The first 200 lines.
Salam, Bu.
Bagaimana perjalanannya? Apa kau lelah?
Sedikit.
-Kapan kau tiba? -Belum lama.
Terima kasih.
Bisa kembalikan kacamata hitamku sekarang?
Pelit.
Apa aku terlihat cantik dengan kacamata hitam?
Benar sekali.
Artinya, kau tak cantik. Kembalikan.
Kenapa kau tak bilang aku cantik?
Kubilang, "Benar sekali."
Jangan berdebat. Aku bawa dua. Ambil ini.
Terima kasih.
Dah.
Ayo masuk.
-Wah. -Cantiknya.
Bisakah kau memotretku?
Apa? Ayo.
-Aku mau ke kamarku. -Aku mau foto.
-Hai. -Hai.
Ini kunci kamarmu.
Kalian bisa pergi ke sana sekarang. Sudah siap.
-Terima kasih. -Terima kasih.
-Baik. -Permisi.
Besar sekali.
Astaga!
-Hai. -Kau di sini juga?
-Hai! -Kau tiba dengan cepat.
Aku baru saja tiba.
-Hai. -Kau cantik seperti biasa.
Terima kasih.
-Aku merindukanmu. -Aku juga merindukanmu.
-Ayo kita pergi jalan-jalan. -Baik.
Kupikir kau tak akan datang.
Aku tak mau, tapi juga tak mau berdebat.
Untung kau datang. Aku hampir lupa seperti apa rupamu.
Kau berlebihan.
Bagaimana dengan Ami?
Dia datang bersama pacarnya.
-Pacar? -Ami punya pacar?
Benar.
Siapa dia?
Seorang pria di kantor.
Benarkah?
Bagaimana perjalanannya? Apa sulit datang ke sini?
Ya.
Benar sekali. Chess berputar-putar di desa selama berjam-jam.
Apa maksudmu? Kau melebih-lebihkan.
Jane, coba lihat dan cek di bagasi apa makanan mewahnya sudah cukup.
Apa hanya itu perlengkapan mandinya?
Kenapa? Ada yang kurang?
Jumlahnya tak banyak.
Berapa banyak yang kau mau? Ini bukan rumah kita.
-Diam. -Hei!
-Apa? -Xena?
Kenapa?
Kenapa kau menginjak ranjangku dengan sepatumu?
Koper warna merah muda.
Astaga, ini masih baru.
Bajuku juga baru.
Krim Ami juga baru.
Hei, kau mengacak-acak barangnya lagi.
-Hei! -Xena.
Sedikit saja.
Jangan libatkan aku jika kalian bertengkar.
Aromanya enak.
-Tidak, berikan krimnya. -Enak sekali, serius.
Serius. Coba cium.
Ayo.
Enak sekali.
Jangan pura-pura tak bersalah!
Sudah lama kita tak liburan bersama.
Mau mencari waktu untuk liburan hanya kita berdua?
Tentu, tapi tunggu sampai perusahaan stabil.
Kau masih belum menemukan investor?
Perekonomian sedang tak baik saat ini.
Jadi, orang-orang takut berinvestasi.
Bisnis periklanan juga
kehilangan pendapatan.
Aku memberi isyarat pada Ayah. Dia tampak tertarik.
Aku akan coba bicara dengan yang lain lebih dulu.
Baik.
Kenapa kau basah kuyup?
Sky dan lelucon bodohnya.
Dia mendorongku ke dalam air. Berkas-berkasnya juga basah.
Apa kau bisa mempersiapkannya lagi tepat waktu?
-Entahlah. -Neree?
Neree?
Ayo berenang.
Tidak, aku mau keramas.
-Apa? -Tapi aku tetap ke sana.
Apa? Kau berenang dan tak menungguku?
Apa maksudmu?
Ayo.
Kau akan mengeringkan kolam!
Lihatlah dia!
Ada apa dengan dia?
Kau mau yang lain?
-Tidak. -Terima kasih.
Aku akan pergi menyiapkan rapat.
Tentu.
Masuk ke kolam.
Belum.
