Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E13-E14-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-10-11
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Putri Anda, Park Seo Yeon.

Dia belum mati.

Dia masih hidup.

Siapa kamu? Katakan!

Kamu pikir kamu siapa?

Bu Kim?

Bu Kim, Anda baik-baik saja?

Tidak, jangan ditutup!

Halo? - Siapa kamu?

"Episode 7"

Bit Chae Woon?

Apa mereka sudah dekat?

Memang benar

darah lebih kental daripada air.

Itu sangat kental.

Bu Kim? - Air...

Baik.

Ini.

"CEO Kim Jung Won"

Ini dia.

Anda baik-baik saja?

Ini.

Aku baik-baik saja.

Terima kasih.

Seperti ini.

Menekan ujung jari

akan menenangkan jantung.

Biar kulihat tangan satunya.

Aku baik-baik saja.

Ibu, apa...

Terima kasih, Nona Lee.

Kamu boleh pergi sekarang.

Tentu.

Apa itu tadi?

Kenapa dia memijat tangan Ibu?

Ibu tiba-tiba kejang, itu saja.

Di sini? Kenapa?

Aku yakin dia membuat Ibu geram.

Tidak, terkadang ibu seperti ini.

Ibu juga memarahinya karena berbohong

dan dia bilang mengerti.

Ibu mau ke toilet.

Ibu...

Siapa

ini?

Tunggu, foto itu.

Mungkin itu Seo A saat masih bayi.

Bit Chae Woon.

Bersalah, katamu?

Kamu punya cara aneh untuk menuduh orang.

Itu bahkan membuat Bu Kim terkejut.

Apa maksudmu?

Bawakan aku bukti jika menurutmu itu tidak adil,

alih-alih selalu bersikap menjadi korban.

Maukah kamu mengakuinya

jika aku membawa bukti?

Aku tidak yakin harus mengakui apa,

tapi serahkan kepadaku

jika kamu bisa.

Begitukah?

Dari mana aku mendapatkan buktinya?

Kita mendapatkan banyak uang hari ini.

Biarkan hari esok menjadi lebih baik, Kawan.

Tentu, Kawan. Kalau begitu, aku akan pergi.

Pulanglah langsung, alih-alih mampir minum.

Baik, Pak!

Astaga.

Aku akan bicara dengan ibumu. Apa itu tidak apa-apa?

Tidak apa-apa, ibu baik-baik saja.

Tapi Ibu tampak kelelahan.

Apa...

"Jae Hee"

Jae Hee?

Hei, Jae Hee. Ada apa?

Di sini? Sekarang?

Aku akan turun.

Astaga. - Apa yang bisa kulakukan

jika aku sangat menyukainya?

Jae Hee!

Astaga. - Bagaimana kamu bisa datang?

Tadi kami hampir...

Kamu mungkin ingin tahu bagaimana pertemuanku dengan ibumu.

Itu sebabnya aku datang dan Anda kebetulan

pulang kerja.

Aku akan mengantar Anda pulang hari ini.

Benarkah? Kalau begitu, haruskah kubiarkan kamu menyopir?

Tentu. Aku akan mengantar Anda pulang dengan selamat.

Astaga, hujan. Kita harus pergi.

Astaga.

Aku juga.

Sekarang hujan padahal dari tadi panas?

Sial.

Ini tidak akan membunuhku, jadi, ayo pergi.

Kamu bisa membaginya denganku.

Aku tidak apa-apa.

Tapi kamu tidak tampak baik-baik saja.

Na Ro!

Hujan belakangan ini hanya akan merusak akarmu.

Mendekatlah.

Ayo.

Ibumu...

Anak-anak,

aku bisa melihat kalian berkomunikasi dengan mata.

Maaf soal itu.

Jae Hee, ingat saat aku cerita

tentang gadis yang merisakku bergabung dengan perusahaan kami?

Benar...

Apa dia menyebabkan masalah lagi?

Karena dia...

