The first 200 lines.
(Acara berikut mungkin tidak cocok bagi pemirsa dibawah 15 tahun.)
Terjemahan manual bahasa Indonesia ^_^ LeeLeeAndo ^_^
- Hello? - Kamu dimana?
Aku lapar sekali.
Bisa titip belikan ayam goreng?
Oke, aku main ya.
Yes!
Aku dapat yut! Yut!
Hey, ini bukan yut.
- Ini gul. - Hey, Lee Hwa Sang.
Lee Jin Sang, Ini gul.
- Wae Sang, ini gul kan? - Yakin.
Kamu bercanda ya?
Emang kalian anggota liga permainan Go-Stop?
Kita anggota liga permainan Yut.
Napa? Lapor polisi aja kalau merasa gak adil.
- Weeeek. - Aku akan menuntutmu.
Mana mungkin ini gul?
Wae Sang, ini gul, ya kan?
Itu gul.
- Ini pasti yut. - Itu gul.
Poong Sang datang. Hey, lihat ini.
Menurutmu ini yut atau gul?
Poong Sang, kamu harus adil. Kita taruhan ini.
Mereka sekongkol melawanku.
- Mana Sim Ran? - Sauna. Dia suka kesana.
Ayo bilang. Menurutmu ini apa?
Harus adil loh ya.
Yut! Ini yut!
Tuh kan. Ini yut.
Hey, kamu...
Mana bisa itu Yut.
Poong Sang kan sudah menentukan, itu yut.
Ayo makan ayam.
Okay.
Asyiik.
Tinggal 1 paha ayam..
dan Jeong Sang gak ada..
Kalo gitu aku yang makan.
Aku mau makan itu.
Aku juga suka paha.
Kamu gak suka paha.
Kamu suka bagian leher.
Kamu boleh makan 2.
Nih.
Bahagia rasanya mendengar suara..
tawa keluargaku.
Kalau saja Jeong Sang juga disini.
Haduh, bikin ilang napsu makan.
Kenapa sih sebut-sebut namanya?
Bikin bete.
Nona Lee Jeong Sang.
Ya?
Anda bisa bawa ini ke ruang pemeriksaan..
dan tunggu hasilnya.
Baiklah.
Haduh, dingin banget.
Kamu belum tidur?
Aku harus melakukan ini.
Kamu pasti lapar.
Nih, diam-diam makannya ya.
Penciuman Jin Sang tuh tajam banget.
Oppa makan juga.
Aku sudah makan banyak.
Pasti berat ya mau belajar,
tapi bertahanlah sedikit lagi,
Okay?
Tanda tangani ini.
Kamu miskin. Ini gak gratis loh.
Aku butuh jaminan.
Aku gak punya apapun untuk jaminan.
Hidupmu.
Maaf?
Kamu gak paham?
Setidaknya juallah organ tubuhmu.
Ini surat pernyataannya.
Lihat?
Aku bisa memenuhi uang pendidikanmu.
Aku minta ke bos gaji dimuka.
Dan dikasih.
Kamu akan jadi dokter yang hebat.
Itu saja harapan Oppa.
Poong Sang...
Apakah istrimu sakit?
- Aku khawatir saja. - Maaf?
Kita sudah melakukan check up,
tapi dia melakukannya lagi.
Oh, kayanya kamu gak tahu ya.
Aku cuma khawatir.
Hai, Bu.
Ibu.
Aku benar-benar gak mau minta ini,
tapi kalau aku gak bayar sekarang,
aku akan diusir.
Aku harus kemana di cuaca sedingin ini?
Berapa ini?
2,500 dollar. Aku cuma punya segitu.
Maafkan.
Kalau aku sudah punya uang, kita bisa tinggal bersama.
Kita bisa lakukan itu nanti.
Bisa usahakan 5,000 dollar lagi?
Alamak.
Poong Sang.
Apa kamu tahu Wae Sang sering menemui ibunya?
