Low Life

Low Life (파인: 촌뜨기들)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Low Life 2025 S01 COMPLETE KOREAN DSNP WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail Hotstar | 11 eps Resync for DSNP

Tags

webdl
Published on: 2025-08-14
Downloads: 78
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Drama ini adalah fiksi.

Aktor anak difilmkan dalam kondisi aman.

Adegan yang melibatkan hewan juga difilmkan dalam kondisi aman.

BUSAN

Halo.

- Hei, kau sudah kembali. - Selamat datang.

Ibu, aku pulang.

Hai, Sayang. Kau sudah pulang.

- Sapalah ayahmu. - Ya.

Halo, Ayah.

- Aku pulang. - Hei.

- Anak pintar. - Kerjakan PR-mu.

- Terima kasih. - Sampai jumpa.

Sialan. Kartunya payah.

Sial.

Seribu.

Sial, aku tutup kartu.

Ayo.

Wah.

Hei, Bung, kau sedang apa?

Seribu?

Aku ikut dan naikkan seribu lagi.

- Sial. Apa kau menggertak? - Jika kau mau tahu, pasang.

Ayo, coba saja.

Apa-apaan? Baiklah, seribu.

Untung aku sudah tutup.

Ikut.

Kau punya kartu apa sampai sekeras kepala ini? Buka kartunya.

Kenapa harus selalu aku lebih dulu? Kau dulu.

Aku?

Lima Dobel.

Sayang sekali. Aku mengalahkanmu.

- Kau punya apa? - Kau pernah dengar Lima Dobel?

- Sial. - Bagus, aku dapat berapa?

Dan kau? Kenapa kau memaksakan sekali?

Sialan. Delapan Dobel.

- Dia sudah kalah. - Sepertinya begitu.

Aku tidak kalah, Berengsek.

Tunggu saja.

Tunggu sebentar.

Astaga.

Ayo mulai.

Hei, beri aku uang.

Uang apa?

Ayolah, beri aku 10.000 untuk satu permainan lagi.

Aku muak sekali dimintai uang olehmu.

Memangnya aku bank?

Lihat saja sendiri. Kau tak akan temukan satu sen pun.

Berengsek, ini ada uang.

MINGGUAN JOONGANG

MASA WANITA

PT HEUNGBAEK MEMASUKI INDUSTRI KONSTRUKSI

MENCARI BAKAT, MENEGOSIASIKAN AKUISISI

KOMPLEKS APARTEMEN YEOUIDO UPACARA PELETAKAN BATU PERTAMA

CHEON HWANGSIK

Siapa itu?

Sayang.

BERDASARKAN LOW LIFE KARYA YOON TAE HO, SUPERCOMIX STUDIO Corp.

LOW LIFE

EPISODE 8, KAPAL KARAM

Apa?

Itu kapalnya.

Astaga… Aku menemukannya.

Hei!

Ini baru tangkapan besar!

Satu, dua, tarik!

- Satu, dua, tarik! - Satu, dua, tarik!

Di bawah sana penuh dengan keramik!

Hati-hati, jangan sampai ada yang pecah!

Kita mengangkut peti sekarang.

Sudah kubilang, hati-hati mengangkatnya.

Aku melihat banyak goresan.

Ini dia, penyelam berhelmnya naik!

Hati-hati.

Aduh. Ini.

Baiklah, ayo.

Lepaskan.

Satu, dua, tiga!

- Itu dia. - Sudah. Baiklah.

- Kau menemukan bangkai kapalnya? - Ya, itu sungguh gila.

Kapalnya penuh keramik juga.

Astaga.

Pelan-pelan.

- Baik, dudukkan dia. - Astaga.

Bangkainya ada jauh di sana. Selama ini kita mencari di titik yang salah.

Mari pindah ke sana setelah makan.

Aku sedang mengiris bawal.

Campur di nasi dengan sedikit gocujang.

Mari lihat.

Tajam sekali baunya.

Hidung langsung plong. Ini.

Berapa kali lagi kita harus menyelam hari ini?

Setidaknya lima kali.

- Ini, makanlah. - Tidak, aku mau berbaring.

- Istirahatlah. - Ya.

Ya.

Hei, Heedong. Keseimbanganmu aman?

Tenang saja.

Kubilang aku tak mau lakukan ini.

SATU TAHUN KEMAJUAN YANG TAK TERBENDUNG

Apa ini tempatnya? Ya, tulisannya "Mokpo". Ayo.

Selamat sore, Pak. Boleh kutanya sesuatu?

Tanya apa?

Kudengar temanku ditahan di sini.

