The first 163 lines.
KISAH ORISINAL OLEH NATSU HYUUGA
KISAH INI FIKSI, SEMUA NAMA TOKOH DAN ORGANISASINYA JUGA FIKTIF.
SELAIN ITU, KISAH INI TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN INSIDEN ATAU PERISTIWA NYATA.
Kudengar wanita istana yang tenggelam dan mati bunuh diri
adalah pelayan di Paviliun Garnet.
Dia yang
meracuni Nyonya Lishu di pesta taman.
Mungkin dia melakukannya untuk majikannya, Selir Ah Duo.
Selir Suci?
Ya.
Dirumorkan bahwa dia akan disingkirkan
dari empat selir dan digantikan oleh selir yang lebih muda.
Selir Ah Duo, di usia 35 tahun, satu tahun lebih tua dari Kaisar.
Dia kehilangan seorang putra saat Kaisar masih
di Istana Timur.
Istana harem ada untuk memiliki anak sebanyak mungkin. Mau bagaimana lagi?
Ibu dari bayi laki-laki yang mati, ya?
Jika Nyonya Lihua terus tak memiliki anak, akankah dia bernasib sama?
Sama seperti Nyonya Gyokuyou.
Kau takkan pernah tahu berapa lama dia akan menjadi favorit Kaisar.
Bahkan bunga yang indah suatu hari akan layu.
Bunga di istana harem harus berbuah agar memiliki nilai.
Aku harus segera kembali.
Bawa ini juga.
Ini sisa dari pesta teh kemarin.
Terima kasih!
Kalian punya begitu banyak camilan hingga tersisa?
Pesta teh itu mengagumkan!
Menurutmu begitu?
Pesta teh adalah tugas yang harus dipenuhi oleh selir.
Maomao, kau juga harus bersiap!
Satu lagi?
Semua orang tampaknya sangat bersemangat.
Tentu saja.
Selir Mulia, Nyonya Lishu, akan datang!
Dunia kecil dari istana harem bisa ditemukan di satu ruangan ini.
Selamat datang, Selir Lishu.
Terima kasih.
Menyinggung motif tersembunyi masing-masing.
Apakah nasib semua wanita untuk merasa tegang
saat berhadapan dengan wanita lain?
Sejujurnya,
ini lebih menegangkan dari saat Kaisar datang berkunjung.
Nyonya Gyokuyou mengumpulkan informasi bahkan saat mengobrol dengan ramah.
Dia mungkin tampak lembut, tapi dia tetap seorang selir.
Dia ternyata mengirimkan informasi yang dia dapatkan ke rumahnya.
Rumahnya adalah persinggahan untuk perdagangan.
Jadi, penting untuk mengerti
aliran orang dan waktunya.
Pencicip makanan di pesta taman?
Aku lega dia tak dihukum dengan berat.
Aku tak menggigit, tahu?
Para pelayan lain sama sekali tak memerhatikan majikannya.
Tapi tampaknya mereka tidak merundungnya sekarang ini.
Jika laporanku pada Tuan Gaoshun adalah kesalahan, maka itu berita bagus.
Kau tak membenci manis, bukan?
Aku suka manis.
Aku lega.
Udaranya dingin. Jadi, kupikir sesuatu seperti ini akan enak.
Aku mencampurkan kulit jeruk dengan madu.
Ini akan menghangatkanmu.
Kuharap kau menyukainya.
Oh? Dia juga tak bisa makan madu?
Dia memilih makanan lagi?
Dia bahkan tak mau minuman yang ditawarkan padanya?
Kedut...
Nyonya Gyokuyou.
Oh, salahku.
Maafkan aku, Ailan.
Sepertinya kita perlu merendamnya lebih lama.
Akan kusajikan sesuatu yang lain.
Kau bisa minum teh jahe?
Ya, aku bisa.
Sayangnya, sepertinya
rumor perundungan itu benar.
Oh.
Biarkan kami yang membersihkan.
Kau istirahat saja, Maomao.
Aku bisa membersihkan, tahu?
Bagaimana pesta teh Selir Gyokuyou dan Selir Lishu?
Kupikir aneh tiba-tiba mengundang Nyonya Lishu
untuk pesta teh.
Ternyata itu rencana dia.