Apa?
Barusan aku lihat dia kasih uang ke Ibunya.
Dia benar-benar gak tahu malu.
Dia akan dapat karma besar.
Malam hari Wae Sang kerja nyupir,
siang hari kerja kuli,
pagi-pagi kerja di minimarket.
Bahkan penyihir kaya dia bisa dapat uang dari anaknya,
kenapa aku tidak bisa begitu kepada anakku?
Chil Bok!
Chil Bok!
Hati-hati, nanti sobek!
Bosen aku, kamu sobekin celana terus.
Resletingmu tuh.
Bisa gak sih kamu menyontoh Wae Sang?
Kenapa aku harus begitu?
Ibu kan bilang aku lebih baik daripada dia.
Kenapa ibu begini?
Wae Sang kerja keras untuk kasih uang ke Ibunya,
yang bahkan gak membesarkannya.
Kenapa kamu gak begitu juga?
Apa ibu cemburu karena itu?
Yang penting itu hasil akhirnya.
Gak penting berapa banyak yang..
dihasilkan di awal.
Ibu tunggu saja, sama seperti namaku,
aku akan mendapat uang banyak.
jadi jangan mengkhawatirkanku.
Uang banyak, preeettt!
Jangan sok yakin kamu.
- Jangan pukul aku. - Sadarlah.
- Haduh. - Aigoo.
Aku menang.
- Apa itu. - Perhatikan.
Stop.
Kenapa terburu-buru?
Dia menang.
Semalam aku sudah dapat mimpi.
Jangan main curang!
Aku gak curang.
Saksinya kan banyak nih.
- Hey, Sini kamu! - Aduh, kenapa.
Tolong!
Tolong!
Pelan-pelan.
Hey!
Kamu persis ayahmu.
Suka menarikku pas lagi seru.
- Kembalikan uangnya. - Memangnya kamu ada kasih aku?
Kembalikan uangnya Wae Sang!
Gak ada.
Tadi aku berkelahi karena..
sepertinya dia curang.
Harusnya kamu datang lebih awal.
Hey.
Gak ada!
Wae Sang kerja sangat keras.
Malam hari dia menyupir..
subuh-subuh dia sudah kerja kuli.
Kok ibu tega mengambil uangnya?
Aku saja gak berani pakai uang saudaraku.
Fungsi uang itu kan untuk dibelanjakan.
Lagipula Wae Sang itu anakku.
Kalau dia tahu kalian saudara tiri,
pasti dia memilih ikut aku.
Aku ini menahan diri untuk gak memberitahu dia.
Kalau kamu kasih tau dia,
Kamu akan mati, aku juga mati.
Kamu pikir mati itu gampang.
Orang gak semudah itu mati, tau.
Akan kukembalikan uangnya kalau aku menang.
Apa kamu bilang ke Poong Sang kalau ngasih aku uang?
- Enggak. - Tadi dia kemari.
Dia mengataiku habis-habisan..
bikin aku gak enak hati.
Baiklah.
Aku rela memberikan uang ke ibu, Oppa gak usah lebay.
Kamu sudah kerja keras, seharusnya kamu simpan uangnya.
Apa anak gak boleh membantu ibunya?
Aku ini gak seperti kamu.
Kenapa akhir-akhir ini kamu begini?
Wae Sang kenapa?
Dia gak belajar untuk dapat perijinan..
dan juga memperlakukanku gak seperti biasanya.
Bisakah kamu bicara dengannya dan cari tau?
Tanya apa dia ada masalah.
Hidupnya berantakan,
dan dia juga akan punya bayi.
Apa Oppa bisa menghadapi hal itu?
Jujur saja nih.
Dia gak bakat jadi montir.
Dia sukanya berkelahi.
Dia akan menjadi seperti Oppa kalau terus begini,
dan itu gak cocok buat dia.
Menjadi seperti aku?
Emang bener.
No comments yet. Be the first to leave one.