Aku bisa besuk di mana?

Siapa nama temanmu?

Namanya Kim Deoksan. Sebesar ini, badannya seperti banteng.

Kudengar dia ditahan setelah berkelahi.

Kenal dia dari mana?

Aku cuma temannya.

Keluarlah sebentar.

- Ya, Pak. - Apa?

Pasti rasanya menyebalkan.

Aku baik saja.

Kenapa kau kemari?

Kenapa aku kemari? Aku kemari untukmu, Nak.

Kenapa kau bisa sampai ditahan?

Aku begini karena si penipu sialan itu.

Ayo. Ibumu sangat khawatir.

Aku tak mau pergi sampai menangkapnya.

Hei, kau pikir ini kamar tidurmu?

Kenapa kau bersikeras menetap di kota antah-berantah?

Lihatlah dusun udik ini.

Baiklah, ada di mana dia?

Menggali tembikar di laut.

Tolong cari tahu untukku.

Astaga.

Tunggu saja di sini, ya?

Kau bisa berhenti menyuapinya.

Aku sudah memberinya infus.

Tapi dia tidak membaik.

Lebih tepatnya, dia memburuk.

Bahkan saat ini dia dehidrasi.

- Dan tekanan darahnya tak bisa stabil. - Benarkah?

Tapi jika dia memburuk jauh lebih cepat dari saat ini,

itu juga sangat tidak wajar.

Tunggu. Apa itu maksudnya?

Aku paham kekhawatiranmu atas suamimu,

tapi kau hanya boleh memberikan obat yang diresepkan.

Tak akan terjadi hal ekstrem, jadi kau tak perlu cemas.

Halo? Kediaman Cheon.

Dasar bajingan.

Beraninya dia…

Ya, dia ada di sini. Tunggu sebentar.

Nyonya! Ini untukmu!

- Siapa itu? - Ini Nn. Jin.

- Halo. - Halo, Jungsook.

- Kau ada acara sore ini? - Tidak ada.

Begitu, ya? Nn. Kim dari Yeongdeungpo akan datang ke toko pukul 13.00.

- Kau mau ikut? - Tentu.

Wanita itu selalu tahu di mana uangnya mengalir.

- Baik, sampai nanti. - Ya.

Mereka sedang membangun mal bawah tanah raksasa

di bundaran Banpo-daero,

dan itu didanai oleh modal swasta.

Beritanya sudah tersebar,

tapi sepertinya masih ada ruang untuk masuk.

Bukankah sudah telat untuk ikut itu sekarang? Aku pun tahu kabarnya.

Setidaknya kau harus ambil beberapa unit komersial.

Semua bisnis dari pasar Namdaemun dan Dongdaemun akan pindah ke Gangnam.

Aku meragukan itu. Menurutku mal bawah tanah tak akan sepenting itu.

Bayangkan uang yang bisa dihasilkan

dengan restoran, toko buku, dan kafe di dalam terminal.

Sayang, kau tak paham.

Tapi, kenapa kau berpakaian rapi sekali?

Kau seperti wanita Amerika kaya.

Aku baru dari koperasi kredit suamiku untuk mengurus beberapa dokumen.

Koperasi kredit? Apa itu?

Aku lihat itu di koran hari ini.

Kau sudah bergabung?

Hei, Kim, ambilkan korannya.

Ya, Bu.

Kemarikan korannya.

- Yang ini, 'kan? - Ya.

- Ini yang kami pakai. - Apa itu? Aku mau lihat.

Pimpinan Cheon pakai ini juga, 'kan?

KOPERASI KREDIT ILWOL

Ya, mungkin.

Aduh, aku lelah sekali.

Kau yang terakhir hari ini, jadi berikan upaya terbaik dan jangan cemas.

Pakaikan padaku.

Baiklah.

Sebelah sini.

- Tekan. - Ya.

Apa-apaan? Aku tak bisa lihat apa pun.

Ada di mana itu?

Ini dia.

Menyingkir, aku saja!

Perahunya datang!

- Mereka datang. - Ya.

Kita angkat banyak hari ini, jadi mari keluarkan barangnya dulu.

Tunggu, bagaimana dengan kami? Bisakah kami kembali juga?

Ya, tentu saja.

Kapten Hwang dan aku akan selesaikan di sini.

Kalian pergi saja lebih dulu.

- Heedong juga bersama kami. - Bagus.

Kita sudah bekerja keras hari ini. Aku lelah. Ayo.

Yakin kau tak apa?

Hei, kami bisa urus ini.

- Baiklah, mari pindahkan keramiknya. - Ayo.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left