ingin aku untuk percaya?
Kalau kau terus menekan ku...
Aku akan menempatkan mu di Rumah Sakit!
Ayah.
Aku pulang.
Selamat datang.
Siapa dia?
Ini Kyoko.
Hello.
Kiriko, kau bilang hello ke dia juga.
Kiriko, senang bertemu denganmu.
Aku Kyoko.
Kupikir kau akan suka ini...
Sepatu mu; silahkan taruh dengan benar...
Oh, Aku minta maaf...
Apa yang terjadi?
Apa kau tidak apa-apa?
Apa kau tidak apa-apa?
Perutmu?
Aku baik-baik saja...
Apa kau yakin?
Kiriko...
Oh Ya Tuhan!
Lepaskan aku!
Kita harus menghentikan pendarahannya. Kotak P3K?
Aku Kyoko.
No comments yet. Be the first to leave one.