Mereka tampak menikmatinya.
Kita belum selesai bicara.
Bisa lepaskan aku?
Tentang insiden peracunan di pesta taman.
Apa kau tahu bahwa itu dilakukan oleh pelayan Paviliun Garnet yang bunuh diri?
Aku dengar rumornya.
Kau sungguh berpikir dia bunuh diri?
Bukan tugasku untuk memutuskan itu.
Kenapa seorang pelayan ingin
meracuni makanan Nyonya Lishu, sang Selir Mulia?
Aku tidak tahu.
Maka, bisakah kau membantu di Paviliun Garnet mulai besok?
"Bisakah kau?"
Dia mengatakan itu seolah aku punya pilihan lain.
Ya, Tuan.
Suasana sebuah paviliun
ditentukan oleh majikannya.
Paviliun Giok Nyonya Gyokuyou nyaman, dan Paviliun Kristal
Nyonya Linhua rasanya
bermartabat dan sopan.
Dan Paviliun Garnet tempat Nyonya Ah Duo tinggal terasa
efisien, elegan, dan praktis.
Maaf membuat kalian datang dengan mendadak.
Aku menantikan bekerja dengan kalian selama tiga hari ke depan.
Aku belum dapat instruksi dari Tuan Jinshi untuk lakukan apa pun.
Maka sebaiknya aku bekerja saja.
Aku belum pernah lihat kalian.
Siapa para gadis itu, Fengming?
Mereka di sini untuk membantu bersih-bersih musim semi.
Begitu? Terima kasih untuk kerja keras kalian.
Selir Suci, Nyonya Ah Duo.
Dia tidak mencolok atau sintal,
tapi dia feminin sekaligus maskulin, dan bermartabat. Dia cantik.
Jadi, usianya 35 tahun, ya?
Jika dia memakai jubah, orang bisa salah mengiranya sebagai pegawai pemerintah.
Dia mungkin tampak lebih cocok memakai hufu,
daripada jubah dan rok untuk selir.
Sepertinya mereka menyukainya.
Dia mengingatkanku pada seseorang.
Nona Fengming, kepala pelayannya.
Dia pasti dari keluarga yang baik berdasarkan posisinya,
tapi dia sangat ramah.
Pertama, bisa keluarkan buku-buku ini untuk dijemur?
Jika ada yang terlalu berat, berikan saja pada kasim.
Seperti yang diharapkan dari selir veteran kelas tinggi.
Meski kediamannya bersih,
itu penuh dengan banyak barang.
Sama seperti Paviliun Giok,
pelayan Paviliun Garnet adalah pekerja keras.
Aku ingin tunjukkan ini pada para wanita yang hanya bisa bicara, tak bekerja.
Kita selesai di sini.
Kalian sudah menyelesaikan sebanyak ini?
Dan semuanya sangat rapi. Kalian sangat membantu.
Kalian bisa membantu di ruang tamu juga?
Ya, Bu.
Dia ramah, perhatian, dan pandai memuji orang.
Dia ahli dalam mempekerjakan orang sebagai kepala pelayan pribadi.
Sudah lama aku tidak melakukan pekerjaan fisik. Aku lelah.
- Bagus. Terima kasih sudah membantu. - Sama-sama.
Kau menginap di Paviliun Garnet, bukan?
Ikutlah denganku.
Wangi yang manis?
Gunakan ini. Malam ini akan dingin.
Terima kasih, Bu.
Tidurlah dengan nyenyak.
Aku belum diberitahukan oleh Tuan Jinshi untuk melakukan apa pun,
tapi...
Apa aku sungguh akan menemukan dalang dari peracunan itu di sini?
Semua orang benar-benar bekerja keras.
Bukan hanya pelayan, tapi...
Nona Fengming!
Kami bisa membersihkan di sini.
Tak apa, ini bukan apa-apa.
Aku hanya melihatnya, itu saja.
Nona Fengming adalah pemimpinnya.
Dia sudah melewati umur untuk menikah,
tapi jika menikah, dia pasti jadi istri yang baik.
Apa dia tak mempertimbangkan menikah?
Mungkin dia memilih mendedikasikan seluruh hidupnya pada Selir Ah Duo.
Loyalitas yang tinggi
No comments yet. Be the first to leave one.