The first 200 lines.
Sebelumnya di The Mentalist.
- Ini pakaian kencanku. - Apa ini kencan pertamamu?
- Maksudku setelah istrimu meninggal? - Apa aku terlihat kaku?
Red John, jika saat ini kau mendengarkan kami...
Aku mendorongmu untuk keluar dan cari bantuan.
- Kau bisa berubah. - Apa yang kaupikirkan?
Apa kau tak tahu sedang berurusan dengan siapa?
- Red John tak mengejarku. - Apa kau buta?
Kau melakukan apa yang kulakukan. Dan dia membunuh anak serta istriku.
Kristina?
Red John mungkin telah masuk dan membawanya.
Atau mungkin dia memancingnya keluar.
Tyger, masuklah ke hutan di kegelapan malam.
Tangan atau mata abadi apa yang bisa menangkap...
Simetri ketakutanmu?
Aku hampir lupa. Kristina ingin aku menyampaikan salamnya untukmu.
- Kau tak bisa parkir di sana. - Tentu saja aku bisa. Lihat.
- Di sana kau rupanya. - Aku di sini. Selamat pagi.
- Kenapa kau terlihat sedih? - Ini Harvey Dublin.
Dia adalah supir Peter Russo, dengan tiga luka tembak.
Itu mobilnya, Tn. Dublin hilang. Sepertinya penculikan.
- Harvey Dublin? - Sangat berpengaruh dalam parlemen.
Pengacara, politikus.
- Terkenal dan banyak koneksi. - Kombinasi buruk.
Departemen dan media akan mengejar kita bagai ikan penghisap.
Serahkan saja pada FBI. Mereka suka hal-hal seperti ini.
Seandainya bisa, sudah terlambat.
Bos baru kita sedang diwawancarai. Ini kasus kita.
Bos baru? Kukira Hightower bos-nya.
Dia bos Hightower. Kepala seluruh divisi.
Aku sudah memberitahumu pekan lalu. Kau mulai pikun.
Memoriku adalah benteng yang hebat, Lisbon.
Tak satu pun fakta luput setelah masuk ke dalamnya.
Saat kau memberitahuku hal-hal membosankan...
Aku langsung melupakannya agar tak terlalu sesak.
Harvey Dublin menghilang. Sepertinya ini penculikan.
Kemungkinan meminta uang tebusan, tapi kami belum yakin.
Kami harus menunggu perkembangannya.
Harvey adalah tiang dari kota ini.
Salah satu orang baik. Mari berdoa untuk keselamatannya.
- Terima kasih. - Idiot.
Kau dan penilaian spontanmu. Memang apa yang harus dia katakan?
Kenapa dia harus mengatakan sesuatu?
Apa asumsimu tentang hal ini?
Aku tak tahu.
Sepertinya aku akan melewatkan kasus ini.
Melewatkan? Apa maksudmu?
Aku merasa kasus ini bukan untukku.
Aku janji akan menangani kasus selanjutnya.
Aku tak mengerti. Kau tak akan...
- Agen Lisbon dan Tn. Jane? - Ya.
Pak Kepala Bertram ingin bicara dengan kalian sekarang.
Jadwal kami sangat padat.
Beliau menghargai fakta dan kesingkatan, paham?
- Agen Lisbon. - Benar, Pak Kepala Bertram.
Kau pasti si hebat Patrick Jane.
Banyak hal baik yang kudengar tentangmu.
Senang bertemu denganmu, Pak.
Aku ingin hasil secepatnya bagaimana pun caranya.
Tak peduli tentang pembatasan lembur, kalian bekerja...
Aku akan membayarnya. Kita semua terlibat bersama.
- Itu yang ingin kukatakan. - Akan kami lakukan, Pak.
Aku tak akan mengerjakan kasus ini, tapi aku suka apa yang kaukatakan.
Kita semua terlibat bersama. Mao Tse Tung, 'kan?
