The first 200 lines.
"Waktu istirahat sebelum syuting"
"Meregangkan tubuh"
- Apa kamu lelah? - Dia atletis.
- Apa? - Dia atletis.
Tidak. Tubuhku kaku setelah duduk sekian lama.
Pasti karena kamu tinggi.
Dong Gun memiliki ruang tunggu.
Ruang tungguku
- ada di sampingnya. - Ya.
Karena komunikasi sangat penting bagi kami,
- dindingnya tidak kedap suara. - Semua suara terdengar.
Ya. Semua suara di ruangan sebelah
dapat terdengar.
Para penulis di sini
tertawa tanpa henti di ruangannya.
Tampaknya dia membuat banyak orang bahagia hari ini.
Kupikir pembacaan naskah selalu selama itu.
- Tidak. - Tidak.
- Biasanya kami tidak melakukannya. - Benar.
- Kami tidak datang. - Katanya terkadang kalian absen.
Benar.
Apa yang menyadarkanmu bahwa kamu seorang ayah?
Kapan kamu merasakannya?
Saat syuting, aku tidak membawa ponsel.
Saat berada di lokasi syuting,
aku tidak tahu jika ada yang menelepon.
Tapi sekarang, setiap istirahat, aku mengecek ponselku.
Aku melakukan panggilan video dengan keluargaku.
Jika tidak bisa bertelepon, aku memandangi foto putriku.
Saat itulah aku sadar
bahwa aku telah berubah.
Aku sadar bahwa semua perhatianku terfokus kepada anakku.
Katamu putrimu paling mirip denganmu.
Ya, matanya sayu.
- Matanya sayu. - Aku suka itu.
Matanya sayu seperti mataku.
Saat aku menggendongnya dan keluar rumah,
kata orang, dia mirip denganku.
Rasanya menyenangkan.
- Ya. - Pasti senang mendengar itu.
- Ya. - Itu menyenangkan.
Kamu
ingin putrimu mewarisi apa dari Yoon Hee?
- Dari ibunya? - Ya.
Aku sudah puas dia memiliki mataku.
Kecuali itu, aku ingin dia mirip ibunya.
- Kecuali matanya. - Semuanya.
- Tangan dan kaki... - Tanganku tidak indah.
Telingaku juga.
Alisku sangat tipis, jadi, aku harus meriasnya.
Dia harus merias alisnya?
Apa pria juga berdandan?
Apa?
Apa p\ria juga berdandan?
Berdandan? Tentu saja.
- Kami semua merias diri. - Kami merias diri.
Aku baru mengetahuinya.
- Tony tidak akan dandan di depanmu. - Di belakangmu.
Aku tidak pernah berdandan di depan ibuku.
"Begitu rupanya"
Pekan lalu, Dong Gun bilang dia terkadang cekcok dengan Yoon Hee,
tapi pertengkaran mereka berbeda dari mayoritas pasangan.
Mereka tidak pernah membentak.
- Mereka bertengkar dalam diam. - Mereka diam.
Tapi terkadang pertengkarannya lama sekali.
- Ada yang para ibu inginkan. - Ya.
Mereka mencintai suami mereka selama ini,
tapi terkadang suami mereka membentak.
- Itu mengejutkan. Benar, bukan? - Ya.
- Terkadang begitu. - Mereka mengomel dan membentak.
"Cinta dan Perang"
- Aku ingin dia berhenti. - Jangan terkejut.
Kamu harus balas membentak.
"Kamu harus balas membentak"
Itu akan mengejutkan dia
dan dia pun sadar tidak boleh membentak.
Bagaimanapun, kamu harus menghentikannya.
- Ya, itu harus. - Itukah caramu menghentikannya?
Aku tidak bisa melakukannya saat masih muda.
Tapi dia terus membentak dan itu menjengkelkan.
Jadi, aku membentak lebih keras daripada dia.
Lalu dia takut kepadaku
- dan mengurangi bentakan. - Sungguh?
Begitulah cara menghentikan mereka.
Suamiku tidak pernah berubah.
Pernahkah kamu balas membentak?
Pernah.
- Pasti kurang keras. - Aku sudah membentak.
- Apa? - Bentaklah lebih keras.
Bagaimana caranya? Beri tahu kami.
- Teriakanku lebih keras darinya. - Lantas?
Tapi dia tidak pernah berubah.
- Dia tidak akan berubah. - Balaslah sampai dia berubah.