Tidak, bukan apa-apa.

Kamu harus fokus ke jalan karena sekarang hujan.

Baik.

Astaga, itu enak.

Kamu melewatkan makan siang hari ini?

Ya.

Bagaimana bisa?

Haruskah kupesan lagi?

Tidak perlu. Aku harus menghabiskan ini dahulu.

Mencengangkan sekali kita bisa bertemu di sana.

Aku punya pekerjaan di dekat sana.

Melakukan terjemahan?

Bukan, sebagai juru bahasa.

Kamu juga juru bahasa? Keren.

Benar, bukan?

Bisa pesan sepiring pangsit lagi?

Tentu. - Tidak perlu!

Aku sudah puas dengan yang kita pesan.

Pesanan itu untukku.

Aku sangat suka pangsit.

Benarkah? Aku juga.

Pangsit. Pangsit lagi. Dan lagi.

Pangsit, pangsit, pangsit...

Dia seperti terobsesi.

Kita harus curiga dengan panggilan masuk

dari nomor terblokir, bukan?

Kenapa kamu bertanya? Kamu menerima panggilan begitu?

Bukan aku, tapi seseorang di kantor.

Itu seperti telepon iseng,

tapi dia terkejut dengan apa yang dia dengar.

Seseorang pasti melontarkan lelucon kejam.

Itu kejam.

Aku pernah ditelepon seperti itu.

Orang itu tiba-tiba berkata...

"Aku ayah kandungmu."

Aku sangat gembira.

Apa kamu berusaha mencari orang tua kandungmu?

Tentu saja.

Tapi

saat kamu terlalu berharap dan menyadari itu bukan mereka...

Dampaknya bertahan sangat lama.

Jadi, aku menyerah. Aku berhenti mencari mereka.

Orang yang mencampakkanku

tidak akan pernah

berusaha mencariku setelah selama ini.

Bagaimana jika mereka tidak menelantarkanmu?

Mereka bisa saja punya alasan.

Tidak di zaman sekarang.

Kamu bisa menemukan siapa pun jika sudah bertekad.

Ini pangsit Anda. - Akhirnya.

Terima kasih.

Ini tampak sangat enak.

Semua lampu menyala.

Kalau begitu, semua baik-baik saja?

Mampirlah lagi besok pagi hanya untuk memastikan.

Terima kasih.

Tidak apa-apa? - Ya. Mereka akan mengawasinya.

Aneh sekali. Kenapa Ibu tiba-tiba ingin memeriksa sistem keamanan?

Ibu.

Tidak ada masalah.

Mereka akan datang besok pagi untuk memeriksa lagi.

Terima kasih, Jae Hee.

Senang sekali kamu datang untuk memeriksa beragam hal.

Suruh Jun Ha pulang.

Apa yang dia lakukan di Inggris?

Aku tidak tahu.

Aku yakin ada wanita yang menahannya.

Jun Ha tidak akan seperti itu.

Omong-omong, soal kunjunganku ke ibumu.

Aku sudah menceritakan semuanya kepadamu.

Sungguh tidak ada masalah?

Kurasa dia ingin rehat.

Kunjungi dia sesering mungkin

dan banyak bicaralah dengannya, ya?

Aku akan melakukan itu.

Aku juga.

Ajak aku.

Kamu akan menceraikannya? Sungguh?

Kamu tidak percaya?

Kamu menyuruhku

dengan bangga menjalani hidupku, alih-alih hidup seperti itu.

Setelah aku melakukan ini, kamu ingin menghentikanku, ya?

Kamu tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan.

Sejauh apa hidup tidak berarti yang kujalani.

Aku akan bercerai.

Baik. Lakukanlah.

Tapi jangan lakukan seperti kamu melarikan diri.

Jangan biarkan emosimu mengendalikanmu.

Apa yang membuatmu memutuskan ingin bercerai

dan apa yang Jung Hoo salah lakukan.

Apa sungguh tidak ada peluang untuk perbaikan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left