Tunggu dulu, apa maksudmu tak akan ikut kasus ini?
Penculikan orang yang berpengaruh dalam parlemen...
...sebenarnya bukan keahlianku.
- Bukankah itu tak profesional? - Sepertinya begitu.
Tapi sebenarnya aku bukan seorang profesional.
Satu pertanyaan, kenapa kau di sini? Selain karena keberadaan kamera?
Apa maksudmu, selain karena keberadaan kamera?
Tanggapan publik merupakan alat yang penting.
Alat.
- Kau baru saja menyentuhku. - Tidak. Maksudku, ya.
Ya, kau baru saja menyentuhku. Jangan lakukan itu lagi.
Atau apa?
Kau pernah mencium bangkai tikus? Apa kau ingat baunya?
Ya?
Aku baru saja meletakkan bangkai tikus di kantung jas-mu.
Berapa kali pun kau mencuci jas-mu, kau akan selalu mencium bangkai itu.
Dan kau akan ingat untuk tak menyentuhku lagi.
- Berengsek kau. - Sebenarnya aku memasukkan tisu...
Tapi itu memiliki efek psikologis yang sama.
Pikiran manusia lucu.
Senang bertemu denganmu, Pak. Maaf, Lisbon.
Dia mengalami musim panas yang berat.
Rigsby dan Van Pelt meneliti area penculikan.
Cho dan Ny. Dublin menunggu permintaan tebusan...
Dan kau akan menangani Tech Services.
Itu yang menakutkan. Dibutuhkan banyak perhatian.
Letakkan Molly di Bagian Umum untuk beri tahu berita baik pada media.
Buat mereka di pihak kita dan jangan melakukan kesalahan.
Tidak akan, Bu.
Bagaimana keadaan Jane?
Seperti biasa.
Menurutmu dia dalam bahaya mengalami trauma?
Tidak.
Maksudku, sepertinya tidak. Aku rasa dia akan baik-baik saja.
Kau tak meyakinkan, Lisbon.
Apa yang dilaluinya bisa menghancurkan siapa saja.
Dia tak akan trauma.
Tapi sedikit waktu rihat kurasa baik baginya.
Tak bisa. Bertram ingin dia menangani kasus Dublin.
Setelah Jane bersikap kasar padanya?
Bertram tak peduli. Dia tak akan biarkan urusan pribadi mengganggu.
Jane aset terbaik yang kita miliki dan Bertram tahu itu.
- Tapi Jane tak mau menanganinya. - Ubah pikirannya.
Aku tak akan katakan pada Bertram kita tak bisa mengatur pegawai.
Aku punya cara membujuknya, tapi ini kurang etis.
Aku tak ingin tahu.
- Di mana Jane? - Dia di atas.
Terima kasih.
Jane.
Masuklah.
- Tempat yang nyaman. - Ya.
Aku suka pemandangan dan kesunyiannya.
Dan apa yang kaulakukan di dalam kesunyian?
Hanya berpikir.
Kau harus berhenti menyalahkan dirimu sendiri.
Jika Red John menangkap Kristina Frye...
Tak ada kata "jika". Dia menangkapnya.
Jika dia melakukannya, kau tak bisa menyalahkan diri.
Selain itu, apa baiknya duduk dan mencoret-coret bukumu?
Kau tak akan menemukannya dengan cara itu.
Aku tak akan berubah pikiran.
Aku tak mau menyelidiki kasus Dublin.
Baiklah, tak apa. Aku paham.
Sepertinya baik untukmu memiliki waktu rihat.
Dengar, ini masalah lain, aku butuh bantuanmu.
- Aku ingin kau bertemu seseorang. - Siapa?
- Aku tak bisa memberitahumu. - Kenapa tidak?
Aku janji, tak ada hubungannya dengan Harvey Dublin.
Kau coba mempermainkanku, meyakinkanku berubah pikiran.
- Tidak. - Ya.
