The first 200 lines.
Namaku Hasegawa Hanjo. Panggil saja Hanjo.
- Tuan Muda... - Apa yang sedang kau katakan?
Berhentilah memperdayaiku.
Kau terus melirik padaku dan berbisik.
Kau tertarik padaku karena aku dari Jepang?
Bukankah Kau Tuan Muda Yoon Kang?
Jangan pernah memanggilku dengan nama Joseon itu.
Aku bukan Park Yoon Kang.
Park Yoon Kang telah mati. Kau sudah terlahir kembali. Itulah jalanmu menuju balas dendam.
Beritahukan pada orang yang memerintahkanmu bahwa aku menunggunya.
Seolah mendiang Park Jin Han yang menembak saya.
- Siapa kau? - Aku Park Yoon Kang, putra dari Park Jin Han.
Lalu, bagaimana dengan Yeon Ha? Dia akan naik kapal di Pelabuhan Mapo besok malam.
Dia akan dijual ke Qing.
Entah dia akan dijual ke Qing atau Jepang, itu bukan urusanku.
Jika Hanjo muncul, dia adalah Park Yoon Kang.
Kakak...
:: Episode 7 ::
IDFL SubsCrew
Kumohon tenanglah.
Kami mencari pencuri yang masuk ke gudang kami.
Tolong bekerjasamalah dengan kami.
Katakan saja Kau siapa.
Kau siapa?
Tolong tunjukkan wajahmu.
Itu suara tembakan!
Tampaknya terjadi sesuatu.
Kalian awasi kapal dan sisanya ikuti aku!
Bukan Dia!
Anda Ketua Kelompok Pedagang Gyeonggi.
Benar. Lepaskan Dia.
Pria mencurigakan melepaskan tembakan dan kabur. Jadi, kami mengejarnya.
Lalu, bagaimana dengan penembak itu?
Dia melarikan diri. Ke arah sana.
Apa Anda melihat pria mencurigakan lainnya?
- Yang membawa budak-budak kecil. - Aku tak melihatnya.
Sial...
Ayo pergi!
- Bagaimana dengan wajahnya? - Saya tidak bisa memastikannya.
Masuk.
Cepat! Sebelum polisi datang.
Masuk!
Jalan!
Ini berbahaya, Soo In! Petugas Han menyuruhmu diam saja.
Tapi Yeon Ha... Mari kita cari sebentar saja.
Pintu di sana terbuka. Mari kita cari.
Baiklah. Mari kita cepat cari.
Kakak cari ke arah sana. Aku akan mencari ke arah sini.
Hati-hati.
Soo In!
Siapa kau?
Apa yang kau lakukan sekarang?
Lepaskan Dia sekarang juga.
Jika kau membutuhkan tawanan, Aku bersedia jadi tawanan.
Jadi, jangan sentuh Dia.
Ke arah situ! Periksalah!
Soo In! Kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
Bertemu dengan penembak itu... Kau bisa saja dalam bahaya.
Kau baik-baik saja?
Kau pasti sangat terkejut.
Ya. Berkat Kak Ho Kyung...
Bagaimana dengan Yeon Ha? Kalian tak bisa menemukannya?
Tampaknya mereka melarikan diri dikala terjadi keributan.
Apa dia benar-benar di sini tadi?
Entahlah. Tak ada yang bisa kupastikan.
Maaf. Aku tak bermaksud mengganggu pekerjaan polisi.
Aku juga minta maaf padamu.
Kau masih mencari gadis yang bernama Yeon Ha.
Benar. Kudengar penjual budak membawa Dia...
Kau pasti sangat terkejut. Silahkan pulang saja.
Aku akan terus mencari Yeon Ha.
Kalau begitu, permisi.
Kita juga harus kembali.
Baiklah. Berhati-hatilah di perjalanan.
Baik.
Hal buruk bisa saja terjadi.
Aku lega kita tak menghadapi hal buruk itu.
Terima kasih, Kak. Berkat dirimu...
Tapi kenapa kau melakukan itu?
Bagaimana jika penembak itu sungguh-sungguh menjadikanmu tawanan?
Aku juga tak yakin.
Saat itu, aku hanya...
Aku hanya berpikir untuk menyelamatkanmu.
Jika bukan karena Petugas Han, kita berdua takkan bisa selamat.
Ya.
Omong-omong, penembak itu...
Sepertinya Dia tak bermaksud melukai Kita.
Apa maksudmu? Dia tak bermaksud melukai Kita?
Begitulah yang kurasakan. Matanya saat itu...
- Mungkin itu cuma perasaanku sendiri. - Jangan berkata seperti itu.
Dia menjadikanmu tawanan.
Apa kau tahu betapa terkejutnya aku?
Itu benar, tapi...
Aku juga tidak tahu... kenapa aku punya pemikiran begini.
Yang penting Kita berdua selamat.
Jangan pikirkan tentang hal itu lagi.
Mari lupakan kenangan buruk ini secepatnya.
Kumohon, Tuan! Tolong bangunlah.
Matahari sudah meninggi, Tuan. Cepat!
Sedikit lagi.
Kau juga harus tidur lagi.
Kenapa Kau tidak bangun saja, Tuan Hanjo?
Ini pembukaan gudang hari ini.
Sungguh... Aku sangat lelah.
- Kita lakukan besok saja. - Tuan Hanjo!
