Season 1

Release info

See You in My 19th Life S01E09 1080p NF WEB-DL AAC2 0 x264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
NF Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-07-15
Downloads: 59
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEE YOU IN MY 19TH LIFE

KEHIDUPAN KE-6

Ada momen ketika aku hidup di tempat yang hening dan indah.

"Akankah aku bertemu mereka yang dapat mengingat kehidupan lampau mereka?"

Atau…

"Akankah aku bertemu orang yang akan memercayaiku?"

Aku kerap memikirkannya saat menatap langit malam.

Bagaimana kau bisa tahu…

lagu itu?

Karena orang yang membuat lagu ini…

adalah aku.

Ingat baik-baik, dan mainkan saat merindukan seseorang.

Perasaanmu akan lebih baik.

Yoon Ju-won berkata begitu padamu, kan?

Bagaimana kau bisa tahu itu?

Karena dahulu aku adalah Yoon Ju-won.

Aku tahu sulit dipercaya.

Namun, kenyataannya, aku memang Yoon Ju-won.

Aku tahu kau berniat menghiburku.

Namun, akan kuanggap aku tak pernah mendengarnya.

Jadi, sebaiknya kau pulang.

Pak Mun.

Aku hanya ingin memberitahumu

tentang sebuah keajaiban.

Yoon Ju-won yang ada di masa lalu,

ada di masa kini,

dan akan ada di masa depan.

Kau ingat Bulan dan Hutan Penyihir Barat ?

Itu buku kesukaan Yoon Ju-won yang berumur 12 tahun.

Bacaan apa yang seseru itu?

Bulan dan Hutan Penyihir Barat.

Ceritanya tentang apa?

Tentang seorang penyihir abadi yang menemukan cinta sejati. Begitulah.

Kenapa dia tak bisa mati?

Dia juga tak tahu alasannya.

Makanya, dia merasa tersiksa.

Kenapa dia tersiksa?

Bukankah malah menyenangkan?

Tidak selalu begitu.

Rupanya penyihir itu bukan hidup abadi.

Dia ternyata

hanya selalu ingat kehidupan lampaunya saat terlahir lagi.

Kehidupan lampau?

Apa yang kau bicarakan?

Kau akan segera tahu.

Kunci dari kotak yang Ju-won berikan kepada Seo-ha sebagai hadiah ulang tahun

ada di dalam buku itu.

Jika sudah menemukan kunci itu dan melihat isinya,

bacalah pesan ini.

Jangan sampai urutannya salah.

Buka kotaknya dahulu,

lalu baca pesan ini terakhir.

Paham, kan?

Aku akan menunggu, Seo-ha.

Bagaimana cara membukanya?

Kuncinya kusembunyikan.

Di taman hiburan?

Aku tak seniat itu.

Aku akan beri tahu di mana asalkan kau menurutiku hari ini.

Kau selalu saja begini.

Jangan sampai urutannya salah.

Buka kotaknya dahulu,

lalu baca pesan ini terakhir.

Tuk, tuk.

Kakak! Cepat sekali sampai di sini.

Masih belum selesai?

Sudah.

Kak, ayo duduk di sini.

- Duduklah. - Ya.

Ada masalah apa?

Aku mengaku pada Seo-ha

bahwa aku adalah Ju-won.

Sungguh?

Apa dia percaya?

Dia pasti butuh waktu.

Kalau dia tak pernah percaya?

Mungkin aku harus pergi.

Kuharap dia bisa paham dan menerimanya,

tetapi aku siap untuk yang terburuk.

Namun, kenapa tiba-tiba mengatakannya?

Kau selalu ingin menyembunyikannya.

Ada yang ingin kukatakan kepada Seo-ha.

Bukan sebagai Ban Ji-eum,

tetapi sebagai Yoon Ju-won.

Padahal aku sangat senang kau kembali.

Namun, apa rasanya bisa mengingat kehidupan lampaumu?

Selama lahir dan meninggal berkali-kali,

aku sudah bertemu dengan banyak orang.

Ibu! Ini aku, Hae-wol!

Ibu!

Makin banyak juga orang yang meninggalkanku.

Seo-ha.

Bagiku,

setiap hari adalah ulang tahun dan peringatan kematian

orang tersayangku di kehidupan lampauku.