Aku berutang kesempatan padamu, tapi ini tak akan berhasil.
- Cho, bagaimana kabar Ny. Dublin? - Sejauh ini tak ada.
Kapan ada yang datang menggantikanku?
- Ada masalah apa? - Tidak ada.
Akan kuhubungi kau begitu ada perkembangan.
- Ada apa? Itu Harvey? - Bukan, Nyonya.
Astaga. Aku akan meledak, aku tak tahan lagi.
Aku sudah tak tahan lagi.
Kenapa, Kimball?
Kenapa aku dihukum? Aku orang baik.
- Ya, Nyonya. - Berhentilah memanggilku Nyonya.
Aku bukan nenekmu. Memang menurutmu berapa usiaku?
48 atau 49 tahun.
- Aku sudah dapat gambarannya. - Benarkah?
Supir Dublin, pria yang tewas itu. Pete Russo, 'kan?
Dia memiliki keluarga.
Dia tak pakai cincin pernikahan, jadi kita akan bertemu...
- Ya, tepat sekali. - Siapa kalian?
Nadine, aku Agen Lisbon dari CBI. Kita sudah bicara di telepon?
- Ini Patrick Jane. - Kau putri Pete Russo?
Ya.
- Halo? - Mereka polisi. Ini ibuku.
- Patricia. - Dan ini Keith, ayah tiriku.
Silakan masuk.
Kata Nn. Lisbon, kau detektif terbaik di California.
Kau bisa tahu siapa pembunuh ayahku.
Tak kusangka kau akan melakukan manipulasi kasar.
- Aku tak mengerti. - Itu gurauan kami. Maaf.
Akan kutemukan pembunuh ayahmu dan penculik Tn. Dublin.
- Gurauan kalian? - Ayahnya meninggal. Dibunuh.
Kau membuatnya jadi gurauan?
Ya, itu kesalahanku. Gurauan itu? Saat ini banyak yang kupikirkan.
Sebenarnya aku tak ingin bekerja hari ini.
Tapi kolegaku yang baik ini menjebakku untuk menemuimu...
Karena dia tahu aku tak mungkin menolakmu...
Mengingat kau pasti seusia putriku jika dia masih hidup.
- Jika dia tak dibunuh. - Astaga.
Dia dibunuh oleh Red John yang baru-baru ini kutemui.
Dia menyelamatkan hidupku dan menculik temanku.
Ceritanya panjang, karena itu banyak yang kupikirkan.
Gurauannya sangat tak lucu.
- Apa yang terjadi dengan temanmu? - Dia masih menghilang.
Tolong ceritakan tentang ayahmu.
Dia pria yang baik.
Dia lucu dan dermawan.
Aku bisa bicarakan apa pun dengannya dan dia akan mendengarkan.
Ya, dia memesona.
- Dia punya kebiasaan. - Kebiasaan apa?
- Dia pemarah. - Itu benar.
Tapi dia baik.
Apa pun kesalahannya, dia tak layak mati seperti ini.
Aku kagum. Kau memancingku dan berbohong padaku.
Agaknya begitu, ya? Maaf.
Tidak, aku senang akhirnya kau belajar beberapa hal.
- Tentu, kini aku akan balas dendam. - Apa maksudmu?
Jangan khawatir, aku tak datang karena narkoba.
Kau dengar pembunuhan beberapa malam lalu?
Ya. Pria itu diculik, 'kan? Sungguh memprihatinkan.
Kata polisi patroli, kalian berbisnis di bawah jembatan.
Para polisi patroli memang baik, tapi kami sudah lama tak bertemu.
Kami tak berbisnis di sana. Para pelacur mencari uang di sana.
Sebaiknya kalian bicara dengan para pelacur di Fremont.
- Baiklah, terima kasih. - Tak masalah.
Rambut merah, kau pernah berkencan dengan bandar sebelumnya?
Sejauh ini belum.
Apa? Aku bercanda.
No comments yet. Be the first to leave one.