- Tuan Hanjo! - Baiklah. Baik!
Aku bangun!
- Kumohon berhati-hatilah! - Aku tak apa, tak apa.
Dia pergi tidur agak malam bersama gisaeng.
Saya barusaja melihatnya keluar kamar bersama gisaeng.
Bagaimana dengan semalam?
Setelah gerbang tertutup. saya tak melihat siapapun keluar.
Baiklah. Kau boleh pergi sekarang.
Dia mungkin menyadari telah diikuti.
- Mungkin Dia keluar lewat gerbang lain. - Dugaanmu tidak cukup kuat.
Dia mendapat kepercayaan Yamamoto.
Kirim pemberitahuan pada Kelompok Pedagang.
- Apa? - Cari penjual budak yang bernaung di Pelabuhan Mapo.
Jika Soo In benar, mereka pasti membawa gadis bernama Yeon Ha.
Jika Hanjo adalah Park Yoon Kang,
Dia tak bisa memalingkan diri setelah melihat adiknya.
Baik.
Jadi, Kau tak bisa menemukan Yeon Ha sama sekali.
Ya, Aku tak menemukannya.
Ketua Kelompok Pedagang muncul tiba-tiba, jadi aku kehilangan Dia.
Ketua Kelompok Pedagang?
Kenapa gerangan dia bisa ke sana?
Ada pencuri masuk ke gudangnya.
Terjadi tadi malam?
- Itu agak mencurigakan. - Kita perlu mencari tahu.
Pergilah ke Biro Polisi Wilayah Barat.
Apa? Ada urusan apa ke sana?
Ada seseorang yang perlu kutemui demi menemukan Yeon Ha.
Ada surat di kamar, jadi antarkan itu ke Biro Polisi Wilayah Barat.
Baik.
Mereka datang.
Aku hanya membuka gudang. Kenapa kalian membawa banyak hadiah?
Ini tidaklah banyak. Kuharap Kau tak keberatan.
Baiklah. Terima kasih.
Sekarang pembukaan gudang telah dilakukan, kita harus mempercepat pelaksanaannya.
Tentu saja. Itu juga yang kuinginkan.
Maka, jangan tunda pengujian ledakan. Mari laksanakan secepatnya.
- Segera setelah bubuk mesiu siap... - Itu sudah siap.
Bubuk mesiu akan datang besok.
Apa? Besok?
Kenapa Kau terkejut? Bukankah Kau menunggu itu?
Ya, aku sudah menunggu.
Kapan kau bisa melakukannya? Aku ingin secepatnya besok.
Saya tak bisa melakukannya langsung. Saya masih perlu mempersiapkan...
Kita punya ahli mesiu dan bubuk mesiu.
Apalagi yang perlu kau persiapkan?
Anda memang tak tahu hal seperti ini. Adanya bahan bukanlah segalanya.
Untuk menghasilkan ledakan, Saya harus mencampur dan mengeringkan...
Baiklah. Jadi, Kau butuh berapa hari?
Itu...
- Sekitar 10 hari? - Aku memberimu 3 hari.
Itu terlalu singkat.
Sekarang, mari kita menuju ruang penyambutan.
- Kita harus minum-minum. - Tentu, mari kita lakukan.
- Aku akan tetap di sini melanjutkan pekerjaanku. - Mau dilanjutkan?
- Baiklah. Sampai nanti. - Baik.
L e a v e s t
Ini...
Dia sangat menggangguku sepanjang malam.
Akhirnya aku terbangun saat matahari sudah meninggi.
Begitu.
Gadis-gadis di Penginapan Cheong Poong semuanya mendekatiku...
Sekarang aku takut pergi ke sana.
Kurasa mereka semua menyukaimu, Tuan Hanjo.
Ya, mereka juga pandai memilih pria.
Permisi...
Saya akan permisi dulu.
Kenapa? Kami sedang dalam perbincangan menarik.
Silahkan lanjutkan perbincangannya. Hanya antara pria.
Aku harusnya lebih berhati-hati di depan para gadis.
Anda tahu itu, tapi...
Kenapa? Selesaikan saja ucapanmu.
Tak apa. Saya menikmati cerita barusan.
- Permisi. - Tentu, hati-hatilah di perjalanan.
Omong-omong, gadis-gadis Joseon berbau sangat wangi.
Apa yang mereka gunakan?
Entahlah.
Ini, mari diminum!
Aku pasti telah salah mengira.
Sekarang bila kulihat Hanjo, Dia memang berbeda dengan Yoon kang.
Dia sepenuhnya berbeda.
Ya, Aku senang Kau sudah menyadarinya itu sekarang.
Namun, ini tetap masalah besar.
Hanya 3 hari...
Kakak, Aku tak bisa melakukannya.
- Aku sungguh tak bisa membuat ledakan. - Kumohon lakukan sebisamu.
Kau tahu jika Kau menyerah sekarang, itu akan jadi akhir buat kita.
- Kakak... - Lakukan saja yang terbaik.
Bahkan jika Kau gagal, itu bukan salahmu.
Kumohon, Soo In.
Hasegawa Yuichi...
Itu nama Ayahku.
Beliau terabaikan sebagai prajurit rendahan seumur hidupnya.
Aku juga menghabiskan masa kecilku seperti itu.
No comments yet. Be the first to leave one.