The first 200 lines.
"Kota tempat Sungai Han yang indah berada"
"Sepuluh juta orang bergerak dengan sibuk"
"Jantung Korea, Seoul"
"Sebuah kafe di tengah Seoul?"
"Di dalam kafe itu..."
"Berdandan untuk terlihat keren"
"Seorang pria kota"
"Dia memamerkan setelannya"
"Pria ini adalah..."
Cuacanya bagus, begitu pun lokasinya.
"Pria tampan dari 2 Days 1 Night"
"Aktor Kim Seon Ho"
"Di tangannya"
"Terdapat buku yang sepertinya tidak pernah dia baca"
"Tertawa"
"Membersihkan tenggorokannya"
Tidak ada tawa konyol hari ini.
Konsepku hari ini adalah...
Aku sangat serius, keren, dan cerdas.
"Kenapa dia seperti ini?"
"Pakailah sesuatu"
"Yang menyembunyikan kelemahanmu dan menonjolkan kekuatanmu"
"Secara fisik atau cerdas, seperti itu?"
"Ditunjuk?"
"Kamu tidak bisa menyembunyikannya?"
"- Kutil? - Perangkap tikus?"
"- Pekan ini berat. - Aku akan memakai korset"
"- Jika tidak ada kekurangan? - Kamu?"
"Apa kamu bertanya untukku?"
"- Seon Ho, ? - DinDin, ?"
Tapi sejujurnya,
aku ingin berpakaian seperti orang pintar.
Citraku... Sudah berubah.
Semua orang mulai dari penata rambutku berkata,
"Kamu ingin terlihat tampan?"
"Tidak, aku memakai celana pendek."
Tapi mereka memberiku celana panjang.
Ternyata penulisku bilang dia ingin aku terlihat keren.
Aku bertanya-tanya apa selama ini aku tidak terlihat keren.
Penata rambutku mentertawakan itu,
menyetujuinya, dan membuatku terlihat seperti ini.
Apa selama ini aku seperti itu?
"Apa aku tidak keren?"
Apa aku seperti itu? Aku memang seperti itu?
Aku akan bicara sedikit.
"Ya, sedikit..."
Kenapa yang lain tidak datang?
"Di mana anggota lainnya?"
Jika harus menebak cara yang lain berpakaian,
kurasa aku tahu seperti apa pakaian DinDin.
Dia akan memakai hak sepatu lebih tinggi atau...
"Bantalan yang lebih tebal"
Dia harus menjaga ucapannya,
jadi, dia akan memakai hanbok.
Aku harus berpakaian seperti guru
dan membawa cambuk untuk memukulnya sampai dia mendengarkan.
Ravi...
Ravi?
Dia tidak kekurangan apa pun.
Dia berpakaian dengan baik.
Dia salah satu anggota pintar.
Dia salah satu yang lebih bugar dan gesit.
Kurasa kami tidak berhak mengatakan
bahwa Ravi punya kekurangan.
"Apa yang dipakai anggota lain untuk menyembunyikan kekurangan?"
Kurasa ada yang masuk.
"Tertawa"
"Siapa itu?"
"Konsep apa ini?"
Jangan rekam aku.
Jangan rekam aku.
"Juru kamera"
Rekam dengan izinku, paham?
Aku bukan tubuhmu.
- Sungguh? - Kubilang jangan rekam aku.
- Apa ini sungguhan? - Jangan rekam aku.
Sungguh?
Senang bertemu denganmu.
Kita bertemu secara langsung.
Datang sebagai pria.
- Halo. - Hai.
- Astaga. - Senang bertemu denganmu.
Apa dia kurang setia?
Aku hidup terlalu baik dan tenang.
Aku bukan pria tangguh.
Konsep hari ini adalah
terlihat tangguh.
"Pria tangguh"
Seon Ho.
Aku harus lebih tangguh.
"Dia kurang tangguh"
Ya, Nak!
"Sepatu bot off-road"
Ketangguhan yang gagah...
"Celana jin ketat modis warna hitam"
"Dengan aksesori berlebihan..."
- Se Yoon. - Kesetiaan!
"Campuran Zhu Bajie dan Kim Bo Sung"
Suasana hatiku sedang buruk, jadi, matikan Kamera Tiga.
Tubuhku bukan milikmu.
"Semua perhatian ini melelahkan"
Pak. Keringatmu banyak di sini.
Kenapa? Apa kamu gugup?
Aku setia dengan keringatku.
- Apa ini? - Siapa kamu, Nak?