Pasti begitu, ya.

Kau pasti amat tersiksa, Kak.

Namun, perasaan itu hilang setelah sering mengalaminya.

Entah sejak kapan,

aku jadi tidak berharap apa pun.

Aku akan berpikir, "Rupanya begini kehidupanku kali ini."

"Ternyata aku mati dan terlahir lagi."

Menjadi begitu saja.

Namun, ada yang disayangkan.

Aku tak bisa berbagi ingatan bahagia dan sedihku

kepada siapa pun.

Orang-orang akan meninggal dan hilang,

atau tak bisa mengenaliku.

Namun, hari ini…

aku jadi bersemangat berkat adikku.

Dasar cengeng.

Aku tidak menangis.

ORANG YANG BERPISAH AKAN BERTEMU LAGI

Rupanya penyihir itu bukan hidup abadi.

Dia ternyata

hanya selalu ingat kehidupan lampaunya saat terlahir lagi.

Kehidupan ini bukan kehidupan pertamaku.

Karena dahulu aku adalah Yoon Ju-won.

Nona Ban.

Seo-ha.

Maafkan aku.

Seo-ha…

Di antara para pengutangmu, apa ada sopir truk?

Seo-ha…

Kak.

Apa yang dia katakan saat itu?

Seseorang meninggal,

dan Seo-ha ada di lokasi kejadian itu.

Jika sekali salah langkah di sini,

kecelakaan waktu itu mungkin akan diperbincangkan lagi.

Hentikan saja pembicaraan ini.

Seo-ha terus membuat masalah,

dan Pak Lee terus merasa gelisah karena itu.

Dia mungkin akan dikuasai rasa bersalah

dan mengakui perbuatannya kepada Seo-ha.

Jika sudah begitu, kau akan berada dalam bahaya, Pak Mun.

Itu pun kesempatan bagus bagiku.

Biar aku yang mengurusnya

seperti selama ini.

Kau dan aku…

harus berpandangan sama soal ini.

Mengagetkan saja.

Kenapa itu ada di sini?

Yang benar saja, Pak Kang.

Kau tinggalkan sesuatu di kamarku.

Itu, ya?

"Itu, ya?"

Jantungku hampir copot karena benda itu.

Sudah kau pegang lagi?

Hampir saja kupegang lagi.

Padahal awalnya kau yang minta izin untuk memegangnya.

Kau tidak penasaran

soal kehidupan pertamamu?

Ya…

Aku sempat penasaran.

Sekarang tidak lagi.

Apa ada

yang lebih mendesak dari itu?

Ada yang lebih berharga.

Aku hanya mau fokus ke situ.

Kehidupan pertama sudah tidak ada artinya bagiku.

Tidak penting sama sekali.

Rupanya begitu.

Kalau begitu, Pak Kang Min-gi,

selamat tidur.

Rupanya tak penting baginya.

Apa kau tahu apa itu kehidupan lampau?

Kehidupan ini bukan kehidupan pertamaku.

"Bulan dan Hutan Penyihir Barat."

"Bulan…"

Sepertinya buku yang kubaca waktu kecil

sudah dipindahkan ke rak sebelah atas.

BULAN DAN HUTAN PENYIHIR BARAT

Tertemu.

Sungguh ada kuncinya.

Kunci dari kotak yang Ju-won berikan kepada Seo-ha sebagai hadiah ulang tahun

ada di dalam buku itu.

Selamat datang, Pak.

Pak Mun menunggumu.

Terima kasih. Apa dia di lantai dua?

Ya, sebelah sini.

Tidak perlu. Aku bisa sendiri.

Seo-ha.

Tumben sekali kau datang ke rumah ini.

Apa kau dipanggil ayahmu?

Tidak.

Hanya ada yang mau aku lihat.

Kau tak angkat telepon paman kemarin.

Paman pikir kau sibuk.

Dasar kau ini.

Sudah bertemu ayahmu?

Ayo kita makan bertiga.

Aku harus ke kantor.

Baiklah.

Namun, wajahmu terlihat pucat.

Kau tidak sakit, kan?

Jika tidak enak badan,

katakan saja kepada paman.

Paman telah lama menjaga ibumu,

jadi, paman sudah hampir mirip dengan dokter.

More Indonesian subtitles for See You in My 19th Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left