Maka keluargamu akan retak.
- Keluargamu akan retak. - Tapi jika memendamnya,
kamu akan sakit.
- Benar. - Tapi itu hanya sesaat.
Kuabaikan saja dia.
Karena kamu mendiamkannya, dia terus membentak.
Aku menyadari itu.
- Ganti suami saja. - Seharusnya kubentak lebih keras.
Seperti kata ibu Gun Mo,
mungkin aku harus membentak lebih keras.
"Aku harus mengalahkannya"
"Tetangga yang Mengganggu"
Tetangga yang mengganggu.
"Takjub"
Tubuhnya tampak besar dari atas.
Perawakannya besar sekali.
"Dia asyik melakukan sesuatu"
"Jong Kook menonton kompetisi lompat jauh di malam hari"
Dia menontonnya di malam hari?
Astaga.
"Bel berbunyi"
"Siapa yang bertamu semalam ini?"
Siapa itu?
"Seorang pria memecah keheningan"
"Kim Jong Min, tetangga"
Ternyata Jong Min.
Mereka tinggal di apartemen yang sama.
Dia tetangga yang mengganggu.
Dia pasti sering berkunjung.
Kenapa dia datang?
"Kenapa dia bertamu semalam ini?"
"Sungguh mendadak"
Kenapa dia datang?
"Kenapa Jong Min kemari?"
Halo.
- Pulanglah. - Halo.
"Dia melarang Jong Min masuk"
Pulanglah.
Astaga.
"Bel berbunyi lagi"
Tunggu. Sedang apa dia?
- Jong Kook! - Pulanglah.
Bukakan pintunya. Aku tidak akan lama.
- Pulanglah. - Aku hanya bertamu sebentar.
Apa maksudmu?
- Aku ingin bicara. - Mundurlah.
Aku ingin melihat tanganmu.
Apa? Aku harus diperiksa dahulu?
Kamu...
Kita bertetangga.
"Memaksa"
Kita bertetangga, Jong Kook.
Tunggu.
Jong Kook khawatir Jong Min membawa hal seperti cumi-cumi lagi.
Benar.
Jong Kook akan mematikannya.
Astaga, firasatku tidak enak.
Firasatnya tidak enak.
"Tertawa"
- Masuklah. - Hei.
- Apa itu? - Apa ini pemeriksaan keamanan?
- Kamu selalu mengacau. - Aku tidak membawa apa pun.
Kamu tidak membawa apa pun?
- Tidak. - Ada perlu apa?
- Sebentar saja. - Ada perlu apa?
Ada tamu di rumahku.
Ya?
Lalu kenapa kamu kemari jika ada tamu di rumahmu?
- Aku ingin pergi. - Apa?
Hari raya sebentar lagi. Rumahku ramai sekali.
Aku ingin makan ramyeon, tapi dilarang.
Kamu kemari karena mereka melarangmu makan ramyeon?
Aku sangat tidak nyaman di sana.
Apa kamu nyaman di sini?
Aku nyaman di sini.
Kamu pikir kamu boleh makan ramyeon di sini?
Begitukah?
"Tidak bolehkah?"
Aku mau makan.
Kenapa kamu kemari?
- Sungguh. - Aku serius.
- Apa? - Aku serius.
Aku ingin singgah sejenak.
- Bicara apa kamu? - Kita bertetangga.
Kupikir akhirnya aku bisa istirahat dengan tenang di rumah.
Hei.
Kenapa kamu tidak membawa apa-apa?
"Kenapa kamu tidak membawa apa-apa?"
Kamu hanya membawa dua ramyeon untuk dirimu.
- Kamu boleh memintanya. - Apa?
- Ini untukku juga? - Ya.
Dia membawa ramyeon.
Aku tidak makan ramyeon.
- Tidak makan? - Benar.
Terserah kamu.
"Terserah kamu"
Silakan lanjutkan aktivitasmu sebelumnya.
Astaga, tidak kusangka.
Izinkan aku bersantai sejenak di sini.
- Kamu ingin bersantai? - Ya, aku hanya ingin rehat.
- Seperti ini? - Ya.
Baiklah.
Aku mulai lapar.
- Kamu lapar? - Ya.
- Kenapa kamu lapar? - Yakin kamu tidak mau makan?
- Aku tidak mau. - Kamu yakin?
Jangan memasak ramyeon di sini. Tidak akan kuizinkan.
No comments yet. Be the first to leave one.