- Apa ini? - Siapa kamu?
Apa ini? Tampilan apa ini?
- Apa ini lelucon? - Apa ini?
- Siapa kamu? - Apa ini?
Kamu tidak punya kelemahan?
Aku tidak punya kelemahan.
Carilah di dekat sini dan sewa hanbok.
- Kurasa ini... - Apa ini?
Apa ini?
"Itu..."
"Bukan efek komputer"
- Ini yang kita butuhkan. - Itu dia.
- Kamu berhasil. - Benar.
Bagus.
"Efek samping dari gigi yang dilaminasi"
"Saat dia senang..."
"Saat dia kesakitan..."
"Kehadiran gigi atas DinDin sangat kuat"
Bagus sekali.
Inilah yang dipakai para artis hiphop.
"Simbol pamer yang trendi"
"Grillz adalah aksesori emas para penyanyi rap"
"Yang dipakai di gigi untuk menonjolkan gaya mereka"
- Aku menyukainya. - Dari siapa kamu meminjamnya?
Penata gayaku yang membelinya.
Dia menutupi kelemahan dan kehilangan pengucapannya.
Ini seharusnya dibuat khusus agar pas
- dipasang di gigimu. - Ini milikmu?
Tapi aku membeli ini di internet untuk dikirim di hari yang sama.
- Jadi, aku harus menggigitnya. - Kamu menggigitnya?
Seolah-olah ini penutup mulut.
- Jung Hoon datang. - Siapa dia?
Dia... Aku tahu siapa dia.
Usianya. Itu usianya.
"Apa masalah Jung Hoon?"
- Apa yang kamu pakai? - Jung Hoon.
DinDin... Halo.
- Siapa kamu? Pelajar? - Ya.
Usiamu adalah kelemahanmu?
Itu bukan kelemahan.
Itu seragam sekolah?
Ini kekuatan dan kelemahanku.
Kamu berpakaian sebagai apa?
- Peserta latihan... - Astaga.
- Apa itu? - Kompleksku.
Jadi, kamu mengubah gigimu menjadi emas?
Bukankah generasimu memakai seragam olahraga di sekolah?
Seperti film "Spirit Of Jeet Keun Do".
"Seragam seperti ini?"
- Aku tidak setua itu. - Tidak?
SMA-ku bukan di Korea.
- Ini kali pertamamu. - Jadi, aku memakai seragam sekolah.
Kamu tahu siapa dia?
- Seorang guru? - Bukan.
Aku kurang pengetahuan.
- Ini... - Kamu terlihat lebih buruk.
- Tapi "Guns, Germs, dan Steel"... - Buku apa ini?
- Buku apa ini? - Buku yang paling banyak dipinjam
dari Perpustakaan Universitas Nasional Seoul.
Apa isi bukunya?
Seperti yang kalian lihat, manusia... Umat manusia...
Ini tentang dimensi di mana kita lebih unggul.
Bagaimana umat manusia mengembangkan peradaban?
- Ceritanya cukup panjang. - Begitu rupanya.
Kenapa kamu terlihat seperti penipu?
Kamu pasti menjual sesuatu.
- Pasti. - Pasti.
Dan kami tidak tertarik membelinya.
- Kami... - Ravi datang.
- Apa itu? - Kurasa
makin lama masuk, makin...
- Apa itu? - Apa itu?
"Apa sebenarnya"
"Yang dia pakai?"
Apa itu celana pinggang tinggi?
"Apa?"
"Ravi yang Gila datang"
- Apa itu? - Kupikir itu sepatu hak tinggi.
- Apa itu? - Apa yang kamu lakukan?
Celana pinggang tinggi?
Aku ingin menonjolkan panjang kakiku.
Sekarang kakiku lebih panjang daripada tinggi badan DinDin.
Kakimu... Apa kakimu pendek?
Tidak. Aku menonjolkan kekuatan.
- Celana ini... - Itu tampak sangat menjijikkan.
- Lucu sekali. - Aku bahkan bisa menari memakainya.
- Tapi... - Hei.
- Kakimu terlihat lebih panjang. - Kamu mirip JYP.
"Ravi Gila tidak mengecewakan!"
Mahakarya macam apa ini?
Kalian berdua...
- Kami? - Mereka...
Filmnya dibintangi Park Joong Hoon, Lee Kyoung Young, Cha Tae Hyun.
Kami membuat ulang "Hallelujah".
"Preman lokal dan pastor penipu"
No comments yet. Be the first to leave one.