-Tidak! -Masuk sekarang!
Hei.
Bagaimana kau melakukannya?
-Bagaimana? -Seperti ini.
Waktu tambahan.
-Tundukkan kepalamu. -Ayo.
Apa kalian sudah mabuk?
Diam. Kemarilah sekarang. Kau terlambat.
-Aku tak mau. -Astaga.
Kau mau bergabung dengan kami?
-Kalian saja. -Apa kabar?
Berapa banyak pakaian yang kau bawa, Xena?
Jadi, bagaimana kabar kalian?
-Kemarilah. -Kami akan tidur di tenda.
-Pergilah ke sana. -Apa kabar?
Masuk dan bergabunglah dengan kami.
Aku belum siap. Ini warna putih. Aku tak bawa baju ganti.
Hei!
Sky!
-Sky, dasar berengsek. -Itu tahan air.
-Astaga. -Masuklah ke kolam.
-Warna putih. Aku harus ganti pakaian. -Silakan.
-Kau baik-baik saja? -Aku akan pergi ganti pakaian.
-Ya. -Sampai jumpa.
Itu keterlaluan.
Aku hanya menyiramnya. Masuk ke kolam.
Tunggu.
-Itu kasar. -Terlalu kasar.
Hei, Nu!
-Apa? -Potret dengan ponselku.
-Di sana. -Ya.
Baiklah. Ayo.
Jane, Tara, kau mau ikut?
Kalian saja.
-Ayo. -Baik.
-Baiklah. -Ayo.
Satu, dua, tiga.
Chess!
Sekali lagi. Satu, dua, tiga.
Hei!
Sekali lagi!
Sekali lagi! Satu, dua, tiga!
Ya.
Belum! Jangan!
Jangan macam-macam! Kau selalu usil!
-Lihatlah. -Bagaimana menurutmu?
Ponsel siapa itu? Punyamu?
-Apa ini bagus? -Menurutmu begitu?
Wisanu, ayo pergi. Mereka siap untuk rapat.
Sampai jumpa.
Dah.
Maaf membuat kalian menunggu. Aku terlalu lama berpakaian.
Sudah kubilang putar, kenapa kau tak melakukannya?
Tandanya bilang jalan lurus.
Siapa yang benar pada akhirnya?
Astaga.
Pergilah rapat. Yang lain sudah menunggu.
Bawa koper ini bersamamu. Hei.
Hai, maaf.
Silakan lanjutkan.
Spageti hitam boga bahari.
Bukankah kubilang jangan pakai udang saat pesan tadi?
Tidak apa-apa. Kami akan memakannya.
Maafkan aku.
Apa kubilang kau boleh memakannya?
Lagi pula, kau tak akan memakannya.
Kau harus tanya sebelum mengambil makanan dari piring orang lain.
Aku mengajarimu sopan santun.
Ini. Ambil piringku.
Atau kau akan mengalami alergi lagi.
Jika kau tak suka, kita bisa pesan yang lain.
Mengerti?
Makanlah.
Ya.
Kau tak alergi.
Untung kita bertukar piring. Rasanya cukup pedas.
Kau tak akan bisa makan.
Seorang investor akan segera bergabung dengan kita.
Tapi aku tak yakin 100 persen.
Kita akan mengadakan rapat lagi setelah kembali.
Jika semua berjalan lancar,
kita akan tetap pada rencana awal.
Aku hanya mengabari agar kalian bisa bersiap.
Apa Sirin sudah bicara dengan keluarganya?
Anan, aku mau tanya sesuatu padamu.
Bukankah kita punya sumber investasi yang lain?
Bukankah akan kacau jika keluarga Sirin masuk dan mengelola perusahaan?
Anggota dewan harus terlibat.
Lagi pula,
Sirin tak berniat masuk dan mengelola perusahaan.
Jadi, jika tak ada hal lain,
mari kita sudahi agar bisa santai.
Tidak setiap hari kita bisa pergi jalan-jalan.
Jane.
Itu cepat, Taurus.
Ayo pergi, Tara.
No comments yet. Be the first to leave one.